Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kembali Ke Terowongan Bawah Tanah


__ADS_3

SEBENARNYA TIDAK ada yang aneh. Mu Xianzhai bisa melakukannya setelah meminta pada kaisar. Sejak lama, ia bisa melakukan itu. Tapi terlalu malas dan sibuk. Lagi pula, sepanjang tahun, dia berada di barak militer.


Hanya karena menikahi istrinya saja, dia mau berada di ibu kota cukup lama. Baginya, sebelum menikah dengan Li Chang Su, ibu kota tidaklah menarik. Hanya dipenuhi dengan kelicikan politik dan perang kekuasaan wilayah.


Pria itu hanya mengelus kepala istrinya sambil tersenyum misterius. Semakin misterius dirinya, bukankah akan menarik di mata sang istri?


"Su'er akan tahu di masa depan. Suami memiliki banyak kemampuan. Su'er bisa meminta apa saja untuk dilakukan Suami." Dia menyombongkan diri di depan istrinya.


"Bukankah itu saja kamu dengan seorang pengawal?" Li Chang Su menyipitkan matanya, kurang setuju.


"Itu jelas berbeda."


Kali ini Li Chang Su mencibir, "Oh, apa bedanya?"


"Pengawal hanya menjaga Su'er dari bahaya dan juga kesulitan. Tapi suamimu ini jelas menghangatkan tempat tidur, mandi bersama dan memberi makan Su'er."


"...." Li Chang Su ingin memuntahkan darah mudanya. Apakah begitu jelas untuk menggoda atau menyatakan kepemilikan.


Setelah menelan pil darah, tubuhnya sedikit demi sedikit menjadi lebih rileks. Kepalanya berangsur-angsur tidak merasakan pusing lagi. Ini ... Pil ini hampir sama seperti yang dia buat. Tapi efeknya jelas lebih terasa dan nyata.


Apakah ini yang namanya pil yang dibuat dengan cara kultivasi zaman dulu? Sangat ajaib? Dia tidak tahu jika ada pil seperti ini di dunia. Ternyata, cerita bukan sekadar khayalan semata baginya.


Mereka tidak sadar jika He Ze yang sudah menjadi seekor tupai putih lun seperti sedang menggigit tulang. Dia seperti seekor anjing yang dua tuan sedang melontarkan darah cinta di mana-mana. Dia sungguh menyesal tidak pergi lebih awal.


Setelah kondisi Li Chang Su membaik, awan kelabu sedikit menyingkir di langit. Cahaya matahari akhirnya bisa menembus gelapnya lembah yang dingin. Mu Xianzhai khawatir istrinya tidak bisa berdiri dengan benar, jadi membantunya.


Tapi Li Chang Su tidak selemah itu. Setelah dia mengonsumsi pil darah, tubuhnya menjadi bertenaga lagi. Tidak menyangka bahwa tubuhnya yang kehilangan banyak darah kini mulai pulih dengan cepat.


Mereka keluar dari lembah dulu dan meminta para penjaga gelap untuk memeriksa lembah. Ini untuk menghemat waktu. Sebelum pergi, Li Chang Su menggunakan mata dewanya untuk memindai. Tampaknya tidak ada yang aneh. Ini hanya lembah untuk menjebak para binatang mutasi saja.


Sungguh tidak dipercaya, Sekte Hitam membiarkan para serigala mutasi dewa golongan kegelapan untuk menjerat banyak binatang mutasi golongan cahaya.


Ketika mereka kembali ke terowongan bawah tanah, semua orang sudah menunggu. He Ze memilih untuk kembali ke ruang artefak. Adapun kelinci mutasi, juga sama. Dua binatang berbulu putih itu ingin istirahat.

__ADS_1


Lict yang mulai pulih juga senang melihat seniornya sudah kembali. "Putri Xian ... Syukurlah kamu selamat. Aku sangat mengkhawatirkanmu." Dia ingin menangis. Dia tidak bisa tidur semalam hanya memikirkan ini.


Untunglah, Mu Xianzhai dan Li Chang Su datang. Walaupun kondisi gadis itu mungkin sedikit salah. Adapun Mu Hongzhi, sangat ingat menghampiri Li Chang Su untuk mengeluh. Tapi Mu Xianzhai mengusirnya dengan jelas.


Ini istrinya, bisakah para anjing tunggal itu pergi dan mencari pasangan?


"Aku baik-baik saja." Li Chang Su tersenyum datar. Matanya tertuju pada sosok Ye Shi yang tenagh menikmati ayam panggang. "Kamu di sini. Terima kasih sudah membantu."


"Bukan masalah. Aku hanya sedang bosan," kata pria bertopeng rubah itu hanya sibuk memakan paha ayam panggang yang gemuk.


Mereka mulai membahas semua hal tentang semalam, mengumpulkan banyak informasi dan bersiap untuk pergi. Para penjaga gelap sudah memeriksa lembah, tapi tidak memiliki banyak masalah.


Hanya saja, mereka melaporkan jika kabut di sana sudah alami ada sejak dulu dan sering menjerat banyak binatang mutasi untuk terjerembab ke bawahnya. Mungkin ini merupakan salah satu alasan kenapa Sekte Hitam memilih tempat itu untuk berburu.


Seperti yang dikatakan naga perak pada Mu Xianzhai waktu itu, sekelompok orang sepertinya sedang mencoba membangkitkan binatang roh bawah tanah. Karena makhluk itu tidak diketahui ada di mana, dia hanya bisa menyembunyikan ini dulu dari semua orang.


"Sebaiknya kita berangkat sekarang, tidak baik menunda waktu." Li Chang Su menyarankan.


"Biarkan He Ze berjaga di sini. Dia sudah mengatasi mereka jika datang." Gadis itu mengeluarkan He Ze dari ruang artefak. Dia baru saja ingin tidur untuk melepaskan lelah.


"...." He Ze yang baru dipegang ekornya pun menggantung terbalik. Apakah dia benar-benar memiliki tuan yang buruk?


Rasanya He Ze ingin memiliki tuan baik dan lemah lembut seperti istri pangeran pertama. Dia tidak bisa membayangkan kucing putih—Mao Mao menjalani kehidupan yang nyaman di Istana Bupati.


Tapi dia sendiri? Nasib memiliki tuan yang dulunya berprofesi sebagai tentara khusus. Dia mungkin akan menjalani banyak kehidupan berdarah di masa depan.


"Aku bisa saja pergi dan menjaga lembah agar tidak dicurigai. Tapi kamu harus memberi sesuatu untuk membujuk." He Ze tidak keberatan. Tapi dia butuh camilan.


"Kacang rebus?"


"Bukan."


"Manisan kacang mete?"

__ADS_1


"Nah, itu dia."


"...." Apakah tupai itu benar tidak bisa lepas dengan yang namanya kacang? Pikir semua orang.


Li Chang Su menghela napas panjang dan mengambilkan banyak kacang mete dari ruang artefak, madu, gula pasir serta wajan. Karena sudah ada api unggun, dia tidak perlu mengeluarkan kompor mitanol.


Mau tidak mau, Li Chang Su harus membuat manisan lebih dulu. Semua orang menunggu. Tidak terlalu terburu-buru. Karena Orange masih dalam tahap pemulihan, dia akan bersama He Ze di sini, menemaninya.


Bell sedikit khawatir. Tapi Orange meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.


"Jangan khawatir dia. Ada aku. Kamu juga tahu seperti apa kemampuanku." He Ze sangat percaya diri. Bahkan jika saat ini dia berubah lagi jadi seekor tupai, kekuatannya tidak kecil.


"Aku tahu. Yah, kamu memang kuat, melebihi dari apa yang kuperkirakan." Bell hanya bisa menurunkan kedua telinganya, tidak berdaya. Lalu menatap Orange yang bersandar dan memulihkan diri. "Jeruk, aku pasti akan kembali dengan cepat."


"Aku tahu."


Mereka saling bercerita dan bertukar informasi pribadi. Tak terkecuali Ye Shi yang masih asyik dengan ayam panggangnya. Tolonglah, dia adalah bos pembunuh bayaran. Di mana bisa santai makan dan minum ketika pesanan datang.


Rasanya Ye Shi ingin pensiun dan mengubah pekerjaannya menjadi lebih baik lagi. Terlebih, dia dan Ye Tianli sudah tidak memiliki dendam atau kebencian apapun.


Mereka tidak menggangu Li Chang Su yang membuat manisan kacang mete. Tapi Mu Xianzhai kesal. Istrinya sedang sakit dan luka di dadanya belum kering sepenuhnya. Tapi tupai sialan itu sudah membuat istrinya bekerja.


Dia marah hingga menendang tupai itu ke kolam yang ada di belakang mereka. Tupai putih itu kaget dan keluar dari air dengan kemarahan. Mengutuk Mu Xianzhai sebagai manusia yang tidak berbakti pada leluhur.


"Mu Xianzhai, apa yang kamu lakukan? Kenapa menendangnya?" Li Chang Su sempat menghentikan aktivitasnya dari menyangrai kacang mete.


"Su'er, dia membuatkanmu bekerja di saat sedang sakit. Dia leluhur yang menyiksa majikan!" Mu Xianzhai mencibir.


"...." Suamiku, kamu berlebihan. Pikir gadis itu.


Tapi melihat Mu Xianzhai tidak bahagia, Li Chang Su tahu harus membujuk. Apalagi mendapatkan tatapan dari semua orang yang meminta dia untuk menenangkannya. Mu Hongzhi yang akan paling menderita nanti.


Sepupu Ipar ... Tolong bujuk sepupuku. Ketika dia marah, batu saja kena sialnya. Pikir Mu Hongzhi ingin menangis tanpa air mata (╥﹏╥).

__ADS_1


__ADS_2