Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pensiunan Kaisar yang Cemburu


__ADS_3

PENSIUNAN kaisar sedikit cemberut dan tersenyum masam. Sebenarnya sudah cukup lama sejak Lembah Racun hancur oleh para binatang mutasi. Belum lagi para peracun sangat pintar dalam meracik tumbuhan racun lainnya. Bukan hanya itu tapi juga membuat penawarnya.


Sejak zaman dulu, para peracun begitu diwaspadai karena jika menyingung mereka, orang-orang itu akan bernasib sial. Xuxu dan Xuyao telah mengalami beberapa kejutan dan segera pulih lagi dengan cepat.


Tidak heran jika pensiunan kaisar tahu, lagi pula sebagai orang tua generasi sebelumnya, Lembah Racun masih ada saat itu. Dan keduanya mungkin masih kecil bukan?


Setelah menikmati teh dan makanan ringan yang enak, pensiunan kaisar dalam hati yang baik. Tidak masalah mau berapa lama Li Chang Su tidur, dia menunggu dengan sabar. Hingga sore hari tiba, Li Chang Su baru saja bangun dengan semangat baru. Semua rasa lelahnya sudah hilang.


Li Chang Su belum tahu jika pensiunan kaisar masih ada di halamannya. Hingga saat keluar kamar, pelayan istana berkata jika pensiunan kaisar ada di ruang depan.


"Dia belum pergi?" tanyanya terkejut.


Pelayan paruh baya yang bertugas di sana pun tersenyum tidak berdaya. "Mengetahui jika Putri tidur untuk istirahat, pensiunan kaisar memutuskan untuk menunggu."


"..." Apakah begitu bersikeras? Pikirnya sedikit tidak nyaman. Pria tua itu berlebihan bukan? Lagi pula kenapa ingin bertemu dengannya?


Akhirnya Li Chang Su merapikan diri dan pergi ke ruangan utama untuk bertemu dengan Pensiunan Kaisar. Pria tua itu sedang duduk sambil bercerita dengan Xuxu dan Xuyao terkait Lembah Racun. Mungkin pria tua itu tahu Lembah Racun dan mengobrol dengan keduanya.


Saat Li Chang Su tiba, Xuxu yang selalu terlihat ceria pun menyambutnya dengan senang. "Putri, kamu sudah bangun. Apakah lapar? Apakah ingin makan sesuatu? Xuxu akan membuatnya untuk Putri."


Nada antusis Xuxu membuat sudut mulut pria tua itu berkedut ringan. Jelas tadi bercerita jika Xuxu sudah membunuh lebih dari puluhan orang dengan racunnya. Bahkan membuat musuh terluka parah. Sekarang berperilaku seperti pelayan lembut di depan Li Chang Su, bukankah penipuan.


Melihat jika Pensiunan Kaisar sedikit tercengang, Xuyao yang lebih berpikiran dewasa pun menghela napas.


"Putri, Pensiunan Kaisar datang untuk mendiskusikan sesuatu," kata Xuyao segera mengambil topik awal kedatangan pria tua itu.


Li Chang Su duduk di seberang pensiunan kaisar dan meminta Xuxu untuk memasak menu makan malam. Sebelum Xuyao pergi untuk membantu, Li Chang Su menanyakan tentang Mu Xianzhai. Pria itu ternyata belum kembali semenjak dia tidur siang tadi.


Setelah Xuyao pergi, Li Chang Su merasa kebingungan. "Apakah dia masih berada di halaman bupati?" tanyanya pelan.

__ADS_1


Pensiunan Kaisar jelas kesal saat Mu Xianzhai menolaknya untuk membantu bertemu cicit yang baru lahir itu dan secara alami mengeluarkan kata-kata yang buruk.


"Pria bau itu sombong! Aku ini kakeknya, tapi tak mau membantuku untuk menemui cicitku." Lalu Pensiunan Kaisar menatap Li Chang Su dengan mata penuh bintang-bintang. "Nak, jika nanti punya anak, jangan pelit. Biarkan kakek memeluknya."


"..." Li Chang Su menduga jika Pensiunan Kaisar sedikit gila hari ini dan sudah membayangkan dirinya akan memiliki anak dengan Mu Xianzhai? Lebih cepat?


Li Chang Su tidak berdaya dan secara alami meminum tehnya yang sangat lembut dan harum.


"Jadi, kenapa Kakek datang ke sini?"


"Bantu aku untuk menemui cicitku."


"..." Bukankah lari ke sini untuk mengeluh? Li Chang Su merasa jika Pensiunan Kaisar sedang mengadu padanya.


"Apakah mereka tidak mengizinkannya Kakek pergi?" tanyanya heran.


"Tidak. Shu Shu sangat jahat padaku, dia menolak membuka pintu untuk membiarkanku menemui putranya yang baru lahir," keluhnya.


Li Chang Su kebingungan harus membuat keputusan seperti apa. Dia sendiri hanya tamu di sini dan tak mungkin mengambil tindakan sewenang-wenang.


"Kalau begitu tunggu Mu Xianzhai kembali. Dia biasanya akan kembali sebelum makan malam," katanya.


"Yah ... Maka kamu harus berada di pihakku kali ini." Pensiunan Kaisar telah memutuskannya.


"..." Li Chang Su memiliki firasat jika dirinya telah jatuh ke sebuah lubang yang digali oleh Pensiunan Kaisar.


Setengah jam kemudian, Mu Xianzhai benar-benar kembali. Tapi tidak dengan tangan kosong, melainkan membawa beberapa batang yang semuanya adalah makanan enak untuk gadis itu.


Tapi saat melihat Pensiunan Kaisar duduk di kursi empuk sambil makam camilan, wajahnya tiba-tiba tenggelam. Mu Xianzhai memeluk dan mencium istrinya sebentar hingga membuat pria tua itu dipenuhi kecemburuan.

__ADS_1


"Kalian pasangan muda, hormatilah tamu tua ini," kata Pensiunan Kaisar dengan cibiran jelas.


Sayang sekali bahwa Mu Xianzhai tidak peduli dan membawa istrinya duduk. Dia kembali sebelum makan malam dan segera pulang setelah mengetahui istrinya sudah bangun.


Sebelumnya, Mu Xianzhai pergi ke restoran terdekat untuk memesan makanan ringan yang sedang populer akhir-akhir ini. Dia ingin Li Chang Su mencoba makanan tersebut. Tapi ketika kembali, dia tidak tahu bahwa kakeknya ada di sini untuk membuat kekacauan.


"Apakah kamu di sini sejak lama?" tanya Mu Xianzhai curiga seraya menatap kakeknya yang terlihat licik.


"Tentu saja. Kalian mengusirku dari halamannya. Jadi datanglah ke sini untuk meminta bantuan!" Pensiunan Kaisar terlihat sombong dan secara alami tidak mau kalah dari cucunya yang paling disayang ini.


Mu Xianzhai sedikit tertekan dan enggan mengusir kakeknya. Jadi ketika hidangan makan malam sudah siap, Pensiunan Kaisar juga makan dengan lahap. Bahkan makanan kesukaan Mu Xianzhai juga dicuri olehnya.


Seperti biasa, ketika pria tua itu ikut makan pada meja yang sama, Mu Xianzhai selalu menunjukkan ketidakbahagiaannya. Karena pria itu tahu jika kakeknya memiliki selera yang hampir sama dengannya.


Melihat ini, Li Chang Su sedikit kasihan dengan suaminya yang terlihat tidak mood untuk makan. Mau tidak mau, dia mengambil beberapa hidangan kesukaannya dan meletakkannya di piring.


"Makanlah yang banyak. Besok kita harus kembali. Urusan kita masih belum selesai," katanya.


Mu Xianzhai terhibur oleh istrinya dan secara alami menyentuh kepalanya yang berambut lembut.


"Masih ada Su'er yang perhatian," balasnya.


Pensiunan Kaisar tersedak makanannya sendiri saat menyaksikan kasih sayang keduanya. Sungguh anak muda yang tidak sopan, pikirnya sedikit menggerutu.


Setelah makan malam, Pensiunan Kaisar juga tidak mengganggu. Dia pergi ke halaman lain untuk menginap. Mu Yishu mungkin tidak peduli apakah pria tua itu pergi atau tidak. Tapi tentu saja tak akan membiarkannya untuk menemui anak ketiganya yang baru saja lahir.


Mu Xianzhai dan Li Chang Su juga beristirahat. Karena malam belum terlalu larut, keduanya mengobrol tentang kejadian hari ini dan secara tidak sadar jatuh dalam beberapa adegan yang sedikit ambigu.


Pria itu mulai mencium istrinya berkali-kali hingga membuat bibir Li Chang Su sedikit membengkak. Sebagai seorang pria, Mu Xianzhai secara alami menginginkannya malam ini.

__ADS_1


"Su'er, apakah nyaman bagimu untuk melakukannya malam ini?" bisiknya agak serak.


__ADS_2