Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Ledakan Boneka Orange


__ADS_3

PERKATAAN Li Chang Su membuat mereka seperti disambar petir pada siang hari bolong. Di balik jubah hitam, ada beberapa mantra dan juga senjata pertahanan diri. Jika ada sesuatu terjadi, mereka akan melawan dengan sekuat tenaga.


Walaupun mereka dikirim oleh sekte, tapi bukanlah yang terkuat. Di sekte sendiri, ada beberapa pendekar ahli ilmu tenaga dalam tertinggi. Mereka ini hanyalah pesuruh level rendah. Dikirim untuk menyelesaikan misi sehingga mendapatkan promosi posisi di sekte.


Oleh karena itu, mereka melakukan apapun untuk sekte demi posisi tinggi itu.


"Apa maksudmu? Siapa lagi itu jika bukan jelmaan kucing mutasi dewa?" Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.


Bell akhirnya kesal dan mencakar pintu besi itu dengan kuat. "Manusia hina! Kamu mengurung Jeruk selama ini. Aku marah dan benci. Sekarang, kalian rasakan dendamku!"


Bukan hanya mencakar, Bell juga menendang dan meninju. Walaupun dia seekor kucing, penampilannya membuat Li Chang Su teringat salah satu film luar negeri di zaman modern. Ya, cerita seekor kucing gendut dengan pemiliknya yang baik. Hanya saja, Bell tidak segemuk kucing di film itu.


Kelimanya mendengar suara marah dan memastikan jika di luar sana pasti ada yang kenal dengan kucing ini. Suasana menjadi semakin serius. Tidak tahu ada berapa orang di luar, mereka harus segera keluar. Alangkah lebih baik jika mereka bisa mengirim pesan rahasia ke Sekte Hitam.


"Selamat bersenang-senang." Li Chang Su sangat menantikan detik-detik ini. Ia bisa melihatnya dengan kemampuan mata dewa.


Adapun Mu Xianzhai, hanya bisa terdiam dan menanti apa yang akan terjadi.


Di dalam ruang pintu besi, kelima pria berjubah hitam itu terus memperhatikan gerakan dari boneka Orange. Setelah bangkit, boneka itu langsung memejamkan mata, menarik semua pasir, debu dan kertas kuning dengan mudah. Seperti magnet yang menarik besi.


Mereka kebingungan dengan adanya hal ini. Segera, boneka Orange langsung membentuk tubuh baru, menjadi lebih segar dan berusia. Dia sama sekali tidak memiliki bagian penting di tubuh bawah. Sosoknya sangat berbeda dengan Orange yang selama ini mereka kenal.


"Makhluk apa kamu?" Mereka bingung. Auranya masih sama seperti Orange, tapi rangkanya berbeda.


Sayangnya, boneka Orange itu tidak bisa bicara.


Rantai yang membelenggu makhluk itu akhirnya lepas satu persatu tanpa sentuhan apapun. Sangat cepat dan mudah. Ini tidak seperti pria jelmaan kucing mutasi dewa yang lemah dan sakit-sakitan.

__ADS_1


Akhirnya, demi mencegah sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka menyerangnya bersamaan. Bahkan jika itu tidak bisa mati, mereka akan menjatuhkannnya lebih dulu. Tapi, mereka meremehkan boneka yang menyamar dari Orange. Sebelum menyentuh tubuh makhluk itu, kelimanya sudah terpental dan menghantamnya dinding.


"Ahh! Apa-apaan ini?"


"Sial! Dia terlalu kuat." Yang lain sudah memuntahkan darah.


Untuk melakukan ini, Li Chang Su tentu saja berperan penting. Agar efeknya bagus, dia menyalurkan ilmu tenaga dalam melalui hubungan tuan dan pelayan. Ketika kelimanya terpental, aura yang besar langsung terkumpul di tubuh makhluk itu.


Kelimanya merasa jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Samar-samar, mereka melihat sesuatu yang bercahaya di dada pria itu, selembar kertas khusus yang memiliki simbol. Walaupun tidak tahu simbol apa, tapi mereka membelakkan mata.


Salah satu dari kelimanya langsung pucat. "Itu ... Itu peledak. Makhluk ini akan meledak!"


"Apa??!" Keempatnya merasa tidak percaya dan mulai berkeringat dingin.


"Dia bukan makhluk hidup?"


Boneka?


Mereka lebih bingung saat ini. Bagaimana bisa ada boneka seperti ini. Sungguh tidak masuk akal. Ketika mereka yakin akan adanya seni boneka, sungguh mengejutkan. Teknik boneka sudah hilang sejak zaman kultivator. Dan sama sekali tidak mungkin ada di sini.


Aura yang terkumpul di tubuh boneka Orange semakin besar. Hawa di dalam ruangan menjadi panas. Ledakan benar-benar akan terjadi saat ini. Mereka berusaha untuk bernapas dan mempertahankan kesadaran. Bukan itu saja, tubuh mereka menjadi lemah, tidak bisa bangun ataupun berbicara banyak.


Akhirnya, salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah kertas kasar dan menggigit jarinya. Darah yang mengalir langsung dimanfaatkan untuk menulis beberapa kata saja. Tangan pria berjubah hitam yang melakukan itu gemetar. Wajah di balik topeng pucat pasi.


Pada akhirnya, tiga huruf telah ditulis, 'Mu Xianzhai'.


Kertas kasar itu digulung dengan rapi, lalu membaca mantra khusus hingga seekor ular kecil muncul entah dari mana dan menekan gulungan kertas kasar yang digulung sekecil mungkin. Ular itu lalu menghilang lagi dengan sendirinya.

__ADS_1


"Akankah kita mati di sini?" tanya salah satu dari kelimanya.


"Tidak ada cara lain. Kita hanya bisa berkorban. Aku sudah mengirim pesan. Jangan khawatir."


Aura di dalam semakin mencekik. Boneka Orange yang telah selesai mengumpulkan energi pun memejamkan mata. Lalu kedua tangannya membentuk simbol khusus. Ini sama dengan apa yang dilakukan Li Chang Su di luar ruangan. Gadis itu membuat simbol pada jari-jarinya. Lalu membaca mantra.


Pada kuncian jari yang terakhir, Li Chang Su samar-samar mengucapkan kata 'ledakan'. Di dalam ruangan itu, boneka Orange membuka matanya dan meledakkan diri. Kelima pria berjubah hitam itu membelakangi mata dan terkena ledakan tanpa memiliki kesempatan untuk menghindar.


Ledakan itu tidak kecil. Setidaknya berhasil membuat seisi ruangan menjadi bergetar. Bahkan pintu besi itu juga menunjukkan sedikit getaran samar. Tak ada suara teriakan kesakitan di dalam. Li Chang Su memperkirakan jika mereka mungkin saja kehilangan kekuatan untuk mengeluarkan suara.


Sampai di dalam ruangan itu tenang, Li Chang Su akhirnya membuka pintu besi dengan hati-hati. Ketika daun pintu itu dibuka, engselnya terlepas. Alhasil, pintu itu kehilangan keseimbangan dan hampir saja menimpa dirinya.


Mu Xianzhai bergerak cepat, menepis pintu besi itu dengan mudah. Untungnya dia ada di dekat Li Chang Su. "Apakah kamu baik-baik saja?" Dia ingin memastikan jika gadis itu aman.


"Aku baik-baik saja. Hanya terkejut. Ledakan ternyata sebesar itu." Li Chang Su menggelengkan kepala.


Bahkan Ye Shi sendiri sedikit berkeringat dingin. Dia memandang Li Chang Su dengan tatapan rumit. "Untung saja aku tidak menjadi musuhmu. Jika itu terjadi, mungkin semua bangunan pembunuh bayaran di tempatku akan dihancurkan suamimu."


"Apakah dia benar-benar pernah melakukannya?" Li Chang Su penasaran dengan masalah apa yang dimiliki oleh Mu Xianzhai dan Ye Shi.


"Su'er tidak perlu banyak berbicara dengannya. Semakin ke sini, perkataannya semakin tidak jelas." Mu Xianzhai segera menukas pembicaraan mereka. "Sebaiknya lihatlah di dalam. Ini hancur berkeping-keping."


Obor yang ada di ruangan itu telah hancur. Sehingga mau tidak mau, mereka menggunakan obor yang terpasang di dinding terowongan lain. Ada banyak debu dan asap sisa ledakan yang masih terlihat. Li Chang Su mengibaskan tangannya agar tidak menghirup semua debu yang beterbangan.


Tempat di mana boneka Orange meledak, kini hanya menyisakan bekas hitam di permukaan. Lalu ada lima jubah yang terkoyak tanpa tubuh yang utuh. Setidaknya, itu menyisakan kulit kering dan kerangka manusia itu.


Lict langsung merinding saat melihatnya. Ledakan tadi benar-benar dasyat. Luar biasanya lagi, terowongan ini mampu menahannya dengan begitu baik. Bell sendiri merasa puas. Dia tidak merasa ada belas kasihan pada mereka. Orang-orang yang memperlakukan Orange dengan buruk, pasti akan berakhir mengerikan juga.

__ADS_1


"Sepupu Ipar, bagaimana bisa ledakan itu begitu besar? Apakah karena bonekanya yang mengumpulkan aura dari lawan atau karena kertas ledakan yang digambar waktu itu?" tanya Mu Hongzhi sungguh ingin menanyakannya banyak hal.


__ADS_2