
BERUANG putih mutasi mengangguk dan mengatakan jika dia bukan berasal dari bukit ini. Hanya saja dia pernah diselamatkan oleh manusia dan dibebaskan kembali ke hutan. Oleh karena itu, dia selalu membantu manusia yang baik dan membiarkan mereka menyeberang.
Beruang putih mutasi merasakan hawa panas yang terbawa angin musim dingin. Dia segera pergi dan melihat lava hitam naik hingga menghancurkan jembatan. Makhluk berbulu putih itu melolong kecil dan merasa jika ini merupakan bencana.
“Apa kamu tahu lava ini?” Mu Xianzhai akhirnya buka suara.
“Ya. Tampaknya sesuatu memicu lava hitam untuk naik. Ini tidak akan baik. Kalian harus pergi dari sini dan menyelamatkan diri.” Beruang putih mutasi tampak peduli pada mereka.
“Oh, masalah apa yang akan datang?”
“Makhluk lava akan datang dan membakar setiap hal yang ditemuinya, termasuk binatang mutasi.”
“Apakah itu Flare?” Li Chang Su menebak.
Ada kejutan pada mata beruang putih mutasi itu dan segera duduk dengan nyaman. “Nah, manusia … dari mana kamu tahu?”
“Kami sudah bertemu dengannya seminggu yang lalu. Kurang lebihnya seperti itu.” Gadis itu menggaruk kepalanya dengan kebingungan. Apakah begitu buruk?
“...” Manusia, apakah kamu yakin bertemu dengannya tanpa ada ancaman apapun?
“Dia cukup baik.” Li Chang Su berkata lagi.
"..." Benarkah? Makhluk lava itu mengerikan jika sedang marah, pikirnya.
Benar saja, setelah menunggu cukup lama, makhluk lava itu muncul. Li Chang Su dan yang lainya memperhatikan mahkluk itu. Tak berbeda jauh. Atau mungkin sebenarnya memang Flare. Makhluk lava itu menggeram dan menunjukkan kemarahannya hingga tak sengaja melihat beberapa orang yang memperhatikan di dekat jurang.
"..." Makhluk lava itu tampaknya mengenali mereka.
"Flare?" Lict menaikkan sebelah alisnya.
"..." Bukankah itu bocah laki-laki yang berasal dari zaman modern? Pikirnya.
"Tenyata memang benar. Itu Flare," kata Lict merasa lega.
Akhirnya makhluk lava itu membentuk tubuh setinggi mereka dan memperhatikan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Kenapa kalian lagi?" Flare merasa bosan. "Nah, apakah kalian disandera oleh beruang putih mutasi? Perlukah aku membakarnya juga?"
__ADS_1
"..." Beruang putih mutasi ingin pingsan setelah tubuhnya gemetar tanpa alasan. Tolonglah, giginya saja bahkan bersih dari darah manusia.
Li Chang Su segera menjelaskan apa yang terjadi hingga membuat Flare menghela napas panjang dia lupa tidak menceritakan tentang jurang ini. Sebenarnya memang ada lava hitam di bawahnya. Jika ada benda asing yang jatuh dengan sengaja, dia akan tahu dan segera muncul.
Tanpa diduga, sebenarnya masih Li Chang Su yang sempat turun jurang untuk mengetahuj apa yang ada di bawah sana. Ia menggelengkan kepala dan meminta mereka untuk tidak lagi turun. Tak ada daratan aman di bawah jurang, hanya lava yang panas. Karena semuanya baik-baik saja, Flare pun memilih untuk pergi. Dia menarik kembali semua lava hitam untuk turun.
Setelah itu, Li Chang Su menenangkan si beruang putih mutasi. Lalu berpamitan. Mereka harus pergi melanjutkan perjalanan.
"Manusia, berhati-hatilah di perjalanan." Beruang putih mutasi itu menyaksikan Li Chang Su menaiki kuda bersama Mu Xianzhai.
"Lalu bagaimana dengan beruang hitam mutasi itu? Perlukah aku memberinya obat agar sembuh?" Gadis itu masih merasa khawatir.
"Huh, tidak perlu. Si hitam akan baik-baik saja. Kalian bisa pergi," jawab si beruang putih mutasi tidak sabar.
Pada akhirnya, Li Chang Su yang ragu-ragu pun segera meninggalkan tempat itu. Kereta kuda ditarik oleh penjaga gelap. Setelah melihat mereka pergi, beruang putih mutasi kembali ke tempat di mana rivalnya pingsan setelah disetrum. Lalu menertawakannya.
Huh! Memang pantas mendapatkannya. Karma yang berlaku untuk beruang jahat! Pikirnya.
Setelah menunggu cukup lama, beruang hitam mutasi sadarkan diri. Makhluk itu mengambil duduk dan merasa kepalanya pusing. Samar-samar melihat beruang putih mutasi duduk tak jauh darinya. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya, beruang hitam mutasi terkejut.
"Di mana manusia itu? Di mana?" teriaknya agak ketakutan.
"Apa??! Pergi?! Lalu kenapa kamu baik-baik saja?" Beruang hitam mutasi merasa keheranan.
"Memangnya apa yang harus terjadi padaku?" tanyanya aneh.
"Kamu harusnya sama sepertiku, diserang dengan alat yang membuaku pingsan. Rasanya semua otot tubuhmu melemah. Lalu bagaimana mereka tidak menyerangmu?"
Bukankah ini tidak adil? Pikir si beruang hitam mutasi.
"Tentu saja karena aku beruang yang baik. Mereka tidak akan menyerang beruang yang baik," jawab beruang putih mutasi dengan wajah polosnya yang cukup lucu.
"..." Baik buluku! Ejek beruang hitam mutasi dengan enggan. Tak berapa lama kemudian, dia menyadari jika bulunya kaku semua, seperti duri.
"Apa ini? Kenapa buluku seperti ini?" teriaknya kaget dan mencoba merapikan bulunya lagi.
"Hah! Tidak mungkin kamu tidak ingat!" Beruang putih mutasi menertawakannya.
__ADS_1
"Ini ... Ini ..." Beruang hitam mutasi mencoba untuk mengingat apa yang sebelumnya terjadi. Oh, in efek dari kejut listrik yang dikeluarkan gadis itu. Tiba-tiba saja dia merinding.
"Nah, kenapa? Apakah kamu berniat untuk mencari mereka dan memakannya?" Beruang putih mutasi berkedip untuk mengamati apa yang diinginkan binatang hitam itu sebenarnya.
"Tidak, tidak," jawab beruang hitam mutasi dengan cepat. "Lebih baik jika mereka tidak kembali," katanya.
"..." Apakah kamu bertobat? Pikir beruang putih mutasi.
Beruang hitam mutasi akhirnya memulihkan dirinya dan segera pergi ke sisi lain bukit.
"Kamu mau ke mana?" tanya beruang putih mutasi lagi.
"Pergi ke sungai, cari ikan untuk makan." teriak si beruang hitam mutasi seraya berlari.
"..." Benar-benar bertobat, pikirnya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di tempat Li Chang Su saat ini ....
Mereka sudah sampai di Hutan Putih. Tapi saat mereka tiba, hutan tidak lagi berwarna putih, tapi seperti warna kabut tipis. Mereka mengerutkan kening dan memeriksa sekitar. Sejak dua kucing mutasi dewa itu meninggalkan Hutan Putih, semuanya mulai berubah.
Mu Hongzhi merasa ini sangat disayangkan. Oleh l karena itu, keberadaan Hutan Putih yang mulai pudar pun membuat semuanya merasa berbeda. Tak ada binatang mutasi kegelapan di sekitar, seolah-olah semuanya mulai tenggelam oleh bumi.
"Apakah karena terowongan bawah tanah yang dibakar oleh Flare, sehingga membuat para binatang mutasi kegelapan itu melarikan diri?" tanya Li Chang Su menebak.
"Itu ada benarnya juga mungkin. Jiwa binatang roh bawah tanah telah disegel lagi oleh aura suci. Tampaknya para binatang mutasi sebelumnya yang berada dalam kendali Zhen Juan sudah terbebas sepenuhnya," jelas Mu Xianzhai. Ini juga masuk akal.
"Omong-omong tentang mereka, apa yang sedang terjadi kira-kira ...." Li Chang Su melihat ke arah Utara di mana pegunungan dewa berada. Walaupun tidak terlihat dari bibir Hutan Putih, tapi ia tahu jika keduanya ada di perjalanan, entah pergi ke mana.
"Mungkin menyelesaikan tugasnya." Mu Xianzhai tersenyum diam-diam.
"Ah! Aku jadi ingat. Bagaimana nasib gurita mutasi yang ada di terowongan bawah tanah? Apakah hangus dibakar juga?" Lict langsung berwajah pucat.
Yang lainnya juga mulai terdiam. Meski gurita mutasi itu tidak terlalu baik, tapi juga bukanlah binatang yang jahat.
Kuda putih mutasi berkedip bingung. "Gurita mutasi apa? Apakah aku melewatkan sesuatu?"
__ADS_1
"..." Kamu tidak tahu, pikir mereka. Kecuali Mu Xianzhai.