Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tentang Buku Harian


__ADS_3

LI CHANG SU menggunakan penglihatan mata dewa untuk mengetahui apa isinya. Tampaknya sedikit sensitif untuk dibuka ramai-ramai. Jadi dia akan membukanya nanti. Meski Mu Hongzhi penasaran dengan apa yang dikirim ibunya untuk sepupu ipar, dia menahan diri untuk tidak lagi bertanya.


Tentu saja jika isinya sesuatu yang tidak menyenangkan, Li Chang Su bisa mengadu padanya. Dan dia akan berkata pada ibunya beberapa hal baik meski mungkin harus mendapatkan pukulan.


Setelah Mu Xianzhai mengusirnya, dia menatap Li Chang Su dan ingin tahu apa yang dikirim bibi untuk istrinya.


“Apakah ini tidak boleh diketahui Hongzhi?” Tanyanya.


“Ini tentang informasi dan segala sesuatu tentang pensiunan kaisar dan juga ayah Mu Hongzhi. Tampaknya bibi mengetahui sesuatu dan memintaku untuk mencari tahu. Mungkin juga karena adalah takdir gelang naga perak yang di mana gelang itu diwariskan oleh pensiunan kaisar kepadamu.” jelasnya dengan sedikit pemahaman. Tentu saja karena dia melihat judul sampul buku yang ada dalam bungkusan kain ini, menyangkut tentang keduanya.


Semacam buku harian yang penuh dengan banyak hal tersembunyi ....


Setelah Mu Xianzhai tahu tentang ini, ekspresi wajahnya serius. Dia telah bertahun-tahun mencari keduanya, namun tidak mendapatkan hasil. Mungkinkah bibi tahu tentang hal ini tapi tidak memberi tahunya karena waktu yang belum tepat. Setelah menyimpan bungkusan kain ke dalam ruang artefak, keduanya melanjutkan makan.


Barulah setelah selesai sarapan, keduanya memasuki ruang artefak dengan mudah. Dan ada He Ze yang sedang berjemur di dekat kolam air terjun. Sementara binatang mutasi itu sudah berada dalam wujud besarnya, berbaring nyaman di bawah pohon yang menjulang tinggi.


Kelinci itu sama sekali tidak takut dengan keduanya. Namun sangat suka dengan Li Chang Su. Gadis cantik itu selalu membuat matanya segar. Mungkin karena gadis itu memakai kalung liontin giok hijau. Li Chang Su menghampiri kelinci mutasi itu dan mengelus bulunya. Lalu bersandar sebentar.


Bulunya sangat halus dan terlalu gemuk hingga menjadi empuk. Kelinci mutasi sama sekali tidak merasa keberatan dan justru sangat senang. Karena dia adalah makhluk berbulu, tentu saja dicintai banyak orang. Dia menatap Mu Xianzhai dengan provokasi yang jelas. Dan wajah pria itu menjadi hitam.


Jika kelinci mutasi benar-benar bisa berbicara secara terbuka, maka Mu Xianzhai akan menjadi situs debatnya.


"Su'er ... Kita harus memeriksa buku itu. Ingat, siang ini kita harus ke Istana Kekaisaran."


Mu Xianzhai hanya bisa mengingatkannya saja. Karena Li Chang Su menyukai binatang berbulu, dia akan meminta seseorang untuk membawa kelinci, kucing, burung, atau anak harimau sekalipun. Selama tidak terus bergantung pada binatang mutasi ini.


Gadis itu mencium sesuatu yang yang masam dan mengira jika Mu Xianzhai cemburu. Dia khawatir jika di masa depan, Mu Xianzhai akan diam-diam membuang kelinci mutasi ini. Dan dia tidak tahu kenapa kelinci mutasi begitu membenci Mu Xianzhai. Tampaknya, kebencian itu ada sejak pertama kali saling bertemu dengan kelinci.


Li Chang Su akhirnya meninggalkan kelinci mutasi itu dan pergi ke ruang serba ada miliknya. Sedangkan He Ze tertawa, mengejek kelinci mutasi itu karena ditinggalkan oleh tuan.


Tanpa tanggung-tanggung, He Ze ditendang ke kolam air terjun oleh kelinci mutasi itu dan berteriak meminta bantuan. Li Chang Su kembali ke halaman dan melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kenapa kamu berenang? Bukankah kamu benci basah-basahan?" Tanyanya.


He Ze keluar dari kolam dan menunjuk kelinci mutasi yang terus berbaring nyaman, "Dia menendang ku setelah diejek! Sejak dia di sini, ketenangan leluhur ini telah mencapai puncaknya!"


Namun Li Chang Su hanya menatapnya tak percaya, "Jangan mengada-ada. Kelinci itu ada di sana sejak aku tiba dan tidak mungkin menendangmu tanpa alasan. Lagi pula siapa yang memintamu mengejeknya?" Cibir Li Chang Su merasa telah menghabiskan waktu yang sia-sia, lalu berjalan kembali menuju ruang serba ada.


Sebelum menutup pintu, suara Li Chang Su terdengar lagi, "Jika kesabaranmu telah mencapai puncaknya, pergilah temukan gunung dan hancurkan."


"...."


Temukan gunung dan menghancurkannya?


He Ze tidak mungkin melakukan itu dengan tubuh dan cakar kecil. Walaupun dia adalah roh artefak, tapi tidak ditugaskan untuk membuat kekacauan dunia. Hanya menjaga gelang naga perak dan mematuhi tuan baru.


Tupai putih itu merasa akan gila dan berguling-guling di rumput bersih. Bulunya masih basah sehingga tubuhnya yang kecil terlihat jelas. Sedangkan kelinci mutasi yang melihatnya pun mendengus. Dia sangat pandai untuk menyerang makhluk lain dan berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi. Karena inilah He Ze marah.


Sementara ltu, di ruang serba ada, Li Chang Su meletakkan bungkusan kain satin itu di atas meja. Lalu membukanya dengan hati-hati. Seperti yang diketahui, itu isinya emang beberapa buku lama yang ditulis oleh pensiunan kaisar dan ayahnya Mu Hongzhi.


"Raja binatang mutasi?" Li Chang Su sedikit bingung dengan ini.


Jika binatang mutasi ini memiliki beberapa raja yang kuat, bukankah itu berarti jika pensiunan kaisar dan ayahnya Mu Hongzhi pergi untuk ini. Memungkinkan atau tidak, Mu Xianzhai sendiri merasa yakin jika kakeknya sendiri pergi untuk berburu raja binatang mutasi. Kemudian ayahnya Mu Hongzhi menyusul untuk membantunya.


Barulah setelah itu, Li Chang Su dan Mu Xianzhai melihat catatan terakhir yang ditulis oleh pensiunan kaisar. Dan catatan itu mengetahui masa modern yang tidak akan diketahui orang lain. Dan tanpa diduga, pensiunan kaisar tahu.


Li Chang Su tiba-tiba saja menjadi kaku. Dan sedikit linglung. Lalu dia ingat dengan seorang kakek misterius yang menghampirinya di padang pasir ... Apakah itu pensiunan kaisar?


Dia meletakkan buku itu dengan perasaan yang tidak terduga, lalu menatap Mu Xianzhai dengan penuh rasa ingin tahu.


"Mu Xianzhai, seperti apa penampilan kakekmu itu?"


Pria itu terdiam sejenak sebelum merasa ada sesuatu yang ganjal tentang pertanyaan istrinya, "Apakah Su'er mencurigai sesuatu?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin memastikannya saja."


"Kakek orangnya seperti ayah kaisar, setelah pensiun, dia selalu berpakaian sederhana dan tidak terlihat seperti seorang bangsawan. Kadang berpergian untuk menambah pengalaman hingga nenek selalu menegur dan bersedih untuknya."


Seperti Kaisar Mu ... Wajahnya memang sedikit familiar ketika dia melihat kaisar waktu itu.


"Apakah ada foto tentang dia?"


"Foto?" Pria itu menaikkan sebelah alisnya.


Li Chang Su lupa jika foto di zaman ini tidak terkenal atau belum ada, "Maksudnya lukisan."


"Tentu saja. Semua anggota Kekaisaran Mu memiliki semua lukisan anggota keluarga. Apa Su'er ingin melihatnya?"


Gadis itu mengangguk, "Jika boleh, aku ingin melihatnya untuk memastikan sesuatu."


"Oke. Kita harus ke Istana Janda Permaisuri untuk ini. Nenek pasti memilikinya."


Setelah menyelesaikan beberapa buku harian yang penuh informasi ini, Mu Xianzhai menyarankan Li Chang Su untuk menyimpan di ruang artefak. Sehingga ketika nanti melakukan perjalanan, mereka bisa memahami beberapa hal. Dan berharap bisa bertemu dengan pensiunan kaisar atau ayah Mu Hongzhi.


Mu Xianzhai selalu yakin jika kakek dan pamannya akan baik-baik saja.


Setelah meninggalkan ruang artefak, Li Chang Su memanggil Xuxu dan Xuyao untuk bersiap pergi ke Istana Kekaisaran. Tanpa terasa, ternyata hari sudah siang. Mu Xianzhai juga telah menyiapkan kereta untuk perjalanan ke istana, serta memberikan jubah berbulu rubah pada Li Chang Su. Agar tidak kedinginan.


Setelah memasuki kereta dan kusir segera menarik tali kuda, Mu Xianzhai masih melihat jika Li Chang Su sedikit linglung. Terutama setelah membaca catatan harian pensiun kaisar yang ada di halaman terakhir.


"Su'er ... Apa yang kamu pikirkan?" Tanyanya.


"Kakekmu tahu tentang lorong waktu. Pernahkah dia menceritakan sesuatu padamu?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2