
GEMPA BUMI mnegguncang tanah Negara Bingshui dan mengembangkan semua orang di negara tersebut terbangun dari mimpi dan menyelamatkan diri, memeluk anak akan dan memanggil semua kerabat untuk berkumpul.
Tanah terbelah, sungai-sungai juga mulai menyusut serta hutan-hutan yang tumbuh subur pun menjadi layu tanpa alasan. Seolah-olah ada kekuatan yang menyerap semua energi bumi.
Mu Xianzhai merasa tubuhnya ada yang salah dan dia pergi ke suatu tempat yang sepi. Dia melepaskan topeng peraknya ketika merasa jika kedua matanya sedikit bermasalah. Perih, panas dan sedikit sakit. Tak lama setelah itu, rambutnya berubah menjadi putih keperakan.
Mu Xianzhai mencoba mengatur napasnya untuk menenangkan diri. Di saat seperti ini, dia tidak menyangka akan mengalami perubahan yang luar biasa. Penampilan lainnya dari kemampuan naga perak yang telah diwariskan pada Mu Xianzhai sejak kecil, kini terlihat.
"Bukankah Jin Long sedang berkultivasi untuk memulihkan tenaganya setelah melawan Hei Long? Kenapa sekarang bangkit? Mungkinkah karena kekacauan biantang mutasi kegelapan tingkat dewa?" gumam Mu Xianzhai.
Cahaya keemasan di kedua iris matanya terlihat menawan. Wajah tampan tanpa cela, rahang terbentuk sempurna, alis seperti pedang dan bibir tipisnya yang sensual. Jika Li Chang Su melihat penampilan ini, mungkin tak akan berkedip untuk waktu yang lama.
Sayangnya Mu Xianzhai tidak berniat untuk menunjukkan penampilan ini pada gadis itu sekarang. Waktunya belum tepat. Dia khawatir jika Li Chang Su mengira dirinya adalah seekor naga?
Meski darah naga di tubuhnya cukup kental, dia benar-benar seorang manusia yang diberi darah naga. Naga perak sebagai legenda Negara Bingshui bukankah lelucon. Meski tubuh nyata naga perak kini belum terbentuk, namun melalui kultivasi Li Chang Su di masa depan, pasti akan terwujud.
Oleh karena itu Mu Xianzhai berniat untuk mengajak Li Chang Su berkultivasi di barak militer dan membentuk tubuh nyata naga perak. Mereka harus mengalahkan Hei Long di masa depan.
Gempa bumi belum berakhir. Meski guncangannya tidak terlalu keras, tapi beberapa rumah dengan fondasi yang buruk sudah ambruk.
Sementara di Istana Raja Perang.
Li Chang Su yang baru saja selesai mengobati penjaga dari racun ular pun beristirahat di ruang utama. Ada He Ze dan juga Xuyao. Xuxu sendiri belum sadarkan diri saat ini dan berbaring di sisi lain.
__ADS_1
Ketika gempa bumi datang, Li Chang Su bangkit dari duduknya dan meminta mereka untuk pergi ke halaman. Khawatir jika rumah akan roboh, dia membiarkan para pelayan menjauh dari rumah dan memintanya berkumpul di halaman.
"Kenapa gempa tiba-tiba datang? Mungkinkah ada makhluk lain di bawah tanah yang mencoba untuk menghancurkan negara ini?" tanya Xuyao sembarangan, sedikit takut. Dia segera meraih Xuxu yang masih belum sadarkan diri dan pergi ke luar.
Sedangkan He Ze memiliki ekspresi serius. "Ini ... Aura naga perak," katanya terkejut. Dia bisa merasakan aura naga perak mengalir dari urat bumi di bawah Negara Bingshui.
"Bukankah naga perak sedang memulihkan diri dan jatuh dalam mode kultivasi? Bagaimana bisa dia bangun begitu saja?" Li Chang Su merasa tubuhnya tidak nyaman. Ada sesuatu yang mencoba untuk keluar dari tubuhnya hingga dia mengerutkan kening.
"Aku tidak tahu. Tapi ini pertanda tidak baik. Sepertinya kekacauan malam ini membuat jiwanya terbangun. Ini akam terjadi ketika negara ini merasa terancam. Keluar dulu," jawab He Ze segera memimpin Li Chang Su.
Bagaimana pun juga gadis ini harus dia lindungi. Tidak tahu apa yang terjadi pada Mu Xianzhai saat ini, seharusnya memiliki penampilan seorang pewaris naga perak. Dia hanya berharap jika penampilan pria itu tidak diketahui oleh pihak lain.
Sayangnya ketika Li Chang Su baru berjalan beberapa langkah, tubuhnya merasa tersengat sesuatu dan terhuyung ke depan. Kesadarannya hilang tiba-tiba hingga membuat He Ze mengutuk di hatinya. Benar saja, naga perak itu terbangun tapi membutuhkan banyak energi. Satu-satunya cara hanya menggunakan aura milik Li Chang Su.
Tapi Li Chang Su baru saja memulihkan diri dan tidak mungkin untuk memiliki banyak energi. He Ze menggertak gigi dan membawa gadis itu keluar dari ruangan sebelum akhirnya menyuntikkan aura spiritual ke tubuhnya. Tapi sebagai gantinya, dia berubah menjadi sekor tupai putih lagi.
"Ceritanya panjang. Jaga gadis ini. Aku akan pergi untuk memanggil raja perang!" Tupai putih itu langsung berlari menuju kegelapan malam dan menghilang dengan cepat.
Xuyao melihat Li Chang Su tak sadarkan diri dengan wajah pucat, hatinya segera panik. Apa yang terjadi dengan gadis ini sekarang? Bukankah tadi baik-baik saja? Pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
He Ze dalam wujud tupai putih pun melompat dari pohon ke pohon dan mendeteksi keberadaan Mu Xianzhai. Ketika tiba di suatu tempat, tupai putih itu melihat seorang pria bersurai putih keperakan bersandar pada batu besar seraya menyentuh kepalanya yang sedikit pusing.
__ADS_1
Pria itu seharusnya juga terkena efek samping dari kebangkitan aura naga perak bukan?
"Kamu di sini. Ini gawat! Kembalilah ke istana sekarang!" seru He Ze, melompat dari dahan pohon dan mendarat di tanah berumput dengan sempurna.
Mu Xianzhai melihat tupai putih itu datang dna hatinya tiba-tiba melahirkan perasaan tidak nyaman. Tubuh gadis menegang. "Apa yang terjadi pada Su'er?" tanyanya.
"Bodoh! Naga perak itu mencoba untuk membuat wujud sementara dan muncul di negara ini, seperti ini sangat marah. Makhluk berkumis itu menyerap aura gadis itu dan kini pingsan. Jika tubuhnya kehabisan energi, gadis itu mungkin akan koma seumur hidupnya atau kehilangan aura spiritual di tubuhnya!" Penjelasan He Ze singkat, padat dan jelas. Langsung pada intinya.
Mu Xianzhai tak bisa menunggu lagi dan dia sangat mementingkan Li Chang Su. Tak boleh ada kecelakaan pada gasi itu sehingga dia langsung memakai topeng peraknya kembali dan bergegas menuju istananya.
Di saat Mu Xianzhai kembali, para pelayan dan penjaga yang tersisa merasa asing dengan sosok barunya. Mereka tidak pernah melihat Mu Xianzhai yang memiliki rambut putih keperakan dan sedikit mencolok di bawah cahaya remang-remang lentera.
Namun Xuyao dan para penjaga gelap Mu Xianzhai tidak asing lagi dan mereka segera melaporkan kondisi di istana.
Mu Xianzhai tidak peduli dan dia langsung bergegas menuju Li Chang Su, membawanya ke gazebo halaman belakang dan membaringkannya dengan hati-hati. Meski gempa belum berakhir, gazebo tidak akan runtuh.
"Su'er ..." Mu Xianzhai menyentuh wajah istrinya yang pucat dan menyuntikkan auranya.
Dia ingin mengalahkan naga perak karena menyerap aura istrinya. Kenapa bukan dia saja?
Sedangkan di sisi lain lagi.
Di Istana Bupati.
__ADS_1
Mao Mao, si kucing putih penjaga gelang naga perak milik Mu Yishu bereaksi. Dia melompat dari tempat tidur saat menjaga bayi kecil majikannya dan melarikan diri untuk mengurus sesuatu. Sedangkan Yan Shi, istri Mu Yishu pun terkejut ketika dirinya sedang bangkit dari duduk untuk membawa bayi kecilnya keluar ruangan.
"Mao Mao, kamu mau ke mana? Cepat kembali!" teriaknya khawatir.