Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memanggil Putra Mahkota


__ADS_3

SEMUA ORANG melihat kedatangan Mu Yishu dan segera membungkuk hormat. Mu Yishu adalah bupati dan istananya cukup jauh dari lokasi istana kekaisaran. Tapi ia sering datang ke istana untuk membahas pekerjaan.


Hari ini dia datang berjalan-jalan ke pasar untuk mencari inspirasi. Pesta bunga akan berlangsung beberapa hari lagi sehingga dia mulai sibuk.


Mu Yishu menatap pasangan suami-istri itu dengan penuh tanda tanya. Lalu melihat seorang wanita berlutut di depan mereka dengan ekspresi yang cukup terkejut. Ia hanya samar-samar mendengar dari kejauhan tentang cap segel yang dipermasalahkan.


“Saudara Pertama, wanita ini tiba-tiba saja berlutut di depanku dan mengaku sebagai selir. Aku bahkan tidak pernah pergi ke Rumah Harum. Belum lagi, cap segel yang tertera pada surat bukanlah milikku.” Mu Xianzhai segera mengadu. Meski dia sendiri merupakan raja perang, namun identitas saudara pertamanya juga tidak bisa diremehkan.


Mendengar hal itu, Mu Yishu mengerutkan kening dan menyipitkan matanya. Dia menatap wanita bergaun merah muda yang berlutut itu untuk beberapa waktu sebelum akhirnya meminta surat yang dipegang Li Chang Su. Setelah gadis itu menyerahkan surat, Mu Yishu dengan hati-hati membacanya.


Tulisan di selembar surat itu seperti goresan tangan Mu Xianzhai. Namun dia menyadari ada satu kesalahan, Mu Xianzhai juga memiliki ciri khas saat menulis. Yaitu pada goresan huruf pertama. Ia dan beberapa saudaranya tumbuh bersama hingga belajar juga bersama-sama. Mu Yishu mengenali semua keunikan tulisan semua saudaranya.


Setelah membacanya, Mu Yishu juga memperhatikan cap segel yang tertera serta nama Mu Xianzhai di atasnya. Hanya saja dia langsung terkekeh dan menggelengkan kepala. Seseorang mungkin ingin menjebak saudara ketiga, tapi tidak memperhatikan satu detail penting yang pasti.


"Cap segelnya bukan milik Raja Perang. Wanita ini ... apakah salah mengenali orang?" tanya Mu Yishu sembari menatap wanita bergaun merah muda itu.


"Tidak, tidak mungkin. Jelas yang semalam itu Raja Perang." Wanita itu tidak mau mengakui jika dia salah mengenali orang. Dia tergila-gila dengan Mu Xianzhai meski tidak pernah melihat seperti apa wajah aslinya.


"Tapi segelnya jelas bukan milik Raja Perang, melainlan putra mahkota," timpal Mu Yishu mulai tidak suka. Ia paling malas berurusan dengan orang yang begitu keras kepala sehingga jalan terakhir yang harus diambil pasti pemaksaan.


Semua orang mulai mempercayai ucapan bupati. Lagi pula, Mu Yishu jarang memberi penjelasan atau membela seseorang. Kini adiknya dituduh, tentu saja Mu Yishu juga bertindak.


Jadi Mu Yishu menyarankan seseorang untuk memanggil putra mahkota, wanita bergaun merah muda tersebut tidak keberatan. Dia juga memiliki keluarga serta menyayangi hidup. Wanita itu tidak membohongi siapapun. Semuanya adalah bukti semalam.


Oleh karena itu, Mu Yishu segera meminta pengawalnya untuk pergi ke Istana Putra Mahkota.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, Istana Putra Mahkota ....


Mu Lizheng tengah bercengkerama dengan Rongyu tentang berbagai hal. Wanita itu tidak pergi ke barak militer karena kondisi di perbatasan sudah membaik. Ayahnya meminta dia untuk terus dekat dengan putra mahkota agar gelar calon permaisuri bisa melekat padanya di masa depan.


Lagi pula meski adik Mu Lizheng sangat marah karena tidak ingin gelar putri mahkota diambil, cepat atau lambat dia pasti akan mendapatkannya. Tanpa disadari, Rongyu sendiri jatuh dalam rencana permaisuri ....


Ketika keduanya bercengkerama di gazebo halaman belakang, salah seorang pelayan segera datang dan melaporkan jikalau pengawal dari Istana Bupati telah datang.


Mu Lizheng yang tengah memainkan helaian rambut Rongyu pun segera mengerutkan kening. "Kenapa pengawal saudara pertama ada di sini?" tanyanya.


"Pelayan ini tidak tahu. Tapi—"


"Sudahlah, aku akan menemui mereka."


Rongyu segera meminta untuk ikut. Dia ingin tahu apakah ini terkait dengan keduanya atau bukan? Lagi pula dia yakin jika masalahnya akan memuncak hari ini. Oleh karena itu, Mu Lizheng juga membawanya.


Sesampainya di halaman depan, pengawal Mu Yishu tidak mengatakan apapun tentang apa yang terjadi karena mereka tidak memiliki hak untuk itu. Oleh karenanya, Mu Lizheng hanya menyiapkan kereta dan pergi ke lokasi ke jadian. Rongyu juga penasaran. Entah kenapa, dia merasa jika semuanya tidak akan sesederhana yang didengar.


Ia berbisik pada putra mahkota. "Yang Mulia, apakah ini terkait masalah itu. Tentang cap segel itu ...."


"Aku yakin itu milik saudara ketiga. Dan seharusnya tidak ada masalah."


"Lalu kenapa mereka memanggil Yang Mulia untuk ini?"

__ADS_1


"Mungkin masalah lain," jawab Mu Lizheng juga tidak yakin. Dia hanya mendengus dan memikirkan apa yang ingin dikatakan oleh pangeran pertama.


"Tapi Yu'er merasa jika semua ini tidak akan berjalan baik," katanya.


"Ini rencanamu sendiri. Apakah kamu tahu?" cibir Mu Lizheng seraya menatapnya dengan enggan.


Rongyu hanya menghela napas panjang dan jantungnya berdetak kencang. Putra mahkota ini memiliki kemiripan wajah seperti Mu Xianzhai. Tapi sifatnya sangat berbeda jauh. Kenapa Mu Lizheng tidak bisa seperti Mu Xianzhai yang selalu memanjakan Li Chang Su? Bahkan setelah dia berubah menjadi cantik seperti sekarang, putra mahkota itu hanya menginginkan tubuhnya di hari-hari tertentu.


Kenapa tidak bisa bersikap manis dan lembut pada waktu biasa? Inilah yang membuat Rongyu kadang memilih Mu Xianzhai daripada Mu Lizheng. Raja perang lebih berkuasa dan disayang kaisar serta pemilik gelang naga perak sehingga tidak akan memiliki wanita lain di masa depan. Berbeda dengan Mu Lizheng yang menjadi calon kaisar juga memiliki selir.


Kenapa tidak mewarisi gelang naga perak juga? Apakah jika memiliki gelang naga perak, dia masih bisa bersamanya?


Ketika kereta berhenti, mereka sudah tiba di lokasi kejadian. Orang-orang masih ramai dan menyingkir ketika kereta dari Istana Putra Mahkota telah tiba. Saat Mu Lizheng dan Rongyu turun, semua orang menatapnya.


Kecantikan Rongyu memang menjadi perbincangan selama sebulan terakhir. Apalagi rumornya yang berani menipu raja perang tahun lalu. Jika bukan karena Mu Lizheng, keluarga Rong mungkin sudah menghilang dari dunia ini.


Keduanya melihat keberadaan Mu Xianzhai dan juga Li Chang Su yang memiliki ekspresi buruk. Ada juga Mu Yishu di sisi lain. Namun ketika Mu Lizheng melihat wanita bergaun merah muda berlutut di depan Mu Xianzhai, dugaan Rongyu memang benar. Ini ada kaitannya dengan cap segel itu.


Tapi melihat ini, Mu Lizheng justru merasa tidak nyaman di hatinya. Apakah ketahuan?


"Saudara Ketiga, Saudara Pertama, apakah ada sesuatu?" tanya Mu Lizheng.


Mu Xianzhai segera berwajah gelap. Dia tahu Mu Lizheng yang mencuri cap segelnya malam sebelumnya, tapi tidak ada yang dipermasalahkan di permukaan. Ia masih bersikap seakan-akan cap segelnya tidak pernah hilang.


"Wanita dari Rumah Harum ini tiba-tiba datang ke depan Raja dan mengaku membawanya sebagai selir. Raja ini telah bersumpah untuk mencintai satu wanita. Selir tidak dibenarkan bagi Raja ini. Tapi dia memiliki surat yang memiliki cap segel sebagai bukti," jelasnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin? Apakah cap segel Saudara Ketiga pernah hilang?" Mu Lizheng berpura-pura terkejut dan menunjukkan ekspresi tidak berdaya.


Tapi Mu Xianzhai mencibir. Hilang? Itu memang hilang. Tapi karena kamu ingin bermain, maka Raja ini akan menemanimu bermain, batinnya tanpa perasaan.


__ADS_2