Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kemunculan Makhluk Lava (2)


__ADS_3

"AKU BAIK-BAIK saja," jawab Li Chang Su langsung menghela napas. "Mungkin bau daging gosong itu benar-benar tidak tertahankan di hidungku," imbuhnya.


Mu Xianzhai tidak berkata lebih banyak.


Mu Hongzhi dan Lict mengelus dada untuk menenangkan diri. Adapun kuda putih mutasi dan Xue Zi sendiri secara alami menjadi pendiam. Bau daging gosong itu membuat kedua binatang putih mutasi merinding.


Untungnya hal itu tidak terjadi pada mereka. Beruntunglah dilahirkan sebagai binatang mutasi golongan putih.


Li Chang Su tidak banyak berpikir tentang kelainan di tubuhnya. Dia melangkah perlahan menuju ruangan pintu batu. Hawa panas dari kolam lava tidak terlalu buruk.


Dia tampaknya mencari sesuatu, seharusnya ada di sini bukan?


"Apakah makhluk itu pergi?" tanyanya pada Mu Xianzhai yang mengikuti di belakang.


Pria itu menarik sebelah alisnya. Rambut putih keperakannya langsung kembali menjadi hitam.


"Tidak, dia masih di sini."


Tapi mereka tidak melihatnya.


"Hah, manusia ... Aku di sini, di sini. Cobalah lihat ke samping." Suara berat dan sedikit serak itu terdengar.


Mereka semua langsung menoleh ke samping kiri dan menurunkan pandangannya. Yang mereka lihat saat ini hanyalah seekor anak banteng bertanduk besar, tubuh hitam dengan garis lava menyala seakan-akan tubuhnya hanya dipenuhi oleh lava.


Binatang kecil itu terkapar lemah dan bersendawa. Ada api kecil dan asap keluar dari mulutnya ketika bersendawa.


"..." Citra mereka terhadap makhluk lava yang gagah dan mengerikan pun langsung lenyap.


Apa ini? Seekor anak banteng? Banteng iblis? Banteng penjaga?


Kesunyian mereka membuat aneka banteng lava itu langsung marah tak berdaya. "Aku tahu kalian mengejekku diam-diam. Sungguh ironi. Setelah makan terlalu banyak, aku tak bisa menahan tubuh lamaku dan harus berada dalam fisik anak banteng!" Dia langsung mencoba untuk bangun, tapi rasanya sulit.


"..." Li Chang Su serta yang lainnya tidak menanggapi. Karena ... yang dikatakan makhluk lava itu memang benar. Mungkin hanya Mu Xianzhai saja yang terlihat tenang.

__ADS_1


Setelah mencoba untuk bangun, anak banteng lava itu menyerah. Tubuhnya yang cukup gemuk mungkin tak mampu membuat keempat kakinya menyentuh tanah.


"Manusia, bantu aku berdiri."


"..." Li Chang Su serta yang lainnya masih tidak berbicara, tapi segera Mu Hongzhi membantunya bangun dengan enggan.


Apakah tangannya tidak akan terbakar saat menyentuh tubuh anak banteng lava? Pikir Mu Hongzhi.


Makhluk lava itu tampaknya tahu apa yang dipikirkan Mu Hongzhi, lagi-lagi mendesah di hatinya. "Jangan khawatir, aku tidak semengerikan itu. Ayo bantu aku bangun!" Keempat kakinya bergerak, mencoba untuk menyentuh tanah.


Akhirnya Mu Hongzhi pun membantunya berdiri. "Tubuhmu benar-benar berat," gumamnya.


Setelah membantu anak banteng lava berdiri, mereka mencari tempat untuk mengobrol. Anak banteng lava itu membawa mereka ke satu sisi di mana dinding ruangan tiba-tiba terbuka seukuran pintu besar.


Ternyata masih ada ruang rahasia di ruang pintu gerbang baja.


"Tempat ini bersih dan cocok untuk kalian beristirahat malam ini. Jangan khawatirkan apapun, tidak akan ada binatang hitam mutasi yang mendekat selama aku di sini," kata anak banteng lava.


"Kenapa kamu muncul begitu cepat? Aku mendengar dari percakapan para binatang hitam mutasi sebelum bahwa kamu akan muncul malam ini," kata Li Chang Su sambil mengeluarkan alas, selimut, banyak dan lain sebagainya.


Dia juga beberapa alat memasak, kompor, bumbu, daging serta makanan yang tidak asing bagi Lict.


"..." Anak banteng lava melihat itu dan kepalanya dipenuhi oleh garis hitam. Apakah gadis itu datang untuk berpiknik? Pikirnya.


"Baiklah, kita bisa membayarnya sambil beristirahat malam ini." Li Chang Su memilih untuk tiduran karena merasa lelah.


"..." Anak banteng lava ingin mengatakan sesuatu tapi semua kata-kata yang ingin dia ucapkan langsung ditelan kembali ke perutnya.


Pada akhirnya mereka berkumpul dan mulai membicarakan apa yang terjadi selama ini.


Tanpa terasa, waktu berlalu sangat cepat hingga malam pun tiba. Li Chang Su memutuskan untuk membuat menu makan malam yang sederhana, seperti biasa, ada daging dan sayur serta nasi putih yang harum.


Anak banteng lava menghela napas lagi dan tidak ikut makan. Dia adalah makhluk lava yang diciptakan kaisar pertama dan tidak memiliki ***** makan seperti manusia. Makanannya hanyalah kekuatan dari binatang hitam mutasi.

__ADS_1


Saat tengah malam tiba, Li Chang Su dan Mu Xianzhai mengikuti anak banteng lava ke dekat pintu gerbang baja. Adapun Lict dan Mu Hongzhi hanya bisa menunggu di tempat semula, melihat dari kejauhan.


Menurut anak banteng lava, ada gelombang energi yang sangat besar akan muncul ketika pintu gerbang baja dibuka. Sehingga orang lain yang tidak ada hubungannya dengan naga perak hanya bisa menjauh.


"Apa kamu yakin malam ini kami harus membuka pintu ini?" tanya Li Chang Su.


"Ya, jika menunda lagi, bukankah kamu khawatir jiwa Hei Long di pegunungan dewa akan mengirim sinyal pada para pengikutnya untuk memburu kalian sebelum sampai di sana?" Anak banteng lava itu segera mengubah tubuhnya lagi menjadi makhluk jangkung dan kekar, tubuhnya dipenuhi oleh api panas, tatapan tajam dan tanduk besar.


Li Chang Su tidak terkejut saat makhluk itu berubah. Tapi Lict dan Mu Hongzhi hampir mengalami sesak napas. Makhluk itu sangat besar, pikir keduanya.


Kolam lava di tengah ruangan meletup-letup dan mengalir ke sisi lain di bawah terowongan bawah tanah. Mereka tahu ke mana lava itu mengalir. Ada jembatan luas yang membentang di luar sana. Dulu jembatan itu rusak tapi dengan kemampuan Mu Xianzhai, mereka bisa melewati jembatan itu lagi sekarang.


Tapi saat ini bukan waktunya untuk memikirkan jembatan rusak yang di bawahnya merupakan jurang maut tanpa ujung.


"Ketika pintu gerbang baja dibuka, lava di kolam ini akan meluap ke luar terowongan dan tidak akan padam sampai bencana berakhir," jelas makhluk lava itu.


"Kolam lava?" gumam Li Chang Su.


"Ingatlah, berhati-hati," kata makhluk lava itu lagi. Dia hanya berdiri di tengah kolam lava dan sebagian tubuh bawahnya menyatu dengan gelombang panas dari kolam.


Mu Xianzhai selalu tenang sejak awal dan menepuk kepala istrinya dengan lembut. "Su'er,berikan gelang naga perak nya," ucap Mu Xianzhai.


Li Chang Su melepas gelang tersebut dan memberikannya pada Mu Xianzhai. Tupai putih—He Ze bahkan keluar ruang artefak untuk menyaksikan.


Meski hari sudah malam, tak ada hawa dingin di ruang kolam lava ini. Justru agak panas. He Ze turun dari bahu Li Chang Su dan pergi ke sisi kolam lava sambil memegang jagung tusuk.


Biarkan mereka membuka pintu gerbang. Dia akan makan jagung malam ini. Apa yang dilakukan He Ze menyiratkan seakan tidak ada apapun yang akan terjadi.


"Daripada membakar jagung, bukankah lebih baik bagimu untuk mengurus ular hitam mutasi tingkat dewa di luar sana?" tanya makhluk lava pada He Ze yang bersantai di kolam lava.


Tupai putih itu menatapnya dengan enggan dan menggoyangkan ekor. "Hanya makhluk rendahan itu, apakah aku harus turun tangan? Itu cocok untukmu."


"..." Makhluk lava merasa jika harga dirinya mulai ternoda.

__ADS_1


__ADS_2