Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kecantikan Rongyu, Pil Aura


__ADS_3

WANITA YANG datang tentu saja adalah Rongyu. Setelah kemarin dia menggila di halamannya, Jenderal Rong kembali dengan membawa sesuatu. Itu adalah pil kecantikan yang mengandung aura khusus. Jika diminum, akan membuat penampilan seperti semula. Bahkan lebih cantik.


Jenderal Rong gagal untuk mencelakai Li Chang Su dan bahkan membunuh tabib penyihir itu. Diperjalanan pulang, dia bertemu dengan seorang penjual obat sihir dan mengetahui kondisinya. Lalu membeli pil.


Saat Jenderal Rong menanyakan obat yang bisa membuat tubuh Li Chang Su jelek atau semacamnya, penjual obat sihir itu menggelengkan kepala. Tidak berani untuk mencelakai takdir gelang naga perak.


Di Negara Bingshui, gelang perak adalah harta warisan kekaisaran yang sakral. Roh naga perak bukan mainan, bisa membunuh orang atau memberi kutukan. Meskipun penjual obat sihir itu tahu sesuatu, alangkah lebih baik jika menyembunyikan saja.


Setelah Jenderal Rong pulang dan meminta putrinya untuk meminum pil itu, keesokan paginya semua bekas luka bakar menghilang. Wanita itu sangat senang dan menemui ibunya dengan tergesa-gesa. Mengatakan bahwa malam nanti dia akan kembali ke Istana Putra Mahkota dan mendapatkan kembali hatinya.


Ia juga sombong di depan anak-anak selir ayahnya. Dan tidak akan membiarkan mereka memasuki istana pangeran. Bagaimanapun juga, kelahiran selir mereka sangat buruk dan berada di luar rumah sang jenderal. Bagaimana mungkin mereka layak.


Rongyu memikirkan kembali apa yang dilakukannya tadi pagi dan merasa bersemangat. Tapi dia harus menjaga citranya sendiri di depan pria itu.


"Yang Mulia ... Ini memang aku, Yu'er ...," Katanya dengan lembut.


Mu Lizheng masih belum pulih dari rasa terkejutnya dan ingin mengetahui sesuatu. Orang di depannya ini memang Rongyu. Wajahnya tidak salah. Hanya sedikit lebih cantik dari biasanya karena memakai make-up. Belum lagi, aura di tubuhnya seperti seorang wanita yang luar biasa.


Ini adalah hasil pil aura yang diminum oleh Rongyu. Sayangnya, pil aura ini juga memiliki kelemahan. Setiap bulan purnama muncul, Rongyu harus mandi darah untuk mempertahankan kecantikannya. Itu karena kutukan gelang naga perak merupakan hal yang tak seharusnya dilanggar sejak awal. Sehingga naga perak mengirim kutukan darah.


Dengan kata lain, ini hanya menutupi semua kutukan saja. Jika ritual setiap bulan purnama tidak dilakukan, tubuhnya akan kembali seperti semula.


Mu Lizheng yang tidak mengharapkan bahwa Rongyu akan berpenampilan seperti ini pun merasa aneh di hatinya. Rongyu hanya bercerita jika ayahnya sudah menemukan orang yang tepat dan kemarin disembuhkan dengan sesuatu yang luar biasa. Sehingga semua bekas luka bakar atau nanah itu menghilang.


Sayangnya meski ini logis, Mu Lizheng sedikit curiga. Bekas luka yang bernanah itu tidak mungkin sembuh dalam sehari. Saat ini, Rongyu sudah berjalan mendekat dan memeluknya.


"Yang Mulia, Yu'er sangat merindukanmu. Selama satu tahun ini, Yang Mulia tidak pernah menyentuh Yu'er lagi. Apakah mungkin sudah tidak menarik di depan Yang Mulia?" Suara Rongyu benar-benar dimanjakan. Membuat Mu Lizheng mati rasa.

__ADS_1


Dia memiliki selir kesukaan. Dan Rongyu ini memiliki keahlian yang baik di tempat tidur. Karena hanya wanita ini saja yang bisa bertahan lebih lama saat melayaninya. Itu adalah kelebihan seorang prajurit yang memiliki stamina yang bagus.


Sekarang, wanita ini menjadi lebih cantik. Tidak peduli cara apa yang dilakukan Jenderal Rong untuk membuat Rongyu seperti semula bahkan lebih cantik, api di perutnya mulai membesar. Menghirup parfum bunga yang menggoda, dia tanpa sudah sudah memeluknya.


"Oke ..." Dia merespon dan membawanya ke ranjang. Pada saat itu, tirai ranjang diturunkan dan suara Rongyu yang terus menerus membuatnya ketagihan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Raja Perang.


Mu Xianzhai kembali ke kamar tepat tengah malam. Ekspresinya tidak bagus. Napas pembunuhan yang kuat terpancar dari tubuhnya. Membuat Li Chang Su yang sudah tertidur pun membuka matanya dan berwaspada. Gadis itu mengeluarkan belati dari ruang artefak ketika merasakan seseorang naik ke ranjang.


Jika Mu Xianzhai tidak sigap, belati itu pasti sudah menusuk lehernya. Dia tidak berdaya dan melepaskan topeng, menatap Li Chang Su seperti sedang meminta belas kasihan.


"Aku memiliki luka di punggung, tapi istriku sendiri justru mengeluarkan belati ..." Nada bicara Mu Xianzhai sedikit memelas.


"Suasana hatimu tampaknya tidak benar?" tanya gadis itu. "Bagaimana dengan para pembunuh yang diinterogasi?"


"Mereka sangat keras kepala dan bunuh diri dengan mengigit lidah." Mu Xianzhai masih ingat tentang ini. Dia telah menginterogasi mereka dengan keras. Tapi mulutnya sangat keras. Tidak mau mengatakan yang sebenarnya.


Dia yakin jika para pembunuh ini dipilih yang memiliki keluarga. Dan penyewa mengancam mereka. Meski begitu, di sudah menebak jika ini pasti ulah putra mahkota atau Jenderal Rong.


Menurut para penjaga gelap, Jenderal Rong tidak mungkin melakukannya. Sejak kemarin, Jenderal Rong berpergian untuk mencari obat bagi Rongyu. Tapi saat pulang, suasana hatinya sangat baik.


Yang lebih mengejutkannya lagi, Rongyu sudah sembuh dari segala bekas luka bakar dari kutukan gelang naga perak. Namun di sisi lain juga, salah satu selir kesukaan Jenderal Rong meninggal. Dan Jenderal Rong sendiri mengambil sikap acuh tak acuh. Walaupun sedih, dia tidak bisa memberikan yang sebenarnya kenapa selir kesayangannya meninggal.


Jika bukan tabib dukun itu, Jenderal Rong mungkin tidak akan kehilangan selirnya.

__ADS_1


Mu Xianzhai tidak menyembunyikan ini dari Li Chang Su dan memberi tahu segalanya.


"Kamu harus berhati-hati di masa depan. Rongyu pasti memiliki dendam padamu," katanya.


"Lagi pula aku tidak akan tinggal di ibukota setelah ini. Kamu juga tahu ..." Li Chang Su menyipitkan matanya.


Mu Xianzhai memeluknya dengan hati-hati meskipun ada sedikit sakit di punggung. "Tapi kamu akan kembali sebelum musim semi tiba. Bukankah Putri Chuxin dan Putri Lanfen mengundangmu ke acara bakat musim semi?"


"Bagaimana kamu tahu?"


"Penjaga gelap selalu melaporkan. Tapi Su'er tidak perlu khawatir, mereka tidak akan mengatakan apapun jika aku tidak memerintahkannya." Dia berkata karena takut jika Li Chang Su menyangka dia sedang dimata-matai.


Li Chang Su ingin memberi tahu ini setelah semuanya selesai. Tapi tidak menyangka jika Mu Xianzhai akan mengetahuinya lebih dulu. Dia hanya menanggapinya dengan mendengus dan malas untuk melayaninya lagi.


Jadi lupakan dan tidur saja.


Tapi Mu Xianzhai tidak mau melepaskannya. Dia menciumnya selama beberapa saat hingga bibir gadis itu sedikit bengkak. Untung saja setelah itu, Mu Xianzhai melepaskannya dengan enggan.


Jika punggungnya tidak terluka, mungkin malam ini sudah lain lagi kejadiannya. Entah kenapa, Li Chang Su merasa bersyukur untuk kejadian malam ini. Sehingga pria itu tidak menyentuhnya.


Mu Xianzhai menyentuh bibirnya yang masih memiliki rasa manis. Istrinya sangat menggemaskan. Dia ingin menciumnya kembali. Tapi jika bukan karena ekspresi gadis itu yang kesal, dia mungkin sudah lama menciumnya.


"Baiklah, tidur. Besok kita harus ke istana untuk menyapa ayah kaisar dan nenek," katanya sambil menepuk punggung gadis itu, lalu memeluknya.


"Lalu, apakah kamu akan memberi tahu lukamu?"


"Tidak. Apalagi nenek tidak boleh tahu tentang ini. Dia selalu khawatir. Besok kita pergi setelah makan siang," jawabnya.

__ADS_1


"Kenapa siang? Bukankah seharusnya di pagi hari, untuk meminta berkah?"


__ADS_2