Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mu Lizheng Tidak Beruntung


__ADS_3

KARENA LEDAKAN ruang bawah tanah begitu besar, Mu Lizheng tidak menyangka jika kerugiannya akan sangat besar. Tanah langsung ambruk ketika ledakan terjadi hingga dia segera menjauh dari lokasi.


Parahnya lagi, ruang bawah tanah tersebut berada di atas gazebo halaman belakang istananya. Secara otomatis, gazebo juga runtuh. Bukan hanya itu, bangunan dan pohon di sekitarnya juga merasakan dampak ledakan.


Tanah bergetar cukup keras hingga membuat orang-orang yang ada di sekitar lokasi pun penasaran. Mereka hanya mengira jika itu disebabkan oleh binatang mutasi kegelapan elemen bumi.


Mu Lizheng terbatuk akibat asal yang tak sengaja dihirup. Debu di mana-mana menemani suasana malam yang menegangkan. Para bawahannya juga terkena dampak ledakan.


Ini bukan ledakan biasa, namun semacam aura yang diledakkan pada satu titik dengan dorongan besar lalu menyebabkan dampak serius pada semua yang dilewatinya. Mu Lizheng mungkin hanya batuk setelah menghirup asap bercampur debu, tapi kulitnya terlihat tidak sehat.


Entah kenapa, aura spiritual di tubuhnya menjadi lebih lemah. Tapi yang penting lagi, gadis yang dibawa wanita jelmaan ular hitam mutasi itu membawa orang palsu. Dengan kata lain, mungkinkah Li Chang Su dan Mu Xianzhai tahu dirinya akan bertindak?


Rasanya tidak mungkin. Rencananya dibuat dengan sangat hati-hati hingga tidak ada orang lain yang tahu, termasuk bawahannya sendiri. Jadi ... Bagaimana mereka tahu?


Mu Lizheng yang menekan kegelisahan di hatinya kini bangkit dan memikirkannya cara untuk menghadapi kaisar nanti. Bagaimana jika mereka membocorkan masalah ini dan menjatuhkannya ke titik paling rendah?


Tidak, tidak bisa. Mu Lizheng tidak akan mengakui masalah ini. Tidak ada bukti yang kuat juga. Dia terbatuk lagi dan berusaha untuk mencari tempat yang aman. Dia butuh mencerna segalanya. Li Chang Su yang dibawa wanita itu palsu. Setelah ini, mungkin Li Chang Su sudah mengetahui niatnya.


Tapi Mu Lizheng masih tidak mengerti kenapa wanita jelmaan ular hitam mutasi itu ketakutan, tidak menjelaskan secara khusus. Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu sungguh bodoh. Untung saja sudah mati oleh ledakan di bawah sana sehingga tidak ada bukti khusus untuk menuduhnya.


Tapi ... Pria jelmaan ular hitam mutasi yang bersama wanita itu mungkin masih hidup. Dia hanya berharap jika pria jelmaan itu juga terbunuh di tempat kejadian agar semua bukti dirinya telah berkolusi dengan binatang mutasi kegelapan tingkat dewa pun juga hilang.

__ADS_1


Sayangnya Mu Lizheng merasa lemas dan hanya bisa duduk bersandar di sisi bangunan lain. Orang-orang di Istana Putra Mahkota penasaran dengan apa yang terjadi malam ini.


Sementara itu di kegelapan, Li Chang Su dan Mu Xianzhai bersembunyi di balik dedaunan rindang. Gadis itu telah meledakkan boneka tulangnya dan melihat dengan jelas apa yang terjadi. Sudut mulutnya tak bisa menahan diri untuk tersenyum.


"Su'er ... Kenapa tidak membunuhnya?" Mu Xianzhai ingin menguji istrinya perlahan.


Padahal sangat mudah bagi Li Chang Su untuk membunuh Mu Lizheng di tempat bersama wanita itu. Namun setelah mengetahui jika Mu Lizheng baik-baik saja, dia sedikit mengerutkan kening. Dia tak mempermasalahkan apapun jika saudara keempatnya ini meninggal dalam ledakan. Lagi pula, semua masalah ini karena Mu Lizheng sendiri.


Li Chang Su mengasihani hidup kecilnya saja sudah dianggap sebagai keuntungan. Tapi bukan berarti Mu Xianzhai akan melepaskan masalah ini.


"Ini belum waktunya. Jika dia meninggal begitu awal, bagaimana dengan Rongyu?" Li Chang Su menarik kembali aura yang tersisa dari tubuh boneka tulang yang telah hancur dan hangus.


Mu Xianzhai mungkin mengerti jika istrinya masih memiliki dendam pada Rongyu. Istrinya begitu kuat, bagaimana dirinya sebagai suami harus memberi perlindungan? Mu Xianzhai hanya bisa memanjakannya dengan baik, berhati-hati meletakkannya pada telapak tangan lalu perlakuan dengan baik.


Meski dia tahu istrinya kuat, tapi di dunia ini banyak musuh yang lebih kuat. Mu Xianzhai menyipitkan matanya dan teringat dengan identitas dirinya yang lain. Haruskah dia memberi tahu Li Chang Su lebih awal atau ....


"Ayo kembali. Ini sudah cukup untuk membuat Mu Lizheng khawatir jika kita akan melaporkan masalah ini pada kaisar," kata Li Chang Su sudah kehilangan minat.


Tanpa melaporkan masalah ini, istana kekaisaran pasti akan langsung mencari tahu dan menginterogasi orang-orang di Istana Putra Mahkota. Keduanya pun kembali ke Istana Raja Perang untuk membersihkan kekacauan.


Tanpa diduga, orang-orang yang diutus oleh Istana Kekaisaran sudah tiba dan menanyai banyak hal pada He Ze yang masih memegang jarum perak.

__ADS_1


"Oh, bisakah kalian membiarkan aku mengobati para penjaga yang terluka ini? Lihatlah betapa menyedihkannya mereka, terkena racun ular dan kesakitan. Jika perawatannya ditunda, mereka bisa mati. Jika mereka mati, raja perang pasti akan memenggal kepalaku. Apakah kaisar mau bertanggung jawab jika aku dipenggal? Dia mungkin akan langsung minum racun jika aku diberi hukuman mati," jelas He Ze panjang lebar dan terlihat bicara omong kosong.


"..." Para urusan kaisar yang datang dan baru saja bertanya. Dia tak menyangka jika pria bersurai putih salju ini akan menjawab dengan serangkaian omong kosong.


"..." Mu Xianzhai di kegelapan langsung memiliki tiga garis hitam di kepalanya.


Kaisar memenggal kepalanya? Tidak mungkin. Kaisar sendiri tahu He Ze dan pasti akan melompat dari kursi naganya jika tahu He Ze ditanyai banyak hal seperti itu.


Pada akhirnya, para utusan kaisar benar-benar membiarkan He Ze mengobati para penjaga lebih dulu. Ini Istana Raja Perang, siapa yang akan mengacau. Jelas pria berambut putih itu bukan orang biasa dan auranya terlihat begitu besar. Jadi apakah itu tabib atau bukan, mereka tidak peduli.


Lalu Mu Xianzhai dan Li Chang Su langsung muncul. Kemunculan keduanya membuat para utusan terkejut dan segera memberi hormat. Lagi pula raja perang sangat dihormati oleh semua orang, termasuk Kaisar Mu.


"Ada apa?" Mu Xianzhai bertanya dengan nada acuh tak acuh. Sedangkan Li Chang Su segera membantu He Ze mengobati sisa penjaga yang masih belum mendapatkan perawatan.


Para utusan itu akhirnya memberi tahu Mu Xianzhai kedatangannya dan mengajukan beberapa pertanyaan. Mu Xianzhai sangat baik dan tidak mengelak dari pertanyaan. Setelah itu para utusan pun menghela napas lega.


"Kalau begitu kami akam kembali dulu. Kaisar sangat gelisah dengan masalah ini dan khawatir jika pensiunan kaisar akan berlarian untuk mengutuk para binatang mutasi kegelapan," jelas salah satu utusan langsung batuk kecil. "Setelah masalah binatang mutasi teratasi, Kaisar Mu ingin Yang Mulia datang ke istana bersama Putri Xian," imbuhnya.


Mu Xianzhai mengangguk dan meminta pelayan untuk mengantar mereka ke pintu. Setelah itu dia menghampiri Li Chang Su.


"Su'er, Raja akan pergi sebentar untuk mengetahui kondisi yang lain. Jangan menyusul dan tunggu aku kembali," katanya dengan sentuhan manja pada tatapannya.

__ADS_1


Li Chang Su menoleh dan bangkit dari jongkoknya. "Kenapa aku tidak ikut? Aku bisa membantumu," katanya.


__ADS_2