Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Serangan Binatang Mutasi Tingkat Ilahi


__ADS_3

LI CHANG SU menoleh dan melihat apa yang dipegang pria itu, ternyata bahan untuk membuat pangsit. Itu sudah siap digunakan sehingga tidak perlu repot-repot membuat adonan kulitnya dulu.


Saat Mu Xianzhai tahu itu untuk pangsit, tentu saja tiba-tiba ingin makan pangsit. Tidak terlalu sulit untuk membuatnya hingga Li Chang Su meminta dia untuk mengambil beberapa bahan isian.


Setelah mengambil banyak bahan makanan, keduanya keluar dari ruang artefak. Ia dan Mu Xianzhai penuh dengan bahan makanan saat keluar tenda. Membuat Lict dan Mu Hongzhi bertanya-tanya.


Jika sejak awal mereka tidak tahu tentang ruang artefak, mungkin akan terkejut dan bertanya darimana asal semua bahan masakan itu.


Para penjaga gelap akhirnya kembali ke bayang-bayang saat tuan mereka sudah datang. Ini bukan lagi urusan bawahan. Lict dan Mu Hongzhi belum mandi. Tentu saja mereka tidak ingin mandi karena air es di mana-mana. Yang ada, keduanya pasti sakit.


Mu Xianzhai mengajak keduanya untuk mencari sungai terdekat. Dia akan membiarkan keduanya mandi. Adapun Li Chang Su, hanya bisa menunggu sambil membuat sarapan pagi ini.


Para penjaga gelap selalu berwaspada terjadi sekitar. Harus memastikan jika sang putri tidak mengalami kecelakaan apapun. Seperti keinginan pria itu, Li Chang Su membuat pangsit dan sejenisnya untuk membuat dimsum.


Pagi ini, mereka tidak hanya makan dimsum, tapi juga beraneka jenis masakan sederhana lainnya. Tapi mengandalkan bahan-bahan yang mudah di dapat. Dia ingin membiarkan mereka merasakan cita rasa elegan dari zaman modern.


Ketika tiga pria itu kembali dari sungai, Li Chang Su sudah hampir selesai memasak semuanya. Lict dan Mu Hongzhi begitu segar setelah berendam air hangat. Tampaknya suasana hati Mu Xianzhai sedang baik.


Bagaimana tidak, pria itu sendiri sudah puas bersama istrinya, mandi bersama dan bersenang-senang. Jadi pagi ini, pria itu berbaik hati untuk membiarkan sepupu dan pria kecil itu untuk rileks sejenak.


"Su'er ... Membuatmu menunggu lama," kata pria itu seraya menghampiri istrinya dan menyingkirkan kelinci mutasi yang sedang menghangatkan diri.


Kelinci mutasi itu ingin marah dan mengutuk Mu Xianzhai. Tapi tak berapa lama, pria bertopeng perak itu berkata jika ada beberapa wortel di sekitar sungai. Sehingga kemarahannya hilang dan melarikan diri untuk menggali wortel.


Adapun Lict dan Mu Hongzhi, segera duduk di dekat api unggun. Beberapa hidangan sudah tersaji. Kini hanya menunggu dimsum selesai dikukus. Lalu gadis itu juga sudah membuat saus khusunya.


Menghirup aroma dimsum, Mu Xianzhai terkejut. Kulit pangsit yang tadi dia lihat mentah, kini terlihat cantik dengan isian beragam. Tentu saja sayur dan daging. Ada beberapa juga yang diberi bahan lain.

__ADS_1


Ketika dimsum siap untuk disajikan, semua orang sudah mendapatkan bagian. Mu Xianzhai tidak terburu-buru untuk makan. Dia mwniul makanannya lebih dulu dan memberi makan gadis itu.


"Kerja keras Su'er ... Aku menyukainya." Pria itu terkekeh dan juga makan bagiannya. Rasanya sangat enak dan membuat dia ingin makan dan makan lagi.


"Ini hal mudah." Gadis itu sedikit malu dan memerah. Memasak bukalah hal sulit baginya.


Lict tentu saja sudah akrab dengan masakan Li Chang Su, sehingga tidak memiliki banyak kata. Setelah makan sumsum, mereka juga menghabiskannya sup dan menyimpan persediaan untuk diperjalanan nanti.


Barulah setelah selesai sarapan, mereka melanjutkan perjalanan. Lict mengajaknya ke suatu tempat yang cukup gelap dan tidak berpenghuni. Setidaknya dari tempat mereka berdiri saat ini, melihat pemandangan di depan. Sebuah hutan gelap dan berkabut.


"Di sanalah Sekte Hitam berada," kata Lict seraya menunjuk ke salah satu wilayah gelap, berpetir dan terlihat mengerikan.


Mungkin setelah melewati hutan di depan, mereka akan terus menempuh perjalanan tanpa sinar matahari. Ada banyak binatang mutasi kegelapan di wilayah itu, sehingga mereka harus selalu berwaspada.


Kali ini, kereta kuda lagi-lagi tak bisa masuk hutan lagi. Terlalu sempit. Mau tidak mau, Xue Zi menjadi kelinci besar dan membawa empat orang itu di punggungnya. Walaupun cukup berat, dia adalah binatang mutasi. Beban ini tidak terlalu masalah.


Hanya saja Xue Zi itu kelinci sehingga caranya juga agak melompat. Walaupun begitu, kecepatan larinya tidak terlalu kecil. Salju yang turun tidak banyak menyusul ke dedaunan. Kadang-kadang tumpukan salju akan jatuh karena dedaunan tidak bisa menahan beban.


Kelinci mutasi besar itu mengendus, lalu kedua telinganya berdiri. Adapun Li Chang Su dan yang lainnya, hanya bisa memperhatikan sekitar.


"Kenapa tiba-tiba kabut menjadi tebal? Tidak mungkin ada binatang mutasi kan?" Mu Hongzhi sedikit ngeri.


"Ada. Itu muncul ketika kabut benar-benar tebal. Tapi aku tidak tahu jika akan secepat ini, kabut sudah muncul begitu saja." Lict menjawab dengan sedikit keengganan.


Dia cukup sensitif untuk hak seperti ini sehingga tidak melewatkan suara apapun di sekitarnya. Ketika kabut benar-benar menutupi hutan tersebut, Li Chang Su mengeluarkan lentera dari ruang artefak. Setidaknya masih bisa melihat ketiganya.


Tapi embusan angin tiba-tiba saja muncul dari samping kiri. Mu Xianzhai segera memeluk tubuh istrinya dan melompat dari tubuh Xue Zi.

__ADS_1


"Menghindar!" teriaknya pada yang lain.


Lict dan Mu Hongzhi juga bergerak cepat. Adapun Xue Zi, kini berubah menjadi kelinci kecil lagi dan melarikan diri untuk menggali lubang. Dia harus menyelamatkan dirinya dari serangan binatang mutasi kegelapan yang kuat.


Li Chang Su tidak menyadari jika tubuhnya saat ini merasa ringan. Rupanya Mu Xianzhai membawanya ke sisi lain dengan menggunakan teknik seni bela dirinya.


Angin yang berhembus tadi berasal dari serangan binatang mutasi kegelapan. Dari suara geramannya, mungkin seekor beruang hitam. Hanya saja ukurannya lebih besar daripada dua beruang di ujung jembatan kemarin.


"Serangannya sangat cepat," kata Li Chang Su.


"Binatang mutasi tingkat ilahi," gumam Mu Xianzhai. Dia melepas istrinya dan meminta dia berwaspada.


Beruang hitam raksasa itu akhirnya meraung ke langit dan mencari para manusia yang berani memasuki wilayahnya. Lict sudah panik lebih dulu dan mencari tempat untuk menenangkan diri. Alhasil, dia naik ke pohon dan menenangkan detak jantungnya yang tidak karuan.


Ia melihat Mu Hongzhi bertarung dengan makhluk itu sebentar sebelum akhirnya ikut naik ke pohon juga. Beruang hitam setinggi tiga meter itu mengamuk dan berusaha untuk memanjat pohon.


"Gawat!" Lict belum sempat beristirahat dengan baik, tapi tiba-tiba saja melihat ke bawah.


Sepasang mata merah menyala dengan deretan gigi tajam seketika ada di bawah dahan pohon yang dipijaknya.


"...." Lict membutuhkan waktu beberapa saat sebelum akhirnya menyadari jika itu beruang hitam mutasi yang diketahuinya sedang memanjat.


Seketika, punggungnya menjadi dingin. "Arghh! Beruang sialan!" Dia segera menginjak wajah beruang itu dan pindah ke sisi lain yang lebih aman.


Adapun si beruang hitam mutasi yang diinjak itu, meringis sedikit sebelum bertambah marah. Dia meraung dan langsung mengejarnya dengan marah. Mu Hongzhi yang sebenarnya ada di satu pohon yang sama pun hanya bisa bersikap seperti benda mati.


Tapi Lict kini tidak beruntung. Beruang hitam mutasi itu memanjat pohon. Sehingga, ia pun merasa bosan dan berteriak pada Li Chang Su.

__ADS_1


"Senior Su! Tolong ...! Aku tidak pernah mau berurusan dengan beruang!" Laki-laki itu tampaknya seperti merengek dan minta untuk dibawa pulang.


"...." Li Chang Su yang ada di bawah sejak awal, haruskah dia berduka?


__ADS_2