Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Interogasi Para Binatang Mutasi Raja


__ADS_3

PARA BINATANG mutasi raja golongan cahaya itu diinterogasi selama satu jam lamanya oleh Mu Xianzhai. Mereka tidak berani untuk melawan atau berbohong tentang apapun.


Awal mula mereka berada di hutan dekat perbatasan, tak lain karena tempat itu aman dari serangan binatang mutasi yang lebih kuat dari mereka. Ditambah ada juga singa jantan mutasi yang kini berada di tingkat suci.


Elang putih mutasi yang kini berada di atas meja pun, merapatkan kedua sayapnya. "Kami bersumpah, tidak pernah makan orang. Kami kami hanya hewan biasa dan binatang mutasi kegelapan. Sungguh, manusia bukan seleraku."


"Aku juga tidak pernah, karena makan rumput!" Kuda putih mutasi sama.


"....." Sisanya hanya pemakan daging. Tapi juga tidak pernah makan manusia.


Mu Xianzhai tidak memedulikan apa yang mereka makan selama ini, tapi menanyakan hal lain. "Lalu bagaimana dengan perkembangan binatang mutasi saat ini?"


"Ah ...." Singa jantan mutasi menghela napas sambil berbaring nyaman di karpet lembut. "Itu berkembang biak dari bawah tanah."


Singa jantan mutasi memberi tahu semua yang diketahuinya tentang masalah ini. Terutama tentang di mana asal para binatang mutasi itu berkembang. Dia bukan berasal dari negara ini, jadi tentu saja tahu banyak tentang beberapa hal.


Para binatang mutasi suci juga banyak. Bukan hanya dia. Ada yang golongan cahaya dan juga golongan kegelapan.


Para binatang mutasi cahaya dijaga oleh para pengajar Taoisme. Serta beberapa biksu dan pendekar ilmu putih. Mereka melawan para penyihir dan juga pengajar ilmu kegelapan. Orang lain tidak tahu jika di dunia ini, semuanya telah berkembang menjadi ajaran yang melenceng dari Taoisme.


Para penyihir muda bulai bermunculan. Serta para pembuat racun berkembang satu demi satu. Sehingga dibutuhkan seseorang yang mampu menekan mereka. Negara Bingshui ini dikatakan sebagai air dan es yang sulit ditembus oleh panasnya api. Ataupun digoncang oleh gelombang mutasi.


Itu karena Negara Bingshui dilindungi oleh legenda naga perak yang konon paling melegenda di benua ini. Di masa jayanya, naga perak pernah melintasi berbagai negara dan benua, meraung ke langit untuk meminta berkah para dewa.


Pada saat itu, binatang mutasi belum ada. Dan naga perak akhirnya menetap di sebuah negara yang memiliki tanah subur. Serta tempat yang baik untuk tertidur.


Benar atau tidaknya legenda itu, singa jantan mutasi kurang mengetahuinya. Yang jelas, dia ada di sini untuk berlindung dari serangan ilmu hitam.

__ADS_1


"Jadi, negara ini dilindungi oleh naga perak sehingga ilmu hitam tidak mau menyerang secara terbuka?" tanya Mu Xianzhai sedikit bersemangat. Dia memiliki informasi baru lagi tentang naga perak ini.


"Ya. Dikatakannya bahwa naga perak tertidur di bawah negara ini. Tapi aku tidak tahu seperti apa segel atau cara membangkitkan naga perak ini. Tapi meski begitu, ilmu kegelapan masih bisa merasakan napasnya. Jadi wajar saja jika negara ini lebih aman dari yang lain." Singa jantan mutasi akhirnya mengangguk dan bersikap lebih santai.


"Apa yang terjadi jika naga perak bangkit?"


"Soal ini, mungkin bisa menekan kekuatan ilmu kegelapan yang ada. Atau mungkin mengubah sejarah keberadaan binatang mutasi yang tiba-tiba. Tapi semua ini tergantung pada penghuni langit. Seperti yang tertulis dalam sejarah alam sekuler, dunia langit dihuni oleh segala jenis binatang roh yang sampai kini mungkin saja berjaya. Tapi di alam sekuler ini, semuanya telah punah. Sampai hari ledakan racun itu terjadi, juga masih berhubungan dengan dunia langit."


Penjelasan panjang lebar dari sing jantan mutasi ini sebenarnya tidak berbeda jauh seperti yang dikatakan He Ze. Jika Li Chang Su ada di sini, pasti akan terkejut.


"Dunia langit? Alam sekunder?" Mu Xianzhai menebak.


"Ya ...."


"...." Dia tidak terlalu percaya tentang adanya dua alam yang berbeda.


Mu Xianzhai tidak banyak berkata lagi tentang ini dan menginterogasi satu persatu dari mereka. Dan yang paling konyol tentu saja kuda putih mutasi. Selain pergi untuk mencari rumput segar, kuda itu sering bersembunyi agar tidak ketahuan oleh manusia. Dia tidak mau jadi tunggangan mereka atau jadi pengangkut barang.


Tapi setelah melihat Mu Hongzhi, dia memiliki pikiran yang berbeda. Tampaknya, mengikuti pria itu, dia akan lebih bahagia. Terlepas dari masalah apapun.


"Oh, Raja Perang, biarkan kami hidup di hutan. Kami berjanji tidak akan memakan orang ataupun sesuatu yang menguntungkan kalian. Kami juga akan membantu membunuh para binatang mutasi kegelapan yang menyusup." Itulah yang dikatakan oleh serigala putih mutasi.


Dia ingin hidup di negara ini karena aman. Oleh karena itu, dia harus merendahkan diri di depan raja perang yang kejam dan dingin itu.


Mu Xianzhai tidak memiliki masalah. Dia juga berpikir lebih jauh tentang kondisi di luar perbatasan. Jika para binatang mutasi cahaya diburu untuk memperluas wilayah kegelapan, maka masalah ini sangat serius.


"Kalian bisa tinggal di hutan. Tapi jangan sering memunculkan diri dengan banyak keanehan. Terutama kamu." Dia menatap singa jantan mutasi.

__ADS_1


"Ada apa denganku?" Singa jantan mutasi itu merasa dituduh.


"Kamu adalah raja hutan, seekor singa yang justru tidak dikenal orang banyak. Jika istriku tidak berkata tentang dirimu, apakah aku akan tahu?" Pria itu mencibir.


"...." Singa jantan mutasi itu mungkin makan daging, tapi berjanji tidak akan makan orang.


Sebelumnya, singa itu sangat membenci manusia dan ingin pergi untuk memakan mereka. Tapi kini, dia menyayangi rambutnya yang melambangkan kejantanan sebagai raja hutan.


Setelah itu, mereka sepakat untuk bekerja sama. Serta tidak lagi memiliki ketakutan. Para prajurit di camp militernya mungkin tidak akan takut pada mereka lagi. Tapi belum tentu di camp militer Jenderal Rong.


Sudah lama dia tidak mengetahui kabar tentang kelompok militer jenderal tua itu. Jadi, dia memanggil salah satu penjaga gelapnya untuk menanyakan kabar ini.


"Jenderal Rong pulang dan para prajuritnya diistirahatkan. Ini juga telah mendapatkan perintah dari kaisar," lapor penjaga gelap itu seraya melakukan sikap hormat sopan.


"Huh, sepertinya dia sibuk untuk mengurus putrinya yang menggunakan ilmu hitam itu. Sungguh menyedihkan. Tak lama lagi, keluarga besar jenderal Rong akan dijatuhi malapetaka setelah dikutuk seorang ahli sihir ...." Dia mencibir lagi dan lagi, sangat marah ketika mengingat Rongyu yang pernah menggunakan cara licik untuk mendapatkan dirinya.


Mu Xianzhai melambaikan tangannya, meminta penjaga gelap itu untuk kembali ke bayang-bayang. Setelah itu berniat untuk pergi dari sana.


"Apakah kamu baru saja berkata tentang penyihir dan juga seseorang?" tanya elang putih mutasi.


"Ya. Seorang wanita yang terkena kutukan gelang naga perak dan kini menggunakan ritual ilmu hitam untuk memulihkan kecantikannya. Keluarganya juga dikutuk oleh seorang ahli sihir." Mu Xianzhai tidak menyembunyikan ini. Siapa tahu saja dia akan mendapatkan informasi lain.


"Kutukan tidak bisa dipatahkan kecuali mendapatkan pengampunan dari yang mengutuknya, dan satu hal lagi, kutukan seorang penyihir akan terlaksana. Sungguh keluarga wanita yang malang." Elang putih mutasi itu menghela napas, agak kasihan.


"Tidak perlu dikasihani. Dia adalah wanita yang pantas mendapatkan kutukan!" Suara manis itu tiba-tiba saja terdengar dari luar tenda.


Ketika sosok ramping itu masuk sambil membawa segelas susu hangat, para binatang mutasi raja itu menggigil. Bukan karena melihatnya, tapi fokus pada gelang naga perak yang terpasang di pergelangan tangan kiri gadis itu.

__ADS_1


Saat Li Chang Su datang dan melihat mereka sangat gemetar ketakutan dan mundur, ia bingung. "Ada apa dengan kalian? Jangan khawatir, aku tidak ingin makan daging binatang mutasi saat ini."


__ADS_2