Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kelinci Mutasi (2)


__ADS_3

"YA. TAPI harus ditemani olehku ...," Mu Xianzhai menyipitkan matanya dan tersenyum senang. Dia bisa menemaninya ke manapun. Bahkan jika ingin berkeliling dunia dan melawan banyak binatang mutasi, dia tidak akan ragu.


Masalah pasukan, serahkan saja pada Mu Hongzhi. Atau ada Pangeran kedua yang memimpin. Dengan dukungan Ye Tianli, pangeran kedua tidak akan terlalu kesulitan. Jika nanti pangeran kedua yang menjadi kaisar alih-alih putra mahkota, dia tidak akan ragu mendukungnya. Bagi Mu Xianzhai, pangeran kedua ini cukup menyedihkan. Tapi memiliki pihak ibu yang kuat.


Li Chang Su menundukkan kepalanya saat Mu Xianzhai berkata akan menemani dia untuk berpergian di masa depan. Bahkan menyerahkan pasukan kepada sepupunya. Sebagai raja perang, biasanya seseorang akan sulit untuk melepaskan kekuasaan. Tapi Mu Xianzhai ini tidak memikirkan apa-apa lagi selain mementingkan gelang naga perak.


Pria itu juga ingin mencari pensiun kaisar dan ayah Mu Hongzhi yang telah menghilang selama beberapa tahun terakhir.


He Ze muncul setelah merasa baikan. Dia menghangatkan diri di dekat api unggun. Li Chang Su sangat ingin mengelus bulu putih tupai itu karena suka dengan binatang berbulu. Tapi Mu Xianzhai tidak mengijinkannya untuk menyentuh binatang itu. Saat ini dia sedang sakit. Dan binatang memiliki kuman.


Ketika He Ze dianggap memiliki kuman, ekspresinya tidak senang. Dia adalah tupai ilahi, roh artefak gelang naga perak. Di mana dia memiliki kuman apalagi kutu? Dia bukan seekor anjing atau serigala hutan. Tapi karena takut Mu Xianzhai akan melemparkannya ke luar gua, dia memilih untuk menjerit dalam hatinya, berpura-pura tidak peduli.


Dengan tangan kecilnya yang tampak tidak bertenaga, He Ze memanggang ikannya sendiri. Walaupun Mu Xianzhai enggan membantu tupai ini setiap saat, dia masih bisa menghormati leluhurnya. Beri tusukan ikan yang lebih kecil. He Ze tidak mau mengucapkan terima kasih, hanya mendengus.


"Humph! Kamu masih anak yang berbakti," katanya enggan.


"Leluhur itu sangat baik!" Mu Xianzhai terkekeh. Jika dulu dia cukup takut dengan tupai ini, sekarang ada Li Chang Su yang mampu menendangnya kapan saja jika merasa tidak senang.


"Sejak kapan aku menjadi jahat?!" Tuduhnya.


"....," Mu Xianzhai mengira jika tupai itu bahkan lebih bodoh dari seekor anjing.


Lalu tupai itu melihat seekor binatang berbulu putih lainnya di bibir gua. Itu seekor kelinci yang lucu. Tubuhnya gemuk, bulu putih salju dan ada sedikit corak merah di sekitar matanya. Dia berteriak cukup nyaring seraya mengatakan jika itu kelinci mutasi.


Mu Xianzhai dan Li Chang Su menoleh ke arah bibir gua. Seekor kelinci putih gemuk terdiam di sana dengan ekspresi lucu. Hidungnya berkedut. Karena manusia itu telah memasang alat pengusir binatang mutasi, kelinci yang juga makhluk mutasi itu tidak bisa masuk pada awalnya. Jadi dia mengubah diri menjadi kelinci kecil biasa agar bisa masuk dan datang ada gadis itu.


Setelah berhasil masuk, dia akhirnya bisa melihat gadis cantik itu di dalam gua, menghangatkan diri di dekat api unggun. Kelinci mutasi ini tidak jahat. Lihatlah! Aku sangat imut! Kelinci putih mutasi itu memiliki tatapan ingin dipeluk. Membuat Li Chang Su enggan membiarkan Mu Xianzhai membuangnya.


"Berikan kelinci itu padaku," pintanya.

__ADS_1


"Tidak. Su'er, kelinci ini masih binatang mutasi," Mu Xianzhai sudah mencubit telinga kelinci itu dan bersiap membuangnya.


"Apakah semua binatang mutasi itu jahat?" Tanyanya tidak senang.


"Ada juga yang baik. Tergantung sifat mereka selama menjadi binatang biasa. Jika itu sensitif terhadap manusia, mereka menyerang. Jika mereka suka, maka berteman," He Ze tiba-tiba berkata, membuat Mu Xianzhai ingin menutup mulut tupai putih itu.


Di mana dia suka ada binatang lain menarik perhatian gadis itu? Sepanjang hari, Li Chang Su pasti akan bermain dengan kelinci alih-alih berduaan dengannya. Belum lagi kelinci mutasi ini memang terlihat menggemaskan dan putih salju. Bulunya juga lembut.


Tapi bagaimana jika kelinci ini menjadi besar dan memakan gadis itu ketika tidur. Di mana dia sanggup membayangkan ini? Jadi dia sudah memiliki pemikiran buruk tentang kelinci mutasi ini. Sayangnya, meski Mu Xianzhai ingin membuang, kelinci itu tidak peduli dan menunggu Li Chang Su memungutnya. Dia sangat baik. Tidak akan makan orang tanpa persetujuannya.


Gadis cantik, rawatlah aku! Pikirnya.


"Mu Xianzhai, jika kamu masih peduli padaku, berikan kelinci itu. Aku ingin memeliharanya," Li Chang Su memiliki nada ancaman. Dia tidak peduli hal lain selain ingin memeluk kelinci putih itu.


"Lalu bagaimana denganku?" He Ze juga memiliki bulu putih dan menggemaskan. Dia tidak kalah dari kelinci. Tapi melihat Li Chang Su yang menginginkan kelinci itu, dia merasa terbuang.


Li Chang Su mencibir, "Kamu tupai yang makan kacang. Aku juga ingin memiliki kelinci yang makan wortel!"


Kelinci itu merasa menang dan dengan cepat melepaskan diri dari pegangan Mu Xianzhai. Dia dengan cepat melompat ke pelukan Li Chang Su dan bersarang di pangkuannya.


"....," Mu Xianzhai merasa ditampar oleh binatang berbulu putih sialan itu.


Li Chang Su mengelus buku kelinci yang lembut itu. Binatang kecil ini sangat berdaging dan hangat. Dia merasa senang saat mengelusnya. Mu Xianzhai kini juga tahu jika gadis itu menyukai binatang berbulu yang lembut. Dan kelinci mutasi ini satu-satunya. Ada beberapa binatang mutasi yang bisa mengubah ukuran tubuh mereka. Tergantung situasi.


Jika kelinci ini ingin memasuki gua, pasti tidak bisa dengan wujud mutasi. Jadi ubahlah tubuhnya ke bentuk kelinci biasa. He Ze berkata jika binatang mutasi mampu mengerti ucapan manusia. Bahkan sebagian dari mereka bisa dijadikan binatang peliharaan yang mematuhi tuan. Ini bukan dunia jaman kultivator berjaya, jadi tidak ada yang namanya kontrak tuan-pelayan.


Hanya perlu membiarkan mereka patuh saja sudah bagus. Li Chang Su mencobanya pada kelinci putih ini. Berbicara dengan baik dan apakah mau mengikutinya. Kelinci itu mengangguk dengan antusias. Dia akan melakukan apapun untuk gadis cantik ini. Mungkin manusia itu tidak tahu jika kalung yang diberikan Mu Xianzhai memiliki efek menenangkan.


Bukan untuk manusia saja, tapi kelinci mutasi yang memiliki sensor tinggi terhadap sekitar pun bisa mengetahui ini dan merasakannya. Jadi dia suka di dekat Li Chang Su. Belum lagi, dia juga binatang mutasi yang baik. Tidak makan orang. Hanya makan wortel.

__ADS_1


Li Chang Su mengeluarkan wortel dari ruang artefak dan memberi makan kelinci mutasi. Makhluk itu sangat menyukainya dan makan dengan lahap. Memegang wortel selayaknya manusia.


"....," Li Chang Su berpikir jika binatang mutasi itu hampir mirip dengan makhluk spiritual dalam dongeng.


Ketika ikan panggang matang, Li Chang Su membiarkan kelinci itu duduk dengan tenang di kasur lantai. Lalu dia ikut makan. Mu Xianzhai tidak berdaya melihat kelinci itu dan membantu Li Chang Su meniup daging ikan yang masih panas.


"Ngomong-ngomong, di mana Mu Hongzhi?" Tanya gadis itu saat teringat dengan pria konyol yang terlihat lemah tapi sebenarnya juga kuat.


"Jangan khawatir. Dia pasti aman," Mu Xianzhai sendiri hampir melupakannya. Tapi setelah berpikir beberapa saat, dia mendengus. Pria bodoh itu pasti aman di bawah perlakuan Ye Tianli. Tapi dia tidak mau berkata tentang pria berpakaian serba merah itu pada Li Chang Su.


"Dia sangat memikirkan mu sepanjang waktu. Kekhawatirannya sungguh melebihi diriku. Benar-benar terlihat seperti ibu yang khawatir dengan anak gadisnya akan mengalami kecelakaan," dia terkekeh dan membersihkan remah ikan di bibir gadis itu. Jari-jemarinya sedikit kaku.


Mu Xianzhai teringat dengan ciuman paksa nya ketika mengetahui jika orang berjubah hitam watu itu adalah Li Chang Su. Menciumnya di bawah pohon saat hujan turun. Dia sangat ingat bagaimana kelembutan bibirnya ketika bertautan. Dan kini tenggorokannya kering lagi. Gadis ini sungguh obat musim semi alami.


Tanpa sadar, dia ingin menciumnya.


"Su'er ...," Panggilnya.


Gadis itu menatapnya dengan heran. Ada apa dengan tatapan panas itu? Dia tidak merasa memprovokasi indera rangsangannya. Mu Xianzhai melepaskan topengnya dan memperlihatkan wajah tampan tanpa cacat. Alis tebalnya rapi, sepasang bulu mata yang juga lebat itu hampir seperti wanita. Tapi dicocokkan dengan sepasang mata tajam, sungguh perpaduan yang indah.


Keduanya tampak melupakan ikan bakar. Dan He Ze tidak mau peduli dengan keintiman dua orang yang tanpa sengaja mengabaikan sekitar. Mu Xianzhai memberanikan diri untuk menyentuh bibir gadis itu dengan jarinya. Dan hatinya bergetar. Perasaan semacam ini, apakah cinta?


Li Chang Su tidak tahu apa yang ingin dilakukan pria ini. Dia hanya tertegun saat merasakan bibirnya disentuh. Apakah ada noda di bibirnya. Dia tanpa sadar ingin mengelapnya dengan punggung tangan. Namun Mu Xianzhai menghentikannya.


"Biarkan aku membersihkannya," dia menawarkan diri. Tapi pandangannya masih tidak berubah, penuh keinginan.


Li Chang Su tanpa sadar memiliki keinginan untuk mundur saat Mu Xianzhai merendahkan kepalanya dan hendak mencium? Apakah ini caranya membersihkan bibirnya. Tapi hanya satu sentimeter lagi bibir keduanya akan bersentuhan, benda putih tiba-tiba melompat ke pelukan Li Chang Su tanpa persetujuan.


Gadis itu terkejut dan tanpa sadar mendorong Mu Xianzhai menjauh. Pikirannya kembali ke kenyataan jika kelinci mutasi itu baru saja menghabiskan wortel. Dia mengelus bulu putihnya dan tertawa senang.

__ADS_1


Namun dia tidak tahu jika saat ini, Mu Xianzhai sudah berwajah hitam. Lagi-lagi kelinci mutasi sialan ini. Sungguh menjadi binatang pembawa sial?


__ADS_2