
KEESOKAN paginya.
Li Chang Su terbangun oleh hawa dingin. Dia mengerutkan kening dan membuka matanya perlahan. Dia tahu dirinya belum berpakaian dengan benar sejak semalam karena terlalu lelah. Saat mencoba untuk mengambil duduk, tangan seseorang melingkar di pinggangnya.
Dia jatuh ke belakang, menabrak dada bidang Mu Xianzhai. Pria itu masih memejamkan mata. Alisnya yang seperti pedang terlihat menambah ketegasan wajah. Mu Xianzhai terlihat tidak berbahaya saat seperti ini. Akhirnya, Li Chang Su linglung sejenak.
Beberapa jejak merah di tubuhnya terlihat samar. Ketika udara dingin menyapu dari celah-celah, ia memperkirakan waktu masih cukup pagi. Mu Xianzhai membuka matanya dan mencium pundak gadis itu.
"Pagi, Su'er ...," gumamnya.
"Pagi ..." Gadis itu menyahut.
"Bagaimana jika kita olahraga pagi?"
"Ini cuaca dingin. Tidak cocok untuk olahraga pagi." Sudut mulut gadis itu berkedut.
Mu Xianzhai terkekeh dan memeluknya, merasakan kehangatan di tubuh istrinya yang belum berpakaian. Selimut masih menutupi tubuh keduanya. Dia sengaja sedikit meremas gundukan kenyal itu karena merasa gemas.
"Sial! Jangan merayuku di pagi hari," kata Li Chang Su langsung memerah. Tapi dia sulit untuk menyingkirkan tangan jahilnya.
"Ini tumbuh sedikit," bisik Mu Xianzhai tidak peduli.
"Kamu—" Li Chang Su benar-benar tidak tahu bagaimana bisa raja perang yang haus darah dan dingin ini tiba-tiba seperti serigala abu-abu besar di tempat tidur. Dan dia hanyalah kelinci putih tak berdaya.
Mu Xianzhai benar-benar menyentuhnya di sana seperti seorang suami yang sedang memeirksa perkembangan tubuh istri kecilnya.
"Su'er, ini akan tumbuh lebih besar di masa depan. Aku suka menyentuhnya."
"...." Li Chang Su benar-benar ingin berteriak padanya dan melarikan diri. Pria itu hanya suka melecehkannya. Terlalu vulgar!
Akhirnya, setelah memohon untuk dilepaskan, Li Chang Su menghela napas lega. Dia berpakaian dan menutupi semua bekas merah di sekitar leher. Lalu bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Pria itu juga berpakaian dan keluar tenda lebih dulu untuk membuat api unggun.
Li Chang Su membereskan tenda agar mudah untuk membongkarnya nanti, lalu menyusul Mu Xianzhai. Matahari pagi sudah muncul di ufuk timur, tapi tidak terlalu cerah. Awan gelap memaksa langit untuk menurunkan salju lagi.
__ADS_1
Di saat Mu Xianzhai membuat api unggun, tenda yang ditempati Lict dan Mu Hongzhi masih sepi. Tak ada pergerakan apapun di dalamnya. Li Chang Su mungkin tahu jika Lict suka tidur lebih banyak. Tapi tentang Mu Hongzhi ...
Dia segera menghampiri tenda mereka. "Apa kalian sudah bangun?"
"Sebentar ... lagi," kata Lict yang menguap dan tidur tanpa selimut di dalam. Adapun Mu Hongzhi, ia mungkin menendangnya semalam, hingga pria itu memilih untuk tidur sedikit lebih jauh.
"...." Li Chang Su sudah menduga hal ini. Dia menatap Mu Xianzhai yang kini sedang mengurus ikan bakar. Pria itu hanya mengangkat bahunya.
Sekarang, gadis itu memikirkan cara agar dua orang di dalam bisa bangun. Dia menyipitkan mata dan mengambil dua belati dari ruang artefak. Mungkin ini cara yang paling ampuh. Segera, senyumnya mekar.
Mu Xianzhai yang sedang membakar ikan pun hanya geleng-geleng kepala. Apapun yang diinginkan istrinya, dia tidak akan menolak selama itu masih berada dalam batas kewajaran.
"Cepatlah bangun! Kita dikepung harimau!" teriak Li Chang Su berpura-pura panik dan menggunakan dua belati untuk menciptakan suara pertarungan.
Suara itu cukup nyata. Walaupun tidak ada suara harimau dan sejenisnya, hal ini mampu untuk membuat orang yang tertidur langsung tersadar akan adanya bahaya. Alih-alih dua orang itu yang muncul, justru Xue Zi sudah melompat dari tidurnya dan membuat lubang pada dinding tenda.
"Ahhh, harimau mutasi!!" teriaknya begitu nyaring.
Sosok putih kecil melarikan diri dengan cepat ke sisi tak jauh dari Mu Xianzhai. Seluruh bulu putihnya meremang dan tubuhnya mendadak dingin.
Barulah, dua orang di tenda segera bangun dan menghilangkan rasa kantuk. Mu Hongzhi dan Lict tidak memedulikan penampilan dan segera membuka tenda, lalu keluar dengan cepat seraya meraih pedang.
Tampilan waspada mereka membuat Li Chang Su sedikit memutar bola matanya.
"Di mana harimau mutasi? Ayo, datang dan bertarung!" Mu Hongzhi dengan rambut yang acak-acakan itu masih belum sadar jika Li Chang Su hanya mencobanya membangunkan mereka.
Gadis itu menggelengkan kepala dan berjalan ke sisi Mu Xianzhai dengan santai. "Baguslah kalau kalian sudah bangun. Cepat bersihkan diri sendiri dan makan," katanya.
Tapi Lict dan Mu Hongzhi masih waspada. Akhirnya Mu Hongzhi menurunkan kembali pedangnya setelah memperhatikan sekitar. Tidak ada harimau di sekitar pantai ini.
"Sepupu Ipar, di mana harimaunya?" Dia bertanya.
"Dalam mimpimu."
__ADS_1
"...." Mu Hongzhi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencerna arti itu.
Berbeda dengan Lict yang baru sadar jika dia dan Mu Hongzhi sedang dikerjai. Dia menepuk pundak pria yang malang itu dan tertawa ringan. Hampir saja lupa jika Li Chang Su ahli dalam beberapa hal yang mampu membuat siapapun akan melakukannya.
Mengetahui ditipu, Mu Hongzhi merasa malu alih-alih marah. Dia kurang peka terhadap sekitar. Untung saja tidak ada banyak orang. Jika itu terjadi di depan banyak orang, di mana harga dirinya sebagai jenderal yang serius?
Xue Zi juga menyadarinya jika dirinya telah ditipu oleh Li Chang Su, akhirnya marah. "Manusia, kamu menakuti kelinci yang imut ini. Bagaimana jika benar-benar ada harimau mutasi? Aku mungkin sudah dimakan."
"Bahkan kamu kalah?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya.
Xue Zi mungkin tersipu. Jika dia memiliki kulit seperti manusia, wajahnya yang berbulu putih itu pasti memiliki rona merah.
"Jangan tanya. Tentu saja aku pasti akan kalah jika itu melebihi tingkat raja. Harimau bukan pemakan rumput! Tentu saja aku adalah daging empuk di matanya." Dia berkata sedikit terengah-engah. Hidungnya berkedut ringan.
"Kamu berpikir seolah-olah masih menjadi seekor kelinci muda," cibir gadis itu.
"...." Aku memang masih muda, batin Xue Zi.
Mu Xianzhai tidak mengganggu pertengkaran mereka. Setelah Lict dan Mu Hongzhi merapikan diri sendiri, segera membongkar tenda. Hari ini mereka akan menyeberangi lautan beku. Para penjaga gelap yang mengawal Mu Hongzhi sejak awal pun sudah datang membawa dua kereta yang sempat tertunda di bibir Hutan Putih sebelumnya.
Para penjaga gelap itu diam-diam berduka dalam hati. Yang Mulia Raja sungguh tidak berperasaan. Mereka tidak bisa melewati Hutan Putih dengan lancar karena membawa kereta. Mau tidak mau, harus mengambil jalan berputar.
Untung saja kuda-kuda yang menarik kereta masih memiliki darah mutasi. Sehingga tidak mudah lelah ataupun lapar. Ketika kereta tiba, Li Chang Su hampir melupakannya. Adapun Lict dan Mu Hongzhi, sangat senang melihat kereta kembali.
"Oh, kereta ini menyelematkan hidupku. Aku tidak akan kedinginan lagi diperjalanan," kata Lict mengeluh.
Ini musim dingin terekstrem yang pernah dilalui Li Chang Su dan Lict. Tapi bagi Li Chang Su, musim dingin ini tidak berbeda jauh dengan tinggal di kutub Utara selama beberapa waktu saja.
Para penjaga gelap kembali ke bayang-bayang lebih dulu. Tapi Li Chang Su menawari mereka ikan bakar. Walaupun Mu Xianzhai tidak suka istrinya memperhatikan para bawahan yang bodoh, akhirnya hanya bisa mengangguk. Tatapan gadis itu seperti sebuah alarm. Jika tidak dituruti, maka jangan tidur bersebelahan di masa depan.
Di saat Mu Xianzhai hendak menyalahkan para penjaga gelap dan berniat memotong gaji bulanan, Li Chang Su pun akhirnya membuka suara.
"Di masa depan, aku akan mengurus para penjaga gelapmu. Aku tahu kamu memiliki pikiran bengkok untuk memotong gaji mereka dan menghukum hanya karena kekesalan sesaat. Jika itu terjadi, kita tidur terpisah di masa depan. Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
"..." Mu Xianzhai menatap istrinya dengan keadaan luar biasa. Seorang istri yang mengelola penjaga gelap? Pikirnya agak tidak biasa.
Di mana istri lembut dan manja seperti yang pernah diceritakan pamannya? Ini hanya istri yang ingin menjaga suaminya.