Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Hari Pernikahan Tiba (1)


__ADS_3

JANDA PERMAISURI dan permaisuri sendiri tidak akur. Menurut cerita para pelayan, hubungan kaisar dengan permaisuri ditentang. Setidaknya, janda permaisuri tidak ingin wanita dari marga Chun menjadi permaisuri. Itu karena keluarga Chun pernah memiliki pemberontak dan melawan kaisar sebelumnya.


Hingga sekarang, janda permaisuri tidak percaya pada apa yang dikatakan Permaisuri Chun. Walau keluarga Chun bukan yang terpandang di Negara Bingshui, namun sumber dayanya cukup makmur. Permaisuri Chun memiliki etiket dan sifat yang netral di hadapan rakyat, sehingga Kaisar Mu memilihnya. Walau ini mungkin membuat janda permaisuri kecewa.


Karena itu, sejak janda permaisuri terkena penyakit parah, kaisar tidak memikirkan hal lain selain mencari cara membuat ibunya sembuh. Tapi hal-hal di istana selalu membuatnya sakit kepala.


Belum lagi pernikahan Mu Xianzhai yang dekat, Kaisar Mu benar-benar membuat peraturan ketat pada bawahannya. Jika pernikahan ini bermasalah, maka seluruh penghuni istana kekaisaran akan dihukum sepenuhnya.


Li Chang Su hanya menatap ke luar jendela, memandang langit yang cukup cerah, "Setelah menikah, aku harus menjauh dari yang namanya istana ...," Gumamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari yang ditunggu tiba. Ini keesokan harinya ....


Sejak dini hari tadi, para pelayan di Istana Janda Permaisuri maupun di Istana Raja Perang tengah sibuk. Para koki yang diundang oleh Ye Tianli juga telah datang ke dua istana tersebut. Sesuai dengan tugasnya masing-masing.


Banyak salju yang disingkirkan. Jalan dari Istana Janda Permaisuri menuju ke Istana Raja Perang terus dibersihkan. Untuk memudahkan kereta pernikahan melintas.


Dan Li Chang Su sendiri kini tengah berendam. Dia menggunakan parfum aromaterapi untuk membuat tubuhnya lebih segar. Serta mencuci rambutnya degan shampo beraroma bunga-bungaan.


Xuyao dan Xuxu melayaninya dengan baik. Memastikan jika tubuhnya bersih dari ujung kepala hingga kaki. Setelah mandi, dia mengeringkan rambutnya dengan ilmu tenaga dalam.


Akhirnya, pakaian merah dikeluarkan. Li Chang Su ingin menghela napas dalam hatinya. Pakaian ini tampaknya sangat rumit dan terlalu tebal. Membuat tubuhnya bertambah berat.


"Bisakah berapa lapisan dihilangkan? Itu terlalu berat," keluhnya.


"Nona, itu tidak mungkin ... Pakaian pernikahan sudah ditetapkan seperti ini. Tidak boleh kurang atau lebih. Kecuali jika mendapatkan persetujuan dari dua belah pihak," Xuyao menggelengkan kepalanya, sedikit kasihan. Tapi bagaimana pun juga memang tidak bisa diubah.


Xuxu khawatir jika Li Chang Su akan mengeluh dan tidak senang, jadi menambahkan, "Jangan khawatir Nona, setelah ritual pernikahan selesai, Nona tidak perlu berjalan-jalan. Hanya menunggu di kamar pengantin dan tamu wanita atau kerabat akan datang."

__ADS_1


Li Chang Su juga tahu ini. Hanya saja dia tidak suka dengan pakaian merah berlapis-lapis. Ini terlalu mewah dan berlebihan. Namun karena janda permaisuri yang mengirimnya, dia tak bisa berbuat apa-apa.


Setelah berpakaian, Li Chang Su mulai merias diri ....


Di luar halaman, Janda Permaisuri sudah duduk di kursi kebesarannya. Dan para tamu sudah datang. Selain untuk menghormati janda permaisuri yang sudah lama tidak menunjukkan diri, Mereka juga ingin tahu seperti apa pengantin wanita.


Takdir gelang naga perak pasti secantik janda permaisuri di masa lalu. Orang-orang tahu tentang kepercayaan leluhur gelang naga perak. Dan ada beberapa gelang untuk para pangeran lain.


Janda permaisuri terbatuk dan meminum tehnya. Meski tubuhnya telah membaik, dia tak bisa terkena dingin berlama-lama. Hanya saja ini adalah pernikahan cucu kesayangannya dengan takdir gelang naga perak. Dia harus menghadirinya sebagai perwakilan Li Chang Su.


Gadis itu sungguh menyedihkan. Tidak memiliki orang tua dan menghidupi dirinya sendiri. Bekerja keras hingga menjadi takdir cucunya. Jika Li Chang Su tahu apa yang ada di pikiran janda permaisuri, mungkin akan memuntahkan darah mudanya.


"Janda permaisuri ... Pengantin wanita sudah siap," bisik pelayan terdekatnya.


Wanita tua itu memegang sapu tangan satin dan menutupi mulutnya ketika batuk kecil, lalu mengangguk. Pakaian serba kuning keemasannya begitu megah hingga para wanita yang lain terlihat tidak bersinar. Tapi inilah keagungan seorang ibunda kaisar.


"Tunggu Zhai'er tiba .... Lalu biarkan pengantin wanita muncul setelahnya," janda permaisuri memberi perintah.


Di Negara Bingshui ini, selain kaisar, Mu Xianzhai adalah satu-satunya yang harus ditakuti. Selain tidak pernah mengenal jenis kelamin, Mu Xianzhai juga dikatakan acuh tak acuh pada semua saudara. Rombongan pengantin pria datang untuk menjemput pengantin wanita. Mu Xianzhai turun dari punggung kuda dan menyapa janda permaisuri.


"Sulit bagi Zhai'er untuk tumbuh. Nenek akhirnya bisa lega melihatmu menikah sebelum kematian tiba," janda permaisuri tiba-tiba berkata dengan sesuatu yang begituan sensitif sehingga semua orang berwajah pucat.


Mereka mendoakan yang terbaik untuk janda permaisuri dan diberi umur panjang. Mu Xianzhai sepertinya menangkap apa yang dimaksud neneknya dan menghela napas. Neneknya juga pandai memberi pandangan dan berpura-pura takut pada harimau betina.


"Nenek, cucunya akan melakukan yang terbaik," dia berkata sambil berlutut di depannya.


"Oke. Ayo bangun ... Ini adalah hari pernikahanmu. Walau cuaca dingin dan salju selalu turun, dewa akan memberkahi. Nenek berharap kalian hidup bersama sampai tua dan memiliki anak-anak yang berbakti. Lihatlah, nenek sudah sangat tua dan tidak tahu kapan akan pergi ....," Janda permaisuri menghela napas lagi dan kini ekspresinya terlihat menyedihkan.


Mu Xianzhai tidak tahu apakah harus memuji keahlian neneknya atau perawatan Li Chang Su. Orang-orang yang ingin janda permaisuri meninggal pasti juga sedang menonton ini.

__ADS_1


Hari ini Mu Xianzhai memakai baju merah yang terlihat agung. Yang juga merupakan pakaian pengantin turun-temurun pihak kaisar. Dia terlihat gugup hari ini. Untung saja, ruam di tubuhnya telah membaik. Kini hanya terlihat sedikit merah-merah. Tidak terlalu mencolok. Dan tidak lagi gatal.


Ketika pengantin wanita diumumkan tiba, Mu Xianzhai semakin gugup. Jantungnya berdegup kencang. Dia melihat seorang gadis dengan pakaian merah berjalan perlahan menuju ke arahnya. Yang membuat Mu Xianzhai ingin mengulur tangan dan memegang tangannya.


Tapi tanpa diduga, janda permaisuri menggunakan tongkat kecil untuk memukul punggung tangan pria itu. Sungguh tidak tahu malu. Keduanya tidak bisa saling bersentuhan dulu. Mu Xianzhai mengerang dan menatap neneknya dengan penuh harapan.


"Tunggulah sebentar. Apa yang membuatmu begitu khawatir jika pengantin wanita akan diambil orang?" Janda permaisuri mencibir. Cucunya ini sungguh tidak bermoral. Dia tahu itu.


Dan para tamu yang menyaksikannya pun sedikit tersenyum. Ternyata raja perang ini juga bisa tidak sabar dengan wanitanya yang cantik.


Sementara Li Chang Su yang melihat jika Mu Xianzhai ingin memegang tangannya pun sedikit memerah. Dia gugup. Dengan meremas tangan Xuyao, dia berusaha untuk menyingkirkan perasaan seperti ini. Ini pernikahan, betapa kunonya. Dia seperti sedang melakukan permainan.


Tapi dia harus sadar jika ini hari pernikahan. Cuaca yang dingin tidak membuat Mu Xianzhai mengigil. Dia juga tidak menggunakan jubah berbulunya yang hangat. Ketika mengucapkan kata-kata yang baik, Mu Xianzhai akhirnya membawa Li Chang Su untuk memasuki kereta pernikahan. Dia sendiri menunggang kuda dan memimpin.


Setelah beberapa penghormatan formal, Mu Xianzhai akhirnya meninggalkan Istana Janda Permaisuri.


Janda permaisuri menghela napas, cucunya sudah mulai tua sekarang ... Jika Mu Xianzhai tahu apa yang dipikirkan neneknya, mungkin akan memeluk Li Chang Su dan berkata 'Aku adalah seorang paman'.


Kereta pernikahan terus melaju dengan kecepatan yang baik. Xuxu dan Xuyao ada di kereta lainnya bersama dengan pelayan mahar dari janda permaisuri. Semua tirai kereta pernikahan berwarna merah. Li Chang Su duduk di bantal yang lembut dan bisa melihat sekitar dengan baik. Dia baru tahu jika jalanan selalu dibersihkan dari salju ini ternyata untuk hari ini.


Awalnya, perjalanan menuju Istana Raja Perang terlihat baik-baik saja. Namun dipertengahan jalan yang cukup sepi, banyak anak panah munculd dari bayang-bayang dan menuju ke kereta pernikahan.


Li Chang Su menyipitkan matanya dan bersiap untuk menangkis panah dengan belati jika berhasil menembus jendela yang memiliki gorden merah. Tanpa diduga, kuda yang menarik keretanya segera meringkik sambil mengangkat kedua kakinya. Seperti terkena sesuatu.


Karena hal itu juga, kereta pernikahan berhenti tiba-tiba dan Li Chang Su tidak siap hingga jatuh dari duduknya. Dia sedikit berteriak karena terkejut.


"Ada pembunuh!! Lindungi Raja Xian dan sang putri!" Mu Hongzhi yang menjadi pengawalnya kereta pun segera menatap tajam ke arah lain dan mencamhut pedang dari sarungnya.


Beberapa panah diblokir. Dan adalah satunya masuk ke kereta pernikahan. Jika Li Chang Su tidak terjatuh ke depan, panah itu mungkin sudah mengenai kepalanya. Gadis itu menjadi lebih waspada dan ingin mengatasi mereka. Namun seseorang masuk ke kereta pernikahan dan memeluknya dengan sedikit khawatir.

__ADS_1


"Tunggu di sini, masalah segera diatasi. Aku berjanji pernikahan ini akan berjalan dengan baik," itu suara Mu Xianzhai. Sangat tenang.


"Siapa yang memulai ini?" Tanya Li Chang Su penasaran.


__ADS_2