Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Perubahan Kemampuan Sepuluh Prajurit Khusus


__ADS_3

MU XIANZHAI menganggukkan menyapa semua orang di sekitarnya. Li Chang Su sedikit terkejut saat Mu Peizhi memanggilnya Xiao Li. Wajahnya memerah. Lagi pula, keduanya telah menjadi kerabat sehingga dia tidak mempermasalahkannya. Begitu pula dengan Mu Xianzhai.


Awalnya mereka berangkat hanya bertiga tapi saat kembali, mereka menjadi empat orang. Mu Peizhi mengerutkan kening saat melihat Lict. Wajah yang cukup asing seperti orang barat tapi masih memiliki sedikit darah Tiongkok, membuat Mu Peizhi sedikit tidak yakin.


“Siapa tamu ini?” tanyanya.


“Ini Lict, orangku. Dia juga memiliki kemampuan di militer, kamu bisa akrab dengannya nanti,” jawab Li Chang Su. Dia menatap Lict. “Dia adalah Pangeran Kedua, Mu Peizhi.”


“Salam Pangeran Kedua,” kata Lict juga berlaku sopan. Dia masih memeluk kelinci mutasi yang hidungnya berkedut berulang kali.


“Tidak perlu terlalu sopan. Nah, karena kamu adalah milik Xiao Li, aku tidak akan sungkan. Kalau begitu ayo masuk dulu, aku akan menceritakan situasi saat ini.” Mu Peizhi tidak ingin membuang waktu saat ini. Beberapa prajurit telah terluka akibat gelombang binatag mutasi kegelapan yang menyerang benteng perbatasan.


Mereka semua memasuki benteng perbatasan. Kuda putih mutasi membawa Xue Zi untuk pergi menemui yang lain. Dia ingin menceritakan banyak hal selama perjalanan ke Sekte Hitam. Xue Zi juga tidak mau berkumpul dengan para manusia itu sehingga memilih untuk mengikutinya.


Mu Xianzhai ingin membicarakan segalanya dulu dengan beberapa jenderal lainnya. Dia meminta Li Chang Su untuk pergi dan mengecek latihan sepuluh prajurit khusus yang diberikan padanya. Tentu saja Li Chang Su ingat, Hei Fang pemimpin prajurit khusus yang dipilihnya itu langsung menghadapnya. (Ada pada bab ke 149 dan 150).


"Putri Xian, syukurlah kembali dengan selamat. Perjalanan di luar sana pasti berat," kata Heifang terlihat lebih ramah dari pada saat bertemu pertama kali waktu itu.


Ini juga membuat Li Chang Su terkejut. Tampaknya sepuluh prajurit khusus yang dia pilih hari itu benar-benar memiliki potensi yang baik. Masih ada waktu semingu lebih sebelum kembali ke ibu kota. Belum lagi dengan adanya masalah gelombang binatang mutasi di luar benteng perbatasan, mungkin akan memakan waktu cukup lama.


Heifang membawa Li Chang Su ke tempat latihan. Melalui buku latihan yang diberikan oleh Li Chang Su sebulan yang lalu, dia dan sembilan orang lainnya memiliki banyak perbedaan kekuatan dan fisik. Mereka mengakui jika metode Li Chang Su lebih efektif sehingga tidak menyesal telah mengikutinya.


Saat Li Chang Su tiba, sembilan orang lainnya langsung memberi sikap hormat prajurit padanya. Gadis itu memang merasakan ada yang berbeda dari aura sebelumnya.


"Aku suka dengan hasilnya. Tapi ... Kita akan mengujinya langsung." Li Chang Su tersenyum datar, tapi kepala kecilnya itu menyimpan banyak ide.


Kesepuluh prajurit itu saling berpandangan. "Apa yang diinginkan Sang Putri?" tanya Heifang.


"Terjun langsung ke benteng perbatasan. Berpartisipasi dalam memberantas binatang mutasi kegelapan," jawab Li Chang Su.

__ADS_1


"..." Putri Xian ... Kami sudah terbiasa dengan itu.


"Tapi ..." Li Chang Su tahu ini mudah, jadi membuat pengecualian. "Bukan dengan pedang, melainkan belati dan teknik seni bela diri kalian. Aku ingin melihat kemampuan fisik kalian di lapangan secara langsung."


"..." Ini tampaknya sulit. Mereka jarang menggunakan belati.


"Tidak belajar dengan belati?" tanya Li Chang Su sepertinya melupakan sesuatu.


"..." Sepuluh orang itu menggelengkan kepala. Belati mereka tidak terlalu tajam.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memberikan belati terbaik untuk kalian," kata Li Chang Su segera mengeluarkan sepuluh belati dari ruang artefak.


Mereka tidak tahu dari mana belati itu muncul. Namun karena Li Chang Su merupakan takdir gelang naga perak Mu Xianzhai, mereka mengira jika semua ini adalah kemampuannya. Sehingga tidak merasa terkejut lebih lama. Belati yang diberikan Li Chang Su pada mereka masih sama seperti miliknya.


Belati itu terbuat dari baja cepat, tajam dan sediit lebih berat. Namun ketahanannya terhadap panas dan aus lebih tinggi. Inilah alasan kenapa Li Chang Su menyukai belati.


"..." Kami tahu, pikir mereka segera mengangguk.


Setelah itu, mereka mulai berlatih lebih dulu. Tidak sulit, hanya memotong beberapa tangkai, menggunakan gerakan melompat, berputar serta berguling cepat. Lalu sepuluh orang itu saling menyerang. Walaupun hanya pura-pura, belati mereka masih memiliki sarung sehingga tidak akan melukai satu sama lain.


Selama satu jam, mereka berlatih. Li Chang Su merasa bosan hingga akhirnya mencari tempat duduk dan mengeluarkan makanan ringan. He Ze keluar dari ruang artefak dan melihat latihan mereka. Dia tahu jika Li Chang Su pasti akan membuat kejutan untuknya.


"Kamu tidak terduga. Sepertinya kamu adalah majikan yang berhasil membuatku terpesona setelah kaisar terdahulu," kata He Ze seraya memegang kacang rebus di kedua kaki depannya yang menjadi tangan.


"Kamu tidak tahu betapa indahnya dunia modern." Li Chang Su tersenyum bangga.


"Sayangnya aku tidak pernah melihat duniamu itu," katanya seraya menggelengkan kepala.


Tak berapa lama, salah seorang prajurit datang menghadap Li Chang Su. "Putri Xian, raja meminta Anda untuk datang ke tendanya."

__ADS_1


"Oh, apakah mereka selesai berdiskusi?" Li Chang Su mengerutkan kening.


"Ya. Tampaknya raja sedikit terburu-buru."


"Baiklah, aku akan segera ke sana. Kamu bisa pergi dulu." Li Chang Su mengusirnya lebih dulu lalu meminta sepuluh prajurit khusus untuk berkumpul.


Mereka segera berbaris dan menunggu perintah. Li Chang Su membenarkan jubah hangatnya dan sedikit tergesa-gesa.


"Mu Xianzhai memintaku kembali. Kalian berlatihlah sampai aku memberi perintah nanti. Bersiap," katanya.


Mereka segera melaksanakan perintah. Lalu Li Chang Su benar-benar pergi cepat. Adapun tupai putih yang masih berada di tempatnya, tidak ikut. Mereka menatap tupai putih itu dengam perasaan ingin tahu.


"Aku di sini untuk memantau kalian. Abaikan saja aku dan mulailah berlatih. Atau leluhur ini akan memukul pantat kalian hingga bengkak!" He Ze cukup malu dan kesal hingga dia melemparkan satu kacang rebus ke arah Heifang.


"..." Heifang menangkap kacang rebus itu dan memakannya dengan santai. Adapun yang lain, merasa gemas saat melihat tupai tersebut.


He Ze ingin berteriak pada Heifang dan mengira jika pria yang satu ini tidak mudah dilawan. Jika dia benar-benar ingin memukul pantatnya, mungkin harus berubah dulu menjadi manusia.


Sementara itu di sisi lain tempat Li Chang Su berada ...


Gadis itu masuk tenda dan melihat Mu Xianzhai berdiri di depan meja bundar. Ada gambar kasar tentang letak benteng perbatasan dan juga di titik mana saja binatang mutasi itu menyerang. Sebagian besar dari mereka menyerang sisi lain yang tidak memiliki banyak penjaga.


Dikarenakan terowongan bawah tanah telah terbakar, para binatang mutasi kegelapan tidak berani lagi tinggal di sana. Namun sebagian besar masih mencoba untuk bersembunyi di bawah.


"Apakah keputusan telah dibuat?" tanya gadis itu tanpa basa-basi.


Mu Xianzhai segera menoleh dan menghampiri istrinya, memegang kedua bahu bahu gadis itu dengan tatapan yang serius. "Su'er ... Kali ini Raja membutuhkan kecerdasanmu," katanya masih memiliki nada tenang, tapi hatinya gelisah.


Li Chang Su mengerutkan kening. "Ada apa? Apakah situasinya begitu genting?"

__ADS_1


__ADS_2