Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Permaisuri Dimarahi


__ADS_3

MU XIANZHAI menggelengkan kepala. Dia tidak mau istrinya terlibat dalam masalah ini karena pria jelmaan ular hitam mutasi masih ada di luar sana. Jika melihat Li Chang Su atau mengetahui jika kematian wanita jelmaan ular hitam mutasi terkait dengan boneka tulang istrinya, mungkin akan ada masalah lain.


"Patuh, tunggu aku kembali." Mu Xianzhai menentukan dan dia segera pergi dengan cepat.


Li Chang Su menghela napas dan mungkin akan lebih baik jika dia tetap di istana. Dia juga sedikit lelah. Namun jiwanya sebagai prajurit wanita khusus tetap mendarah daging. Dia kembali membantu He Ze.


"Apakah kaisar mengenalmu dengan baik?" tanyanya penasaran.


"Yah ... Tidak juga. Tapi dia tahu. Aku dan Mao Mao tidak beda jauh," jawab He Ze sambil memegang jarum perak dan menakuti penjaga. Nada bicaranya sedikit main-main.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Kekaisaran.


Para utusan yang diperintahkan Kaisar Mu untuk mengunjungi kediaman raja perang dan juga Istana Putra Mahkota akhirnya kembali. Mereka melaporkan semuanya pada Kaisar Mu tanpa ada satu pun kata yang terlewat. Lalu berbicara tentang pria bersurai putih bernama He Ze, akhirnya Kaisar Mu menunjukkan sedikit gerakan.


"Kalian yakin itu dia?" tanya Kaisar Mu ragu sedaya mengelus janggutnya.


"Itu benar, Yang Mulia." Salah satu utusan berkata dengan keringat dingin di seluruh tubuhnya.


Sang Kasim yang ada di dekat kaisar pun mengatakan beberapa patah kata. "Sepertinya itu benar. Tidak ada lagi pria yang bersikap seperti itu selain tuan He Ze," klarifikasinya.


Kaisar Mu sedikit gugup saat mendengar itu dan kemungkinan besar ingin segera pergi ke Istana Raja Perang untuk menemukan He Ze. Tupai putih itu pasti menyangka jika dirinya sedang dituduh melakukan kejahatan. Tidak menyangka akan mendengar tentang makhluk penjaga gelang naga perak sejati.

__ADS_1


Menurut laporan pada utusan yang pergi Istana Raja Perang benar-benar berantakan saat ini dan hampir seluruh penjaga di sana menderita keracunan beberapa lagi meninggal akibat racun ular. Sepertinya ada pihak lain yang menyerang kediaman Mu Xianzhai.


Kaisar Mu curiga, banyak kecurigaan sebenarnya. Tapi di permukaan, dia masih terlihat biasa saja. Belum lagi menurut laporan para penjaga rahasia Istana Kekaisaran, ledakan di Istana Putra Mahkota juga melibatkan binatang mutasi kegelapan tingkat dewa. Entah apa yang dilakukan putra mahkota, tapi yang jelas bukan sesuatu yang baik.


Akhirnya Kaisar Mu benar-benar marah dan meminta pelayan untuk memanggil permaisuri ke istana utama.


Ketika dipanggil ke istana kaisar, Permaisuri sedang menikmati teh.


"Kaisar memanggilku? Apakah ada sesuatu yang serius?" tanyanya pada pelayan kepercayaannya yang bertugas berjaga di depan.


"Ini ... Pelayan tidak tahu. Tapi Permaisuri, tampaknya kaisar sangat marah setelah mendengar laporan para urusan dan penjaga rahasia tentang putra mahkota," jawab pelayan itu sedikit takut.


Tiba-tiba saja Permaisuri menjadi sedikit pucat dan firasat buruk mengatakan jika dirinya dalam keadaan sial malam ini. Tapi meskipun begitu, Permaisuri bersiap dan pergi ke istana kaisar dengan ekspresi tenang. Dikawal oleh beberapa pelayan, Permaisuri tidak bersikap sombong di permukaan dan masih berjalan anggun menuju aula.


Dia menghadap Kaisar Mu dengan sikap sopan pada umumnya. "Yang Mulia, apakah ada sesuatu yang dibutuhkan dari Istana ini?"


Permaisuri yang langsung dimarahi di tempat pun langsung mati rasa. Telinganya agak berdengung dan tidak percaya dengan apa yang yang saja didengarnya. Dia baru mengetahui hal ini dan tentu saja tidak mengharapkan Mu Lizheng untuk memberontak.


Dengan ekspresi tidak percaya dan keterkejutan yang terus menerus, Permaisuri akhirnya meluruskan masalah ini. Dia sama sekali tidak tahu tentang urusan Mu Lizheng dan jelas sudah memintanya untuk tidak berbuat usil di luar sana.


Namun Kaisar Mu begitu marah hingga dia mengibaskan sebelah tangannya dengan mantap. "Kamu mungkin ratu di istana ini tapi jangan lupa, bahkan jika posisi putra mahkota itu ada pada putra keempat, bukan berarti dia akan menjadi kaisar di masa depan jika mau. Jika dia terus membuat ulah untuk menggulingkan kaisar lamaku, maka jangan salahkan aku untuk melupakan kasih sayang di masa lalu!"


Kali ini Kaisar Mu begitu lelah dan tidak mau lagi menunda banyak masalah. Mu Lizheng terobsesi dengan takhta. Kaisar memberikan gelar putra mahkota pada Mu Lizheng karena kelahiran permaisuri. Tapi jika perbuatannya melanggar semua kebaikan, dia tak ragu untuk menghapus segalanya.

__ADS_1


Ada kandidat yang dia pikirkan yaitu Mu Peizhi. Meski rumor beredar jika putra keduanya itu sakit-sakitan, tapi jelas kondisinya baik-baik saja saat ini. Hanya saja sedikit lemah di musim dingin.


Permaisuri yang mendengarnya lagi benar-benar seperti ditampar keras di wajahnya. Dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh putranya yang bodoh itu dan belum ada beritanya lagi. Hingga akhirnya Kaisar Mu mengatakan apa yang baru saja dilaporkan oleh para penjaga rahasia.


Setelah itu, Permaisuri berjanji pada Kaisar Mu untuk menginformasi masalah ini dan membuat penjelasan nanti. Setelah itu, dia meninggalkan istana utama. Dia mendapatkan kabar jika Kaisar Mu pergi ke tempat salah satu selirnya malam ini.


Permaisuri hanya bisa menggertak gigi dan menyeret gaun megahnya kembali ke Istana Ratu. Di ruang utama, Permaisuri yang terlanjur marah akhirnya memecahkan cangkir teh dan menghukum pelayan. Lalu meminta bawahannya untuk memanggil Mu Lizheng.


Tak lama setelah memerintah orang, putri mahkota datang dengan ekspresi khawatir. "Bu, ada apa denganmu?" tanyanya.


Permaisuri melihat putrinya datang, hatinya sedikit ditenangkan. "Ying'er, kenapa kamu di sini?" Dia jelas terkejut.


Mu Ying yang sudah lama tidak terlihat pun hanya cemberut dan mengatakan apa yang membuatnya kesal. Ini terkait dengan Rongyu yang akhir-akhir berpotensi menggulingkannya sebagai posisi putri mahkota.


Permaisuri tahu jika putrinya ini telah dimanja sejak kecil dan apapun yang diinginkan pasti harus didapatkan.


"Ying'er, dengarkan Ibu kali ini. Ayahmu marah, jangan membuat masalah lebih dulu. Masakah wanita jala*g itu akan kita bereskan nanti. Kamu hanya bisa menelan napas (menahan diri) ini lebih dulu," jelasnya dengan sabar.


"Bu, apakah kakak membuat ayah marah lagi?" Mu Ying penasaran. Jika ibunya menyinggung Kaisar Mu, maka hidupnya tidak akan lebih baik daripada putri kaisar yang lain.


Permaisuri menggertakkan gigi dan hanya membenci besi karena tidak bisa menelan baja (membuat kesulitan menjadi malapetaka bagi diri sendiri). Putranya yang bodoh itu benar-benar tak bisa mendengar perintahnya sedikit saja. Sekarang semuanya benar-benar kacau. Dia hanya ingin berteriak pada Mu Lizheng untuk mengetahui aebera besar kebodohannya.


"Ada masalah malam ini. Kamu jangan berkeliaran. Tidak aman akhir-akhir ini. Cepat kembali. Jangan sampai ayah kaisar mu tahu bahwa kamu di sini untuk sesuatu," jelas Permaisuri lembut.

__ADS_1


Mu Ying mau tak mau hanya bisa meninggalkan Istana Ratu. Tak berselang lama, Mu Lizheng akhirnya datang dengan tubuh lelah.


"Bu, apakah kamu memanggilku?" tanyanya sedikit linglung.


__ADS_2