
MU XIANZHAI menatap Li Chang Su yang masih aman dan sehat. Tapi ada goresan pedang di wajahnya. Walaupun hanya sedikit tergores, tapi mengeluarkan darah. Seketika, ekspresinya menjadi lebih dingin dan menebas salah satu penyusup yang tak jauh darinya.
Dia tak menjawab pertanyaan Li Chang Su dan berjalan santai menuju ke arahnya. Ye Shi yang masih menjadi anjing tunggal tak mampu menyaksikan momen suami istri yang jatuh cinta. Dia mengumpat dan segera menyerang mereka lagi.
Beberapa penyusup ingin menyerang Mu Xianzhai, tapi tak berdaya. Mereka justru saling memandang dan buru-buru melarikan diri secepatnya. Jendela yang tidak terlalu besar di ruang makan itu hampir macet saat mereka berlomba-lomba untuk melarikan diri.
"Jangan lari. Kalian harus mati malam ini!" teriak Ye Shi sombong. Tapi mereka tidak peduli.
Mu Xianzhai awalnya memperhatikan Li Chang Su tanpa meninggalkan sedikit ekspresi, lalu memperhatikan sekitar. Dia memanggil dua pengawal pribadinya.
Tak berselang lama, dua pengawal yang dipanggil muncul di belakang Mu Xianzhai. "Yang Mulia, berikan perintah," kata salah satu dari keduanya sopan.
"Jangan biarkan mereka semua lolos. Ketahui dari kelompok mana para penyusup itu dan hancurkan markasnya!" titah Mu Xianzhai tanpa jejak kehangatan.
"Ya!" Keduanya segera mengangguk dan menghilang dengan cepat.
Li Chang Su ingin mengatakan sesuatu, tapi tanpa diduga, dirinya kelelahan. Ada keringat halus di dahinya yang terhalangi poni. Mu Xianzhai menghela napas tidak berdaya dan menyarungkan pedangnya lagi, lalu mengeluarkan sapu tangan untuk mengelap keringat istrinya.
Tanpa diduga, baru saja dia mengulurkan tangan, gadis di depannya sudah kehilangan keseimbangan. Mu Xiang kaget dan langsung menangkap tubuhnya.
"Su'er!" Dia berkata agak keras dan langsung khawatir.
Ye Shi juga tidak menduga jika gadis itu akan pingsan tiba-tiba. Bukankah tadi baik-baik saja? Mungkinkah ....
__ADS_1
Mengingat jejak goresan padang di salah satu pipi Li Chang Su, akhirnya dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
"Sepertinya dia terkena racun," kata Ye Shi hanya menganalisis sementara. Dia ingin mengulurkan tangan dan mencoba mengecek denyut nadi pergelangan tangan gadis itu, tapi segera ditepis oleh Mu Xianzhai.
"..." Aku hanya ingin mengeceknya. Tidak lebih. Dasar pria cuka! Batin Ye Shi masam.
Li Chang Su yang pingsan segera dibawa ke kamar. Mu Xianzhai meminta Ye Shi untuk memindahkan Xuxu yang pingsan ke tempat yang aman dan panggil tabib untuk memeriksa luka. Xuyao juga kembali dan terkejut saat melihat rekannya pingsan. Belum lagi Li Chang Su juga sama.
Mu Xianzhai pergi ke kamar dan membaringkan gadis itu dengan hati-hati. Kini wajahnya agak pucat dan sedikit ekspresi menyakitkan muncul tanpa disadari. Li Chang Su perlahan membuka matanya tapi tidak berani untuk menggerakkan tubuh.
"Su'er ... Kamu terkena racun. Tabib akan datang sebentar lagi," kata pria itu segera memegang tangan Li Chang Su dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
Gadis itu tersenyum sedikit dan menggelengkan kepala. "Itu percuma saja. Racun ini sudah menyebar ke seluruh tubuhku. He Ze bisa mendetoksifikasi. Tidak perlu terburu-buru. Ini bukan racun yang ganas, hanya efeknya saja yang bertahan lama," jelasnya.
Memikirkan ini, Li Chang Su tidak tahu harus berkata apa. Dia terdiam untuk waktu yang cukup lama dan menimbang sesuatu. Meski obatnya tidak sulit, tapi beberapa bahan ada di ruang artefak. Dia tak bisa membawa Mu Xianzhai masuk sekarang. Tubuhnya terlalu lemah untuk membuka ruang artefak.
Karena itu, Li Chang Su hanya bisa memutuskan. "Kalau begitu kamu perlu menyiapkan beberapa bahan yang dibutuhkan."
"Baik. Katakan saja." Mu Xianzhai sama sekali tidak keberatan.
Li Chang Su menyebutkan semua bahan obat yang dibutuhkan untuk detoksifikasi. Lalu Mu Xianzhai meminta pelayan untuk pergi ke gudang penyimpanan bahan obat dan mengambil beberapa yang ada dalam daftar. Segera pelayan pergi dengan tergesa-gesa karena situasi sang putri tidak terlalu baik.
"Su'er ... Bagaimana mereka bisa menyusup ke sini? Apakah seseorang datang untuk membunuhmu?" tanya Mu Xianzhai kembali dingin lagi. Siapa yang melakukan ini di bawah hidungnya, pasti tidak akan memiliki hari yang baik di masa depan.
__ADS_1
"Pihak lain ingin menculikku. Kali ini, mungkin motifnya tidak ingin aku kembali." Li Chang Su hanya menurunkan kelopak matanya dengan lembut. Dia tidak menyangka akan ada hari di mana dirinya menjadi sasaran pihak lain.
Tidak di zaman modern atau zaman kuno, metode penculikan ini masih menjadi kebiasaan yang tidak bisa lepas dari kecemburuan pihak lain. Untungnya Li Chang Su seorang mantan tentara wanita di zaman modern sehingga masalah seperti ini tidak terlalu membuat dirinya tertekan. Tapi di mata Mu Saat melihat istrinya terbaring lemah, mungkin menduga ketakutan dan terlalu memaksakan diri.
Baiklah. Li Chang Su telah kehilangan banyak aura untuk mempertahankan diri saat melawan para penyusup berpakaian hitam itu. Ditambah terkena racun, membuat tubuhnya semakin lemah. Kini Mu Xianzhai telah memerintah orang-orangnya untuk memburu markas mereka dan membayar apa yang telah terjadi pada istrinya.
"Xian, apakah kamu sudah menebak siapa yang melakukannya?"
Mu Xianzhai menyipitkan mata ketika mendengar pertanyaan Li Chang Su. Mungkin ada beberapa tebakan, tapi masih belum yakin. Sehingga hanya bisa menggelengkan kepala dan mengelus kepala gadis itu dengan lembut.
"Pasti kita akan mengetahuinya. Bagaimana menurut Su'er? Siapa kira-kira yang melakukan ini?"
"Rongyu," jawab gadis itu. "Atau setidaknya keluarga Rong. Rongyu tidak akan bertindak sendiri untuk mengotori tangannya. Pasti telah meminta pihak lain untuk menjadi kaki tangan."
Li Chang Su tak bisa memikirkan musuh lain selain wanita itu. Rongyu telah menggunakan ilmu sihir mandi darah untuk membuat tubuhnya cantik kembali. Tapi itu tak bertahan selamanya. Tubuh Rongyu semakin menunjukkan gejala kutukan gelang naga perak dan menginginkan darah Li Chang Su untuk menyelesaikan kutukan.
Jadi kemungkinan besar penculikannya kali ini untuk mengambil darahnya sebelum akhirnya dibawa pergi sejauh mungkin dari negara ini.
Tak berapa lama pelayan kembali dengan obat cair yang masih hangat. Dari aromanya tidak terlalu tajam, tapi Li Chang Su tahu jika itu pasti pahit. Racun di tubuhnya merupakan tipe pelumpuh otot. Tapi juga ada jenis racun lain yang cukup menyebalkan, walaupun akan baik-baik saja setelah satu hari satu malam, namun ditambah tubuhnya yang tidak sehat, mungkin tak bisa menunggu lama.
Mu Xianzhai mengambil alih obat dan pelayan segera pergi. Pelayan lain datang membawa manisan dan juga air untuk membujuk gadis itu minum obat.
"Su'er ... minumlah obat dulu untuk detoksifikasi. Lalu makan manisan. Ayo, patuh ..." Mu Xianzhai seperti seorang ayah yang membujuk putrinya untuk minum obat demam.
__ADS_1
"..." Li Chang Su tidak tahu harus berkata apa untuk pikiran Mu Xianzhai saat ini. Apakah dia terlihat seperti seorang anak berusia sepuluh tahun?