
YANG LAIN juga penasaran. Mu Xianzhai tentu saja untuk istrinya. Dia membiarkan mereka memilih antara menjadi bawahan Li Chang Su atau berlari mengelilingi camp militer sebanyak seratus kali.
Ini mungkin bukan masalah besar. Semuanya memiliki ilmu tenaga dalam dan juga seni bela diri yang cukup. Dan telah melewati tahap pengujian dari Mu Xianzhai.
Tapi mereka tidak mau berlarian di musim dingin ini. Jangan bodoh. Udara terlalu dingin. Salju tebal di mana-mana dan ilmu tenaga dalam pasti akan terkuras untuk menghangatkan tubuh. Jadi mereka semua memilih untuk menjadi bawahan Li Chang Su saja.
Gadis itu akhirnya bisa memilih beberapa di antara mereka. Tidak banyak. Hanya sepuluh orang. Sisanya dibebaskan. Mu Xianzhai juga tidak memperpanjang masalah ini. Membiarkan mereka berlatih kembali. Untuk sepuluh orang itu, Li Chang Su segera membawanya ke sisi lain untuk arahan.
Sepuluh prajurit khusus kebingungan. Kebanyakan dari mereka tidak berpikir jika Li Chang Su bisa seni bela diri. Tapi ada juga yang mengetahui ilmu tenaga dalamnya.
Seorang pria berbadan cukup kekar dengan wajah serius terpilih oleh Mu Xianzhai. Awalnya Li Chang Su tidak mau mengambilnya. Karena terlalu serius.
"Prajurit ini bernama Heifang. Jangan salahkan ekspresinya yang selalu terlihat serius. Kenyataannya dia sangat santai." Mu Xianzhai mungkin tahu dari mana keraguan istrinya terhadap prajurit khusus yang satu ini.
Heifang yang diperkenalkan oleh Mu Xianzhai pun segera memberi salam hormat pada Li Chang Su. "Bawahan melihat Sang Putri."
Li Chang Su memang terkejut. Cara bicara Heifang yang santai memang tidak sesuai dengan ekspresinya. Heifang memiliki rambut yang diikat rapi, pakaian prajurit yang pas serta kulit yang agak gelap. Tapi wajahnya tanpa cela. Cukup tampan. Jika para gadis melihatnya, pasti akan jatuh cinta.
Tapi dia tidak bisa menatapnya lama-lama. Mu Xianzhai terlalu berhati-hati pada pria lain. Dia tidak mau Heifang dijadikan sasaran kebenciannya.
"Kamu terpilih. Apakah kamu akan meragukannya kemampuanku?" Li Chang Su sengaja bertanya.
Para pria selalu meremehkan wanita. Di mana-mana, mereka hanya akan berpikir jika wanita hanya berada di halaman belakang, melayani kebutuhan mereka dan memberi keturunan.
Heifang masih memegang sikap hormat. "Bawahan kasar. Meminta Sang Putri untuk membuktikan kemampuannya."
"....." Sembilan prajurit khusus yang tersisa merasa enggan untuk mengatakan itu. Bagaimana jika sang putri dan raja marah? Heifang, apakah kamu masih menginginkan pekerja ini? Pikir mereka.
Tanpa diduga, Li Chang Su tidak marah. Tapi malah tertawa. Mu Xianzhai percaya kemampuan istrinya. Hanya bisa menonton. Ini yang disukai Li Chang Su, prajurit yang menanyai kemampuannya.
"Jika kamu ingin, ayo bertarung denganku." Li Chang Su menantangnya kembali.
Heifang sedikit ragu-ragu. Sang putri ini bertubuh kecil. Khawatir jika dari kali pukulan akan jatuh. Tapi merasakan energi tenaga dalamnya sulit terbaca, Heifang tidak meremehkan lawan.
__ADS_1
Dia segera mengiyakan dan maju. Li Chang Su meminta Mu Xianzhai untuk minggir sebentar.
"Jangan ragu untuk menyerangku." Gadis itu hanya mengambil sikap santai.
"Bawahan mulai." Heifang langsung merentangkan tangannya ke depan. Membentuk sebuah cakar. Awalnya, dia hanya ingin menakuti Li Chang Su dengan embusan aura yang dikeluarkan. Tapi tanpa diduga, tidak mempan.
Li Chang Su hanya meraih tangan Heifang dan membantingnya tanpa ragu.
"Hiishh!" Heifang sedikit mengerang. Merasa jika punggungnya sakit.
"...." Sementara sembilan orang yang tersisa tidak berkedip sedikitpun. Khawatir melewatkan sesuatu yang luar biasa itu.
Heifang baru saja dijatuhkan oleh sang putri yang tubuhnya terlihat kecil. Dan pria itu selalu memasang wajah dingin setiap hari, serius menjalani latihan dan tidak pernah ragu untuk berlatih bersama raja perang.
Tapi saat ini, Heifang langsung dijatuhkan. Mungkin tidak terlalu serius. Ya, pasti Heifang hanya ingin menguji sang putri lebih dulu.
"Apa kamu belum makan?" tanya gadis itu sedikit mengejek.
Mu Xianzhai mengerutkan kening. Dia juga ingin bilang pada istrinya, jika sekarang hari mulai siang. Mereka juga belum makan. Namun, tampaknya Heifang memang sedikit ceroboh saat ini. Jelas meremehkan istrinya.
Li Chang Su pindah ke samping dan menggunakan kekuatan telapak tangan. Mengumpul tenaga dalamnya hingga melakukan gerakan karate. Heifang terkejut saat melihat seni bela diri yang belum pernah dilihatnya.
Gerakan Li Chang Su saat ini merupakan salah satu seni bela diri terkenal di zaman modern, karate—dari Jepang. Bukan hanya itu, beberapa gerakan seni bela diri lainnya juga diperlihatkan. Ini membuat Heifang semakin bingung dan tidak mampu memprediksi gerakannya sama sekali.
Bahkan Mu Xianzhai yang melihat gerakannya juga terkejut. Dia memiliki seni bela diri, tapi bukan hal-hal yang diperlihatkan Li Chang Su. Kungfu di zaman ini sudah ada. Li Chang Su sangat akrab. Karena itu, gerakan Heifang telah dia baca sejak lama.
Saat Heifang dijatuhkan untuk kedua kalinya, Li Chang Su menyipitkan mata. "Terlalu mudah."
Tanpa diduga, Heifang langsung melakukan gerakan tersembunyi. Mengeluarkan belati. Awalnya Mu Xianzhai sedikit tertegun. Tapi ini memang salah satu alternatif jika seni bela diri tidak mampu mengalahkan lawan. Hanya saja ini istrinya.
Di saat Mu Xianzhai ingin maju dan menendang Heifang, gadis itu hanya tersenyum. Dia menendang pergelangan tangan Heifang hingga belati yang digenggamnya terjatuh. Wajah pria itu pucat
Ada sedikit kesemutan di pergelangan tangan kanannya. Ini seperti ditendang tepat mengenai salah satu fungsi saraf, membuat lengannya mati rasa.
__ADS_1
"Gerakanmu juga lambat!" Li Chang Su juga langsung menendang dadanya.
Heifang terjengkang dan menabrak batang pohon. Lalu mengeluarkan darah segar dari sudut mulutnya. Ini membuat sembilan orang yang tersisa tertegun. Ketika Li Chang Su mengalihkan pandangan, mereka berkeringat dingin tanpa disadari.
"Apa kalian mau mencoba?" tanyanya.
"Tidak, tidak. Sang putri sangat kuat. Siapa yang akan meragukan Sang Putri? Kami tidak berani." Salah satu dari mereka berkata. Mereka segera menggelengkan kepalanya dan mundur cepat-cepat.
"...." Li Chang Su sepertinya sedang menjadi seorang algojo yang memanggil ayam untuk disembelih.
Heifang segera bangkit dan memberi hormat kembali. "Bawahan telah kasar dan memohon Sang Putri untuk memaafkan."
"Baiklah. Bukan salahmu. Kalian bisa kembali dulu. Aku akan membuat pengaturan nanti. Apakah masih ada yang keberatan denganku?" Pandangan Li Chang Su tertuju pada mereka semua.
Kesepuluh orang itu langsung berlutut untuknya. "Bawahan mematuhi Sang Putri."
"Baiklah, itu cukup." Mu Xianzhai sedikit tidak sabar untuk mengusir orang. Dia melambaikan tangannya dengan malas, meminta mereka untuk bangun. "Kalian bisa pergi."
"Ya. Bawahan mematuhi perintah." Heifang mewakili kesembilan orang lainnya dan pergi setelah mundur dua langkah.
Sementara Li Chang Su langsung dibawa ke pelukan. Mu Xianzhai menghirup aroma shamponya. "Setelah memiliki prajurit sendiri, Su'er menjadi lupa pada Suami?"
"Apakah kamu layak diingat?" cibir gadis itu sekenanya
"Apa Su'er bilang?" Tatapan Mu Xianzhai tiba-tiba menggelap. Gadis itu merasakan bulu kuduknya sedikit meremang.
Li Chang Su buru-buru tertawa canggung dan memukul dada bidangnya dengan pelan. Dia tidak pandai merayu pria. Bahkan jika pernah menonton drama cinta romantis yang berlebihan, dia masih sedikit tahu cara menenangkan pihak lain.
"Aku hanya bercanda. Suamiku selalu diingat dengan baik. Sebagai permintaan maaf, bagaimana jika siang ini aku memasak untukmu? Oh, masakan spesial," kata Li Chang Su dengan nada membujuk dan sedikit bertingkah lembut.
Tapi dalam hati, dia mengutuk pria ini. Dasar pria butuh cinta. Apakah rayuan wanita selalu menyenangkannya?
Tapi, Mu Xianzhai menatapnya tidak percaya. "Apakah Su'er baru saja mencibir di hatinya?"
__ADS_1
"....."