
PRIA JELMAAN macan tutul hitam mutasi tingkat dewa pun terkekeh. Dia merasa tertantang untuk membunuh manusia. Ambisinya untuk menjadi kuat dan membebaskan tuan mereka yang terkurung di pegunungan dewa pun semakin menggila.
"Benar saja, manusia memang penuh kesombongan dan terlalu percaya diri," gumam salah satu dari binatang hitam mutasi itu.
"..." Li Chang Su memiliki tiga garis hitam di kepalanya. Bukankah para binatang hitam mutasi itu yang terlalu sombong? Jangan mengejek diri sendiri.
"Tidak masalah. Kami cukup banyak, kalian hanya berempat. Ck, manusia ... hari ini kalian ditakdirkan untuk berada di perut kami!" Beruang hitam mutasi tingkat dewa pun tertawa puas.
Hari ini, mereka harus membunuh Li Chang Su ataupun Mu Xianzhai. Setidaknya jika tidak berhasil, cara lain hanyalah melukai pihak lawan dan menghapus sumber kekuatannya.
Li Chang Su memperhatikan mereka tertuju pada gelang naga perak yang dipakainya. Ternyata ... mereka menginginkan gelang ini karena jiwa naga perak yang telah terpelihara dengan baik sampai sekarang.
Dia melirik Mu Xianzhai. Pria itu menoleh padanya dan menyentuh kepala Li Chang Su.
"Jangan takut, Raja ini bisa membunuh mereka dengan mudah jika mau. Nah, bagaimana menurut Su'er?" tanyanya penuh kelembutan dalam kata-katanya. Sangat dimanja. Seolah-olah merasa jika kumpul binatang hitam mutasi tingkat dewa itu hanyalah kuda liar.
"Aku ingin mencoba hasil latihanku," jawab gadis itu polos. Lalu dia menatap Mu Hongzhi dan Lict. "Kalian sendiri, apakah ingin menonton di semakin atau ikut berlatih?"
"Aku bertarung!" Mu Hongzhi antusias. Kenapa dia harus duduk dan menonton saja. Tangannya sudah gatal untuk memenggal kepala mereka.
"..." Lict sendiri tidak yakin dan dia memilih untuk tidak jauh-jauh dari Mu Xianzhai. Dia hanya seniman bela diri, bukan kultivator. Jadi ... Adegan yang satu ini bukan panggungnya.
Kelinci putih mutasi di pelukannya mendengus. "Diam dan lihat saja, jangan bodoh! Dengan kemampuanmu saat ini, itu hanya bisa mengalahkan binatang mutasi tingkat suci!" ejeknya.
"..." Lict merasa berdarah tapi tidak ada luka fisik. Xue Zi ini benar-benar mampu membunuh orang dengan kata-katanya.
Karena sudah diputuskan, Li Chang Su menatap salah satu dari para binatang hitam mutasi itu. Akhirnya dia tertarik dengan binatang hitam mutasi yang ada di samping beruang hitam mutasi tingkat dewa.
"Yah, kamu ... Bukanlah kamu juga beruang hitam mutasi. Kenapa tidak berubah dan melawanku lebih dulu?" tanyanya penuh senyum.
__ADS_1
Binatang hitam mutasi tingkat dewa yang ada di samping beruang hitam mutasi pun langsung meledak dengan kemarahan. Dia segera berubah menjadi seorang wanita dewasa berpakaian seksi. Ada telinga binatang yang khasa di kepalanya.
"Siapa yang kamu panggil beruang?! Aku ini panda hitam mutasi! Panda! Panda! Kenapa mereka selalu salah paham denganku?!" teriak wanita jelmaan panda hitam mutasi yang baru saja dipanggil sejenis beruang oleh Li Chang Su.
"..." Li Chang Su menyipitkan matanya dengan curiga.
Binatang hitam mutasi yang seluruh tubuhnya hitam seperti beruang di sampingnya itu ternyata seekor panda? Warna bulunya yang hitam tidak memiliki warna putih.
"Bukankah kalian mampu mengubah warna bulu?" tanya Li Chang Su polos.
"..." Tak ada satupun dari binatang hitam mutasi yang mengubah warna bulunya karena memang tidak bisa! Ini hanya bisa berlaku untuk binatang putih mutasi.
Jikalau bisa, mereka akan menghabiskan banyak energi. Lupakan saja, menjadi hitam juga cantik.
"Manusia, kamu berani!" Wanita jelmaan panda hitam mutasi segera maju untuk menyerang gadis itu. Dia mengulurkan tangan kanannya yang dipenuhi oelh cakar tajam, ingin mencekiknya.
Tapi Li Chang Su dengan santai pindah. Mu Xianzhai tetap di tempatnya dan Mu Hongzhi sudah melawan salah satu dari mereka. Adapun Lict yang patuh di dekat Mu Xianzhai, hanya bisa menghela napas.
"Hah? Pedang? Untuk apa?" tanya Lict curiga.
"Pedang Raja ini sangat istimewa dan tidak bisa terkontaminasi oleh darah kotor mereka. Pedangmu bagus untuk momen ini." Mu Xianzhai menjelaskan sedikit lalu terdiam lagi.
"..." Lict bahkan lebih berdarah lagi. Pedangnya cocok? Dia khawatir tak ada yang spesial dari pedangnya sendiri, jadi berikan saja.
Di saat binatang hitam mutasi tingkat dewa lainnya maju untuk melawan Mu Xianzhai, pria itu hanya tenang dan msnatao mereka acuh tak acuh dari balik topeng peraknya. Pedang milik Lict lebih ringan dibandingkan dnsgan pedangnya, tapi karena itu lah gerakannya akan lebih cepat.
Pedang Mu Xianzhai lebih berat sehingga pria itu malas untuk mengambilnya.
"Hanya pedang yang rusak! Jangan bermimpi untuk melukai kami!" seru serigala hitam mutasi tingkat dewa yang melompat dan ingin menyerang Mu Xianzhai dari samping. Lalu ada pria jelmaan macan tutul hitam dari depan. Bisa dikatakan, Mu Xianzhai tidak mungkin melawan dari dua arah yang sama.
__ADS_1
Sayangnya, mereka harus kecewa. Mu Xianzhai justru menggunakan tangan kosong untuk berurusan dengan pria jelmaan macan tutul hitam. Sementara pedang memblokir serangan serigala hitam mutasi tingkat dewa.
Kedua makhluk itu dipukul mundur dengan tidak percaya. Pria jelmaan macan tutul hitam lebih tertarik lagi dengan aura yang dimiliki Mu Xianzhai. Meski pria itu kuat, pasti ada titik lemahnya.
Adapun serigala hitam mutasi tingkat dewa kali ini, melolong cukup keras, mengejek para manusia yang bodoh.
"Pedang rusak yang tidak berguna!" Serigala hitam mutasi tingkat dewa juga meremehkan pedang Lict.
"..." Lict kembali berdarah lagi dalam pikirannya.
Sungguh ... dia merasa tidak lebih baik hidup ataupun mati. Mu Xianzhai tersenyum, menatap mereka yang penuh penghinaan. Lalu tatapan jatuh lagi pada serigala hitam mutasi tingkat raja yang baru saja terkena pedang milik Lict.
"Mu Xianzhai! Lebih baik kamu menyerah dan sembahlah tuan kami dengan tulus. Dunia ini akan menjadi milik tuan kami cepat atau lambat. Hah, bukan hanya itu, kami juga akan membuatmu duduk di takhta dengan—" tiba-tiba saja ucapan serigala hitam mutasi tingkat dewa terhenti.
Makhluk itu tiba-tiba saja melolong sakit dan melihat darah menetes dari lehernya. Serigala hitam mutasi tingkat dewa yang baru saja menyadari hal itu pun tertegun. Bahkan pria jelmaan macan tutul hitam mutasi pun tidak bisa memikirkan kemungkinan lain.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kamu melukaiku hanya dengan pedang yang rusak?" Serigala itu tampak ketakutan dan bingung. Dia mengubah dirinya menjadi seorang manusia, pria berjubah hitam, rambut panjang dan telinga serigala yang khas.
Ada luka di lehernya, cukup mengerikan tapi tidak membuatnya kehilangan nyawa. Hanya saja jika pendarahannya tidak dihentikan, pria jelmaan serigala hitam mutasi tingkat dewa itu akan sekarat dan mati.
"Bagaimana mungkin!" Pria jelmaan serigala hitam mutasi menyentuh lehernya yang berdarah hitam bercampur merah. Matanya penuh dengan niat membunuh yang kuat. "Manusia! Kamu berani!"
Dia segera melompat dan kuku-kuku di kedua tangannya langsung memanjang dan runcing seperti cakar binatang buas lainnya. Gerakannya sangat cepat sehingga pria jelmaan macan tutul hitam mutasi belum sempat menghentikannya.
"Naif!" Mu Xianzhai tidak menggunakan pedangnya kali ini, melainkan tangan kosong untuk mendorong pria jelmaan serigala hitam mutasi menabrak dinding terowongan yang terbuat dari batu alami.
"Akh!!" Pria jelmaan serigala hitam mutasi langsung mengeluarkan darah dari mulutnya. Rasa sakit di tubuhnya sangat nyata.
Diperkirakan, organ dalamnya rusak parah dan meninggal di tempat dengan cara yang menyedihkan.
__ADS_1
"Tidak ... Bagaimana mungkin?!" Pria jelmaan macan tutul hitam mutasi membelalakkan mata, punggung berkeringat dingin.