Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Semakin Tidak Terkendali


__ADS_3

KECELAKAAN Mu Ying juga menyebar ke masyarakat dan banyak orang lain yang menjadi saksi saat itu.


Mu Ying baru saja turun dari kereta dan hendak menuju restoran kekaisaran yang terkenal. Ada beberapa putri bangsawan yang diundangnya untuk makan siang di sana.


Siapa tahu, saat dia keluar dari kereta, seekor kuda gila dari arah lain menabrak keretanya. Mu Ying berteriak histeris dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tertindih badan kereta.


Kejadian sangat cepat dan semua orang yang menyadarinya belum pulih dari keterkejutan. Saat Mu Ying menjerit kesakitan, orang-orang dan para penjaga akhirnya menyadari keseriusan masalah tersebut.


Mu Ying segera diselamatkan oleh para penjaga yang mengawalnya. Wanita itu segera dibawa kembali ke istana kekaisaran di mana halaman permaisuri berada.


Ketika Permaisuri melihat putrinya memiliki luka yang cukul parah dan menumpahkan banyak darah, hatinya merasa teriris sesuatu, telapak tangannya berkeringat dan segera meminta tahun istana untuk menolong putrinya.


"Bagaimana keadaan Ying'er?" tanya Permaisuri setelah tabib mengobati luka putrinya.


"Sang Putri tidak memiliki cedera serius lainnya selain melukai wajah dan .... kedua kakinya—"


"Apa maksudmu putriku cacat?" Permaisuri menyela dan sangat marah hingga memukul meja dengan telapak tangan.


Ia mengetahui jika kedua kaki Mu Ying terhimpit badan kereta dan wajahnya menghantam tanah. Sayangnya hari ini cuaca sangat panas sehingga wajah putrinya menyentuh tanah keras yang masih tidak rata.


Tabib paruh baya yang dimarahi Permaisuri pun tak berani menjawab dan segera berlutut untuk pengampunan. Dia tak bermaksud begitu.


Kedua kaki Mu Ying memang tak bisa bergerak saat ini, mungkin akan segera lumpuh permanen jika tidak dirawat dengan baik. Ada pun wajahnya yang kini memiliki balutan di dahi dan lengan, semuanya bukan luka yang terlalu serius.


Mendengar semua yang dikatakan tabib, Permaisuri menggertakkan giginya, mencoba untuk tenang. Dia telah menjadi ibu negara selama ini namun belum pernah memiliki kesialan yang begitu buruk.


Tak lama setelah tabib diusir oleh Permaisuri, Mu Ying pun terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Ying'er, kamu sudah bangun," kata Permaisuri lembut.


Mu Ying terkejut dan segera teringat dengan apa yang baru saja menimpanya. Wajahnya langsung pucat.

__ADS_1


"Bu, Ibu Ratu ..." Mu Ying terlihat sedikit panik saat melihat kedua kakinya tak bisa bergerak, kedua tangannya sakit dan masih merasanyeri di wajah.


Mungkinkah wajahnya terluka? Pikirnya langsung menjerit dalam hati.


"Nak, Ibu di sini, jangan takut."


Mu Ying segera melihat Permaisuri dan memegang tangannya. "Bu, ada apa dengan kakiku? Bagaimana wajahku? Bu, apakah aku akan cacat?" tanyanya langsung terisak.


Permaisuri merasa tertekan dan segera memeluknya dengan lembut. "Jangan khawar, lukamu akan segera sembuh bukankah ada atabib kekaisaran? Semuanya bisa diatasi dnegan bahan-bahan obat langka yang ada di Istana," jelasnya.


"Ying'er, katakan pada Ibu Ratu, apa yang terjadi hingga menyebabkanmu seperti ini?" tanya Permaisuri langsung mengubah ekspresi lembutnya menjadi serius.


"Ibu, ini pasti ada hubungannya dengan pela*ur Rongyu itu! Pasti dia!"


Mu Ying berteriak marah saat memikirkan hari di mana dia memberi tahu Rongyu jika orang yang akan menjadi istri kakaknya hanyalah saudari dari Lembah Racun.


"Rongyu? Apakah kamu yakin? Bagaimana kamu bisa mengatakan hal-hal seperti itu pada orang lain? Terutama Rongyu?" Permaisuri sedikit panik. "Anakku, kamu tidak tahu kerja keras ibumu selama dua puluh tahun membesarkanmu di istana dan ingin menghancurkannya begitu saja. Apakah kamu tahu apa yang kamu katakan padanya akan berdampak besar pada kakakmu yang belum naik takhta?"


Permaisuri sedikit berteriak dan ingin menamparnya tapi melihat kondisi putrinya yang sudah menyedihkan, dia enggan.


Rongyu adalah seorang prajurit dan telah dilatih sebagai seorang yang kuat di barak militer. Bagaimana mungkin akan memiliki hati seperti gadis bangsawan pada umumnya.


Ambisi Rongyu dari dulu adalah menjadi permaisuri. Wajahnya kini memang cantik tapi tidak cocok untuk duduk menjadi ibu negara. Yang diinginkan Permaisuri saat ini bukan kecantikan atau kekuatan memukul orang, namun pikiran cerdasnya.


Karena itu, anak dari mantan pemimpin Lembah Racun lebih cocok untuk menjadi permaisuri. Selain cantik, lemah lembut dan berpikiran tenang, wanita itu juga tidak sembrono seperti Rongyu.


"Bu, lalu ... apa yang harus aku lakukan? Wanita gila itu mungkin menemukan kakak saat ini," kata Mu Ying lemah.


"Jangan khawatir, Ibu akan mengurus masalah ini. Kamu memulihkan diri di sini. Jangna khawatirkan kakimu. Itu akan sembuh setelah dirawat."


Permaisuri hanya bisa menenangkan putrinya saat ini dan segera meminta bawahannya untuk menemukan Mu Lizheng.

__ADS_1


Saat ini, Kaisar Mu belum sadarkan diri dan tabib istana mulai khawatir jika umur kaisar tidak akan lama. Berita tentang Kaisar Mu yang sakit parah pun telah lama menyebar dan setiap pembaruan pasti dijabarkan.


Ini sengaja dilakukan Permaisuri untuk membuat putranya cepat naik naik takhta. Ye Tianli dan Ye Shi pun lambat lain mulai khawatir.


"Saudaraku, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ye Shi pelan.


Keduanya berada di rumah Ye Tianli, minum teh dan menunggu kabar Mu Peizhi yang kini tengah mempersiapkan pasukan. Untungnya ada pangeran pertama yang membantu.


Hanya saja, beberapa pihak telah keracunan dan penawarnya hanya ada pada mantan Putri dari pemimpin Lembah Racun, Guan Shu, anak dari raja racun.


"Kita hanya bisa menunggu pria itu kembali." Ye Tianli mengacu pada Mu Xianzhai. Dia juga tahu bahwa Li Chang Su pasti tidak akan diam saja. "Bagaimana dengan pangeran kelima?"


"Dia tidak tahu di mana. Sejak pensiunan kaisar dan ibu suri ditangkap permaisuri dan dipenjarakan, dia menghilang entah ke mana. Apakah menurutmu dia benar-benar tidak berambisi pada takhta?" Ye Shi curiga.


Orang yang paling dia curigai adalah Mu Zhixiao. Siapa yang tahu bahwa selama ini tak peduli dengan takhta namun diam-diam memanfaatkan kekacauan untuk menjadi pemenang sejati.


Bukankah ini mengerikan?


Ye Shi juga telah menyelidiki semuanya, tak ada yang salah dengan Mu Zhixiao sejak awal. Mu Xianzhai juga tak terlalu bersikap dingin padanya.


Bisakah menjadi orang seperti itu?


Usia Mu Zhixiao juga tidak muda sebenarnya.


Di satu tempat yang Ye Shi dan Ye Tianli tidak ketahui, pangeran kelima mungkin bersin.


Ye Shi tak berniat menikmati teh bersama saudara angkatnya dan langsung pergi untuk melakukan sesuatu. Dia adalah pemimpin organisasi pembunuh. Mudah untuk membuat kekacauan di luar.


Setelah berganti jubah dan memakai topeng berbentuk rubah, Ye Shi akhirnya pergi dari hadapan Ye Tianli.


"Sungguh keras kepala," gumam Ye Tianli. Dia menghela napas dan menerima surat dari keluarga Ye tentang masalah di istana. "Sepertinya keluarga Ye tidak perlu bertindak saat ini. Benar saja, pria itu kembali. Pertunjukan bagus akan segera dimulai," imbuhnya.

__ADS_1


Ye Tianli tertawa dan langsung bangkit, membenarkan zaoshan-nya dan meninggalkan ruangan.


"Mu Xianzhai ... menantikanmu membersihkan kekacauan," gumamnya.


__ADS_2