
PENSIUNAN KAISAR telah memberikan sisa hartanya pada Mu Xianzhai sebagai pewaris gelang naga perak. Uangnya tidak sedikit. Harta pensiunan kaisar ini adalah milik pribadi, bukan kas kekaisaran untuk Negara Bingshui. Belum lagi janda permaisuri juga memiliki harta yang nantinya juga diwariskan kepada takdir gelang naga perak.
Mu Xianzhai sudah menduga jika neneknya pasti akan memberikan banyak harta aneh pada Li Chang Su. Secara, bagi gadis ini, harta zaman kuno seperti peninggalan sejarah. Apalagi sepuluh ribu tahun di masa lalu, jauh dari jaman modern yang serba ada. Beberapa batang dari jaman ini sepertinya tinggal nama atau terkubur dalam sejarah tanpa penelitian.
Li Chang Su menggenggam liontin giok hijau itu dan mengucapkan terima kasih padanya. Pria itu terkekeh dan sedikit bercanda.
"Jika ingin berterima kasih, maka menikahlah denganku," katanya.
Gadis itu mendengus dan mengabaikannya. Membuat hati pria itu kembali berduka. Gadis ini masih belum mau membuka diri untuknya. Padahal keduanya sudah saling mengenal seperti ini, menempel bahkan saling merawat diri.
Hati gadis ini sangat mahal. Mu Xianzhai tidak menyerah atau merasa aneh. Dirinya sendiri juga dipenuhi kesombongan dan harga diri yang tinggi, memandang orang-orang yang mengganggunya sebagai hal tidak penting.
Sekarang, ketika dia diperlakukan seperti ini oleh Li Chang Su, ada perasaan ingin menjadi raja dan menundukkan nya. Tapi dia sadar jika caranya itu salah. Jadi biarkan dia datang sendiri dan nyaman bersamanya. Alih-alih memaksanya untuk menikah, lebih baik hubungan ini berjalan baik seperti sekarang.
Tidak apa-apa. Dia bisa menunggu. Setelah mengecup puncak kepalanya, Mu Xianzhai memeluk Li Chang Su lebih erat. Retakan pohon terdengar lagi. Pria itu sebenarnya sedikit pucat. Tubuhnya telah lama menahan batang pohon agar tidak tumbang lebih cepat.
Tidak tahu sampai kapan dia bisa menahan pohon ini untuk tetao berdiri tegak. Tapi yang pasti, tidak bisa sampai melukai gadisnya.
"Kita bisa masuk ke ruang artefak," gadis itu tampaknya tahu jika Mu Xianzhai sebenarnya sedang mencoba membuat dirinya tenang. Bagaimanapun juga, di mana pria itu, dia adalah gadis kecil, bukan seorang tentara berusia tiga puluh tahun.
"Su'er, aku ingin melindungimu dengan kemampuanku sendiri. Aku tidak ingin selalu bergantung pada benda itu. Jika aku gagal melindungimu, bagaimana di masa depan aku mampu menghalau banyak pria untukmu?" Mu Xianzhai tersenyum pahit. Semuanya selalu bergantung pada gelang naga perak. Tapi sebenarnya dia sendiri terlihat tidak mampu melindungi gadisnya.
"....," Ini terdengar seperti dirinya telah menjadi artis terkenal di jaman modern. Banyak pria yang tertarik padanya ketika berada di barak militer. Jika Mu Xianzhai waktu itu ada di sana, apa yang akan dilakukan?
"Bukankah seharusnya pria bisa memiliki tiga istri dan empat selir? Kenapa kau khawatir padaku yang mungkin memiliki pria lain?" Dia sedikit mencibir setelah memikirkan hal lain.
"Karena Su'er ku hanya satu, tidak bisa dibagi. Dan aku hanya pria yang kesepian. Di mana ada tiga istri dan empat selir? Itu bodoh!"
"...."
Sungguh narsistik!
Setelah setengah jam bertahan, Li Chang Su mulai kedinginan. Dia yakin jika Mu Xianzhai pasti lebih parah darinya. Bahkan jika itu menggunakan ilmu tenaga dalam untuk menghangatkan tubuh, setidaknya Mu Xianzhai telah bertahan lama untuk menopang batang pohon yang bisa patah kapan saja.
__ADS_1
Keduanya tidak bisa tinggal lebih lama. Mu Xianzhai khawatir jika Li Chang Su akan demam lagi. Jadi buru-buru mengumpul tenaga dalam untuk melompat ke satu sisi. Yang tidak terduga, Li Chang Su mentransfer ilmu tenaga dalamnya untuk membicarakan pria ini tidak kehilangan banyak roh spiritual.
Tiba-tiba saja, tumpukan salju akibat longsor tadi bergerak. Kali ini seperti disebabkan oleh sesuatu yang ada di bawahnya. Mu Xianzhai khawatir jika itu ular atau semacamnya yang suka mengebor tanah, bersiap untuk melompat ke sisi lain. Li Chang Su mengamati pergerakan di bawah longsoran salju itu. Diam-diam terkejut.
Ia tidak tahu apakah ini baik atau buruk. Karena baginya, ini terlihat menggemaskan.
"Itu kelinci," katanya.
"....," Mu Xianzhai mengerutkan kening. Kelinci yang menyebabkan gerakan besar seperti ini?
"Tapi ukuran yang besar. Sangat imut," jujurnya.
"...!!" Mu Xianzhai sudah menyimpulkan jika itu binatang mutasi, seekor kelinci.
Gerakan di bawah salju semakin dekat dan jelas. Mu Xianzhai tidak pernah memiliki kesan yang baik terhadap para binatang mutasi. Dia telah bersiap untuk melompat ke salah satu dahan pohon yang masih kokoh. Tenaga dalamnya telah dipulihkan kembali.
Li Chang Su penasaran dengan apa yang diinginkan kelinci itu. Karena mengarah pada mereka. Tapi tidak memiliki niat untuk menyerang. Kelinci mutasi ini tampaknya cukup bodoh. Dia melepaskan diri dari pelukan pria itu untuk sementara waktu, memperhatikan sekitar.
Barulah keduanya tahu jika itu adalah kelinci mutasi berwarna putih yang lucu. Kepalanya menyembul begitu saja, membuat kelinci itu agak bingung dengan kehadiran gadis cantik ini. Hidungnya berkedut seperti sedang mengukur suhu dan memastikan jika mereka bukan musuh.
Mu Xianzhai menarik kembali Li Chang Su dalam pelukannya dan melompat dari tempat itu. Pohon yang awalnya mereka jadikan pelindung kini retak perlahan-lahan dan tumbang ke arah kelinci mutasi itu berada.
Si kelinci mutasi terkejut dan mengebor lagi ke dalam salju tebal, menghindari batang pohon. Ternyata, tubuhnya yang putih itu hampir tidak terlihat karena berbaur dengan warna salju. Mu Xianzhai yang kini berada di dahan tinggi salah satu pohon yang kokoh pun bisa melihat ke mana arah kelinci itu pergi.
Li Chang Su merasa gemas saat melihat binatang berbulu putih itu. Mengingatkannya pada He Ze yang juga berbulu putih. Setelah pohon besar itu tumbang, kelinci mutasi tadi segera menyembulkan kepalanya lagi ke atas, melihat sekitar. Hidungnya lagi-lagi berkedut.
Lalu saat melihat Li Chang Su yang ada di atas salah satu dahan pohon, kelinci mutasi itu pun menghampiri dan menatap ke atas. Dia ingin mengikuti gadis itu secara tidak terduga. Awalnya kelinci mutasi itu ada di atas bukit untuk mencari wortel atau sayuran dingin. Tapi gempa bumi tiba-tiba datang dan membuatnya terbawa longsoran salju.
Tanpa diduga, dia menemukan gadis cantik.
Mu Xianzhai mendengus. Itu pasti kelinci jantan!
"Dia sangat menggemaskan," Li Chang Su ingin turun dan memeluk bulu putihnya, namun Mu Xianzhai dengan cepat langsung memeluknya kembali.
__ADS_1
Tidak bisa menghampiri kelinci mutasi itu. Bagaimanapun juga merupakan binatang mutasi yang buas. Di mana mereka memiliki sifat aslinya sebagai binatang yang normal? Bahkan seekor kelinci mutasi saja tertarik pada Li Chang Su dan ingin menempel padanya.
Tidak tahu apa yang terjadi, kelinci itu hanya di sana dan menunggu keduanya turun. Mu Xianzhai tidak memiliki waktu untuk bermain dengan kelinci mutasi dan membopong Li Chang Su ke sebuah gua yang cukup besar. Setidaknya, gua ini masih kokoh. Untungnya tidak ada binatang mutasi di sekitar ini, jadi Li Chang Su sedikit santai.
Tapi dia masih penasaran dengan kelinci mutasi berwarna putih salju itu. Mu Xianzhai kembali dengan membawa banyak kayu bakar. Ketika melihat ke dalam gua, dia terkejut. Saat ini, gua dipenuhi dengan banyak makanan dan juga peralatan. Gadis itu sendiri sudah duduk di atas kasur lantai yang diberi alas tikar. Dengan begitu, kasur lantai tidak akan kotor.
Li Chang Su juga mengeluarkan dua bantal dan selimut untuk beristirahat. Tampaknya Mu Xianzhai benar, terlalu bergantung pada ruang artefak juga tidak baik. Dia telah memikirkan ini setelah pria itu pergi untuk mencari kayu bakar.
Badai salju di luar belum berakhir. Guntur masih terdengar di mana-mana. Menurut Mu Xianzhai hal ini akan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Kemudian, beberapa binatang mutasi yang berevolusi akan pergi ke daerah pemukiman warga untuk mengacau.
Mu Xianzhai segera membuat api unggun dan memanggang beberapa ikan yang telah dibersihkan. Khawatir ini akan mengundang binatang mutasi yang menerobos benteng perbatasan yang ada di bukit, dia telah memasang pagar khusus yang memiliki kemampuan menghalau mereka. Ini merupakan benda yang diwariskan pada jaman kekaisaran lama. Mu Xianzhai memilikinya juga.
Sebenarnya, benda penghalau binatang mutasi ini hanya bisa ditanam lima meter dari tempat itu sendiri. Jika terlalu jauh, maka binatang mutasi tidak akan terpengaruh.
"Tidurlah lebih dulu. Tubuhmu sakit lagi," Mu Xianzhai baru saja mengecek suhu tubuh Li Chang Su. Gadis itu demam lagi.
Wajah Li Chang Su memerah akibat hawa dingin. Selimut hangat menutupi tubuhnya yang kedinginan. Saat berbicara, uap keluar dari mulut mereka.
"Terima kasih ...," Gadis itu akhirnya mengucapkan rasa terima kasih dengan tulus. Ia mungkin terlalu berlebihan untuk menolak pria ini di mana-mana. Hanya saja hatinya tidak siap untuk pernikahan.
"Apakah Su'er begitu membenciku karena masalah tahun lalu? Apakah ini alasan tidak ingin menikah?"
"Bukan ... Bukan ini," dia menggelengkan kepalanya, "aku hanya ... hanya merasa tidak siap untuk menikah. Lagi pula pernikahan bukan main-main. Tidak ingin juga menjadi ibu muda."
Ibu muda?
Saat ini terucap, tampaknya Mu Xianzhai bisa memahami di mana letak keengganannya tentang menikah. Ternyata tidak ingin memiliki anak terlalu dini. Di mana dia memaksanya untuk menikah dan memberi anak. Mu Xianzhai hanya ingin membuat gadis ini menjadi miliknya secara penuh. Tanpa khawatir akan direbut pria lain.
"Jangan khawatir. Menikah saja. Kehidupanmu akan sama seperti sebelumnya. Aku tidak akan mengekang apapun selama itu bukan untuk pria lain. Masalah memiliki anak, kita bisa memilikinya setelah kamu siap," dia akhirnya tertawa kecil, merasa lucu dengan kesalahpahaman gadis ini.
Cinta itu tidak tumbuh begitu saja. Wajar memiliki ketakutan. Dia menepuk kepala gadis itu. Kini, beberapa kekhawatiran di hatinya sedikit berkurang.
"Bisakah aku berpergian setelah menikah?" Tanya Li Chang Su dengan curiga. Dia tidak ingin tinggal di Istana Raja Perang. Setidaknya pergilah untuk mencari pengalaman, membunuh binatang mutasi atau mencari solusi. Dia tidak ingin menjadi gadis di halaman belakang.
__ADS_1