
ADA KEHENINGAN yang cukup jelas. Li Chang Su tidak mau repot-repot untuk berurusan dengan pria itu. Dia telah menempati janjinya untuk mempertemukan mereka. Kali ini, setelah bertemu, mungkin beberapa kesalahpahaman hubungan akan segera terselesaikan.
Ye Tianli akhirnya pulih dari pikirannya dan bangkit, menatap pria itu. Dulu, Ye Shi tidak seperti ini. Dia selalu berpakaian bangsawan dan tersenyum pada banyak orang. Sekarang, setelah menjadi pembunuh bayaran, ada kesuraman jelas di kedua matanya.
"Shi Shi ...," Dia memanggil. Namun tanpa diduga, Ye Shi maju dan langsung menghantam wajahnya dengan kepalan tangan.
Ye Tianli tidak menghindar atau menahannya, tapi sengaja menerima pukulan itu hingga jatuh ke belakang. Ada rasa sakit di pipi kirinya. Dan sudut mulutnya juga mengeluarkan sedikit darah. Li Chang Su ingin memperingati mereka untuk tidak berkelahi, namun Mu Xianzhai menahan mulutnya.
Biarkan saja seperti ini. Pria memiliki caranya tersendiri untuk mengubah segalanya. Ye Tianli tidak mengelak pukulan itu dikarenakan sudah siap dengan segala konsekuensinya.
"Dasar pria sialan! Kamu pergi begitu saja setelah memutuskan hubungan. Bahkan jika kita tidak bisa memotong lengan, beri aku alasan yang bagus untuk menjadi normal!" Ye Shi tidak memiliki nada yang baik dan kembali memberinya satu pukulan.
...----------------...
NOTE: Memotong lengan berarti menyukai sesama jenis. Dalam translate RAW novel Cina terjemahan, kebanyakan diartikan sebagai lengan yang patah.
...----------------...
Ye Shi mencengkeram kerah pakaian merah Ye Tianli, sedikit kesal. Dia marah. Selama bertahun-tahun, dia mencoba untuk menemukannya. Namun setiap kali lokasi ditemukan, Ye Tianli akan pergi dan menghilangkan jejak.
Keduanya saling diam. Setelah sedikit pemahaman, Ye Shi melepaskan cengkeramannya dan mencibir. Kali ini tidak memakai topeng rubah. Setelah menurunkan masker, wajah tampannya terlihat. Pria yang memiliki pesona pria melebihi sifat playboy Ye Tianli pun hampir membuat Li Chang Su tersedak.
Di sampingnya, Mu Xianzhai kembali menelan buah yang masam. Apakah Su'er nya tergoda? Namun lagi-lagi Li Chang Su meliriknya dengan tajam.
"Jangan berpikir aneh-aneh, aku hanya terkejut," kata gadis itu langsung kembali ke ekspresi normalnya.
"....," Mu Xianzhai sudah dikalahkan dua kali oleh perkataan istrinya. Haruskah dia membalas atau menundukkan kepala?
__ADS_1
Baik Ye Tianli ataupun Ye Shi tidak memedulikan kehadiran keduanya. Ada banyak hal yang harus dikatakan keduanya saat ini. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, pasti canggung. Setelah mengamuk sejenak Ye Shi akhirnya duduk tanpa mengucapkan sepatah kata.
"Mantan kekasih yang baru saja bertemu, membuka mataku. Pria tampan itu ternyata bengkok!" Li Chang Su mencibir. Dia tak segan-segan untuk mengejek Ye Shi yang pernah dikalahkan olehnya.
Tanpa diduga, Ye Shi ini tidak marah. Justru memerah tanpa alasan yang kurang pasti. Membuat Mu Xianzhai sebenarnya mulai menebak-nebak sesuatu.
"Aku belajar untuk tidak bengkok di masa depan," tidak tahu kenapa, Ye Shi ingin mengatakan ini.
Setelah Ye Tianli pulih dari rasa bersalah dan terkejut, dia menyeka darah di sudut mulutnya dan menatap Ye Shi dengan tajam. Tak ada yang lebih tahu darinya seperti apa Ye Shi ini. Pasti memiliki pemikiran lain untuk Li Chang Su.
"Bermimpi lah! Setidaknya jauhi Putri Xian. Dia sudah menikah!" Katanya.
"Bagaimana dengan itu? Dia adalah wanita pertama yang membuka mataku tentang kesukaan lawan jenis. Jika hari itu dia tidak mengalahkan ku, bagaimana mungkin aku mengaguminya?" Ye Shi bersikeras dan mengakui.
Ini membuat Mu Xianzhai sudah yakin dengan pikiran pertamanya. Ye Shi ini menyukai istrinya secara terbuka. Bagaimana mungkin dia tidak marah. Sejak kapan Li Chang Su begitu menarik banyak kumbang?
Sebelum Mu Xianzhai meledak, Ye Tianli mengalami kejutan lain, "Kamu ... Kamu kalah darinya?"
Bukankah kasihan, Ye Tianli malah tertawa lepas. Seorang pembunuh bayaran yang paling ditakuti ini kita telah beralih status menjadi pecundang. Jika dunia tahu, seberapa gilanya berita ini?
Li Chang Su masih penasaran dengan bagaimana Ye Shi menjadi begitu populer sebagai pembunuh bayaran. Tapi Ye Shi ini tidak sekuat apa yang dikatakan Mu Xianzhai sekalipun. Semua orang hanya berlebihan.
"Kamu menyukaiku?" Tanyanya.
Setelah berdebat dengan pria berpakaian merah itu, Ye Shi mengembuskan napas berat, "Ya. Aku menyukaimu. Setelah aku sadar jika kamu sangat mempengaruhi pikiranku, itu gila. Jadi tidak peduli kamu menikah atau belum, aku menyukaimu!"
Tahukah Li Chang Su jika dirinya kini menjadi cinta pertama Ye Shi. Setelah kata-kata itu terucap, suara cangkir yang pecah mengejutkan mereka. Ketiganya menatap Mu Xianzhai yang sudah memiliki aura mengerikan di tubuhnya.
__ADS_1
Ye Shi sepertinya tidak takut dan justru memprovokasi. Membuat Mu Xianzhai ingin bangkit dan mematahkan kedua kakinya.
"Raja ini mungkin harus membersihkan beberapa markas pembunuh bayaran yang meresahkan orang-orang. Tunggu dan lihat saja!"
Mu Xianzhai tidak memedulikan dengan tangan kanannya yang terluka akibat mereka cangkir teh hingga pecah. Dia bangkit dan menarik lengan Li Chang Su dengan erat, lalu pergi meninggalkan ruangan.
Perubahan suasana ini juga membuat Ye Tianli kesal. Sekarang Ye Shi menggertakkan giginya dan percaya jika Mu Xianzhai mampu. Jadi dia hanya berteriak dan menerima provokasi pria itu.
Jadi, tunggu dan lihat saja!
Dia mendapatkan teguran dari Ye Tianli. Tapi ia sadar jika gadis yang mereka sukai masih satu orang yang sama. Sekarang, keduanya seperti musuh kecil yang mencoba untuk mendapatkan Li Chang Su.
"Kamu bisa menyukai siapapun. Tapi jauhi Putri Xian!" Ye Tianli berubah dingin.
"Kamu pria playboy. Jangan menularkan penyakit kelamin!"
Keduanya kembali melakukan debat sengit yang mendebarkan. Jika awalnya ada rasa rindu yang mendalam sebagai saudara tiri, tapi sekarang setelah menemukan saingan cinta, semuanya berubah. Meski begitu, keduanya tidak mengalami pertarungan serius.
Setelah memikirkannya, Ye Tianli memutuskan untuk memperkenalkan Ye Shi kepada Mu Peizhi. Keduanya keluar dari kedai teh dan menuju kereta.
"Apakah kamu putus denganku karena pria lain?" Tuduhnya.
"Jangan berpikir! Pangeran kedua adalah saudaraku. Jadi ketika bertemu, jangan membuatnya marah atau kesal. Dia tidak tahu dulu aku bengkok. Lagi pula dia memiliki penyakit jantung," pada kalimat terakhir, Ye Tianli mengecilkan suaranya.
Saat tahu jika pangeran kedua memiliki penyakit jantung, Ye Shi menundukkan kepala. Ternyata pria yang malang.
Tiba di Istana Pangeran Kedua, keduanya memasuki kamar Mu Peizhi. Pria itu sudah bersandar di kepala ranjang dengan wajah yang agak pucat. Pelayan telah mengubah kembali anglo agar terus hangat sepanjang hari.
__ADS_1
Ye Tianli mengusir para pelayan sebentar. Dia harus mengatakan sesuatu pada Mu Peizhi.
Pria yang ada di ranjang itu akhirnya mengerutkan kening dan mengalihkan pandangan dari buku, "Siapa yang kamu bawa?" Tanyanya.