Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Daging Ayam Panggang


__ADS_3

LI CHANG SU meminum obatnya dengan baik dan tak lama setelah itu dia memuntahkan darah hitam. Mu Xianzhai terkejut dan segera mengambil air untuk berkumur. Barulah setelah memuntahkan efek racun, wajah gadis itu tidak terlalu pucat. Tapi masih agak lemah dan tidak jelas penglihatan.


Mu Xianzhai membantunya untuk berbaring sebentar seraya menyuapinya dengan sepotong manisan. Dia mendengar dari para bawahannya jika seorang gadis suka manisan. Jadi buatlah dan biarkan istrinya makan manisan. Tapi memakan banyak manisan juga tidak baik untuk gigi sehingga hanya ada sedikit manisan di istana.


"Su'er, bagaimana perasaanmu sekarang?" tanyanya.


"Aku baik-baik saja. Omong-omong, manisan buah persiknya enak. Buat lebih banyak di masa depan," jawab gadis itu seraya mengunyah manisan buah persik yang sangat lembut dan segar.


Benar saja, setelah mendengar itu, wajah Mu Xianzhai yang sedikit lelah pun segera menggelap. "Tidak. Su'er, terlalu banyak makan manisan akan membuatmu sakit gigi. Jadi hanya buat sedikit di masa depan untuk camilan."


"..." Kamu hanya pelit, pikir gadis itu.


Setelah menghabiskan sepotong manisan buah persik, Li Chang Su merasa jika dirinya lapar kembali. Dia menyentuh perutnya yang sedikit berbunyi hingga membuat Mu Xianzhai terkekeh. Tanpa topeng, sosok Mu Xianzhai terlihat tampan dan berkarisma. Terkadang Li Chang Su tidak berada dalam situs wanita paling cantik di ibu kota. Tapi pria inilah yang paling cantik?


Tapi Mu Xianzhai adalah seorang pria. Kecantikan ini akan menjadi ketampanan paling memikat di ibu kota. Bahkan putra mahkota yang memiliki sedikit kemiripan dengan Mu Xianzhai selalu dibayang-bayangi sebagai pengganti sosok tampan raja perang. Tak heran jika putra mahkota akan marah dan membenci pria ini di mana-mana.


"Ingin makan lagi?" Pria itu menggodanya.


"Aku ingin daging panggang." Gadis itu tersipu malu.


"Yah, aku akan memanggangnya untuk Su'er."


"Bawa aku juga," kata Li Chang Su seraya mengulurkan kedua tangannya.


Merasa gemas, pria itu mencubit hidung kecil istrinya dan segera membopongnya ke halaman belakang. Semua mayat sudah dibersihkan dan tidak da setetes pun darah di tanah berumput. Angin malam musim semi bertiup lembut, sehingga Mu Xianzhai melepaskan zaoshan dan memakaikannya pada sang istri.


"Dingin di luar. Jangan sampai masuk angin," ujar pria itu lembut.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku memakai tiga lapisan baju. Su'er tak perlu khawatir." Pria itu tersenyum datar dan merasa jika ini bukan hal yang langka.


Di masyarakat kalangan bangsawan, setiap pria akan memakai banyak lapis pakaian yang seharusnya. Dipakai sesuai urutan, setidaknya lapisna ketiga akan mengenakam jubah belah dari kain berkualitas serta sulaman benang emas atau perak. Tapi jika memakai jubah biasa, maka lebih simpel lagi.


Mu Xianzhai jarang memakai jubah berpola. Dia lebih suka memakai jubah belah dengan ikat pinggang bergeper rumit. Sehingga saat Li Chang Su bersandar di dadanya, perasaan hangat akan muncul. Jadi terkadang, Mu Xianzhai terlihat sedikit lebih gemuk.


Pelayan membawakan kayu bakar dan menyusunnya menjadi bentuk melingkar. Sehingga setelah menjadi api unggun, dua kayu di sisi saling berlawanan dibuat untuk menopang daging ayam ukuran sedang. Mu Xianzhai hanya mengurus daging ayamnya dan mulai menggang ketika bara api unggun sudah mulai terkumpul.


"Bagaimana dengan keadaan Xuxu?" tanya gadis itu.


"Jangan khawatir. Xuyao mengurusnya." Mu Xianzhai tidak menolah saat menjawab.


Keduanya merasakan aura pihak lain mendekat. Mu Xianzhai sedikit waspada. Tapi setelah tahu jika yang datang ke halaman belakang adalah Ye Shi, kewaspadaan keduanya melonggar. Li Chang Su mengerutkan kening dan melihat pria itu terlihat baik-baik saja, merasa lebih lega.


"Aku sudah kembali lagi. Aku ingin melaporkan sesuatu pada suamimu." Ye Shi mencibir di balik topeng berbentuk wajah kelinci itu.


Namun Mu Xianzhai menunjukkan ekspresi makam cuka di wajahnya. "Kamu bukan bawahanku. Apa yang ingin dilaporkan. Jangan mengambil kesempatan untuk mengobrol dengan istriku!"


"..." Dasar pria butuh cinta! Ye Shi mengutuk di hatinya. Lalu terbatuk canggung. "Siapa yang datang untuk melihat istrimu? Aku benar-benar ingin membantu."


"Katakanlah." Mu Xianzhai tidak peduli.


"Para penyusup ini dibayar dengan harga tinggi. Setidaknya jutaan tael perak. Setara dengan membayar setidaknya satu markas untuk datang dan mengambil Putri Xian. Pihak lain harus menduga jika istrimu sulit diatasi sehingga menyewa mereka dengan jumlah besar," tutur Ye Shi.


Li Chang Su menundukkan kepala. "Tidak heran mereka tidak ada habisnya saat aku melawan."

__ADS_1


"Ya." Kali ini Ye Shi juga mengangguk setuju. "Setiap satu orang yang tumbang. Yang lain juga datang. Tidak heran para penjaga gelap di istana ini tidak mampu menahan banyak gelombang. Pihak lain sudah merencanakannya begitu matang."


"Apakah kamu tahu siapa yang melakukannya?" Li Chang Su bertanya lagi. Di sisi lain, Mu Xianzhai tampak tidak peduli, tapi tetap mendengarkan untuk menyimpulkan beberapa hal.


Sayangnya Ye Shi menggelengkan kepala dan menceritakan jika petunjuknya pecah di tengah jalan. Dia hanya tahu jika itu pasti disewa oleh seseorang yang memiliki banyak uang. Atau setidaknya mengorbankan banyak uang untuk membawa Li Chang Su pergi. Dia telah menugaskan beberapa bawahannya di kegelapan untuk mengetahui apa saja kejanggalan yang ada.


Lalu Li Chang Su juga berkata bahwa dia curiga dengan Rongyu, keluarga Rong atau setidaknya Istana Putra Mahkota. Jika itu benar ada sangkut pautnya dengan keluarga Rong, maka Ye Shi bisa memahami jika Rongyu membenci Li Chang Su jauh hingga ke sum-sum tulangnya.


"Keluarga Rong sedang tidak baik akhir-akhir ini," kata Ye Shi segera mengembuskan napas tidak berdaya. Dia meminta salah satu anak buahnya untuk membeli daging ayam di pasar dan ikut memanggangnya juga.


"Apakah ada masalah yang serius?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya dan meminum segelas susu hangat yang diberikan oleh pelayan atas perintah Mu Xianzhai sebelumnya.


"Ya, bisa dikatakan serius. Satu persatu anggota keluarga Rong jatuh sakit dan terkena kejiwaan yang aneh. Tapi jenderal Rong tampaknya tidak terlalu panik. Hanya saja dia mungkin mengetahui sesuatu," jelasnya. "Mungkinkah kutukan gelang naga perak ada hubungannya dengan ini?"


Sebelum Li Chang Su menjawab, mu Xianzhai sudah lebih dulu berkata, "Tidak!"


"Benarkah?" Ye Shi tidak percaya.


"Naga perak hanya mengutuk Rongyu saat itu dan tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Rong. Cepat atau lambat, Rongyu akan meninggal. Adapun keluarga Rong ... mungkin salah satu dari mereka menyinggung seorang tabib penyihir dan membuat kutukan pada keluarganya."


Ini hanyalah tebakan kasar Mu Xianzhai. Meski dia tahu jika Jenderal Rong mencari orang untuk menyembuhkan putrinya waktu itu, dia tak tahu jelas masalahnya. Tabib sihir yang ada di negara ini tidak banyak, tapi mereka dilarang untuk muncul di permukaan atau membuat masalah. Jika tidak, semua tabib atau orang-orang yang memiliki ilmu sihir akan dibunuh atas perintah tertulis kaisar.


Li Chang Su dan Ye Shi juga memuji hal serupa saat ini. Siapa yang tahu bahwa keluarga Rong akan begitu sial di masa depan?


Di saat mereka sedang bersantai di halaman belakang. Dua sosok lain berjalan tak jauh dari mereka.


"Huh, kalian di sini tanpa mengajak kami untuk berpesta?" Seorang pria berpakaian merah bata muncul seraya membuka kipas lipat berpola bunga persik.

__ADS_1


__ADS_2