Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mu Xianzhai Cemburu


__ADS_3

LI CHANG SU tertegun untuk sementara waktu. Hampir saja melupakan ini. Dia menyerahkan pisau dan wortel pada Xianzhai dan mulai mengeluarkan kertas kuning. Kemudian ia menggambar pola khusus dengan darahnya.


Setelah pola terbentuk, Li Chang Su menyuntikkan itu tenaga dalam sesuai dengan cara yang ada pada buku teknik boneka. Setelah itu, dia memejamkan mata selama beberapa saat.


"Masih ada." Dia hampir saja melupakan dua boneka ini. Jika tidak dihancurkan, dia khawatir akan ada pihak lain yang memanfaatkannya.


Oleh karena itu, Li Chang Su segera menggunakan teknik meledakkan boneka. Tak berapa lama, suara ledakan besar terdengar, seperti ledakan bom di bawah tanah.


Mereka semua bisa mendengar suara ledakan itu. Bahkan Lict terkejut dan berdiri untuk mengetahui apa yang terjadi.


Li Chang Su segera tersenyum dan membakar kerta kuning tadi. "Nah, selesai ...," katanya.


"..." Sangat mudah? Pikir mereka semua. Kecuali Lict yang masih kebingungan. Ia hanya menggaruk kepalanya dan duduk kembali.


Li Chang Su melanjutkan memasaknya, memotong bawang bombai, cabai serta membuka ikan kaleng saus tomat. Menyiapkan wajan menambah minyak goreng, lalu menumis irisan bawang bombai dan cabai selama beberapa saat sebelum akhirnya menambahkan ikan kaleng aus tomat.


Aroma yang harum segera menguar. Membuat semua orang lapar. Bahan Mu Xianzhai yang jarang tergoda oleh makanan, sebenarnya berhasil dilumpuhkan oleh masakan istrinya. Ketika beberapa hidangan sudah siap, Mu Xianzhai merangkulnya.


"Di masa depan, Su'er hanya bisa memasak untukku saja," katanya.


"Tidak mungkin!" Mereka semua segera kompak menggelengkan kepala dan tidak setuju.


Mu Hongzhi dan ayahnya saling melirik. Adapula Lict serta pensiunan kaisar juga terkejut. Bagaimana mereka juga sama? Bagi Lict sendiri, gadis itu adalah seniornya. Tentu saja sudah akrab dengan masakannya yang lezat.


Lalu ada pensiunan kaisar, berkata jika dia adalah orang yang menemukan takdir gelang naga perak generasi berikutnya. Sehingga keempatnya kurang suka jika Li Chang Su hanya memasak untung Mu Xianzhai saja. Bagaimana dengan mereka?

__ADS_1


Hal ini membuat gadis itu terkejut. Termasuk Mu Xianzhai yang mungkin saja ingin memuntahkan darah mudanya. Tidak apa-apa jika itu masih Lict atau Mu Hongzhi. Dia masih bisa menanganinya. Lalu bagaimana dengan paman dan kakek?


Pamannya pasti akan mengancam putranya yang bodoh itu untuk berkunjung dan memasak di rumah. Namun yang paling sulit dibujuk adalah pensiunan kaisar. Jangan dipikirkan, pensiunan kaisar adalah orang yang cukup aneh. Belum lagi berani mengancam Mu Xianzhai dengan penceraian keduanya.


Bukankah ini peringatan?


Jadi mereka begitu kompak untuk mendapatkan masakan Li Chang Su.


Gadis itu menghela napas dan menepuk Mu Xianzhai yang mungkin berwajah suram di balik topeng peraknya. Ini merupakan risikonya jika kamu memiliki istri yang pandai masak, batinnya sedikit lucu.


"Zhai'er, jangan pelit. Bibimu pasti akan senang saat istrimu berkunjung ke rumahku," kata Mu Hongshan seraya mengeluarkan ekor rubahnya (kelicikan).


"Nah, Su'er juga bisa memasak di tempat nenekmu dan makan bersama-sama. Jangan pelit!" Pensiunan kaisar juga berkata untuk memperkuat perkataan Mu Hongshan.


Akhirnya Mu Xianzhai mendengus dan hampir saja mengalami cedera internal saat membayangkan istrinya diidamkan oleh para orang tua-tua itu. Ayah dan putranya itu sama saja! Pikirnya kejam.


Hanya Li Chang Su saja yang makan dengan tenang tanpa rebutan. Dia harus menjaga tubuhnya tetap langsing tanpa harus adanya penambahan berat badan yang tidak diperlukan.


"Pangsit ini, aku sebenarnya hanya tahu jika cara memasaknya itu dikukus. Ternyata direbus dengan bumbu juga enak!" Mu Hongzhi mengambil pangsit lain beserta kaldunya. Kadang menambah saus pedas asam manis.


"Nah ... Nah ... Tumis rebung ini juga sangat enak!" Mu Hongshan juga berkata dengan antusias. Dia belum makan seenak ini sejak kecil. Dan kali ini, dia mungkin ingin menangis hari karena bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa menggoyang lidahnya.


"Pria tua lebih suka sup ayam ataupun ayam panggang dengan tekstur lembut," ujar pensiunan kaisar juga tak kalah lahapnya.


Hanya Lict dan Li Chang Su yang makan dengan posrsi cukup. Adapun Mu Xianzhai yang masih suram, gadis itu sedikit tidak berdaya. Suaminya tidak makan banyak kali ini karena pangsit dan olahan rebung kesukaannya dinikmati mereka. Li Chang Su sengaja tidak memasaknya dengan banyak cabai karena Mu Xianzhai alergi pedas yang berlebihan.

__ADS_1


Untuk membuat pria itu kembali mood untuk makan, dia akhirnya menyuapinya dengan sedikit bujukan. Pria itu jelas memiliki perut yang lapar dan biasanya porsi makan lebih banyak daripada wanita. Ia khawatir jika Mu Xianzhai hanya makan sedikit, rasa lapar akan muncul di tengah malam.


"Ayo makan ... Biarkan mereka menikmatinya malam ini. Kamu harusnya senang jika kakek dna paman selamat bukan?" Li Chang Su sedikit berbisik seraya menyuapi pria itu dengan pangsit.


Meskipun enggan, Mu Xianzhai memang mengangguk dan merasa lebih lega. Akhirnya kedua orang yang telah lama hilang itu ada bersama mereka. Kini dia juga bersama istrinya tanpa ada kecelakaan lain. Bagaimana mungkin ia tidak senang.


Oleh karena itu, Mu Xianzhai segera merangkulnya dan mengembalikan mood makan. Dia dan Li Chang Su saling menyuapi satu sama lain. Membuat jiwa anjing tunggal kedua orang muda itu merobek hati. Adapun Mu Hongshan dan pensiunan kaisar, keduanya masih memiliki istri. Tapi ada kecemburuan karena mereka tidak memiliki pasangan dekat saat ini.


Mu Hongshan menatap putra bodohnya yang sudah cukup umur untuk menikah. "Cepatlah cari wanita untuk dijadikan istri. Ayah ingin menggendong cucu."


"Ayah, aku masih cukup muda. Hanya terpaut dua tahun lebih muda dari sepupu ketiga." Mu Hongzhi segera menggelengkan kepala seraya mengambil udang bakar yang telah diberi bumbu asam manis.


"Kamu, Nak! Jangan membuat darahku naik! Jelas-jelas kamu tidak pandai mencari wanita! Aku keburu tua untuk menggendong cucu!" Mu Hongshan mencibir dan sedikit memarahinya di hati. Apakah ini putra bodohnya? Mungkinkah tidak suka wanita?


Melihat Mu Xianzhai yang begitu akrab dengan istrinya, ia merasa senang. Keponakannya itu diajari olehnya tentang cara memanjakan istri. Tentu saja berguna untuk saat ini. Meskipun Mu Xianzhai dingin dan kejam saat berperang, Mu Hongshan telah mengajarinya untuk menjadi lembut dan penurut di depan sang istri.


Jika di medan perang mereka membusungkan dada dan tidak boleh menyerah, maka di rumah para suami setidaknya bisa menundukkan kepala demi istri. Mu Xianzhai ini mengikuti jejaknya.


"Apakah kamu benar-benar putraku atau bukan? Tidak mungkin putra bodohku tertukar dengan keponakan ketigaku?" Mu Hongshan kembali berkata agak pelan tapi masih didengar oleh Mu Hongzhi.


"..." Ayah, kamu begitu kejam pada darah dagingmu sendiri, pikir Mu Hongzhi sedikit bersedih.


"Ayah, jangan pergi terlalu jauh. Wajah ini tidak akan membuatmu salah mengenali orang," katanya segera menyadarkan pikiran ayahnya yang sedikit kejam.


"..." Mu Hongshan menatap putranya dengan keterkejutan. Benar juga. Wajah putranya tak beda jauh dengannya. Lalu ada sedikit persamaan dengan sang istri.

__ADS_1


Jika istrinya tahu, dia bisa tidur di luar rumah.


Li Chang Su yang sudah membuat suaminya makan dengan baik pun kini menatap pensiunan kaisar. "Kakek, kalau boleh tahu, bagaimana kamu datang ke zaman modern dan menjemputku? Bukankah kamu berada di penjara oleh Zhen Juan?"


__ADS_2