
MU XIANZHAI yang tiba-tiba muncul di udara pun membuat keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos itu mundur. Mereka tahu seperti apa cara bertarung raja perang. Pasti tidak akan ringan.
Mu Xianzhai sendiri awalnya berada di ruang artefak, menunggu Li Chang Su membiarkannya keluar. Barulah setelah keempat pria itu ingin menyerang istrinya, dia mendesak Li Chang Su untuk membiarkan dia keluar.
Baru saja muncul, ia sudah memegang pedang dan menusuk salah satu dari mereka tanpa berperasaan. Ketiganya yang kehilangan salah satu pemimpin pun tiba-tiba yang merasa kepalanya mati rasa. Raja perang ini sesuai rumor. Tidak pernah kalah dalam pertarungan apapun.
"Menyentuh sehelai rambutnya saja, kamu mati." Mu Xianzhai berkata dengan dingin. Pedangnya yang masih dilumuri darah itu menetes sedikit demi sedikit ke tanah bersalju. Menciptakan suasana yang mencekam.
Salah satu pria berjubah hitam dengan topeng polos itu merupakan yang termuda di antara mereka. Dan kini, hanya tergeletak tak bernyawa, bersimbah darah.
Li Chang Su ada di belakang, awalnya ingin ikut melawan sisanya. Namun beberapa pembunuh bayaran berdatangan untuk mengalahkan keduanya. Sayang sekali, sepertinya mereka salah memilih lawan.
Jelas Li Chang Su terlatih sejak awal dan sudah hafal dengan gerakan seni bela diri mereka. Adapun Mu Xianzhai, tidak perlu repot-repot untuk melawan ketiganya. Terlalu lemah. Hanya saja, mereka memiliki sihir hitam dan berniat menggunakannya pada Mu Xianzhai.
"Huh! Raja Perang memang dikenal sombong dan tidak berperasaan. Tapi bagaimana dengan itu? Apakah kamu masih bisa memiliki kemenangan setelah melawan ilmu hitam?!" Salah satu pria berjubah hitam dengan topeng polos segera mengeluarkan bungkusan putih berisi bubuk aneh.
Bubuk itu tidak memiliki bau ataupun sesuatu yang bisa diprediksi. Bahkan Li Chang Su saja sedikit khawatir. Sebelum Mu Xianzhai tahu bubuk apa yang mereka taburkan ke arahnya, ia hanya terbatuk dan mundur beberapa langkah.
"Mu Xianzhai!"
Li Chang Su segera menghabisi pembunuh bayaran terakhir dan menghampiri suaminya. Dia khawatir apa yang mereka taburkan itu merupakan salah satu media sihir.
"Aku baik-baik saja." Pria itu mengerutkan keningnya.
Ketiganya mulai percaya diri lagi. Tertawa mengejek, menatap Li Chang Su dengan sedikit tidak senonoh.
"Raja Perang yang kehilangan ilmu tenaga dalamnya, pasti tidak akan mampu menanggung bubuk halusinasi itu. Bukankah tahun lalu dia pernah terkena ramuan cinta? Kali ini, efeknya tidak berbeda jauh. Kami akan memintanya untuk melepas gelang naga perak di tanganmu. Lalu membiarkanmu bermain bersama kami!" jelas salah satu dari mereka, lalu tertawa lagi.
"....."
Li Chang Su awalnya panik saat bubuk putih tak beraroma itu mengenai Mu Xianzhai dan terhirup. Tapi setelah mendengarkan penjelasan mereka, sepertinya dia semakin tenang.
"....."
Adapun Mu Xianzhai saat ini, mengerutkan kening di balik topengnya. Ternyata tujuan mereka benar-benar gelang naga perak. Ingin mengambil gelang ini dan memanfaatkan kekuatannya. Apa tujuan mereka?
__ADS_1
Dan bagaimana bisa tahu tentang kekuatan gelang naga perak yang sesungguhnya? Tentu saja selain dia. Bahkan Li Chang Su tidak tahu sama sekali. Mungkinkah kakeknya benar-benar ada di tangan mereka?
Mu Xianzhai masih terbatuk akibat bubuk putih yang terhirup itu. Tanpa sadar, mata di gelang naga perak mengejutkan cahaya merah samar. Di saat semua binatang mutasi kegelapan bertarung dengan binatang mutasi cahaya, suasana malam ini sangat gaduh.
Apalagi beberapa binatang mutasi raja mengumpat dan juga berteriak kesal saat bulu-bulu mereka terinjak ataupun kotor. Terlalu berisik. Tapi ini efektif untuk mengecoh para prajurit dan mengurangi jatuhnya korban di pihak manusia.
Ketiga pria berjubah hitam dengan topeng polos pun keheranan saat Li Chang Su dan Mu Xianzhai sama sekali tidak panik. Bahkan tidak ada tanda-tanda racun halusinasi itu bekerja.
"Kenapa racunnya tidak bekerja. Raja Perang, apakah ada sesuatu yang salah dengan tubuhmu?" Salah satu dari ketiganya bertanya dengan penuh keheranan.
"....."
Adakah penjahat yang benar-benar bertanya di saat menyerang lawan? Mu Xianzhai memang sedikit pusing awalnya. Tapi itu hanya sesaat. Kini dia baik-baik saja.
Lalu, ketiga pria berjubah hitam itu juga menatap Li Chang Su lagi. "Kenapa kamu sangat tenang saat suamimu sedang diberi racun halusinasi?"
Li Chang Su mengerucut bibirnya sejenak, "Karena suamiku sudah mendapatkan kembali ilmu tenaga dalamnya sejak lama. Racun itu tidak bekerja. Kenapa aku harus panik?"
"....." Ketiga pria berjubah hitam bertopeng polos itu hampir kehilangan pikirannya.
Meski mereka merasakan lonjakan aura yang sangat kental dan kuat, berpikir jika itu hanya karena Mu Xianzhai sudah memiliki prestise sejak muda. Jadi auranya sangat terasa.
Tapi .... Apakah itu karena ilmu tenaga dalamnya sudah pulih?
Mu Xianzhai mendengus lagi. "Apakah kalian tahu, seseorang yang memiliki niat untuk menyentuh istriku, dia kehilangan nyawanya?"
"....." Mereka tidak tahu.
"Hanya dengan memiliki pemikiran kotor terhadap istriku, kalian akan kehilangan masa depan!" Mu Xianzhai tanpa ragu mengayunkan pedang dan menyerang mereka lagi.
Seketika, pria berjubah hitam dengan topeng polos yang berada paling tengah, langsung berteriak kesakitan sambil berguling di salju. Dia terlihat memegangi tubuh bawahnya. Darah juga mulai mengotori salju putih di sekitar.
"....."
Kedua pria berjubah hitam yang tersisa langsung menggigil tanpa alasan, merapatkan kaki. Ini .... Raja Perang memotongnya. Benar-benar mengakhiri hidup sejati pria.
__ADS_1
Seketika, dua pria berjubah hitam itu kehilangan keberanian dan rasa percaya diri. Dua rekannya kini telah tumbang. Tanpa ragu, Mu Xianzhai sebenarnya membunuhnya juga.
Keduanya marah dan langsung mengangkat pedang, berusaha untuk melukai Li Chang Su agar Mu Xianzhai lengah. Namun pria bertopeng perak itu terkekeh sambil meraih pinggang istrinya. Tangannya yang memegang pedang langsung meladeni mereka.
Li Chang Su memiliki perasaan aman tanpa alasan yang pasti. Dia merasa jika Mu Xianzhai ini memiliki kekuatan yang misterius dan juga seni bela diri yang tinggi. Ia sendiri bahkan tidak pernah bisa memastikan seperti apa tingkat ilmu tenaga dalam miliknya.
Mungkin karena gelang naga perak atau lain semacamnya. Dia hanya berharap, Mu Xianzhai akan menceritakan sesuatu tentang kemampuannya yang selalu menang di medan perang. Seakan-akan semua musuh itu hanya semut yang mengganggu wilayah kerajaannya.
Kedua pria berjubah hitam itu langsung menyerang bersamaan untuk menusuk keduanya. "Terima kematian kalian!"
"Oh! Aku kembalikan kata-kata itu pada kalian!" Mu Xianzhai mencibir dan melakukan beberapa gerakan pedang, menangkis dan menebas dada keduanya dalam satu kali gerakan.
"Ahh!"
Keduanya mundur dan memuntahkan darah segar. Ada lonjakan ilmu tenaga dalam yang besar menguar dari tubuh Mu Xianzhai. Membuat keduanya membelalakkan mata.
Ini ... Di luar dugaan mereka. Bagaimana bisa raja perang memiliki kekuatannya sebesar ini? Bahkan orang-orang di Sekte Hitam sendiri mungkin tidak bisa menandinginya.
"Ka-kamu ....—" salah satu dari keduanya gemetar.
Mu Xianzhai benar-benar pemilik sejati gelang naga perak di Kekaisaran Mu.
Entah apa yang salah dengan keduanya, Li Chang Su sendiri merasa aneh. Dia tidak merasakan lonjakan aura yang tajam dari pria ini. Terlihat biasa saja. Tapi dia tidak tahu jika mata gelang naga perak telah mengeluarkan cahaya merah samar.
Dua pria berjubah hitam itu jatuh terduduk dengan wajah pucat di balik topeng polosnya. Gemetar ketakutan seolah-olah melihat sesuatu.
Dalam penglihatan mereka, seekor naga perak transparan terlihat muncul di belakang Mu Xianzhai. Sangat besar. Memiliki mata merah bercahaya, terlihat sangat marah. Naga perak transparan itu sepertinya menyedot jiwa mereka hingga kering.
"Ahhh!! Tidak! Ampun. Ampuni kami! Tidak—!" Suara keduanya tercekat, tiba-tiba saja kejang sebentar dan tergeletak tak bernyawa. Ekspresi di balik topengnya tentu saja seperti telah melihat sesuatu yang mengerikan.
Li Chang Su sangat terkejut dengan perubahan ini. Apa yang mereka lihat sebenarnya?
Naga perak transparan kini menghilang lagi seperti tidak pernah muncul. Wajah Mu Xianzhai sendiri agak pucat. Tubuhnya dingin.
"Mu Xianzhai, apa yang terjadi denganmu?" Li Chang Su akhirnya menatapnya dengan khawatir.
__ADS_1