Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Rencana Rongyu


__ADS_3

YE TIANLI tidak ingin mengungkapkannya sekarang. Memikirkan wajah kecil yang acuh tak acuh itu, dia terkekeh lagi. Akan ada hari di mana Mu Peizhi ini dikejutkan dengan bakat Li Chang Su yang menurutnya tidak sesuai dengan ketentuan langit.


Dia menggelengkan kepalanya. Masih ingin menjadi misterius. Hal ini membuat Mu Peizhi bertanya-tanya, siapa sebenarnya orang yang dimaksud Ye Tianli bisa menyembuhkannya? Ia juga tidak menyangka jikalau saudara ketiganya akan membantu dia menyembuhkan penyakit jantung yang telah mengakar sejak kecil.


“Kamu sangat ingin menjadi misterius,” dia hanya mencibir dan berpura-pura tidak peduli.


Ketika kereta kuda berhenti di depan gedung pelelangan, Ye Tianli tidak banyak berkata lagi dan keluar dari kereta dengan cepat. Mu Peizhi ingin mengatakan sesuatu tapi segera disela oleh pria itu.


“Pulanglah dan jangan keluyuran lagi. Jika kamu pingsan begitu saja, siapa yang repot nanti?” Ye Tianli tersenyum lalu melambaikan tangannya saat berbalik.


Mu Peizhi tersenyum pahit. Siapa yang menginginkan tubuh sendiri sakit? Jika dia mau, lebih baik sehat dan tidak pernah mengalami sakit jantung seperti ini. Setelah melihat Ye Tianli memasuki gedung pelelangan, dia melepaskan tirai dan meminta kusir untuk segera membawanya kembali ke istana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di istana putra mahkota


Suara tawa lembut terdengar dari halaman putra mahkota. Malam ini, suasana hangat sedang memenuhi kamar pria itu. Banyak lentera yang terpasang, Mu Lizheng sebenarnya sedang menggoda salah satu selir kesayangannya. Dengan pakaian yang berantakan, wanita di pelukannya itu terus tersenyum malu sambil menyentuh dadanya seperti kucing yang menggoda ikan.


Setiap kali Mu Lizheng mencium lehernya, wanita di pelukannya akan mengerang kecil dan menjadi malu.


"Yang Mulia, jangan nakal. Selir tidak berani membalas," wanita itu memerah. Tapi jantungnya berdegup kencang.


Di Negara Bingshui ini, siapa yang tidak mengenali Mu Lizheng sebagai putra mahkota?


Ketampanannya yang dikatakan hampir setara dengan Mu Xianzhai itu, mampu menarik banyak kupu-kupu di sekitar. Menjadi selirnya saja sudah anugerah yang besar. Karena itu, banyak gadis-gadis kamar kerja yang selalu mencoba menarik perhatian putra mahkota.


"Apakah pangeran ini tampan?" Tanya pria itu seraya menggoda selirnya dengan tatapan tak senonoh.


"Yang Mulia paling tampan. Selir ini menyukainya."


"Baguslah kalau kamu menyukainya. Nah, jadi tunggu apa lagi?"


Mu Lizheng sudah melepaskan gaun tipis wanita yang membuat fantasinya terlalu tinggi, menekan api di perut. Tanpa diduga, selirnya bahkan lebih pandai untuk menggoda dan mendapatkan perhatiannya. Tadi dia suka. Semakin banyak mereka menggoda, dia akan semakin percaya diri.


Jadi bagaimana jika Mu Xianzhai lebih tampan di balik topeng? Pria itu hanyalah makhluk jahat yang menghalangi jalannya menuju impian terbesar untuk menjadi kaisar. Permaisuri telah memberinya banyak arahan dan juga belajar banyak hal.


Di istana, anak-anak kaisar tidak bisa saling mempercayai. Mereka memiliki ambisi masing-masing. Belum lagi, dia harus berhadapan dengan Mu Peizhi—pangeran kedua yang juga berambisi untuk takhta.

__ADS_1


Memikirkan semua kemungkinan itu, dia hanya menekan selirnya dengan keras. Membuat wanita di bawahnya terus bersuara menggoda. Dengan begitu, dia akan menjadi lebih aktif dan bernafsu.


Dua bayangan di balik tirai tempat tidur itu terlihat indah. Ditambah dengan suara-suara ambigu serak, keringat serta keinginan yang meledak dalam tubuh. Mu Lizheng selalu suka melihat selirnya merasakan gerakan yang kasar dan terburu-buru. Dan itu tidak main-main, habiskan di tempat tidur.


"Yang Mulia, bukankah ... bukankah Nona Rong akan cemburu jika aku ada di sini?" Selir itu mengaitkan kedua tangannya di leher putra mahkota dan terus menikmatinya.


"Oh, kenapa? Bukankah kamu selir ku?"


"Dia pasti tidak akan menyukainya," wanita itu menampilkan ekspresi sedih yang dibuat sealami mungkin.


"Jangan khawatir. Jika dia mengganggumu, datang pada pangeran ini."


"Kalau begitu Yang Mulia ... Selesaikan malam ini. Selir ingin merasakannya lebih banyak," wanita itu mulai menggodanya lagi dan lagi.


Mu Lizheng mendengus. Tapi tidak marah. Dia justru semakin bergerak lebih liar lagi hingga tempat tidur itu bergetar sesuai ritme keduanya.


Malam ini, keduanya mungkin memadu kasih. Para pelayan yang ada di luar kamar langsung menjauh. Bahkan penjaga gelap tidak berani untuk memasang indera pendengarannya, seperti menjauh sedikit.


Tapi di balik kegelapan, Rongyu yang mendengarkan percakapan mereka pun tidak bisa menahan diri untuk mengubah ekspresi wajahnya. Wanita rubah itu sebenarnya sedang menyindir dia. Meminta perlindungan dari Mu Lizheng. Jika suatu hari dia menghukum atau memarahinya, bukankah Mu Lizheng akan memberi keadilan?


Mendengar suara kegembiraan yang sudah bisa dia gambarkan adegan di dalamnya, dia mengepalkan tangannya. Dia menggunakan kerudung hitam untuk menghalangi wajahnya dari siapapun yang melintas.


Siapa yang tahu ketika dia baru saja sampai, tawa wanita langsung terdengar dari kamar Mu Lizheng. Jadi dia mengurungkan niatnya untuk pergi.


Tidak mau mendengarkan apa yang sedang mereka lakukan di dalam, Rongyu segera meninggalkan tempat itu secara diam-diam. Bahkan penjaga gelap saja tidak akan menemukannya.


Dia kembali ke halamannya yang cukup jauh dari kediaman putra mahkota. Membuka pintu dengan kasar, dia berjalan lebar, sedikit tergesa-gesa. Ekspresinya membuat orang lain ngeri. Kedua pelayan yang awalnya menunggu dia kembali pun juga gak bisa menahan perasaan dingin di punggung.


Keduanya saling melirik dan menduga jika putra mahkota sedang bersama selir lain. Mereka tentu saja bisa menebak lebih akurat karena para pelayan di istana ini cukup sombong. Rongyu mungkin memiliki harapan akan menjadi permaisuri di masa depan. Menekan semua selir di mana-mana.


Tapi karena luka bakar di seluruh tubuhnya ini, harapan itu seakan hancur. Semuanya karena gelang naga perak. Dia semakin membenci dengan istri-istri pangeran lain yang memiliki takdir gelang naga perak. Dan dia juga membenci Li Chang Su.


"Nona, apakah Nona baik-baik saja?" Pelayan yang sedikit lebih pendek dari rekannya itu pun bertanya hati-hati, khawatir menjadi sasaran kemarahan.


Selama ini, Rongyu mungkin terkenal baik di masyarakat, lembut dan heroik. Tapi siapa yang tahu apa yang terjadi di belakang. Keduanya telah mengetahui seperti apa kekejaman Rongyu ketika tidak bahagia. Kadang akan menjadi karung tinju, melampiaskan segalanya pada mereka yang tidak bersalah apapun.


Rongyu awalnya memiliki ekspresi yang menakutkan. Perlahan emosinya mereda dan menyunggingkan senyum yang mirip menyeringai. Ini bakan lebih parah lagi.

__ADS_1


Kedua pelayan itu mengira jika Rongyu hanya sedang kesal. Wanita itu duduk di kursi dan menuangkan teh untuk diri sendiri. Sayangnya, teh hampir dingin karena cuaca yang ekstrim.


Setelah memenangkan diri, Rongyu sama sekali tidak memiliki kemarahan di wajahnya. Semua ini karena ajaran ibunya. Semakin tenang dan berpura-pura tidak peduli, maka harga dirinya kan lebih tinggi.


Ketika mengabiskan dua cangkir teh, Rongyu justru membanting cangkirnya ke lantai hingga menyebabkan kebisingan. Untung saja halaman ini jauh dari kediaman selir lain, sehingga tidak akan meninggalkan kecurigaan.


Dua pelayan itu terkejut dan berubah pucat. Kemudian berlutut untuk pengampunan. Walau pun keduanya tidak memiliki kesalahan, sebagai pelayan, sudah sewajarnya untuk menanggung kesalahan tuan.


Rongyu masih memiliki sedikit kemarahan di hatinya. Jika bukan karena usahanya untuk menjadi permaisuri di masa depan, dia tidak perlu menahan diri seperti ini. Menatap kedua pelayanan yang bodoh, dia mendengus. Meminta keduanya untuk bangun.


"Ini bukan kesalahan kalian. Aku hanya tidak bisa menahan diri!" Katanya seraya menggertakkan giginya.


"Nona ... Apakah Yang Mulia sedang sibuk?" Tanya salah satu dari keduanya segera bertanya setelah diampuni, berpura-pura tidak tahu.


"Rubah betina itu berani menjelekkan ku di hadapan putra mahkota!" Desisnya.


"Nona, jangan khawatir. Bahkan jika mereka selir, statusnya tidak akan lebih tinggi dari nona yang lahir dari kebangsawanan istri utama," keduanya menghibur.


"Ya, kamu benar. Kualifikasi apa yang pantas mereka bandingkan denganku?" Dia mencibir walaupun hatinya masih tidak bisa menerima semuanya.


Setelah pelayan membersihkan pecahan cangkir di lantai, Rongyu sudah berganti pakaian. Wajahnya yang kadang gatal selalu diolesi salep dingin agar tidak digaruk. Karena rasa gatalnya benar-benar tak tertahankan.


Setelah melihat wajahnya yang memiliki luka bakar yang mengerikan, dia menghela napas dan menyisir rambut panjangnya di depan cermin perunggu.


"Apakah surat dari ibuku sudah tiba?" Tanyanya.


"Sudah tiba. Nona, ini diantar oleh penjaga gelap," salah satu pelayannya menyerahkan surat itu.


Rongyu membacanya dengan seksama. Kemudian menyunggingkan senyum miring. Rencana ibunya selalu yang paling bagus. Dan sebuah bungkusan kecil ada di antara surat itu. Isinya merupakan bubuk putih yang tidak berbau. Tapi jika dicampurkan dengan makanan atau minuman, ini berakibat fatal pada tubuh.


"Nona, apakah Nyonya Rong memiliki ide bagus lagi?"


"Ya," Rongyu segera membakar surat itu dan menyimpan bungkusan kecil berisi bubuk putih, "kali ini, bahkan jika selir diracuni, Yang Mulia tidak akan menyalahkan ku!"


Kedua pelayan itu saling melirik dan ingin tahu apa rencana nona muda mereka. Sayangnya, Rongyu hanya terkekeh dan menyisir rambutnya dengan elegan. Dia, Rongyu, pasti akan mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Tapi, Nona ... Apa yang akan Nona lakukan pada gadis bernama Li Chang Su itu?"

__ADS_1


Rongyu tertegun sejenak. Ekspresinya kembali mendingin, "Tentu saja, aku akan menghancurkan malam pernikahannya!"


Setelah itu ... Dia benar-benar tertawa seperti malaikat maut yang siap menjemput domba kecil.


__ADS_2