
LI CHANG SU yang pikirannya dipenuhi kabut pun mengerang kecil. Menggigit bibir bawahnya. Memiliki anak? Dia tidak mau memiliki anak di usia yang terlalu muda.
Dia ingin menjawabnya, tapi Mu Xianzhai sudah berkata lagi. "Tidak terburu-buru, tunggu Su'er dewasa dan siap untuk memiliki anak dariku ...."
Wajah gadis itu sedikit memanas. Pria ini pandai menggodanya. Apakah karena efek kesepian di masa lalu atau hanya apa yang sedang dilakukannya sekarang? Konon, pria yang sedang dilanda musim semi, akan bicara ini dan itu tanpa bukti nyata di masa depan. Hanya menyalurkan apa yang mereka nikmati saja sekarang.
Pada akhirnya, Li Chang Su kesal dan mengigit bahu pria itu. Mu Xianzhai mendesis kecil dan terkejut. Siapa yang tahu istrinya akan tiba-tiba menggigit?
Namun itu justru memberinya efek lain yang lebih menggairahkan. "Su'er ... Apakah kamu menggodaku?" tanyanya sedikit berwajah gelap.
"Siapa yang menggodamu? Aku kesal padamu. Mulutmu hanya omong kosong saat bersama saja!" Gadis itu sedikit cemberut.
"Oh, benarkah? Kamu berpikir aku sedang hanyut dalam aktivitas kita?" Pria itu menghentikan gerakan tubuhnya sebentar dan meriah dagu Li Chang Su, menatapnya dengan sesuatu yang penuh godaan.
"Istriku, apakah aku begitu buruk? Begitu buruk hingga mengucapkan banyak omong kosong?"
Apa yang diucapkan Mu Xianzhai membuat Li Chang Su merasakan firasat buruk. Dia tidak menyadari jika saat ini, dirinya memprovokasi serigala abu-abu menjadi singa yang lapar.
Gadis itu buru-buru menggelengkan kepalanya dengan panik. "Tidak, tidak. Bukan itu maksudku. Tapi itu faktanya. Banyak wanita yang bercerita jika mereka telah ditipu oleh pria yang menyentuhnya dan mengucapkan banyak janji saat bersama. Setelah pria puas, jangankan menempati janji, bahkan pura-pura lupa! Pada akhirnya mereka hanya akan menyalahkan wanitanya dan berkata terlalu murahan!"
Mu Xianzhai mendengarkan alasan gadis itu dari awal hingga akhir. Ada sedikit rasa konyol. Tapi juga sedikit kebenaran. Namun dia bukan pria yang berkata omong kosong hanya untuk menggairahkan suasana. Dia tidak bicara lagi dan bangkit dari bak mandi kayu sambil membopong Li Chang Su.
Tetesan air dari tubuh keduanya meluncur ke tanah beralasan karpet lembut. Mu Xianzhai membawanya ke ranjang.
"Mu Xianzhai, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku. Mandinya belum selesai!" Li Chang Su sedikit menyusut di pelukannya. Tubuhnya sedikit kedinginan.
Pria itu membaringkannya di kasur sederhana yang seprainya telah diganti sejak awal. Menindihnya dengan sedikit tatapan panas.
"Mandinya nanti saja. Kita lanjutkan yang baru saja tertunda. Su'er memiliki pemikiran seperti itu padaku. Bagaimana jika aku membuktikannya?" Dia menaikkan sebelah alisnya sambil memegang salah satu pergelangan kaki gadis itu.
Tanpa sadar, Li Chang Su ingin melarikan diri.
__ADS_1
"Mu Xianzhai, anggap saja aku berkata omong kosong ...." Gadis itu ingin meminta belas kasihan. Sungguh malang nasibnya malang nasibnya malam ini. Dia benar-benar dimakan singa yang lapar.
"Huh? Omong kosong? Tapi itu terlambat. Aku akan membuktikannya. Bahwa aku sendiri masih memiliki kesadaran saat memyentuhmu."
Mu Xianzhai terkekeh dan memaksa gadis itu mengambil posisi lain. Saat Li Chang Su tahu jika pria itu ingin mencoba gaya yang dikenalnya, wajahnya segera pucat. Ini bukan karena dia tidak mau, tapi posisi ini pasti akan membuat dia tidak bisa mengontrol diri. Titik sensitifnya adalah posisi ini.
"Tidak ... Tidak, Mu Xianzhai. Ganti posisi. Aku tidak mau yang ini." Dia memohon.
"Su'er, bukankah ini posisi kesukaanmu. Aku melihat kamu sangat menikmatinya tadi siang," bisik pria itu.
"Siapa bilang?!" Li Chang Su menyangkalnya.
Sayangnya, Mu Xianzhai tidak membiarkannya dia memohon lagi.
Dan malam itu, suara ambigu di tenda Mu Xianzhai membuat para penjaga di luar memerah. Terutama Li Chang Su yang tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri, hingga suaranya terdengar bebas. Tapi hal ini, memberi kesenangan tersendiri bagi Mu Xianzhai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Adapun para binatang mutasi raja, tidak berani kembali ke hutan. Mereka mencari tempat berlindung yang cocok. Tubuh mereka menyusut menjadi ukuran normal, sehingga bisa masuk tenda.
Jadi sekarang, satu tenda besar ditampung untuk para binatang mutasi cahaya ini. Mereka berdebat sepanjang malam. Tidak berani pulang karena menyayangi bulu. Ancaman Mu Xianzhai membekas di benak mereka.
Sedangkan Mu Hongzhi sendiri, tengah malam tadi siuman dan berulang kali terkejut saat melihat Xue Zi bisa bicara. Tapi lama-kelamaan, dia terbiasa dan tidak terkejut lagi. Hingga Xue Zi membawanya ke tempat para binatang mutasi ditampung.
Dia membiarkan Mu Hongzhi berbicara dengan mereka untuk membiasakan diri dengan otaknya yang selalu mengalami kejutan.
Pagi-pagi sekali, kuda putih mutasi yang kini ekornya tidak lagi menjuntai ke tanah pun menatap Mu Hongzhi. Sepertinya tahu permasalahan ini.
"Kamu memiliki masalah kejutan otak. Ini memang tidak serius, tapi seiring berjalannya waktu, jika terus terjadi, maka kamu akan lebih cepat pikun di usia muda. Kamu ambilah tandukku dan ambil cairan intinya. Itu bagus untuk menyembuhkan penyakit ini." Dia sangat berbaik hati menawarinya tanduk.
Mu Hongzhi curiga. "Bukankah tandukmu sangat berharga? Jika itu diambil, lalu apa yang akan terjadi padamu?"
__ADS_1
"Huh, manusia ini. Memangnya apa yang kamu tahu? Tandukku bisa tumbuh lagi seiring berjalannya waktu. Meskipun itu cukup lama. Tapi percayalah, umurku lebih tua darimu saat ini. Tentu saja, aku punya syarat jika kamu ingin tandukku." Kali ini kuda putih mutasi mengutarakannya kerja sama.
"Apa syaratnya?"
"Selama kamu menjadikanku kuda pribadi, itu baik-baik saja. Adopsi aku."
"Tapi aku sudah punya kudaku sendiri," kata Mu Hongzhi seraya menyesap tehnya. Di baru saja bangun tidur dan pergi ke tenda di mana para binatang mutasi cahaya ini ditampung.
Kini, mendengarkan keinginan kuda putih mutasi, dia memang agak terkejut.
Kuda putih mutasi itu meringkik pelan dan berkedip cantik padanya. "Itu hanya kuda biasa yang cepat mati. Percayalah, selama kamu mengadopsiku, semua informasi akan kubantu untuk diberitahu. Selain itu, aku juga bisa melindungimu. Bukankah itu bagus?"
"...." Mu Hongzhi berpikir lagi. Sepertinya itu juga benar.
Tiba-tiba saja, serigala putih mutasi mengejek kuda putih mutasi. "Kamu binatang pemakan rumput! Apa untungnya menjadi budak manusia? Kamu hanya bisa makan rumput!"
"Jadi bagaimana jika aku makan rumput? Setidaknya gigiku bersih dari noda darah dan daging mentah. Aku tidak seperti dirimu!" Kuda putih mutasi tidak terima diejek dan melawan balik.
"....." Apakah kuda putih mutasi itu berpikir jika dia memiliki gigi kotor dan napas bau? Serigala putih mutasi tidak berdaya.
Lagi-lagi, Mu Hongzhi akan sibuk untuk menenangkan mereka agar tidak berkelahi. Bulu mereka rontok di mana-mana.
Sementara itu, meninggalkan tenda para binatang mutasi cahaya ....
Di tenda Mu Xianzhai .....
Li Chang Su merasakan tubuhnya pegal dan sakit saat bergerak untuk berpindah posisi tidur. Dia menggertakkan gigi ketika teringat apa yang terjadi semalam. Semalam, Mu Xianzhai benar-benar bersenang-senang dan dirinya begitu menderita. Lain kali, dia tidak mau mengambil posisi itu lagi.
Dia hanya bergerak sedikit, menarik selimut tebalnya. Pagi ini sangat dingin. Mu Xiang ada di sampingnya, sebenarnya sudah bangun juga. Pria itu menyelipkan anak rambut Li Chang Su yang berada di sekitar telinga.
Melihat jejak merah samar di leher gadis itu, dia terlihat puas. "Su'er, apakah tidurmu sangat nyenyak? Semalam kami bermain beberapa kali setelah istirahat. Pasti tubuhmu sangat lelah. Pagi ini, apa yang ingin Su'er makan?"
__ADS_1