
"PUTIH, aku merasa pusing. Aku hanya ingin memeluknya untuk memastikan bahwa saat ini aku tidak akan muntah." Lict sudah berwajah hijau mungkin. Kecepatan kereta membuatnya setengah sadar.
Mengetahui bahwa manusia itu bisa pingsan kapan saja, Xue Zi menggigit lengannya. "Berani muntah di depanku, aku pasti akan makan orang hari ini!" ancamnya pasti.
"Ahh, sakit!" Lict tersadar sepenuhnya saat merasakan gigitan di lengan. Tapi dia tidak melepaskan kelinci berbulu putih itu. "Xue Zi, kamu sangat agresif saat ini."
"Aku tidak peduli. Lepaskan aku. Aku bukan bantal." Kelinci itu meronta. Kuku-kukunya yang agak runcing telah berhasil membuat goresan di pakaian dan tubuh Lict.
"Tidak, tidak ...! Xue Zi, kamu tidak bisa kejam padaku. Biarkan aku memelukmu sebentar untuk merasakan sensasi berada di rumah."
"Rumah ekorku!!" ejek si kelinci kesal, tapi gagal melepaskan diri.
Pada akhirnya, Lict dan Xue Zi bertengkar hebat di kereta. Adapun Mu Hongzhi, masih menempel di dinding kereta untuk menyeimbangkan diri. Dia tidak peduli dengan keduanya yang berisik.
Suara raungan yang memekakkan telinga masih terdengar jelas. Dan tampaknya sama sekali belum menjauhi mereka. Belut listrik atau apapun itu namanya, Mu Hongzhi tidak peduli. Di matanya, binatang mutasi itu sama saja.
Di luar kereta mereka, Li Chang Su yang berada dalam pelukan Mu Xianzhai masih tenang. Dia ingin bertarung, tapi Mu Xianzhai berkata jika ini bukan waktu yang tepat untuk bertarung. Es ada di mana-mana. Setelah es pecah, tentu saja akan jatuh ke air laut yang dingin. Setidaknya, mereka harus berada lebih dekat dengan pantai berikutnya.
"Kita akan gunakan ruang artefak untuk berpindah-pindah. Itu tidak masalah. Atau, biarkan aku saja yang maju," kata Li Chang Su.
"Aku tidak akan membiarkanmu terluka." Tentu saja Mu Xianzhai akan menolaknya.
"Percayalah padaku. Ini tidak akan sulit."
"Tidak," kata My Xianzhai tetap pada pendiriannya.
"..." Kalau sudah begini, Li Chang Su tidak tahu harus bagaimana.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya melihat pantai lain. Dengan begitu, Mu Xianzhai meminta para penjaga gelap untuk menyingkir. Dia menurunkan Li Chang Su dan maju sambil mencabut pedang dari sarungnya.
Makhluk bergigi runcing itu setidaknya memiliki ukuran tubuh cukup tinggi. Saat mulutnya terbuka, bisa mencapai dua meter. Karena itu, Mu Xianzhai tidak mungkin melawannya dari depan.
__ADS_1
"Kamu harus potong kepalanya," kata Li Chang Su.
"Tidak masalah. Tapi Su'er, tubuh makhluk itu besar, pedangku tidak akan memotongnya begitu saja." Pria itu terkekeh dan menghindari makhluk itu, berpijak pada es yang telah dihancurkan.
Untungnya, pecahan es mengambang sehingga tidak mempersulit dirinya.
Li Chang Su tahu ini sulit. Karena itu, dia membutuhkan sesuatu yang lebih besar untuk memotong kepala belut listrik mutasi. Makhluk itu menyadari jika Mu Xianzhai telah melawan, jadi memfokuskan dirinya ke satu titik.
Untung saja kereta sudah menjauh. Li Chang Su tidak pergi terlalu jauh dan berjaga-jaga saja. Dia berkomunikasi dengan He Ze yang berada di ruang artefak. Menurut tupai putih yang kini sedang makan kacang rebus itu, belut listrik memang harus dipotong kepalanya. Dengan begitu, tubuhnya akan mati.
Tapi masalahnya, belut listrik ini masih golongan kegelapan. Sehingga keagresifannya pasti tidaklah kecil. Melihat bahwa Mu Xianzhai melawan makhluk itu tanpa rasa takut, Li Chang Su benar-benar menikmati pemandangan ini.
Raja perang yang selalu menang di medan pertempuran, membawa banyak prestasi dan rasa aman bagi negara dan kaisar sendiri, tentu saja merupakan suatu kebanggaan. Tidak heran, bahkan jika sikapnya dingin, banyak wanita yang mendambakannya.
Tapi jika menyangkut masalah ini, Li Chang Su bukannya tergoda. Ia merasa bahwa sosok Mu Xianzhai seperti pahlawan yang akan dikagumi banyak negara. Tentu saja jika itu berada di zaman modern. Selain itu, ada beberapa pihak lain yang pastinya menginginkan kerja sama.
Sosok sempurnanya ini seperti dewa malam di zaman modern. Tiba-tiba saja dia linglung di tempat. Apa yang dipikirkannya saat ini sungguh di luar dugaannya.
Melihat bahwa makhluk bergigi runcing itu menuju ke arah istrinya, Mu Xianzhai segera berlari dan berusaha secepat mungkin untuk membawanya ke dalam pelukan.
Gadis itu akhirnya tersadar setelah mendengar teriakan Mu Xianzhai. Tiba-tiba saja tubuhnya kaku dan berkeringat dingin saat melihat belut listrik mutasi mengebor lautan beku menuju ke arahnya.
Mu Xianzhai terlalu jauh untuk mencoba mengejarnya. Bahkan jika itu menggunakan teknik seni bela diri tinggi, kecepatan makhluk itu tidak bisa diremehkan.
Karena krisis telah mendekat, Li Chang Su tidak punya waktu untuk memikirkan cara. Sial! Salahkan pria itu karena terlalu tampan dan sempurna di mata para wanita. Sehingga dia sendiri hampir terkena batunya.
Ternyata benar, para wanita di luar sana itu bodoh jika tergoda oleh ketampanan Mu Xianzhai. Hal tersebut hanya akan mengganggu psikologis dan membuatnya mati jelek. Karena tidak ada yang bisa dilakukan, tiba-tiba saja Li Chang Su mengeluarkan granat dari ruang artefak dan melemparkannya ke mulut belut listrik mutasi.
Dia melemparkannya dengan polos!
Di sisi lain, Mu Xianzhai takut dan jantungnya berdegup kencang. Dia masih cukup jauh dari Su'er nya. Tapi setelah berada di jarak lima meter dan saat makhluk itu membuka mulut untuk menerkam istrinya, Mu Xianzhai melompat.
__ADS_1
Dia menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk mencapai lompatan jauh. Dalam satu kali tarikan, dia berhasil memeluk istrinya hingga terjatuh ke sisi lain. Pada saat yang bersamaan, granat yang dilemparkan Li Chang Su mencapai mulut makhluk itu dan meledak.
Efek ledakan cukup besar hingga bunyinya saja memekakkan telinga. Makhluk itu meraung kesakitan untuk sementara waktu sebelum akhirnya jatuh tak bergerak.
Li Chang Su sudah aman dalam pelukan pria itu ketika jatuh di atas es yang dingin. Ledakan dari granat berhasil membuat lautan retak semakin jauh. Mu Xianzhai tentu saja terkejut. Dia tahu ledakan itu tidak kecil, hanya berpikir untuk melindungi istrinya dari bencana.
Setelah semuanya sunyi dan damai, keduanya menghela napas panjang. Mu Xianzhai tidak memedulikan makhluk yang sudah mati itu. Dia memperhatikan istrinya dan memeriksa apakah ada luka atau tidak. Dia sangat takut jika istrinya akan mengalami hal yang mengerikan.
"Su'er, jangan menakutiku di masa depan," bisiknya seraya membasahi bibirnya yang kering. "Hanya kamu yang bisa membuatku seperti ini," imbuhnya lagi.
"Maaf, aku terlalu mengagumimu tadi." Gadis itu memerah. Mungkin karena cuaca dingin atau rasa malu.
Tidak tahu apakah harus marah atau tertawa, Mu Xianzhai tidak bisa menyalahkannya atas hal ini. Gadis ini terlihat bingung dan linglung, sebenarnya hanya karena memikirkan dia. Apakah ia harus senang saat istrinya mulai mengagumi?
Keduanya bangkit dan melihat jika belut listrik mutasi sudah hancur. Sisa tubuhnya hanya berada di bawah air yang dingin. Li Chang Su akhirnya ingat jika tadi dia melemparkan granat.
"Jika sejak awal aku tahu, granat bisa membunuhnya." Li Chang Su tampak bodoh saat ini. Walaupun barang-barang atau senjata zaman modern tidak bisa muncul di sini, setidaknya itu digunakan saat kritis. Tidak lebih.
Kereta yang melarikan diri dari bencana sudah jauh. Mu Xianzhai dan Li Chang Su berniat untuk mengejar kereta. Tapi saat mereka bergerak, retakan es di bawah mereka terdengar jelas.
Mereka kaku untuk sementara waktu. Mu Xianzhai akhirnya menatap istrinya dengan polos. "Su'er, apakah benda meledak itu memiliki efek yang mengerikan?"
"...." Sekarang Li Chang Su baru memikirkannya.
Sial! Sial!
Tadi itu granat yang cukup untuk menghancurkan sekelompok orang. Dia baru saja mengambil granat dengan jenis yang lebih berat dan tentu saja harganya mahal jika dibeli oleh tentara. Saat ini, dia menggunakannya untuk meledakkan belut listrik mutasi.
"Mu Xianzhai, sepertinya hanya ada satu cara untuk mengatasinya." Dia berkata dengan sedikit pucat.
"Apa itu?" Mu Xianzhai mengerutkan kening.
__ADS_1