
HE ZE MENGANGGUK tapi sedikit ragu. "Apa rencanamu?"
"Mu Xianzhai tidak ada di istana saat ini dan mungkin akan segera mengetahui hal tersebut. Tapi aku hanya akan tinggal diam di istana dan menunggu mereka datang. Kirim surat dan beri tahu Lict untuk membantu orang-orang." Dia mengambil keputusan lebih cepat daripada yang He Ze kira.
Akhirnya He Ze mengangguk dan pergi untuk mengirimkan surat. Sementara Li Chang Su duduk di tepian tempat tidur seraya mengeluarkan beberapa jimat kuning bertulisan mantra. Selama tidurnya kemarin, dia telah berada di ruang artefak dan membuat beberapa boneka tulang.
Melalui teknik seni boneka, Li Chang Su bisa membuat beberapa bom buatan untuk berjaga-jaga. Dia membentuk dirinya sendiri, sangat mirip, tapi wajahnya memiliki ekspresi datar.
Li Chang Su memerintahkan boneka yang mirip dengan dirinya itu untuk tetap di sini dan berpura-pura membaca buku. Sementara dirinya akan pergi untuk melihat situasi. Sebelumnya, dia dan Mu Xianzhai sudah merencanakan ini hingga akhirnya bisa terlaksana.
Gadis itu agak kelelahan karena mengeluarkan tenaga dalam yang terlalu banyak dan memutuskan untuk istirahat sebentar. Namun tanpa diduga, melalui mata dewa, dia bisa melihat keluar rumah, ada sekelompok pria berpakaian serba hitam muncul. Kini mereka bertarung dengan para penjaga gelap Istana Raja Perang.
Yang membuat Li Chang Su lebih tidak senang lagi, ada salah satu binatang mutasi kegelapan tingkat raja yang muncul untuk dirinya. Ciri-cirinya sama seperti yang dikatakan He Ze. Itu adalah salah satu jelmaan ular hitam mutasi kegelapan tingkat dewa yang bekerja sama dengan Mu Lizheng.
"Aku tidak tahu bahwa mereka tidak sabaran. Untung saja aku sudah mempersiapkan segalanya," gumam Li Chang Su langsung bangkit dan meninggalkan kamar.
Xuxu dan Xuyao sudah kembali dan mereka melaksanakan perintah Li Chang Su yang berikutnya. Sebagai mantan anggota Lembah Racun, keduanya memiliki teknik racun yang baik. Walaupun tidak sebagus milik Li Chang Su. Namun cukup untuk bermain dengan seekor ular.
"Apakah hanya satu orang saja yang datang?" tanya Xuyao curiga.
"Mungkin yang satunya lagi sedang berada di tempat lain untuk memimpin. Kalian lakukan saja perintahku lalu berpura-pura kalah darinya." Li Chang Su member nasihat.
Lagi pula, kedua pelayannya ini tak akan menang melawan jelmaan ular mutasi kegelapan tingkat dewa seperti itu sehingga biarkan saja pura-pura kalah lebih awal.
"Lalu, Putri ... Ke mana kamu akan pergi?" tanya Xuxu sangat khawatir.
"Jangan khawatir. Aku tidak akan pergi jauh. Hanya mengamati saja. Jika sesuatu yang tidak diinginkan muncul, aku pasti akan datang."
Setelah itu, Li Chang Su menghilang dari pandangan keduanya. Xuyao dan Xuxu terkejut dan kebingungan. Tidak ada aura daati Li Chang Su di sekitar mereka sehingga ragu apakah ini teleportasi atau tipuan aura.
__ADS_1
Namun keduanya segera pulih dan berpura-pura untuk melindungi Li Chang Su palsu di kamar.
Sementara itu di kegelapan, He Ze yang menjelma sebagai manusia pun duduk bersandar di sebuah pohon rindang sambil menggulung surat dan mengirimnya melalui burung pengantar pesan. Tak lama setelah dia mengirim surat untuk Lict, Li Chang Su muncul di sampingnya.
"Aku sudah selesai. Bagaimana denganmu?" He Ze tampak malas. Surai putih saljunya sedikit jatuh ke pundak.
"Tunggu dan lihat saja." Li Chang Su mencibir.
Dia bermaksud untuk meledakkan tempat di mana mereka membawa dirinya. Jika dibawa ke Istana Pangeran Keempat, maka itu lebih bagus lagi. Dia akan meledakkan tempatnya. Memikirkan ini, Li Chang Su merasa dirinya terlalu kejam. Namun jika Lict ada di sampingnya, pasti akan langsung terkagum-kagum.
Adapun di sisi lain ....
Lict sudah tidur sebenarnya karena terlalu lelah diajak berlarian oleh kelinci putih mutasi. Tapi dia segera dibangunkan oleh suara Mu Hongzhi yang tiba-tiba masuk ke kamarnya dari jendela. Karena Lict terlatih sebagai prajurit sebelumnya, dia sangat waspada dan segera menarik belati dari balik bantal.
Mu Hongzhi yang terkejut dengan tindakannya pun langsung lembut di tempat dan hampir saja mengalami serangan jantung. Dua bersandar di dinding sambil berteriak-teriak mengklarifikasi dirinya sendiri.
"Apakah kamu gila? Ingin membunuhku?! Ibu ku bilang aku mungkin memiliki umur yang pendek karena belum menikah!" Mu Hongzhi tiba-tiba saja bertindak sebagai korban.
Karena keduanya sedikit berdebat, kelinci putih mutasi yang berada di tempat tidur kecilnya yang hangat pun terbangun dan menghampiri keduanya.
"Kalian para manusia apakah burung hantu? Jangan ganggu tidurku!" Kelinci putih mutasi juga tidak mau kalah.
Mu Hongzhi menatap makhluk berbulu putih itu dan mengerutkan keningnya. "Apakah kamu tahu seperti apa wujud burung hantu?"
"Bah! Pantatku!" ejek kelinci putih itu kesal. "Aku ini adalah binatang mutasi. Kamu pikir seberapa bodohnya aku jika tidak tahu beberapa hewan lainnya?!"
"Kupikir kamu ini hanya kelinci yang makan rumput dan wortel sehingga tidak tahu bagaimana rupanya burung hantu," keluh Mu Hongzhi.
Lict yang melihat keduanya jadi membicarakan burung hantu pun merasa marah. Pada malam hari seperti ini, dia tidur nyenyak dan berpikir besok akan bangun dengan keadaan segar. Tapi siapa yang tahu jika pengganggu ini datang ke istananya.
__ADS_1
Kadang hidup di zaman kuno akan dirasa lebih nyaman karena bebas dari tugas negaranya sebagai prajurit yang hebat. Tapi siapa yang tahu, selain sepupu Mu Xianzhai ini yang otaknya agak miring namun sangat kuat, ayahnya Mu Hongzhi—Mu Hongshan justru memasukkan dia ke dalam anggota barak militer.
Dengan kata lain, dia menjadi prajurit lagi kali ini. Namun posisinya sebagai kepercayaan Mu Hongzhi. Dia merasa tidak berdaya dan ingin pensiun. Tapi karena tubuhnya yang berusia lima belas tahun sekarang, mungkin butuh bertahun-tahun lagi untuk pensiunan.
Sungguh tidak rela!
"Lupakan tentang burung hantu. Apa yang membuatmu berteriak di malam hari memanggilku?" tanyanya.
Sebelum Mu Hongzhi menjawab, suara burung pengantar surat terdengar dan makhluk bebruku itu hinggap di kusen jendela kamar Lict. Kedua orang itu tidak tahu siapa yang mengirim surat. Namun Mu Hongzhi membantunya melepaskan surat yang terdapat pada kaki burung.
Setelah memastikan bahwa surat tersebut ada di tangan tujuan, burung pengantar surat itu langsung terbang, menjauh dari kawasan rumah Lict.
"Seseorang mengirim surat untukmu," kata Mu Hongzhi.
"Bukalah dan baca," ujar Lict.
"Oke."
Mu Hongzhi membuka gulungan surat dan melihat tulisan yang rapi di dalamnya. "Ini dari He Ze."
"Tupai itu? Kenapa dia mengirim surat?"
"Katanya Li Chang Su membuat rencana dan ...."
Mu Hongzhi membacakan surat yang isinya cukup panjang. Setelah selesai membaca, keduanya pun mengerti situasi saat ini. Li Chang Su membuat boneka tulang dan sedang menyiapkan dirinya yang palsu sebagai umpan. Lalu Lict diperintahkan untuk membantu orang-orang menyelamatkan diri.
KedanganMu Hongzhi ke sini juga untuk mengajak Lict pergi membantunya.
"Kalau begitu aku akan bersiap!" Lict segera berganti pakaian.
__ADS_1
"..." Mu Hongzhi melihatnya dengan keheranan. Apakah hanya karena Li Chang Su yang mampu mengubah ekspresi wajahnya begitu cepat? Dia berpikir.