
YE SHI MENATAP Mu Xianzhai yang kini duduk di sisi lain sambil menghangatkan diri. Pria bertopeng perak itu mendengus. Sepupunya yang bodoh itu baru menyadarinya sekarang. Bukankah dia sudah memberi tahu sedikit tentang kelinci putih gemuk itu?
Membayangkan jika selama ini berada dalam satu kereta dengan kelinci mutasi dan bahkan mengelus, Mu Hongzhi merasa ngeri. Dia selama ini memegang kelinci mutasi.
Pantas saja waktu itu dia dilempar wortel oleh kelinci mutasi di gua saat menemukan keberadaan Mu Xianzhai dan Li Chang Su. Dia pikir kelinci itu sangat pintar dan berbeda dari peliharaan lainnya. Ternyata ... itu semua karena identitas kelinci mutasi?!
Kelinci mutasi itu memiliki pendengaran yang baik dan melemparkan wortel ke arah Ye Shi. Pria itu untungnya berhasil menangkap wortel dengan cekatan. Jika tidak, wajahnya akan menjadi korban.
"Makhluk ini memiliki kekuatan yang bagus." Pria itu memujinya.
"...." Mu Hongzhi sendiri merasa jika kelinci mutasi memiliki kebiasaan melemparkan wortel.
"Apakah kelinci itu marah padaku?" tanya Ye Shi.
"Sudah tahu, jangan tanya." Mu Xianzhai berkata dengan nada dingin
"...." Apa salahnya?
Saat Mu Hongzhi tahu itu kelinci mutasi, ada sedikit rasa takut. Tapi ketika Li Chang Su keluar sambil memanggil nama kelinci mutasi itu, dia merasa penasaran. Apakah benar kelinci itu tidak makan orang.
Mu Xianzhai meminta Li Chang Su duduk di sampingnya. Jangan biarkan Ye Shi memiliki kesempatan untuk mendekati istrinya.
"Aku baru saja berpikir bagaimana caranya membiarkanmu muncul. Kamu muncul duluan, syukurlah," kata Li Chang Su seraya menunjukkan senyum datar.
"...." Apakah sejak awal keberadaannya sudah diketahui? Ye Shi merasa lebih inferior dalam hal seni bela diri.
Kelinci mutasi itu menghampiri Mu Hongzhi dan melompat ke pangkuannya. Mencari tempat yang hangat. Sedangkan pria itu masih sedikit merinding.
Saat Mu Xianzhai berkata jika Ye Shi memberi tahu tentang kelinci mutasi, sepupunya ketakutan. Bukan karena tidak punya nyali untuk memegang kelinci mutasi, tapi sedikit berpikiran buruk.
Saat Xue Zi tahu jika manusia itu menganggapnya pemakan orang, rasanya ingin berteriak dan memberi tahu jika dia hanya makan wortel. Serta beberapa makanan yang dimakan manusia lainnya. Dia tidak makan orang. Paling juga mencabik mereka, melemparkannya untuk makan burung karnivora.
Li Chang Su tidak mau repot-repot dengan Mu Hongzhi yang takut dengan Xue Zi. Dia melirik Ye Shi. "Kenapa kamu di sini? Bukankah seharusnya di ibu kota untuk menjalankan tugasmu?"
__ADS_1
"Tugasku membunuh orang, tidak selalu di ibu kota." Ye Shi tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Dia hanya menikmati ikan bakarnya dengan lahap. Sungguh, dia cukup kelaparan.
"Oh, datang ke sini untuk lewat atau membunuh kami?" Li Chang Su terkekeh, sedikit bermain-main.
Bulu kuduk Ye Shi meremang. Saat melihat senyum Li Chang Su yang mirip iblis wanita yang manis, dia sungguh ingin menelan pil keselamatan. Sungguh tidak memiliki niat untuk membunuh mereka. Dia masih sayang hidup.
Jangankan melawan Li Chang Su, jika dia berhadapan dengan Mu Xianzhai saja masih akan kalah. Belum lagi ketiga orang di depannya itu kuat. Dia mungkin akan kehilangan banyak keuntungan di masa depan.
"Percaya atau tidak, sejak malam itu, aku telah memutuskannya untuk mendaftar hitamkan namamu. Jadi di masa depan, jika ada seseorang yang membeli kami untuk membunuh kalian, pasti aku tolak. Berapapun harga sewanya," kata Ye Shi dengan lugas.
Mu Xianzhai sudah berada di daftar hitam sejak lama. Kini ditambah Li Chang Su. Dan juga Mu Hongzhi sebagai sepupu pria itu. Dia sendiri seorang pemimpin organisasi pembunuh, tapi tidak memiliki niat untuk mendirikan bangunan khusus.
Rutinitas ini hanya sampingannya di kala bosan. Dia sendiri tidak kekurangan uang. Walaupun tidak sekaya Ye Tianli. Tapi dia masih bisa untuk membesarkan beberapa selir di masa depan. Itupun jika dia mau.
"Aku hanya lewat. Berjalan-jalan untuk mencari sesuatu. Setelah makan aku akan pergi."
"Apakah kamu melihat sekelompok orang berjubah hitam?" Kali ini Li Chang Su ingin mengorek informasi.
"Di masa depan, jika kota atau ibu kota negara Bingshui diserang oleh segerombolan binatang mutasi kegelapan, itu pasti ada pengendalinya. Temukan pengendalinya dan bunuh. Dengan begitu, para binatang mutasi kegelapan akan kebingungan dan kehilangan kontrol terhadap tuan." Li Chang Su mengangguk kecil padanya.
Ye Shi tahu ini masalah penting. Tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, dia menanggapinya dengan serius. Tentu saja mengingatkan dalam hati. Ye Tianli harus diberi tahu tentang ini.
Mu Xianzhai memiliki sedikit kecemburuan saat istrinya berbicara dengan Ye Shi. Namun isi pembicaraan ini cukup penting, jadi dia tidak menyela. Setelah Ye Shi menyelesaikan sarapan, dia langsung pamit.
Kini menyisakan tiga orang dan atau ekor kelinci mutasi. Li Chang Su sebenarnya tidak berniat ada di sini. Dia pun bangkit untuk memanen rebung. Tentu saja, mata dewanya menangkap rumpun bambu tak jauh dari lokasi mereka saat ini. Hanya saja mungkin letaknya sedikit di permukaan miring.
Ketika Mu Hongzhi tahu Li Chang Su akan mengambil rebung atau tunas putih musim dingin itu, dia juga ingin ikut. Tapi tempat ini nanti tidak akan ada yang menjaga. Jadi lupakan saja.
Pada akhirnya, Li Chang Su dan Mu Xianzhai pergi.
"Apakah Su'er tahu cara mengambil tunas putih musim dingin dari rumpun bambu?" Mu Xianzhai mengerutkan kening di balik topeng peraknya.
"Tentu saja. Ini bukan masalah besar. Bagaimana denganmu?"
__ADS_1
"Aku tahu, tapi belum pernah mencoba."
Keduanya menuju ke tempat di mana rumpun bambu berada. Lokasinya memang sedikit miring. Li Chang Su harus berhati-hati untuk turun. Tapi Mu Xianzhai mengambil langkah lebih dulu dan mengambil tangannya.
"Ayo, jalannya licin. Jangan sampai jatuh," katanya.
"Seorang prajurit harus berani. Kamu menganggap aku ini seperti gadis biasa saja? Ingat, aku umur tiga puluh tahun." cibir gadis itu. Namun masih menerima uluran tangannya.
"Berapapun umur Su'er di masa lalu, itu kecil sekarang. Aku tidak peduli."
"....." Li Chang Su tahu jika Mu Xianzhai orang yang tidak akan memedulikan apapun selain keinginannya sendiri.
Rumpun bambu yang dipenuhi salju itu memiliki daun yang mengeras. Bahkan permukaan rumpun bambu dipenuhi banyak salju.
Li Chang Su mengeluarkan sekop kecil untuk menyingkirkan salju yang menutupi permukaannya. Mu Xianzhai membantu dan menemukan tunas bambu muda yang disebut rebung itu. Ukurannya cukup besar Li Chang Su merasa bersemangat.
Bahkan jika dia tidak memakannya, Mu Xianzhai pasti suka. Rebung yang besar dan muda itu terlihat cukup mencolok, sangat dingin.
"Biarkan aku memotongnya. Su'er, bagaimana cara memotongnya?" Mu Xianzhai sudah memegang pedang.
"....." Sudut mulut Li Chang Su berkedut. Apakah pria ini telah kecanduan membunuh orang hingga ingin memotong rebung dengan pedang?
Rebung itu mungkin menyedihkan jika tahu seseorang memotongnya dengan pedang. Pada akhirnya, Li Chang Su mengeluarkan pisau khusus.
"Simpan pedangmu. Pakai ini. Apakah kamu berpikir rebung itu binatang mutasi?" ejeknya.
"...." Mu Xianzhai menyarungkan kembali pedangnya dan menerima pisau. Perlahan-lahan, dia memotong rebung itu sesuai instruksi Li Chang Su.
Jarak keduanya sangat dekat karena berdampingan. Li Chang Su tidak mungkin peduli tentang pendekatan ini. Tapi Mu Xianzhai berbeda. Pria itu sudah kurang fokus pada rebung yang sedang dipotongnya. Justru memperhatikan wajah gadis itu. Pipi lembutnya memerah karena dingin.
Dia sangat gemas ingin mencubitnya.
Melihat Mu Xianzhai sedikit linglung, Li Chang Su kesal. "Apa yang kamu pikirkan? Potong rebungnya dengan benar!"
__ADS_1