Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Hukuman Istri Untuk Suaminya


__ADS_3

MU XIANZHAI akhirnya bisa menyadari jika semua ini nyata. Li Chang Su ada bersamanya, tidur dan memeluknya. Ternyata bukan karena efek demam. Pria itu merasakan telapak tangan yang agak dingin menyentuh dahinya. Li Chang Su memastikan jika demam pria itu sudah mereda.


"Besok minum obat lagi untuk memastikan kamu sembuh. Malam ini kamu makan dulu. Perut kosong diisi dengan arak? Tak heran kamu sakit." Li Chang Su segera melepaskan tangan Mu Xianzhai yang melingkar di pinggangnya, lalu bangkit dari tempat tidur.


Pria itu tidak menahannya lagi kali ini dan mengembuskan napas lega. Li Chang Su tidak pergi ... Itulah yang selalu dipikirkan olehnya sejak terakhir kali mabuk tadi. Saat melihat gadis itu keluar kamar, Mu Xianzhai mencoba duduk bersandar, rambut panjangnya tergerai ke pundak hingga membuat sosoknya yang tanpa topeng lebih menggairahkan.


Ketika Li Chang Su kembali, ada nampan dibawa. Aroma bubur ayam tercium serta mi kari ayam buatan Xuxu dan Xuyao. Tapi mi kari ayam bukan untuk pria itu, melainkan untuk dirinya sendiri. Karena saat ini Mu Xianzhai demam, maka dilarang makan sembarangan lebih dulu. Li Chang Su khawatir jika pria itu memiliki sakit yang lain setelah reda dari demamnya.


"Su'er ... Ke mana kamu pergi tadi? Aku mengira kamu tidak akan kembali," kata pria itu setelah menenangkan emosinya.


"Aku hanya pergi ke pasar malam untuk berbelanja dan makan. Kamu tidak tahu, ya? Wanita saat marah dan jengkel atau sedih, mereka akan pergi ke suatu tempat untuk menyenangkan diri sendiri. Jadi aku pergi untuk menghilangkan kemarahanku." Gadis itu mencibir seraya menyuapi Mu Xianzhai.


"Jadi kamu tidak pergi ke kakek untuk minta pulang ke zaman modern?"


"Hah? Pulang?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya. "Mu Xianzhai, apakah sejak awal kamu tidak ingin aku meminta sesuatu pada pensiunan kaisar, hanya karena ini? Kamu khawatir aku pulang?"


Walaupun sebenarnya memang benar ... tapi ... Li Chang Su berpikir diam-diam.


"Ya. Aku khawatir kamu pulang. Jadi tidak pernah memintamu untuk membuat keinginan pada kakek," jawab Mu Xianzhai cukup malu. Dia memang egois, tapi itu lebih baik daripada kehilangan gadis itu.

__ADS_1


Li Chang Su tersenyum pahit. Hidup di dua zaman yang berbeda ini ternyata merupakan sebuah tantangan. Mau tidak mau, Li Chang Su hanya bisa menggelengkan kepala. Bagaimana bisa dia pergi disaat terikat dengan pria ini. Lagi pula, ia sudah menikah. Tidak mudah mengakhiri pernikahan dan pergi begitu saja.


Meski zaman ini tidak tahu ada di abad ke berapa sebelum Masehi, tapi Li Chang Su yakin jika saat di zaman modern nanti, mungkin ia bisa menemukan jejak kehidupan masa lalu Kekaisaran Mu. Atau mungkin beberapa hal tentang Mu Xianzhai. Karena itu, Li Chang Su tidak siap. Ia lebih baik menjalani takdirnya di sini.


"Jangan khawatir, aku tidak akan pergi ke manapun. Kamu lupa ya? Istana ini sekarang milikku. Ingat, kamu kalau taruhan waktu itu. Penjaga gelap adalah milikku, jadi kamu jangan menghukum sembarangan." Gadis itu akhirnya tertawa puas, tapi hanya sebentar dan menikmati ekspresi Mu Xianzhai yang kembali jelek.


Pria itu hampir lupa jika Su'er nya memang pemilik Istana Raja Perang saat ini. Sehingga dia langsung memanggil kepala pelayan untuk membawakan semua surat-surat tanah dan hartanya. Li Chang Su mengira jika Mu Xianzhai tidak akan memberikannya secepat itu. Tapi Mu Xianzhai berkata jika janji seorang pria tidak akan diingkari.


Setelah kepala pelayan membawakan semua surat-surat itu dan diberikan pada Mu Xianzhai, diam-diam bahagia. Jika sang putri yang memegangnya di masa depan, maka sang raja tidak akan bertindak semena-mena lagi. diam-diam, kepala pelayan pria paruh baya itu tertawa jahat di hatinya.


Para penjaga gelap di luar juga saling menyenggol. Terutama mereka yang mengikuti perjalanan sang raja dan putri ketika menuju Sekte Hitam. Mereka bercerita jika sang putri memenangkan taruhan hingga membuat Mu Xianzhai menyerahkan semua sertifikat tanah dan kekayaan.


"Li Chang Su menyimpan mangkuk bubur dan melihat-lihat sertifikat tanah dan kekayaannya. "Oh? Memangnya berapa banyak uang yang kamu miliki? Apakah kamu begitu kaya?" tanyanya sambil mencibir.


"Jangan khawatir, Raja ini akan mencari uang lebih banyak untuk Su'er di masa depan," jawabnya langsung terkekeh.


Li Chang Su mengerucutkan bibirnya dan iseng membuka surat-surat. Tiba-tiba saja napasnya seperti tercekat saat melihat betapa banyak uang yang dimiliki pria itu. Apakah bercanda? Pikirnya.


"Mu Xianzhai ... Ini ... Apakah kamu gila? Berapa banyak sumber uang yang kamu miliki untuk mengumpulkan semua uang ini?" tanyanya dengan tangan berkeringat dingin.

__ADS_1


Mu Xianzhai tahu jika Li Chang Su mungkin akan terkejut. Belasan juta tael emas bukan hal kecil bagi sebagian pangeran. Begitu pula bagi kaisar. Tapi ini memang faktanya. Ia mengumpulkan semua uang ini selama bertahun-tahun sejak terjun ke barak militer, berbisnis dan lain-lain. Semuanya murni.


Oleh karena itu, dia yakin bisa membuat gadis itu kenyang dengan kekayaannya.


"Su'er dapat yakin jika semuanya bisa dibelanjakan. Nah, jika Su'er dalam suasana hati yang buruk, pergilah berbelanja apapun. Uang tidak akan habis," katanya sangat sombong.


Li Chang Su hanya ingin memuntahkan darah muda. "Tidak, tidak. Aku tidak mau. Bagaimana jika suatu hari nanti kita miskin? Lebih baik disimpan saja untuk masa depan. Aku tidak akan boros," katanya seraya menggelengkan kepala. Dia menggigit bibir bawahnya dengan frustasi. Ini adalah uang yang banyak, pikirnya.


"Yah, suka-suka Su'er saja. Tapi ingatlah, jika ada orang yang mengejekmu, tendang saja. Aku mendukung Su'er untuk segalanya. Jika mereka berani menindas Su'er, aku akan memotong kepalanya." Pria itu mengancam orang-orang di luar sana yang nanti berani menyakiti istrinya.


Li Chang Su pun menganggukkan kepala sambil tersenyum misterius. Bahkan Mu Xianzhai merasakan firasat buruk akan datang. Apakah pria itu melupakan sesuatu? Pada akhirnya, Li Chang Su pun langsung mengadu padanya.


"Karena kamu berkata seperti itu, aku juga ingin berkata, kamu menyakitiku. Lihat, leherku sampai diperban bahkan jika aku sudah minum air roh dan mengolesnya dengan salep. Cambukmu mengandung racun yang akan membuat luka sulit sembuh. Jadi tentu saja ada hukuman juga berlaku untukmu," tutur Li Chang Su sangat arogan.


Mu Xianzhai tidak bisa membantah. Dia tahu ini salahnya sehingga menunjukkan senyum tidak berdaya. "Apa yang akan Su'er lakukan untuk menghukumku?" tanyanya.


"Sangat mudah. Kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang melelahkan. Tidur terpisah selama satu bulan!!" ucap Li Chang Su tegas.


"Tidak mungkin! Su'er, ini tidak valid!" Mu Xianzhai langsung menolak. Tidur tanpa istrinya justru lebih mengerikan.

__ADS_1


"Apanya yang tidak valid?" Li Chang Su mencibir. "Aku yang menentukan hukuman. Jangan protes. Satu bulan, tidur terpisah. Ada apa? Bukankah kamu seorang pria? Apakah hukuman kecil ini saja kamu tidak sanggup? Mu Xianzhai, apakah kamu masih seorang Raja Perang?"


__ADS_2