Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Rahasia Permaisuri


__ADS_3

KAISAR MU muntah darah dan segera menyebar ke istana kekaisaran. Berita itu langsung disebarkan ke masyarakat dan menjadi perbincangan hangat.


Ada yang mengatakan jika Kaisar Mu sakit parah hingga takhta diserahkan pada mantan putra mahkota. Tapi di sisi lain juga, putra mahkota telah disegel oleh Kaisar Mu untuk pangeran kedua.


Perselisihan terbuka antara pangeran keempat dan oangeran kedua pun semakin panas. Banyak prajurit yang berdatangan ke ibu kota dan menuju istana kekaisaran. Sebagian merupakan milik Mu Lizheng dan Mu Peizhi.


Sepertinya, pertarungan saudara kekaisaran akan terjadi dalam waktu dekat.


Permaisuri masih menunjukkan senyum ramah pada Kaisar Mu yang kini lemah di tempat tidur. Racun yang diberikan oleh orang itu sungguh kuat, mampu membuat Kaisar Mu yang telah menjadi jenderal di masa mudanya tak berdaya.


"Ada apa dengan Yang Mulia? Zheng'er tidak akan mengecewakan harapan Yang Mulia nanti. Pasti akan menjadi kaisar yang baik untuk negara." Permaisuri berdiri anggun dan tertawa senang.


"Kenapa Ratu begitu kejam? Sejak awal, sebaiknya Kaisar ini tidak berbelas kasihan padamu dari waktu ke waktu. Apa yang salah? Bukankah Kaisar ini sudah memberikan status putra mahkota pada Zheng'er dan membiarkan dia mewarisi kursi naga. Jika bukan karena dia melakukan kesalahan, apakah Ratu berpikir semuanya akan menjadi seperti ini?" Kaisar Mu mencoba menahan emosinya agar tidak meledak.


Di tubuhnya ada racun yang aneh hingga tabib istana tak bisa mengetahui apa racun tersebut. Namun yang pasti, racun tersebut berasal dari Lembah Racun yang sudah lama hancur.


Siapa yang tahu juga bahwa Permaisuri akan membawa seorang gadis asing dari luar negara sebagai tamu. Tapi sebenarnya merupakan calon permaisuri. Masalahnya, gadis yang akan menjadi permaisuri itu masih merupakan putri dari raja racun di Lembah Racun.


Kaisar Mu terbatuk lagi dan napasnya menjadi tidak stabil.


Permaisuri sangat senang melihat pemandangan ini. Penjaga kekaisaran yang hebat juga tak akan mampu menampakkan diri tanpa token Kaisar Mu. Dan token perintah itu kini ada di tangannya. Sangat mudah untuk mengendalikan istana saat ini.


Sayangnya, apa yang dikatakan Kaisar Mu justru membuat Permaisuri tertawa, agak ironis. "Yang Mulia telah membela pangeran ketiga di mana-mana. Bukankah karena dia terlahir dari selir yang Yang Mulia cintai? Lalu bagaimana denganku? Aku telah menjadi ratu di istana dan mengurus Harem dengan baik. Tapi Yang Mulia tidak pernah memandangku. Tahukah Yang Mulia bahwa wanita yang kamu cintai itu tidak meninggal karena melahirkan ...."


Sampai di sini, Permaisuri merasa tidak apa-apa jika memberi tahu Kaisar Mu tentang apa yang terjadi tahun itu. Wanita yang dicintai kaisar seperti duri di matanya, menghalangi di mana-mana. Berpura-pura lemah dan malu hanya untuk mendapatkan kaisar.


Tapi pada akhirnya dia masih menjadi permaisuri dan wanita itu hanyalah selir. Sangat mudah baginya untuk mengendalikan sesuatu di belakang.

__ADS_1


Pada akhirnya, ketika dia tahu bahwa wanita itu hamil, Permaisuri semakin benci dan meminta seseorang untuk membuat wanita itu lahir lebih awal sebagai kecelakaan.


Tapi sangat disayangkan anak yang dikandung wanita itu selamat, masih seorang bayi laki-laki yang dicintai kaisar.


Meski Permaisuri enggan, tapi dia senang karena wanita itu meninggal akibat pendarahan hebat. Obat yang membuat wanita itu melahirkan lebih awal telah merusak tubuh.


Agar kaisar tidak curiga tentang kematian wanita itu, Permaisuri memilih untuk berhenti membuat masalah dan fokus pada dirinya sendiri. Untungnya setelah penantian yang cukup panjang, dia juga hamil dan melahirkan bayi laki-laki sehingga posisinya sebagai ibu negara di istana tidak rendah.


Meski begitu, Kaisar Mu lebih mencintai Mu Xianzhai, berpikir jika wnaita yang dicintainya sudah meninggal akibat melahirkan dan anaknya begitu menyedihkan sehingga pensiunan kaisar membawanya ke barak militer untuk dilatih sebagai prajurit.


Awalnya Permaisuri tidak merasakan krisis. Tapi siapa yang tahu jika Mu Xianzhai akan tumbuh sebagai pria yang kuat dan aura yang sama seperti pensiunan kaisar di masa mudanya. Bahkan mewarisi gelang naga perak sejati.


Ini tidak adil!


Tapi Permaisuri tak bisa membiarkan putranya menikahi satu istri saja untuk mewarisi istana sehingga gelang naga perak tidak berguna untuk putranya. Mau tidak mau, gelang naga perak jatuh ke pangeran lainnya.


Lagi-lagi, Kaisar Mu muntah darah dan kali ini lebih parah hingga wajahnya pucat tak berdarah. Wanita yang dicintainya meninggal di tangan ratunya sendiri. Dia sebagai pria yang harus melindunginya justru gagal.


Kini, bagaimana dia bisa menghadapi wajah putra ketiganya. Bagaimana jika Mu Xianzhai menyalahkannya karena membuat ibu selirnya dibunuh oleh Permaisuri.


"Kamu—!! Kaisar Mu berteriak marah.


Seraya menyentuh dada kiri di mana posisi jantung berada, Kaisar Mu akhirnya pingsan.


"Yang Mulia? Yang Mulia?!" Kasim kepercayaan Kaisar Mu benar-benar pucat sekarang, tidak menyangka akan mendengarkan berita besar seperti itu. "Cepat panggil tabib! Pelayan, panggil tabib istana!" teriaknya tanpa memedulikan keberadaan Permaisuri.


Permaisuri tidak merasa sedih atau bersimpati sedikit pun. Dia tersenyum lebih lebar kali ini dan dengan rendah hati meminta pelayan memanggil tabib untuk merawat Kaisar Mu.

__ADS_1


Untuk orang yang akan segera meninggal, tak perlu baginya untuk repot-repot mengotori tangannya.


Permaisuri segera pergi ke halamannya sendiri. Dia segera mendengarkan laporan dari pelayannya jika Kaisar Mu saat ini jatuh koma. Hidupnya mungkin tidak akan terjamin.


Hanya perlu menunggu sebentar lagi, semuanya akan segera selesai. Dia harus membiarkan putranya mengurus Mu Peizhi dan disegel sebagai kaisar sebelum Mu Xianzhai kembali ke ibu kota.


Lagi pula, krisis binatang hitam mutasi sudah berakhir. Tidak ada ancaman tersembunyi dari luar.


Satu-satunya yang membuat Permaisuri tidak nyaman adalah keluarga Ye. Ye Tianli merupakan seorang bos besar perdagangan nasional—juga masih orang-orang milik Mu Peizhi.


Ye Tianli pasti mendukung Mu Peizhi karena kedua merupakan teman yang sangat akrab. Kaisar juga menghargai Ye Tianli. Tanpa pria berpakaian serba merah itu, perdagangan dari negara asing ke negara Bingshui pasti menemui jalan buntu.


"Di mana Ying'er?" tanya Permaisuri seraya menyesap tehnya.


"Putri mahkota ...—"


Di saat pelayan hendak melapor, pelayan lain yang selalu bersama Permaisuri pun berlari kecil. Ekspresinya panik.


"Ada apa?" Permaisuri merasa ada firasat buruk yang akan menghampirinya.


"Ratu ... Ratu ... Ini tidak baik!" Pelayan itu segera berlutut di depan Permaisuri.


"Apa yang terjadi?" Permaisuri tampak tidak sabar.


"Ini ... Ada kecelakaan pada putri mahkota."


Permaisuri langsung berdiri dan ekspresi tidak benar. "Ying'er ku. Apa yang terjadi dengan Ying'er ku?" tanyanya.

__ADS_1


Dia hanya tahu bahwa putrinya pergi ke luar istana untuk bermain. Ada pengawal bersamanya, bagaimana bisa mengalami kecelakaan?


__ADS_2