Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Sementara, Kembali Ke Ibu Kota


__ADS_3

"OH, JANGAN khawatir. Lokasinya tidak jauh dari hutan ini. Ada pesawahan yang khusus dibuat prajurit untuk menanam padi ketika musim semi dan musim panas tiba. Seharusnya belum dibajak." Mu Hongzhi menjelaskannya dengan sangat baik. Dia terlihat puas. Pada akhirnya, dua binatang putih mutasi yang sombong satu sama lain itu akan berada di bawah kendalinya.


Setelah mendengarkan hal itu, Xue Zi dan kuda putih mutasi saling melirik dan berharap jika nasib buruk mereka tidak terlalu sial.


Ketika Li Chang Su mengetahui hal ini tentu saja sore harinya. Dia pergi ke tempat di mana sawah-sawah yang ditunjukkan Mu Hongzhi berada. Mu Xianzhai juga ikut. Pria itu jarang mendatangi tempat-tempat seperti sawah atau perkebunan, tapi bukan berarti dia benci kotor.


Keduanya melihat kuda putih mutasi yang membajak sawah dan Xue Zi duduk di atas punggungnya seraya memerintah. Kelinci putih mutasi itu tentu saja sombong saat ini. Bahkan jika kuda putih mutasi marah dan ingin menjatuhkannya ke lumpur, ada Lict yang memperhatikan. Keduanya diawasi.


Li Chang Su yang melihat keduanya berada di tengah sawah pun merasa aneh. "Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanyanya.


"Su'er mengkhawatirkan kedua binatang berbulu itu?" Mu Xianzhai tidak memiliki perasaan baik terhadap kuda putih mutasi ataupun Xue Zi. Jadi lupakan saja.


"Bukan keduanya, tapi sawahnya. Aku khawatir sawahnya tidak dibajak dengan baik dan bibit padi salah tanam."


"..." Para penjaga gelap di bayang-bayang hampir terpeleset dari dahan pohon. Sang putri bahkan lebih kejam daripada raja, pikir mereka.


Jika Xue Zi dan kuda putih mutasi mendengar hal itu, pasti akan berteriak 'fitnah'. Keduanya mungkin menjadi binatang putih mutasi tapi kemampuannya tidak buruk.


Hingga sore harinya ....


Kuda putih mutasi yang penuh lumpur kini merasa kelelahan. Tuhan, biarkan dia istirahat penuh malam ini. Keempat kakinya mati rasa dan ekornya juga kotor. Membajak sepetak sawah yang luas juga membuatnya kehabisan tenaga. Ini lebih mengerikan daripadanya membunuh binatang hitam mutasi.


Adapun kelinci putih mutasi, tidak ada yang lebih baik di tubuhnya. Semuanya penuh lumpur. Hanya menyisakan dua telinga panjangnya yang sedikit bersih. Mu Hongzhi berbohong padanya. Jelas sawah itu cukup dalam, tubuhnya bahkan hampir tenggelam beberapa kali dan masih harus melangkah sambil menanam bibit pagi.


Ini hanya menyiksa tubuh kecilnya yang gemuk.


"Apakah semuanya sudah selesai?" Lict yang baru saja membawa kayu bakar pun melihat tubuh keduanya yang kotor.


"Ya, sudah!" Kelinci putih mutasi sangat kesal.

__ADS_1


"Kalian berdua benar-benar kotor dan bau. Pergilah ke sungai dan mandi. Jangan naik jika belum bersih!" Lict mencibir dan pergi untuk membuat api unggun.


Malam ini, Li Chang Su memintanya membuat api unggun dan hendak membakar ayam panggang.


"..." Kuda putih mutasi dan Xue Zi pun merasa dibenci dan pergi ke sungai untuk membersihkan diri.


Lict sendiri pergi menghampiri Li Chang Su serta yang lainnya. Dia meletakkan potongan kayu bakar dan bertanya pada Mu Hongzhi tentang sawah yang telah dibajak oleh kuda putih mutasi.


"Kuda itu benar-benar seperti kerbau. Pekerjaannya bagus. Jika semua kuda putih mutasi bisa membajak sawah, beban prajurit akan berkurang," celetuk Mu Hongzhi sedikit kejam.


"Berhati-hatilah dengan mulutmu." Mu Xianzhai memperingati.


"..." Aku hanya bercanda, batin Mu Hongzhi langsung tersedak sesuatu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kali ini Mu Hongzhi dan Lict tidak ikut serta dan hanya menjaga barak militer. Karena ayah Mu Hongzhi telah ditemukan, maka urusan rumah kembali seperti semula. Beban Mu Hongzhi juga berkurang sedikit. Nyonya Mu—ibu Mu Hongzhi juga dalam perasaan yang sangat baik dari hari ke hari.


Pada akhirnya, rombongan Mu Xianzhai tiba di ibu kota dua hari sebelum upacara tersebut.


Di Istana Bupati, Yan Shi masih dalam tahap masa kurungan dan semua pelayan lebih sibuk. Selain itu, pengasuh juga sangat sopan untuk membantu membesarkan si kecil di masa depan.


Upacara Man Yue direncanakan cukup sederhana, namun masih membuat hiasan di sekitar istana. Orang-orang di ibu kota pasti akan memberkati si kecil. Pangeran pertama selalu menjadi andalan negara Bingshui dan juga putra yang bisa dipercaya oleh Kaisar Mu setelah Mu Xianzhai.


Kabar kembalinya Mu Xianzhai dan Li Chang Su sampai ke Istana Bupati tapi Yan Shi tidak bisa mengundang gadis itu ke istananya saat ini. Jadi hanya bisa menunggu hingga hari itu tiba.


Karena upacara satu bulan kelahiran bayi ini begitu penting, ibu suri sendiri bahkan datang untuk membantu serta menginap di Istana Bupati. Pensiunan Kaisar merasa sakit hati ketika istrinya meninggalkan dia sendiri. Jadi dia juga pegi menyusulnya.


"Apakah Shu Shu masih tidak mengizinkanku melihat cicit kecilku?" tanya Pensiunan Kaisar yang telah mondar-mandir di halaman—tempat di mana ibu suri tinggal di Istana Bupati.

__ADS_1


Pelayan yang bertugas di halaman tersebut pun merasa kasihan dengan Pensiunan Kaisar. "Pangeran berkata, Kakek Kaisar bisa bertemu di saat upacara nanti," jelasnya.


"..." Untuk cucu tertua ini, kenapa dia merasa menyesal dan marah?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Raja Perang.


Li Chang Su melepas penat dan berbaring sembarang di kasurnya. Dia meminta Xuxu, pelayan pribadinya yang paling ceria untuk memijat punggunya. Dari pada memulihkan rasa sakit dan pegal dengan menggunakan tenaga dalam, pijatan langsung lebih nyaman.


Xuxu jelas tidak menolak dan juga ingin mencoba apakah dia bisa memijat dengan baik atau tidak. Adapun Xuyao, jangan ditanya lagi, sebagai pelayan yang lebih pendiam dan serius, tidak mungkin untuk melakukan pekerjaan kecil seperti itu. Belum lagi, Xuyao selalu membawa pedangnya ke mana-mana seperti seorang penjaga.


Tanpa diduga, Li Chang Su ketiduran. Teknik pijat Xuxu ternyata sangat baik dan membuat tubuhnya nyaman. Ketika dia bangun, hari sudah sore.


"Putri ... Apakah Anda sudah bangun? Ada kabar dari istana," kata Xuxu yang telah menunggu beberapa saat. Dia sebenarnya baru saja masuk ke kamar dan hendak membangunkan Li Chang Su, tapi tidak berharap akan bangun saat itu juga.


Li Chang Su yang baru saja mengumpulkan kesadarannya pun mengerutkan kening. Tidak ada napas Mu Xianzhai di kamar dan sepertinya pria itu belum kembali dari istana kekaisaran?


Mendengar suara renyah Xuxu, dia akhirnya menoleh dan bertanya, "Istana mana?"


"Ini dari halaman putri kedua dan putri ketiga," jawabnya.


"Mu Chuxin dan Mu Lanfen?" Li Chang Su sepertinya ingat tentang kedua putri dari selir kaisar. Sepertinya kedua orang ini tidak bisa melawan putri mahkota—Mu Ying.


Mu Ying selalu arogan dan membanggakan dirinya sebagai putri mahkota. Dia adalah adik perempuan Mu Lizheng dan secara alami sifatnya menurun dari sang ibu, permaisuri saat ini. Anehnya, kenapa tidak memiliki sedikit pun sifat dari kaisar? Ini aneh tapi nyata.


Mu Lanfen memiliki citra tenang dan berpikiran dalam sementara Mu Chuxin mudah bergaul. Meski sifat kedua putri ini, mereka sangat akut satu sama lain.


"Kabar tentang istana ini, berkaitan dengan mereka?" tanyanya.

__ADS_1


__ADS_2