
LI CHANG SU tersenyum ke arahnya dan menjelaskan dengan tenang jika itu hanyalah prediksi. Angin bisa berembus dari arah mana saja sehingga dirinya hanya mengandalkan kemuncul angin agar anak panah yang dilepaskannya bergerak stabil dan tepat sasaran.
"Ketika kita memiliki anak panah yang lebih ringan, maka angin sangat berpengaruh besar pada gerakan dan kecepatan. Jika tidak tepat, anak panah bisa berbelok," jelasnya. Lalu ia berkata lagi. "Berbeda dengan anak panah yang cukup berat, kecepatan membelah angin jauh lebih besar sehingga tak perlu diragukan lagi."
"Lalu bagaimana aku bisa meleset? Aku bahkan memilih anak panah yang berat," kata Rongyu lagi. Ia benar-benar penasaran. Seberapa banyak yang gadis itu tahu?
"Itu karena ketika anak panah yang kamu lepaskan mengenai buah apel, kecepatan telah berkurang hingga beban apel jatuh pada panah. Tidak heran jika panahmu langsung berbelok ke bawah." Li Chang Su memperhatikan anak panah yang milik Rongyu yang masih berada di papan sasaran. Anak panahnya memang jatuh sedikit sehingga tidak tepat di tengah.
"..." Rongyu berkeringat dingin. Gadis itu ternyata mengetahui hal-hal seperti ini. "Kamu—"
Li Chang Su terkekeh ringan dsn menunjukkan senyum ramah yang polos. "Senang bisa bermain dengan Putri Li."
"Aku—" Rongyu ingin mengatakan sesuatu, tapi tak ada yang perlu diungkit di sini. Ia pun juga tersenyum setelah menyadari jika dirinya hampir saja kehilangan kesabaran. "Senang juga bisa menerima undanganku, Putri Xian."
Setelah hasilnya diumumkan, keduanya kembali ke tempat masing-masing. Li Chang Su duduk di samping Mu Xianzhai dan mengambil alih kelinci putih mutasi dari pangkuan Lict.
"Su'er ... Kamu luar biasa," kata Mu Xianzhai seraya menyentuh kepalanya dengan hati-hati agar gaya rambutnya tidak rusak.
"Benarkah? Bagaimana penampilanku tadi?" Gadis itu bersemangat.
"Yah, cantik dan indah. Sepertinya bunga-bunga yang tumbuh dan mekar dalam semalam," godanya langsung terkekeh senang. Suasana hati pria itu membaik sekarang, tapi masih cemburu ketika orang-orang mulai membicarakan kehebatan istrinya di mana-mana.
Sementara ... Rongyu tidak mendapatkan perlakuan manis seperti Li Chang Su saat ini. Justru omelan putra mahkota yang membuatnya justru semakin kesal. Setidaknya dia berharap jika Mu Lizheng akan membujuk dia dengan kata-kata yang manis agar suasana hatinya membaik. Tapi ini justru sebaliknya.
Kenapa Mu Lizheng tidak bisa seperti Mu Xianzhai yang perhatian?
__ADS_1
Lalu acara dilanjutkan. Kali ini berkuda. Tapi karena tidak ada lapangan berkuda di Istana Kekaisaran, jadi hanya bisa berlomba kecil di halaman lombanya juga tergolong sederhana yaitu menjinakkan kuda yang cukup sensitif terhadap orang baru. Dipastikan jika kuda tersebut belum pernah bertemu dengan orang-orang yang ada di Pesta Bunga tersebut.
Setelah semua perlombaan berakhir, Kaisar Mu akhirnya menghela napas lega. Semuanya telah selesai sehingga dia bisa pergi beristirahat nanti. Tanpa terasa, hari juga sudah menjelang sore. Waktu berjalan begitu cepat.
"Terima kasih atas cinta kalian karena telah datang ke Pesta Bunga ini. Untuk para pemenang lomba sebelumnya, tentu saja Kaisar ini telah menyediakannya lebih awal. Ini untuk lompat para gadis dan putri bangsawan. Putri Xian mendapatkan posisi pertama dalam penilaian dan juga bakat," kata Kaisar Mu segera mengambil sesuatu dari dalam kotak kecil yang disodorkan oleh salah satu kasim yang bertugas di sekitarnya.
"Putri Xian ... Ini adalah token untuk menggunakan lima penjaga rahasia Istana Kekaisaran. Dengan token ini, lima penjaga rahasia Kekaisaran akan mematuhimu. Gunakanlah dengan baik," katanya seraya menyerahkan token itu pada Li Chang Su.
Melihat token yang cukup besar itu, Li Chang Su menatap Mu Xianzhai. Ia tidak terlalu mengerti hal ini. Tapi melihat pria itu mengangguk, ia pun langsung mengucapkan terima kasih pada Kaisar Mu. Token yang bisa memerintah lima oenjaga rahasia Istana Kekaisaran? Tampaknya ini menarik.
Bukankah penjaga rahasia Kekaisaran itu selalu muncul di saat kaisar dalam bahaya saja? Li Chang Su tidak mengira akan mendapatkan token tersebut. Mu Lanfen dan Mu Chuxin bisa bernapas lega. Setidaknya token itu jatuh ke tangan yang tepat.
Hadiahnya tidak hanya token saja, tapi juga satu kotak kain satin dan kain sutra berkualitas. Bahkan mengandung benang emas atau perak. Bagi Li Chang Su mungkin hal-hal seperti itu hanyalah biasa, tapi di mata yang lain, barang-barang tersebut adalah harta.
Untuk menutup Pesta Bunga ini, Kaisar Mu mengajak semua orang untuk menikmati secangkir teh terakhir, lalu pergi meninggalkan halaman lebih awal. Para tamu juga mulai meninggalkan halaman, tak terkecuali Li Chang Su dan Mu Xianzhai. Kelinci putih mutasi akhirnya ikut dengan Lict setelah mendapatkan ancaman dari Mu Xianzhai.
Saat keduanya hampir meninggalkan pintu gerbang Istana Kaisar, seorang kasim segera menghentikannya dengan sopan.
"Putri Xian, Pangeran Ketiga, pensiunan kaisar telah menunggu di Ruang Tenang," katanya menyampaikan titah.
"Kenapa kakek ingin melihat kita?" tanya Li Chang Su pada Mu Xianzhai.
"Paling juga tentang makanan. Tak ada yang diinginkan kakek selain makanan buatan Su'er," jawab pria itu datar.
"..." Bagaimana Raja tahu? Pikir si kasim saat teringat dengan gumaman pensiunan kaisar sebelum memintanya memanggil suami dan istri ini untuk menghadapnya.
__ADS_1
Li Chang Su dan Mu Xianzhai pergi ke Aula Tenang. Pensiun kaisar terlihat duduk seraya bermain catur seorang diri. Lebih tepatnya tengah menyusun strategi perang. Ketika melihat Li Chang Su, ekspresi pensiunan kaisar segera hangat. Dia mengusir kasim dan meminta keduanya untuk duduk.
"..." Sang kasim yang merasa tidak dibutuhkan lagi pun memilih meninggalkan ruangan.
Setelah pintu ruangan ditutup pelan, Mu Xianzhai akhirnya bicara. "Kenapa Kakek ingin bertemu kami?"
"Huh, kamu pasti sengaja bukan? Jangan menyembunyikan istrimu. Sesekali, biarkan dia datang menemui Kakek dan membawa makanan," kata pensiunan kaisar segera mencibir.
"Bukannya tidak boleh, tapi Su'er adalah istri Raja ini. Dia harus berada di Istana Raja dan tidak boleh berkeliaran begitu saja. Tanpa izin Raja, dia tidak akan pergi." Mu Xianzhai tahu betul seperti apa kakeknya ini ketika menginginkan sesuatu. Kadang sifatnya menjadi seperti anak kecil.
Li Chang Su ingin mengatakan sesuatu, tapi Mu Xianzhai sudah memberinya tatapan untuk tidak berbicara tentang masalah ini. Dia harus menjelaskannya nanti di Istana Raja Perang sebelum istrinya berprasangka buruk tentang dirinya.
Pensiunan kaisar tahu jika Mu Xianzhai disengaja. Tapi itu juga kebenaran. Seorang gadis yang sudah menikah tidak mungkin meninggalkannya kediaman suaminya begitu saja. Apalagi tanpa izin. Jadi dia masih bisa memakluminya. Tapi tentang makanan enak itu ....
"Setidaknya, biarkan dia datang setiap seminggu sekali. Bukankah masih wajar?"
"Tidak mungkin. Su'er dikenal banyak orang saat ini. Raja ini tidak akan membiarkan pihak lain mengganggunya apalagi merayu," tolaknya.
"Kamu— anak bau!!" Pensiunan kaisar kesal dan hanya menatap cucu kesayangannya seperti musuh.
"Kalau begitu aku akan memberi tahu nenek lebih dulu tentang ini. Bukankah—"
"Tidak!!" Pensiunan kaisar langsung terkejut dan ingin sekali mencekik cucunya ini.
Bagaimana bisa dia ditekan oleh wanita tua itu? Sudah pasti jika ibu suri akan marah bukan? Pensiunan kaisar masih sering takut dengan kemarahan istrinya yang semakin menua.
__ADS_1