
PENSIUNAN kaisar terbatuk ringan saat mendengar pertanyaan cucu kesayangannya. Dia sekarang sudah mulai membaik. Bisa berjalan, makan enak serta bertemu dengan istrinya—ibu suri. Tapi dia tak bisa melupakan makanan enak yang dibuat oleh Li Chang Su.
Sehingga setiap kali pensiunan kaisar berkata pada ibu suri tentang makanan enak Li Chang Su, pasti akan dimarahi dan mengomel sepanjang waktu. Mau tidak mau, pensiunan kaisar hanya bisa makan sesuatu yang disajikan oleh dapur istana. Belum lagi, saat ibu suri bercerita tentang dirinya yang diracun oleh pihak lain, pensiunan kaisar marah.
Tapi kemarahan itu berubah menjadi waspada dan harus tahu siapa yang ada di balik layar. Li Chang Su dan Mu Xianzhai curiga pada permaisuri sejak awal, ibu dari putra mahkota serta Putri Mu Ying. Walaupun pensiunan kaisar ingin memberi beberapa nasihat pada kaisar, tapi ia yakin putranya tahu banyak.
"Akhirnya kalian pulang. Kenapa begitu lama?" Pensiunan kaisar merasa tidak sabar tapi bukan berarti merindukan mereka. Ia punya alasan.
"Bukanlah waktunya tujuh hari?" tanya Mu Xianzhai sebaliknya.
"Memang. Tapi kenapa harus di hari ketujuh?"
"Yang penting waktunya tujuh hari. Cucumu ini mengurus barak militer lebih dulu sebelum pulang."
"..." Aku percaya, pensiunan kaisar membatin seraya menggosok ujung hidungnya.
"Lalu di mana istrimu?" Kali ini pensiunan kaisar bertanya saat menyadari jika Li Chang Su tidak ada.
"Di istanaku tentunya. Su'er lelah diperjalanan, dia harus istirahat yang banyak." Mu Xianzhai tidak akan membiarkan kakeknya bertemu Li Chang Su secepat itu. Dia masih ingat tentang Li Chang Su bisa meminta apapun pada kakeknya.
"Kamu hanya alasan. Pasti kamu sengaja menyembunyikan istrimu dariku kan?" cibir pensiunan kaisar marah, namun bukan kemarahan yang nyata.
Akhirnya Mu Xianzhai mencibir juga. "Karena Kakek tahu, maka jangan tanya lagi."
"..." Kamu cucu durhaka! Pensiunan kaisar membatin lagi dengan ekspresi frustasi.
Dia hanya ingin minta makanan pada gadis itu, bukan hal lain-lain. Tapi cucunya yang pintar ini sungguh melindungi istrinya seperti merawat anak sapi (overprotektif).
Akhirnya Kaisar Mu berdeham. Putranya yang satu ini memang lebih suka menentang pensiunan kaisar daripada anak-anaknya yang lain. Tapi saat ini, ada hal yang lebih penting yang harus dibahas. Sehingga Kaisar Mu segera mengajak mereka ke sisi lain untuk membicarakan banyak hal.
Tak lupa juga, Mu Hongzhi memperkenalkan Lict padanya sebagai orang yang berasal dari tempat kelahiran sama dengan Li Chang Su.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sisi lain ...
Istana Raja Perang.
Ketika Li Chang Su pulang, dua pelayannya Xuxu dan Xuyao sudah menanti di halaman. Keduanya langsung antusias saat melihat majikan mereka kembali. Li Chang Su sendiri hampir melupakan dua pelayannya yang diberikan oleh Mu Xianzhai. Sekarang setelah dia mengenal lebih jauh, kedua pelayan kecilnya itu ternyata terlihat sangat kuat.
"Putri, akhirnya kamu kembali," kata Xuxu sedikit memekik.
"Ya, aku kembali." Li Chang Su menghela napas panjang dan menyentuh bahu pelayannya yang cukup periang itu.
Berbeda dengan Xuyao yang selalu serius sepanjang waktu, hanya bisa membungkuk sopan. "Selamat datang kembali, Putri."
"Kamu menjaga semuanya dengan baik. Lalu bagaimana dengan ibu suri?" tanya Li Chang Su.
"Sang Putri tidak perlu khawatir. Dengan kami selama sebulan terakhir, ibu suri terlihat lebih baik. Aku dengar jika permaisuri menutup diri akhir-akhir ini. Mungkin khawatir jika ibu suri atau pensiunan kaisar bertindak." Xuyao melaporkan semuanya.
Lalu ketiganya memilih bicara di dalam agar tidak ada pihak tak bertanggung jawab mendengar pembicaraan mereka. Xuxu pergi ke dapur untuk mengambil teh untuk Li Chang Su. Lalu Xuyao pun menceritakan detailnya lagi.
"Sekte itu memang sudah tidak ada. Tak ada satu pun murid yang selamat." Li Chang Su segera menyesap secangkir teh yang disediakan Xuxu.
"Lalu bagaimana dengan sovereign nya? Kudengar Sekte Hitam sangat kuat?" Xuyao mengerutkan kening.
"Sebenarnya bukan kuat, hanya saja auranya memang lebih gelap sehingga menimbulkan rasa takut yang dalam," jawabnya seraya menurunkan kelopak mata, menatap sisa air teh di cangkir.
Xuxu dan Xuyao saling melirik dan menggelengkan kepala. Sang putri tampaknya lebih berbeda saat pertama kali mereka bertemu. Kini gadis itu lebih tenang dan santai, ceria bahkan bisa menerima sekitarnya dengan baik.
Keduanya penasaran dengan apa yang terjadi selama perjalanan berlangsung. Mungkinkah sang raja sudah menaklukkan hati gadis itu.
Lalu Li Chang Su tiba-tiba teringat dengan identitas kedua pelayannya. "Mu Xianzhai berkata jika kalian berasal dari lembah racun?"
Xuxu dan Xuyao langsung terkejut. Keduanya memandang Li Chang Su dengan ekspresi canggung dan kaku. Memang cepat atau lambat, ini akan diketahui olehnya.
"Ya," jawab Xuxu segera mengangguk lemah. "Raja Xian menyelamatkan kami sebelumnya. Lembah racun telah dihancurkan oleh Sekte Hitam dan juga serangan binatang mutasi kegelapan. Oleh karena itu, saat kami tahu jika Sekte Hitam dan binatang mutasi kegelapan itu dikalahkan, Kami senang. Dengan begitu ... semua saudara-saudara kami yang meninggal pun akan tenang di alam sana."
__ADS_1
Penuturan Xuxu yang penuh dengan kesedihan pun membuat Xuyao menenangkannya. Pelayan itu mulai memiliki hidung merah, pelupuk matanya berair hingga air matanya pun membasahi pipinya. Ini sudah cukup lama. Keduanya bukanlah pelayan di sini, tapi mantan anggota lembah racun.
Mereka membuat mereka racun dan menghasilkan banyak obat juga. Tapi karena lembah racun cukup sensitif, tidak banyak pihak yang mampu menerima lembah racun. Terutama mereka menciptakan racun yang dimana ahli racun menjadi tabu di masyarakat.
Li Chang Su merasa jika keduanya mungkin yatim piatu. Kebanyakan di zaman kuno saat orang-orang memilih pergi ke suatu organisasi atau sebuah kelompok tertentu, pasti tidak memiliki keluarga. Mereka dibesarkan oleh pemiliknya hingga dewasa, mengabdi sampai akhir.
Tidak heran jika Li Chang Su selalu merasa jika keduanya bukanlah pelayan. Ternyata memang benar. Belum lagi Xuyao selalu memegang pedang. Di bilah pedangnya itu juga terdapat racun yang tidak berwarna dan berbau. Ini racun yang sulit untuk dibuat.
"Lalu kenapa kalian menjadi pelayan?" tanya Li Chang Su.
"Sebenarnya ini bukan keinginan kami, hanya saja ... raja Xian adalah penyelamat kami sehingga secara tidak langsung, kami menjadi budaknya." Xuyao cukup cemberut saat mengatakan ini.
"Dia memaksa kalian?"
"Ya, kurang lebihnya seperti itu. Tapi kami punya perjanjian dengannya, jadi ... ini tidak masalah."
"..." Li Chang Su berpikir jika Xianzhai ini memang kejam pada dua orang yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi.
"Jika kalian tidak mau menjadi pelayan, aku akan memintanya pada Mu Xianzhai."
"Tidak!" Keduanya segera berwajah pucat dan berlutut di depannya.
Li Chang Su terkejut. Keduanya begitu takut?
Xuyao pun segera berkata, "Kami menyukai pekerjaan ini. Tolong jangan mengatakan apapun pada raja."
"Putri, tolong biarkan kami selalu di sini melayani Putri." Xuxu juga mendukung.
"..." Li Chang Su kini yakin jika Mu Xianzhai mengancamnya.
Tiba-tiba saja, ketiganya mendengar suara cambuk dan teriakan seseorang yang cukup tajam. Li Chang Su pulih dari pikirannya dan bangkit. Bukankah itu suara Mu Xianzhai.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" gumam gadis itu.
__ADS_1