
DI BULAN terakhir musim semi, banyak bunga-bunga yang mulai berguguran. Dan tunas bunga musim panas akan segera muncul. Di suatu tempat yang tenang dan sejuk, embusan angin yang kuat muncul. Banyak pepohonan patah dan tumbang.
Di sebuah hutan rimbun, tepatnya di tengah hutan, seorang gadis remaja berusia delapan belas tahun muncul di udara sambil mengayunkan pedangnya. Mata cerahnya penuh dengan cahaya keyakinan, gerakannya lincah dan stabil. Diperkirakan, kultivasi dalam dirinya telah banyak meningkat.
Dia bergerak cepat menuju bibir pantai, mengejar seekor binatang hitam mutasi tingkat ilahi yang baru saja melarikan diri dari pengawasan gadis itu.
Lagi-lagi, gadis itu mengayunkan pedang dan merapalkan mantera khusus. Sebuah cahaya menyelimuti pedang dan segera menebas makhluk tersebut.
Binatang hitam mutasi tingkat ilahi itu belum sempat mengutuk dan memarahinya, kini justru terbelah menjadi dua. Darah memenuhi tepi pantai tapi tidak membuat gadis itu jijik.
Gadis itu segera mendarat dengan sempurna di pasir halus, mengibaskan sisa darah di pedangnya dan menatap seekor rubah hitam mutasi tingkat ilahi yang telah mati. Gelang naga perak di pergelangan tangannya memancarkan cahaya putih samar dan akhirnya menghilang.
Suara ombak membentur batu karang memecahkan keheningan. Angin laut berembus, membuat rambutnya yang diikat ekor kuda pun sedikit tertiup angin.
Dia menatap langit cerah berawan dengan mata menyipit. Sudah tiga tahun ... Akhirnya dia telah mengembangkan kekuatannya sesuai dengan perkataan Mu Xianzhai. Dengan begitu, tubuh naga perak bisa dipulihkan.
"Su'er!" panggil seorang pria yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Xian Xian, kenapa kamu di sini? Bukankah kamu berkata akan kembali ke barak militer karena urusan penting?" tanyanya sangat polos.
Mu Xianzhai yang memakai setelan jubah brokat Hitam keunguan datang menunggangi kuda. Dia tampak dipenuhi dengan bunga musim semi di tubuhnya saat melihat Li Chang Su. Tapi ketika melihat potongan tubuh di pantai, dia mengerutkan kening.
"Su'er ternyata bermain lagi," kata pria itu dengan senyum penuh arti.
"Aku sedang mencoba pedang baruku." Li Chang Su menatap pedangnya sendiri.
__ADS_1
Pedangnya tentu saja terbuat dari bahan baja dan campuran lainnya sehingga membuat mata pedang sangat tajam dan kualitasnya tahan lama. Pedang tersebut dibuat di zaman modern sebelumnya dan jarang digunakan oleh Li Chang Su.
Tapi kali ini dia akan menggunakannya. Setelah ilmu tenaga dalam yang dia kuasai berubah menjadi energi spiritual, tentu saja lebih kuat lagi.
Selama tiga tahun, Li Chang Su telah berusaha menjadi lebih kuat, menyuntikkan aura ke kolam jiwa naga perak dan membangunkannya dari tidur panjang. Sekarang, dia hanya pergi melakukan langkah terakhir, yaitu pergi ke pintu gerbang baja untuk menemukan tubuh naga perak.
Namun sebelum itu, Li Chang Su dan Mu Xianzhai harus kembali ke ibu kota. Ada beberapa hal yang masih menanti mereka di sana. Lagi pula selama satu tahun terakhir, keduanya tidak kembali ke ibu kota untuk mengunjungi istana.
Mu Xianzhai yang selama ini menyembunyikan rahasia pun juga telah memberi tahu Li Chang Su semua kebenaran. Dari mimpi-mimpi hingga firasat yang telah dikonfirmasi oleh Wen Lao melalui surat, Li Chang Su akhirnya bisa menerima jika dirinya merupakan reinkarnasi dari istri Mu Xianzhai di zaman kekaisaran pertama masih berjaya.
"Su'er, waktunya pergi. Apakah kamu sudah berkemas?" tanya Mu Xianzhai lembut. Dia menggosok kepala gadis itu seperti menyentuh kucing peliharaan, membuat Li Chang Su selalu kesal.
Di mata Mu Xianzhai, Li Chang Su seperti gadis kecil. Selalu menjadi gadis kecil yang harus dijaga dan dimanjakan. Kini pria itu berusia tiga puluh tahun, Li Chang Su hanya delapan belas tahun. Dengan kata lain, Mu Xianzhai seperti seorang paman di mata gadis itu.
"Semuanya sudah dikemas," jawabnya.
Pria itu merangkul Li Chang Su dan keduanya berjalan beriringan.
Perjalanan menuju barak militer hanya membutuhkan satu hari. Keduanya telah ditunggu Lict dan Mu Hongzhi.
Setelah bermalam lagi sehari di barak militer, mereka pun melakukan perjalanan ke ibu kota.
Satu Minggu kemudian.
Kereta Mu Xianzhai tiba di ibu kota pada malam hari sehingga tidak terlalu menarik perhatian orang-orang. Di sisi lain, Mu Xianzhai enggan membuatkan istrinya menunjukkan diri di depan banyak orang. Istrinya terlalu menawan.
__ADS_1
Kereta bergerak perlahan menuju Istana Kekaisaran dan bertemu Kaisar Mu. Pria paruh baya itu merasa telah menjadi sangat tua dalam semalam saat melihat anak kesayangannya beriringan dengan Li Chang Su. Gadis kecil yang dulu terlihat polos, kini telah tumbuh dewasa. Kaisar Mu lebih puas dengan perawatan puteranya.
"Anak ketiga memang luar biasa, menjaga istrinya dengan baik." Kaisar Mu tertawa di singgasana, tidak terlalu formal saat menghadapi mereka. Terutama ketika menghadapi Li Chang Su yang memiliki semua ide untuknya.
Tak lama, Kaisar Mu mendengus saat melihat Mu Peizhi yang selalu sok suci. "Lihatlah dirimu, kapan memiliki istri seperti saudara ketigamu? Ayah Kaisar ini khawatir jika kamu suka laki-laki, bukankah itu mengerikan?"
"..." Mu Peizhi yang malam ini baru saja tiba di Istana Kekaisaran setelah mendengar mereka kembali, malah mendapatkan omelan dari ayahnya.
Usianya memang tidak lagi muda, tapi dia sudah punya target di hatinya. Kemungkinan besar akan menjadi kejutan bagi mereka. Tapi kali ini dia harus memastikan tentang kekuasaan dan harta-hartanya sehingga istri yang dia nikahi di masa depan tidak akan menderita.
"Ayah Kaisar bercanda. Anak kedua ini telah memiliki seseorang di hatinya. Tunggu dan lihat!" Mu Peizhi membalas dengan sudut mata kanannya yang berkedut.
"..." Kaisar Mu melihat antusiasme putra keduanya, merasa kegelisahan yang mendalam. Apakah putra keduanya yang dia dukung sebagai putra mahkota kini mulai menggertak?
Banyak perubahan di ibu kota selama tiga tahun terakhir. Termasuk tentang hancurnya keluarga Jenderal Rong secara bertahap akibat karmanya sendiri. Jenderal Rong pernah menyinggung seorang ahli sihir dan bahkan membunuhnya. Ahli sihir itu mengutuk keluarga Jenderal Rong sebelum kematiannya.
Jelas, Kaisar Mu tidak mau ikut campur dalam urusan sebab-akibat ini, hanya membantunya sesuai dengan kemampuan.
Karena hal ini, Jenderal Rong telah menjadi cangkang kosong di ibu kita dan pindah ke kota lain untuk memulai dari awal. Setidaknya masih ada anggota keluarga yang tersisa.
Meski begitu, Rongyu tidak terlalu terpengaruh di istana dan mulai mendapatkan saingan cinta. Dia mungkin menjadi lebih cantik, tapi Mu Lizheng semakin enggan dengannya. Apalagi pertarungan untuk takhta semakin dekat.
Dikarenakan hari sudah larut malam, Mu Xianzhai mengajak istrinya untuk pulang. Lict dan Mu Hongzhi juga berpamitan. Kini hanya menyisakan Mu Peizhi dan Kaisar Mu di ruangan.
Baru saja Li Chang Su serta yang lainnya meninggalkan istana, seorang pangeran yang baru saja muncul dalam semua episode ini pun muncul entah dari mana. Ekspresi di wajah tampannya sedikit memerah karena berlari cukup panik ke Istana Kekaisaran.
__ADS_1
"Ayah Kaisar, saudara kedua, di mana saudara ketiga dan kakak ipar ketiga?" tanyanya cemas.
"..." Kaisar Mu dan Mu Peizhi menatapnya dengan heran.