
LI CHANG SU segera pergi. Xuxu dan Xuyao masih sedikit pucat. Belum lagi saat mendengar teriakan Mu Xianzhai yang dikenal keduanya, wajahnya tambah pucat.
Suara teriakan dan cambukan itu terdengar dari arah ruang belajar yang memang lokasinya tidak terlalu jauh dari ruang istirahat. Ketika Li Chang Su tiba, pintu ruang belakang tidak ditutup. Tapi ia bisa mendengar nada tajam Mu Xianzhai yang memarahi penjaga gelap.
"Bodoh! Raja ini mempekerjakan kalian bukan untuk bersantai, tapi menjaga istana. Apa kalian benar-benar ingin mati di bawah cambuk Raja?" teriakan bernada dingin Mu Xianzhai menyebar di ruang belajar. Dia mengayunkan cambuknya lagi ke arah dua penjaga gelap yang telah diketahui bersalah.
Cambuk Mu Xianzhai bukan senjata sembarangan. Cambuk itu telah menemaninya sejak kecil dan digunakan untuk menghukum para bawahan yang tidak taat atau berbuat salah. Sejak dulu, Mu Xianzhai bukan pria yang baik. Dia kejam dan berdarah dingin hingga banyak para bawahan lalai yang mati di tangannya.
Bahkan pelayan juga tidak lepas dari hukuman. Hanya semenjak ada Li Chang Su, dia sedikit berubah. Tapi bukan berarti menghilangkan sikapnya yang kasar pada bawahan.
"Yang Mulia Raja menghukum bawahan. Bawahan bersedia mati untuk menembus dosa." Salah satu dari keduanya menahan rasa sakit dan hampir kehilangan keseimbangan berlutut.
Tentu saja pakaianmu keduanya juga dipenuhi oleh robekan akibat cambuk. Mu Xianzhai mengerahkan tenaganya untuk mencambuk dua penjaga gelap yang lalai itu.
Saat Li Chang Su tiba dan melihat adegan ini, mungkin bisa dikatakan sebagai sesuatu yang baru. Dia belum pernah melihat Mu Xianzhai semarah ini di depannya. Bahkan jika rumor di luar berkata jika Raja Perang itu kejam dan berdarah dingin, apa yang dilihat Li Chang Su tidak seperti itu. Setidaknya, tidak terlalu kejam.
"Mu Xianzhai ... Apa yang terjadi di sini?" tanyanya.
Mu Xianzhai tidak menjawab dan hanya berekspresi dingin di balik topeng peraknya. Ia seakan-akan tidak mendengar Li Chang Su bicara. Yang ada dalam pikirannya saat ini, siapa yang mengacau ruang belajarnya hingga berantakan?
Ketika gadis itu memperhatikan ada yang salah dengan ruang belajar, tampaknya mulai mengerti kenapa pria itu marah. Ada yang menyusup ke ruang belajar Mu Xianzhai selama mereka pergi. Penjaga gelap tidak mengetahui hal ini. Ada kemungkinan jika penyusup lebih pintar dan memiliki ilmu tinggi.
__ADS_1
"Kamu bisa bicarakan lebih dulu dan menyelidiki apa yang terjadi sebelumnya. Mungkin penyuap itu juga meninggalkan bukti-bukti yang terlewat. Kenapa kamu langsung menghukum begitu saja?" Li Chang Su berkata lagi.
Lagi-lagi Mu Xianzhai tidak menjawab dan menganggap jika perkataan Li Chang Su hanya angin yang lewat. Dia kembali mengangkat cambuknya lagi dan mencabuk dua penjaga gelap yang melakukan kesalahan.
Kali ini Li Chang Su kesal dan yakin jika Mu Xianzhai sudah termakan oleh pikirannya sendiri. Xuxu dan Xuyao tidak berani mendekat. Inilah alasan kenapa keduanya lebih suka jadi pelayan daripada bebas di luar sana. Mu Xianzhai belum tentu akan membebaskan mereka.
"Mu Xianzhai! Apakah kamu mendengar apa yang kukatakan atau tidak?!" Li Chang Su mencoba menahannya agar tidak bertindak lagi.
"Diam!!" Mu Xianzhai merasa jika telinganya panas oleh omongan gadis itu dan menyentakkan cambuknya ke samping.
Li Chang Su tidak merasakan bahaya sebelumnya dan mengira jika Mu Xianzhai akan mendengarkan kata-katanya. Tapi dia tidak tahu jika amarahnya lebih besar daripada perkataannya sendiri. Cambuk itu segera melayang ke arahnya dengan cepat dan mengenai leher.
"Ahh!!" Li Chang Su terkejut seraya terhuyung ke belakang. Lehernya langsung kebas dan panas, lalu diiringi rasa nyeri luar biasa.
"Apa yang kamu tahu?! Kamu hanya wanita! Tidak bisakah kamu diam dan berhenti bernyanyi di depanku. Ini urusan negara dan juga reputasi militer. Sebagai seorang istri, sebaiknya kamu menjadi patuh di halaman belakang!" bentak Mu Xianzhai tanpa memikirkan siapa yang baru saja dimarahinya.
Keadaan menjadi hening. Para bawahan serta dua pelayan Li Chang Su saja tidak berani mengatakannya sesuatu. Di saat marah, Mu Xianzhai tidak mengenal orang. Li Chang Su sendiri tertegun saat mencerna apa yang baru saja dikatakannya. Ekspresinya menjadi tidak terduga.
Matanya memerah. Bukan karena dia begitu lemah untuk menimpali, tapi sungguh tidak terduga jika Mu Xianzhai akan membentaknya tiba-tiba. Dia hanya ingin memintanya untuk menenangkan diri. Lagi pula, Mu Xianzhai tidak pernah seperti ini saat mendapatkan masalah.
Tiba-tiba saja dia dibentak kasar, tentu merasa marah di hatinya. Walaupun matanya memerah, Li Chang Su tidak mungkin menangis di depannya.
__ADS_1
"Sialan! Mu Xianzhai, apakah kamu kerasukan iblis?! Apakah kamu tahu apa yang kamu katakan, hah??! Patuh di halaman belakang? Apakah kamu pikir aku ini selirmu?!" pekiknya tak kalah memarahi. Dia menampar pria itu dan berteriak lagi. "Ya, aku memang seorang wanita. Di mata pria, kami hanyalah alat dan kesenangan. Apa gunanya membantu urusan negara? Mengetahui masalah militer?! Lalu kenapa aku harus menikah denganmu sejak awal? Kamu memang pria kejam!"
Setelah berteriak dengan suara yang hampir parau, Li Chang Su segera menghentakkan kaki dan pergi dari ruang belajar. Dia meminta Xuxu dan Xuyao untuk ikut dengannya meninggalkan Istana Raja Perang. Biarkan pria itu merenungkan kesalahannya sendiri.
Tiba-tiba saja suasana jatuh ke titik beku. Mu Xianzhai tertegun di tempatnya dengan tubuh gemetar. Dia agak linglung dan mencoba melihat tangannya yang memegang cambuk. Lalu teringat dengan kata-kata yang baru saja dia ucapkan pada Li Chang Su. Semuanya mulai mengiang di kepalanya.
Dia melepaskan cambuk dengan sedikit kebingungan. Apa yang baru saja dia lakukan? Dia membentak dan melukai istrinya? Setelah mundur satu langkah dan menunjukan ekspresi jelek yang penuh kepanikan, dia segera meninggalkan ruangan.
"Su'er!! Su'er, ini salah Raja!" teriaknya segera menyusul.
Tapi suasana begitu hening. Tidak ada tanda-tanda Li Chang Su di sekitarnya. Xuxu dan Xuyao juga tidak ada. Ia yakin jika gadis itu membawa dua pelayannya dengan teleportasi gelang artefak naga perak. Mu Xianzhai mencoba melacaknya, tapi nihil. Mungkin He Ze juga menutup komunikasi.
Semakin lama dipikirkan, Mu Xianzhai hampir gila. Dia tidak seharusnya marah dan membentak istrinya bahkan jika seseorang menyentuh inti dan garis bawahnya. Tapi ia tidak bisa menahan diri. Mu Xianzhai tidak mampu melangkah lagi. Teringat dengan kejadian satu tahun lalu di mana gadis itu juga tersakiti olehnya dan tidak kembali selama setahun.
Mu Xianzhai takut ... Dia takut jika Li Chang Su pergi ke pensiunan kaisar dan meminta kembali ke zaman modern. Dia tidak sanggup untuk menerima ini. Tapi ia juga tidak memiliki keberanian untuk pergi mencarinya.
Mu Xianzhai khawatir saat dia pergi mencari, gadis itu jauh dari sisinya dan tidak akan pernah kembali. Zaman ini bukan tidak cocok untuk Li Chang Su.
Pelayan dan bawahan yang melihat sang raja begitu linglung pun hanya bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara. Hingga akhirnya pria itu masuk ke ruang belajar dan mengusir dua bawahannya yang baru saja dihukum. Mu Xianzhai duduk dengan linglung lalu berteriak memanggil pelayan.
"Bawakan Raja ini arak! Cepat!" bentaknya.
__ADS_1
Mungkin hari ini ... Dia benar-benar harus merenungkan diri.