Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Akhir 'Musim Semi', Menghangatkan Tempat Tidur


__ADS_3

KETIKA MU HONGZHI kenyang oleh masakan dari para juru masak, dia ingin kembali ke tenda. Dua penjaga yang menjaga tenda Mu Xianzhai segera memblokirnya dengan tombak, menyilangkan senjata itu tanpa ragu.


Pria itu jelas bingung. Para penjaga tidak pernah ada yang berani menghalangi atau menghentikan langkahnya. Tapi kali ini, ekspresi kedua penjaga itu sedikit tidak wajar. Agak memerah.


Dia jelas penasaran dengan apa yang sedang terjadi di dalam. "Kenapa kalian menghentikanku? Biarkan aku masuk!"


Salah satu dari keduanya langsung berkata, "Maaf, Jenderal Hong. Kami hanya mengikuti perintah sebelum nyawa melayang ...."


"Apa maksudmu? Apakah sepupu dan sepupu ipar ada di dalam?"


"Ya ...." Keduanya bersenandung.


"Kalau begitu aku akan masuk! Jangan menghalangi!" Mu Hongzhi ingin menerobos, tapi dua penjaga itu langsung menendangnya hingga jatuh terduduk.


Pria itu mengerang tidak berdaya. Walaupun kekuatan kaki dua penjaga itu tidak besar, tapi masih dilatih oleh sepupunya. Kini berani menendang. Apa yang sebenarnya sedang dilakukan di dalam sana?


Hal ini, dua penjaga memohon maaf. Ini hanya perintah, jika Jenderal Hong berani menerobos, maka tendang saja. Setelah dua penjaga itu berkata, Mu Hongzhi semakin penasaran. Tapi, telinganya menangkap sedikit suara di dalam. Cukup ambigu.


Wajahnya tiba-tiba saja pucat dan merona. Ini ternyata alasannya. Sepupu sedang makan daging yang enak. Dia hanya anjing tunggal yang kesepian. Tapi mana mungkin tidak tahu seperti apa kekuatan sepupunya bukan?


Dia segera memelototi dua penjaga itu dan bangun sambil terbatuk canggung. Karena seperti ini, dia hanya terpaksa berada di luar untuk menunggu keduanya selesai. Di barak militer seperti ini, sepupunya tidak mungkin hanyut dalam musim semi begitu lama.


Begitulah kira-kiranya Mu Hongzhi berpikir saat ini.


Di dalam tenda, mungkin Li Chang Su hanya bisa menggigit bibirnya dan menahan diri untuk tidak berteriak. Dia mengutuk Mu Xianzhai yang berkata akan pelan, tapi ini ternyata menggodanya.


Tubuh keduanya berkeringat. Mu Xianzhai tidak memedulikan kekesalan isterinya dan menyelesaikan aliran musim semi yang terus meledak di pikirannya. Dia memeluk gadis itu dan membenamkan dirinya di leher. Di saat terakhir, dia membiarkan Li Chang Su meremas seprai dan mengerang dengan tubuh mengejang.


"Su'er ...." Bisik Mu Xianzhai sedikit serak.


Sementara dia sendiri hanya menikmati pemandangan di depannya dengan penuh kasih sayang. Dia tahu, ini pasti memuaskan istrinya. Gelang naga perak sedikit menggerakkan matanya. Ada cahaya merah samar di antara mata naga perak itu. Sebelum akhirnya menghilang lagi.

__ADS_1


Pikiran keduanya benar-benar dipenuhi kabut dan ledakan bunga musim semi. Aroma ambigu memenuhi seisi tenda. Tempat tidur telah berantakan dan Mu Xianzhai mencium bibirnya sedikit lebih lama. Sebelum akhirnya melepaskan dia karena telah memohon sejak awal. Dia tidak tega untuk menyiksanya.


Li Chang Su masih sedikit diliputi kabut di pikirannya, tidak menyadari jika Mu Xianzhai menatapnya dengan banyak cinta. Jika dia tahu bahwa pria itu memiliki ekspresi terlembut di hari hiasa, mungkin akan terkejut. Atau tidak percaya jika pria yang selalu memasang wajah dingin dan sombong itu, akan memiliki sifat lain yang tersembunyi.


Gadis itu tanpa sadar merangkul leher Mu Xianzhai dan menenangkan diri. Setelah beberapa saat, dia hanya mencium bibirnya sekilas. Walaupun Mu Xianzhai menginginkannya lagi, dia menahannya sekarang.


Mu Xianzhai meladeni ciumannya sebentar sebelum akhirnya tersenyum penuh. "Menginginkannya lagi?" godanya.


"Aku lelah." Gadis itu memerah. Tapi jujur saja, ini pengalaman yang berbeda setelah menikah. Tidak heran, banyak tentara wanita di masa lalu selalu menceritakan kehebatan suaminya di ranjang.


Tapi Li Chang Su tidak mau mengakuinya.


"Istirahatlah dulu." Mu Xianzhai berkompromi, berbaring menyamping di sebelahnya, menopang kepala. Jika dia seharian dengan istrinya seperti ini, masih sanggup untuk menyenangkannya.


"Aku melihat Mu Hongzhi di luar." Li Chang Su menggunakan mata dewa untuk melihat ke luar tenda. Mu Hongzhi cukup jauh dari tenda. Sepertinya menunggu.


"Su'er tidak perlu khawatir. Dia tidak akan masuk kecuali tak menginginkan matanya lagi." Pria itu terkekeh. Merasa puas. Dia mengambil tisu yang dikeluarkan dari ruang artefak oleh Li Chang Su, mengelap keringat di wajahnya.


"Apanya?"


"Haruskah aku menyentuhnya?" Tangan pria itu mulai menjadi nakal, bergerak ke bawah dan hendak menyentuhnya.


Li Chang Su segera memukul tangannya. "Dasar pria cabul!"


Mu Xianzhai hanya tertawa ringan. Tapi Li Chang Su lebih malu. Itu tidak sakit lagi. Setidaknya, Mu Xianzhai tidak bermain kasar.


Setelah beberapa saat, gadis itu menyipitkan matanya ke arah lain. Wajahnya tambah malu. Dia berkata jika Xue Zi ada di kegelapan tenda. Tidak tahu apa yang sedang dilakukan, hanya makan wortel.


Mu Xianzhai berwajah gelap saat tahu jika kelinci mutasi ada di dalam tenda. Bagaimana dua penjaga itu bekerja? Bahkan seekor kelinci saja lolos dari matanya.


"Keluar!" Dia sedikit berteriak.

__ADS_1


Kelinci mutasi itu keluar dari persembunyiannya sambil menggigit wortel. Menatap pria itu dengan kesal. Tidak perlu menunggu lama, Mu Xianzhai menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk mendorong kelinci mutasi jelek itu keluar tenda.


Xue Zi tidak siap dengan dorongan energi mental itu dan terbang keluar. Seekor binatang berbulu putih itu langsung melewati dua penjaga tenda dan menghantam wajah Mu Hongzhi tanpa perlindungan diri.


"Ahh!" Mu Hongzhi terkejut dan hampir saja terjengkang.


Adapun kelinci mutasi, itu tidak berdaya saat jatuh bebas, menghantam tanah bersalju. Mu Hongzhi menyentuh wajahnya yang sakit. Lalu mengalihkan perhatiannya pada benda yang menghantam wajahnya. Tadi itu berbau tanaman berbusa.


"Ah, itu kamu! Kenapa muncul dari dalam?" Mu Hongzhi bingung.


Kelinci mutasi itu tidak bisa menjawab. Tapi suara Mu Hongzhi segera terdengar.


"Jika kelinci jelek itu berani menyelinap lagi, maka malam ini jangan ragu untuk menangkap banyak kelinci untuk dibuat sup!"


"...." Tiga orang dan seekor kelinci itu terdiam. Tentu saja Xue Zi tidak akan membiarkan pria jahat itu memburu kelinci, itu rakyatnya.


Karenanya, Xue Zi segera melarikan diri untuk mencari kesenangan lain. Adapun Mu Hongzhi, masih harus menunggu di luar. Dia meminta penjaga untuk mengambil kayu bakar dan membuat unggun api. Karena hari tidak turun salju lagi, dia tidak terlalu sibuk dengan jubah musim dingin.


Jenderal lain tidak berani mengganggu Mu Xianzhai yang kini menutup diri dengan isteri. Mereka tahu apa yang sedang dilakukan. Terutama para jenderal dan wakilnya yang masih muda. Perasaan musim semi di cuaca dingin ini sungguh luar biasa. Setidaknya, Mu Xianzhai memiliki istri yang menghangatkan tempat tidur.


Di dalam tenda, Mu Xianzhai berpakaian. Namun dia tidak mengizinkan Li Chang Su untuk turun dari tempat tidur. Setelah memberi kecupan di dahi, dia merapikan rambut istrinya sebentar.


"Aku akan meminta juru masak membuatkan sesuatu untuk mengganjal perut. Kamu beristirahat saja di sini. Tak akan ada yang berani masuk untuk mempermalukanmu."


"Aku baik-baik saja!" Gadis itu memelototinya dan berusaha untuk bangkit dari tempat tidur. Walaupun kini memakai gaun sederhana dan cukup tipis, dia tidak kesulitan bergerak.


Saat kakinya menginjak permukaan dan ingin bangkit, tiba-tiba saja tidak memiliki tenaga. Kakinya ternyata lemas dan gemetar. Dia hanya bisa duduk dengan wajah merah. Sungguh memarahi Mu Xianzhai.


"Sialan! Mu Xianzhai, kamu hooligan bau!!" Ejeknya sangat malu.


Mu Xianzhai hanya terkekeh dan menghampirinya, membopong dia kembali ke atas ranjang. "Sudah Suami katakan, istirahat saja di sini. Kenapa Istri tidak percaya?"

__ADS_1


__ADS_2