Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Identitas Kelinci Mutasi?


__ADS_3

KELINCI MUTASI yang kini berada di lubang galian pun ingin berteriak dan mengatakan jika dia tidak memiliki kutu di tubuhnya. Tidak ada kutu. Jangankan kutu, semut saja tidak berani menaiki punggungnya. Tapi apa daya, dia tidak bisa tiba-tiba bicara begitu saja. Atau Li Chang Su akan mengintegrasi dirinya sebagai raja kelinci mutasi dari kelompok cahaya.


Li Chang Su sendiri merasa tidak berdaya dan meminta He Ze untuk membawa kelinci itu ke atas. Sedangkan dia sudah ditarik ke sisi lain dan dipeluk olehnya dengan erat.


Pria itu tidak menyangka akan bertemu Li Chang Su di sini. Dan bahkan menyelamatkan keadaannya. Dia tahu istrinya menyembunyikan banyak kemampuan, tapi sebagai seorang suami, dia ingin memberinya yang terbaik. Melindungi gadis ini di telapak tangannya sendiri, betapa menyenangkannya.


"Su'er ... Apakah kamu baik-baik saja?" Tanyanya.


"Bukankah aku yang harusnya bertanya demikian?"


"Apakah Su'er mengkhawatirkanku?" Pria itu melepaskan pelukan dan menatap nya tanpa melepaskan sedikitpun gerakan.


Li Chang Su merasa tercekik. Khawatir? Dia bukan khawatir, tapi karena merasa memiliki kesempatan yang bagus untuk menguak orang yang mengendalikan binatang mutasi itu.


Jadi pada akhirnya, dia masih tidak lepas dari ciuman. Pria itu memojokkannya di pohon. Untung saja ini malam hari sehingga tak ada yang berani untuk menyentuh garis bawah Raja Perang.


Namun Li Chang Su tidak tahu jika di sisi lain cukup jauh dari keduanya, Ye Tianli tanpa sengaja melihat adegan itu. Hatinya melahirkan rasa masam dan pahit yang bersamaan. Mu Xianzhai adalah pria yang dingin dan kejam, tidak pernah menyentuh wanita dalam hidupnya. Siapa yang tahu, bahwa sekarang, Li Chang Su akan menjadi kelemahannya.


Dia hanya membuka kipas lipatnya dan menyembunyikan senyum ironis. Bahunya tiba-tiba ditepuk oleh Mu Hongzhi yang baru saja tiba di lokasi. Melihat binatang mutasi itu sudah tidak ada, dia dan penjaga elit kekaisaran menjadi bingung.


"Lalu di mana sepupu?" Tanyanya.


"Dia sedang pacaran."


"Hah?" Mu Hongzhi kebingungan. Dia tidak mendapatkan jawabannya karena Ye Tianli sudah melangkah pergi. Baru kemudian dia bisa melihat sosok Mu Xianzhai di bawah pohon.


Awalnya Mu Hongzhi ingin menghampiri sepupunya dan menceritakan banyak hal. Tapi sebelum melangkah pergi, Ye Tianli telah meraih kerah baju belakangnya dan menyeret dia untuk menjauh dari sana.


"Jangan ganggu. Ayo bantu aku untuk mengurus hal lain," kata Ye Tianli tidak akan membiarkan pria ini merusak suasana hati Mu Xianzhai.


"Tapi apa yang dilakukan sepupu?"


"Anjing tunggal tidak akan tahu! Lupakan saja!"

__ADS_1


"....," Mu Hongzhi merasa ingin berteriak. Siapa anjing tunggal? Dia tidak kekurangan wanita jika mau mencarinya. Tadi dia belum siap untuk mencari seorang gadis. Itu berarti, apakah sepupu ipar ada di sini juga?


Memikirkan ini, sangat mungkin jika Mu Xianzhai sedang bersama Li Chang Su di bawah pohon. Entah apa yang dilakukannya. Karena Ye Tianli menyeret dia menjauh, hanya bisa mengeluh. Lalu tanpa sengaja, dia melihat seekor kelinci putih yang dilemparkan He Ze—keluar dari lubang galian.


Dia pun menghampiri keduanya dengan penuh tanda tanya. Entah kenapa, tupai putih ini selalu membuatnya mencurigakan. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tanpa diduga, He Ze sepertinya menyadari tatapannya dan menyipitkan mata. Tidak tahu sejak kapan membuat bola salju, dia melemparkannya pada Mu Hongzhi.


Pria itu terkejut saat merasakan wajahnya menjadi dingin akibat bola salju yang pecah Dan Ye Tianli tidak memiliki komentar. Makhluk putih berbulu ini sepertinya ada hubungan dengan gelang naga perak. Hanya Mu Peizhi yang pasti mengetahui sesuatu.


Mu Hongzhi benar-benar terlihat bodoh saat ini, "Ada apa dengan tupai ini? Kenapa rasanya selalu marah ketika melihatku?!"


"Mungkin kamu terlalu mudah untuk dibenci," komentar Ye Tianli terdengar ringan, namun menusuk.


"....," Mu Hongzhi mungkin mulai berpikir keras untuk menemukan di mana dia pernah berdosa pada tupai putih milik sepupu iparnya. Dulu dianjuga dilempar wortel oleh kelinci mutasi, sekarang bola salju oh He Ze.


Sedangkan di tempat Mu Xianzhai saat ini berada ....


Setelah selesai berciuman, wajah Li Chang Su memerah dan panas. Dia tidak menolaknya, tapi juga tak merespon terlalu dalam. Apakah ini yang selalu diidam-idamkan banyak wanita ketika melihat pria tampan yang arogan dan dingin? Dicium oleh mereka, seperti dimanjakan oleh langit dan bumi.


Namun dia tidak menolaknya.


Ini sangat nyaman dan membuatnya terhanyut berlama-lama dalam benih cintang mulai tumbuh di hatinya.


Haruskah dia jatuh cinta dengan pria ini?


Bisakah dia mendapatkan semua kebebasannya setelah hubungan mereka menjadi lebih dekat?


Dia khawatir jika Mu Xianzhai memiliki kesukaan sementara, lalu mencari yang lebih sesuai dengan posisinya. Meski pikiran liar ini terdengar gila, dia yakin jika pria itu mengetahuinya, pasti akan marah.


Ya, sudah cukup banyak yang dilakukan pria ini untuknya. Sejak insiden dijatuhkan ke jurang dalam pengaruh ramuan cinta, Mu Xianzhai tidak lagi memiliki sikap dingin terhadapnya. Kadang bertingkah seperti pria yang membutuhkan cinta.


Ini menyebalkan.


"Baiklah. Berhenti mencium. Ada sesuatu yang ingin kutunjukan padamu," kata gadis itu seraya mendorongnya sedikit.

__ADS_1


Mu Xianzhai melonggarkan jarak dan tersenyum penuh kepuasan malam ini. Istrinya tidak lagi menolak dia untuk berciuman. Ini kemajuan besar. Di perjalanan nanti ketika keluar dari perbatasan, dia harus menunjukkan banyak cinta lagi. Sehingga keduanya bisa berada dalam satu ranjang tanpa tidur setiap malam. Ini ide gila bagi dirinya yang tidak pernah jatuh cinta.


"Apa itu?" Tanyanya.


"Ayo. Penjaga istanamu telah menjaganya. Kamu akan tahu nanti ....."


Li Chang Su membawa Mu Xianzhai ke tempat yang cukup terpencil. Ada beberapa penjaga istana serta penjaga kegelapan yang bertugas untuk mengamankan area. Ketika melihat keduanya datang, mereka segera membungkuk hormat.


Ada seorang pria paruh baya berjubah hitam tergeletak di tanah bersalju. Orang itu sudah meninggal karena racunnya. Mu Xianzhai menyipitkan mata dan menggunakan kakinya untuk membalikkan tubuh pria berjubah hitam itu.


Dan memang ada tanda-tanda orang Sekte Hitam. Setiap sekte kadang memiliki ciri tersendiri. Baik dari segi pakaian, tanda ditubuh atau lain sebagainya. Orang ini memiliki tanda silang di wajahnya. Yang merupakan ciri khusus.


Kedua tangan pria itu terkepal. Ternyata memang benar apa yang dikatakan Li Chang Su, ada orang yang mengendalikan semua ini. Itu memang Sekte Hitam. Jadi selama ini, gelombang binatang mutasi terjadi karena orang-orang ini.


"Bakar mayatnya dan jangan sampai ada orang lain yang tahu!!" Dia berkata dengan nada dingin. Lalu membawa Li Chang Su ke dalam kereta yang telah menunggu di sisi jalan lain.


"Bagaimana Su'er mengalahkannya?" Tanya dia penasaran.


"Racun. Orang ini memiliki racun. Tapi punyaku lebih kuat, jadi kalah cepat. Jangan lupa, aku memiliki mata dewa."


"Bagaimana dengan analisis Su'er? Aku tertarik untuk mendengarkan," pria itu selalu memiliki keterkaitan pada hal-hal ini. Terutama jika wanita yang menjelaskannya. Apalagi ini istrinya. Pendapat istrinya pasti akan dia utamakan lebih dulu.


Karena itu, Li Chang Su pun sudah merasa tidak aneh lagi dan menceritakan segalanya. Untuk melawan para binatang mutasi kegelapan, maka membutuhkan binatang mutasi cahaya agar menjaga keseimbangan.


Kelinci mutasi sangat kuat hingga laba-laba hitam mutasi itu tidak berani menyerang dan justru melarikan diri. Ini membuktikan jika kelinci mutasi lebih unggul. Tapi Li Chang Su tidak tahu jika Mu Xianzhai sudah berpikiran lain. Dia selalu merasa jika kelinci mutasi itu memiliki identitas lain.


Setelah mendengar Li Chang Su bercerita, akhirnya Mu Xianzhai tidak bisa menahan diri untuk membawanya dalam pelukan dan menghela napas pasti.


"Su'er .... Apakah kamu tidak curiga tentang identitas kelinci bodoh itu?"


...****************...


DI LUAR TOPIK: Sahabat baik Author hari ini menikah, jadi harus menghadiri acara. Update satu Chapter dulu. Sisanya nyusul setelah Author pulang kondangan. Mungkin update sore, jika tidak ada kendala.

__ADS_1


__ADS_2