
MELIHAT betapa antusiasnya Mu Chuxin, putri ketiga menjadi curiga dan ingin mencicipinya juga. Dia tidak seperti Mu Chuxin yang kadang kehilangan etiket. Namun setelah menyesap teh, tenggorokannya seperti sejuk. Padahal teh ini masih mengepul hangat.
Dia terkejut diam-diam dan menyesapnya lagi. Ada rasa manis yang membuat mulut tidak kering atau seperti meminum air gula. Ditambah aroma lain yang bisa menenangkan pikiran. Yang membuatnya lebih suka, teh ini juga tidak menambah gemuk. Itulah yang baru saja Li Chang Su katakan.
“Ini enak. Jujur saja, aku jarang memuji keahlian orang lain,” katanya tulus.
Mu Chuxin tersenyum penuh kemenangan. Sambil menatap putri kedua, dia pun berkata, “Lidahku tidak pernah salah. Saudara Kedua, bagaimana menurutmu?”
Mu Lanfen benar-benar ingin menjitak kepala gadis ini. Jika bukan karena menjaga sikapnya di depan Li Chang Su, dia mungkin sudah memberi tiga jitakan. Tapi dia akui jika teh ini memang enak. Jadi tidak alasan baginya untuk membantah.
“Baiklah. Lidahmu tidak pernah salah jika sudah mengenal makanan. Tapi mulutmu selalu salah ketika berbicara. Tidak tahu di mana etiket ibu selir?”
Perkataan Mu Lanfen benar-benar menusuk hati Mu Chuxin. Tapi tidak marah. Dia justru semakin malu, “Saudara Kedua, jangan mengejekku. Aku sangat senang bisa menikmati teh ini. Tentu saja sangat antusias untuk mengetahui di mana teh seperti ini dijual?”
Baik Mu Chuxin maupun Mu Lanfen sama-sama menatap Li Chang Su. Ingin tahu jawabannya.
“....,” Li Chang Su seperti udang yang sedang dikupas. Lalu berkedip polos pada mereka, “aku membuatnya sendiri.”
“....”
“....”
Di mana keduanya percaya itu? Teh seenak ini, dibuat oleh tangan seorang gadis berusia lima belas tahun? Apakah dia sudah kaya raya sejak awal? Ini tidak mungkin. Meski mereka sudah mengetahui jika Li Chang Su seorang yatim piatu sejak kecil, tapi membuat hal seenak ini sungguh tidak bisa dipercaya.
Li Chang Su merupakan wanita berbakat di zaman modern. Seorang prajurit khusus yang kini terlempar ke zaman kuno dan menjadi gadis lima belas tahun. Pada usia ini, dulu dia masih bergelut menjadi tentara yang tangguh. Sering diajak untuk melakukan misi lanjutan.
__ADS_1
Sekarang, apa yang harus dia lakukan dengan sesuatu yang seperti ini? Menikah pada usia lima belas. Bukan karena dia mengikuti keinginan Mu Xianzhai, tapi dia tidak mau banyak gangguan di masa depan.
“Aku tidak bercanda. Ini memang aku buat sendiri,” katanya. Mereka percaya atau tidak, itu bukan urusannya.
“Dari siapa Putri Xian belajar ini?” Tanya Mu Lanfen sedikit penasaran.
“Tentu saja berguru. Bukan hanya teh herbal, tapi juga makanan dan seni bela diri.”
“....”
Apakah kamu bercanda, pikir keduanya merasa ini hal yang tidak biasa. Meski di Negara Bingshui ada beberapa gadis yang melakukan hal serupa, tapi masalah bakat ... ini bukankah mengerikan. Bukan hanya itu saja, Li Chang Su juga bisa melukis dengan beberapa cat dan jenis kuas, daya ingat tinggi serta mengerti dalam satu kali latihan.
Hal ini, bagaimana mereka bisa mempercayainya begitu saja jika tidak diuji?
Untuk waktunya, masih belum dikonfirmasi. Untuk ini, setidaknya masih ada satu bulan lagi sebelum awal musim semi. Li Chang Su memiliki banyak waktu. Karena setelah menikah, dia kan pergi untuk menyelidiki binatang mutasi. Dia tidak terlalu betah tinggal di ibu kota atau lingkungan yang kuno seperti ini.
Dia telah menjalani misi tiada henti sejak menjadi anggota pasukan tentara khusus. Sejak saat itu, waktunya hanya dihabiskan untuk misi dan latihan. Tidak hal lain kecuali waktu istirahat yang panjang.
“Aku akan mencoba kembali sebelum awal musim semi,” katanya pada mereka berdua.
“Bagus! Putri Xian, kami akan menantimu,” Mu Chuxin mengangguk langsung sebelum LI Chang Su menarik ucapannya kembali.
“Aku ...."
Sebelum Mu Lanfen mengatakan sesuatu, pelayan dari keduanya sudah memberi tahu jika ini waktunya kembali ke istana. Keduanya tidak berdaya harus mengakhiri obrolan ini. Mengenal Li Chang Su juga tidaklah buruk. Tidak sesombong Mu Ying. Setidaknya, gadis itu berinteraksi dengan baik. Padahal usianya masih lima belas tahun. Tapi entah kenapa, dia merasa sedang bicara dengan seorang jenderal saja.
__ADS_1
Mu Lanfen berdiri dengan anggun dan sopan, “Putri Xian, ini sudah waktunya kami kembali. Padahal aku senang mengobrol denganmu. Jangan lihat kami ketika berdiri di samping putri mahkota di masa depan ... Anak-anak kekaisaran, kamu mungkin juga tahu betapa sulitnya untuk hidup bersaing dengan yang lain.”
Saat mengatakan ini, Mu Lanfen merasa masam. Jika mau, dia lebih suka terlahir dari keluarga yang sederhana. Menjadi seorang putri tidaklah menyenangkan. Dia tahu jika melakukan satu kesalahan, kaisar tidak akan menyukainya. Atau bahkan mungkin membuat ibu selir mereka berada di istana dingin.
“Apakah ada yang salah dengan putri mahkota?” Tanya Li Chang Su sedikit penasaran.
Dia belum pernah bertemu dengan putri mahkota secara langsung. Seingatnya sama sekali tidak.
“Kamu sangat cantik, jujur saja, kamu adalah wanita pertama yang aku puji cantik dengan tulus. Dan aku yakin, jika kamu bersaing dengan putri mahkota, kamu menang,” Mu Chuxin mewakili Mu Lanfen.
“....,” Li Chang Su merasa jika Mu Lanfen memiliki kebiasaan memuji untuk yang pertama dalam hidupnya. Apakah selama ini Mu Lanfen selalu memuji orang secara palsu dan untuk menyenangkan saja?
Li Chang Su tidak mau berpikir panjang tentang sifat Mu Lanfen yang sangat datar dan tenang. Dia mengerutkan kening, “Mungkin karena aku memakai riasan? Lagi pula, putri mahkota masih adik dari putra mahkota bukan? Bukankah putra mahkota memiliki beberapa poin wajah Raja Perang?”
Mendengar ini, keduanya mendengus. Apanya yang bagus? Ini sama sekali berbeda. Mu Ying mungkin terlihat cantik, tapi memakai banyak bedak. Dia selalu meragukan wajah asli wanita itu. Bahkan tanpa sengaja dia mendengar bisikan para pelayan jika wajah Mu Ying tidak secantik permaisuri. Atau memiliki kemiripan dengan kaisar, atau putra mahkota sendiri.
Inilah menjadikan Mu Ying memiliki kepribadian yang sombong. Bukan hanya suka menghina orang, tapi menghukum siapapun yang tidak menyenangkan matanya atau membuat kesalahan sekecil apapun.
Li Chang Su memiliki pemikiran jika Mu Ying mungkin bukan anak permaisuri atau kaisar? Bahkan jika itu anak kandung, perbedaannya tidak akan terlalu jauh. Tapi mungkin saja jika keluarga permaisuri memiliki keturunan dengan perbedaan lain, sehingga Mu Ying mengambil gen dari keluarga Chun yang lain. Namun hal ini sangat jarang dan tidak mungkin berbeda secara menyeluruh. Secara anak-anak akan mengambil gen ayah atau ibunya bukan?
Karena topik ini terlalu sensitif dan khawatir dinding memiliki telinga, keduanya segera pamit. Li Chang Su akhirnya memikirkan hal ini. Putri mahkota adalah adik dari Mu Lizheng. Sementara Mu Lizheng memusuhi Mu Xianzhai hingga melakukan banyak masalah di barak militer.
Jika kaisar buta kebenaran,tampaknya hal ini akan merugikan Mu Xianzhai. Jika Mu Lizheng menjadi kaisar, ini buruk untuk Mu Xianzhai dan juga dia sendiri. Karena memikirkan ini, Li Chang Su tidak sadar jika Xuxu sudah memanggilnya berulang kali. Hanya untuk menanyainya sesuatu.
“Putri, apakah menurutmu ... kedatangan keduanya memiliki niat baik?”
__ADS_1