Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Sarapan Di Pagi Hari


__ADS_3

LI CHANG SU merasa otaknya mati rasa. Menawarinya makan dengan mudah setelah apa yang dilakukan semalam? Apakah pria itu berpikir dia baru saja selesai latihan pedang? Bukan menggerakkan pinggulnya?


Gadis itu tidak menjawab. Tapi memikirkan hal ini. Dia tentu saja lapar. Tapi tidurnya cukup nyenyak. Sekarang dia masih mengantuk. Terbangun karena hawa dingin. Mu Xianzhai sudah meminta seseorang untuk mengganti isi anglo ke yang baru. Sehingga isi tenda menjadi lebih hangat lagi.


Alih-alih mengatakan makanan apa yang diinginkannya pagi ini, Li Chang Su justru mengeluh, "Mu Xianzhai, berapa banyak energi yang kamu miliki semalam? Apakah tidak merasa lelah?" tanyanya.


"Su'er meragukan kemampuanku di ranjang?" Pria itu menyipitkan matanya.


"Aku tidak meragukannya. Aku hanya ingin tahu, bagaimana bisa kamu terlihat tidak lelah, tapi justru aku yang lelah? Padahal kamu yang bergerak dan aku yang pasrah?"


"Oh ...." Akhirnya pria itu terkekeh. Rupanya sang istri ingin tahu rahasianya. "Percayalah, semakin wanita menikmatinya, pria menjadi lebih segar. Suaramu semalam membuatku semakin berfantasi dan bergairah, bagaimana bisa lelah? Jika mau, aku ingin melakukannya lagi pagi ini ...."


Mu Xianzhai sedikit menggodanya. Tapi itu membuat Li Chang Su justru tidak mau. Akhirnya, pria itu pun berkata lagi. "Hanya bercanda. Aku juga lelah dan tidur nyenyak semalam. Suami ini dipuaskan dan tidur."


"Dasar bayi besar!" Li Chang Su mendengus. Mu Xianzhai seperti bayi yang menangis dan minta makan. Lalu setelah kenyang, akan tidurnya dengan sendirinya.


Perutnya yang keroncongan terdengar. Membuatnya semakin malu. Mu Xianzhai tertawa ringan dan bangkit dari tempat tidur setelah mencium dahi istrinya. Dia memakai pakaian lengkap dan kemudian pergi untuk menyiapkan sarapan.


Tidak tahu apa yang akan dimasak pria itu, Li Chang Su tidak menyebutkan ingin makan apa. Tapi dia memang lapar setelah apa yang terjadi semalam. Dia ingin bangkit dari tempat tidur. Meski tubuhnya telah memakai pakaian putih polos yang agak longgar, namun tidak nyaman.


Sayangnya, tubuhnya benar-benar sakit. Kedua kakinya juga lemas. Mu Xianzhai sialan! Pria itu sungguh menyiksanya. Li Chang Su hanya bisa berduka dan mengambil segelas air roh untuk membuat tubuhnya kembali berenergi.


"Sepertinya hujan salju ini akan terjadi sepanjang hari," dia bergumam setelah melihat pemandangan di luar melalui penglihatan mata dewa.


Adapun situasi Mu Xianzhai saat ini ...


Sebenarnya pria itu tidak pandai memasak. Hanya menyuruh para juru masak barak militer untuk menyiapkan beberapa hidangan yang baik untuk tubuh. Terutama sup penghangat tubuh.


Dia juga membakar ikan yang cukup besar. Ikan itu ada di kotak pendingin agar tidak membusuk. Diberikan oleh Li Chang Su pada saat membuat stok persediaan makanan para prajurit. Karena keberadaan Li Chang Su yang tidak diduga memiliki banyak makanan di dalam ruang artefak, para prajurit tidak lagi kelaparan.

__ADS_1


Selama dua jam, Mu Xianzhai bergelut di dapur. Dan ini membuat Li Chang Su curiga lagi. Sekarang, apa yang dilakukan Mu Xianzhai untuk memasak begitu lama. Jika itu membuat bubur ayam, rasanya tidak akan terlalu lama. Adapun membakar ayam atau ikan, mustahil juga.


Kecuali ....


Sebelum pikirannya berkelana, Mu Xianzhai sudah kembali. Tapi tidak mengambil apapun di tangannya. Hanya saja, saat dia hendak bertanya, ada beberapa juru masak yang masuk sambil membawa nampan berisi makanan. Semuanya tersaji di atas meja. Karena meja tidak cukup menampung, maka dia mengambil meja tambahan lagi.


Li Chang Su yang melihat ini semua merasa luar biasa. Aroma makanan segera tercium. Membuat dia lapar juga. Ternyata pria itu meminta mereka memasak begitu banyak sarapan pagi ini.


Ya Tuhan, bagaimana dia bisa menghabiskan ini nanti? Mungkin harus memanggil Mu Hongzhi dan juga dua binatang peliharaannya.


Sayangnya, Mu Xianzhai tidak mengizinkan hal itu terjadi. Pria itu selalu ingin mengambil waktu berdua dengannya, tanpa ada pengganggu.


"Yang Mulia, semuanya sudah tersaji." Salah satu juru masak termuda segera berbicara.


"Kalian bisa kembali." Mu Xianzhai melambaikan tangannya dengan malas.


Dia ingin mengucapkan sesuatu untuk mengomelinya. Tapi tidak jadi. Makanan di meja lebih menggiurkan. Anggap saja, itu sepadan.


"Sebanyak ini, apakah kamu bisa menghabiskannya?" tanya gadis itu.


"Habis atau tidak, yang penting Su'er tidak kurang makan. Semua hidangan ini bagus untuk kesuburanmu."


"...." Tolong, dia tidak hamil. Pikirnya.


"Kamu mungkin tahu jika penyakit dingin akan membuat wanita sulit hamil. Di musim dingin seperti ini, Su'er harus tetap menjaga tubuhnya agar suatu haru nanti bisa melahirkan anak yang gemuk untukku." Mu Xianzhai menggodanya lagi.


Tapi kadang dia sedikit iri pada para jenderal muda atau pria lain di luar sana. Mereka sudah memiliki istri dan anak. Saat pulang ke rumah, istrinya akan menyambut sambil menggendong anak yang sehat.


Mu Xianzhai selalu mengira jika itu merepotkan. Dulu, dia berpikir jika punya anak tidaklah menyenangkan, menimbulkan banyak masalah dan pasti akan menjadi kelemahannya. Tapi setelah menikah dengan Li Chang Su, dia memiliki keinginan untuk memiliki anak.

__ADS_1


Pasti menyenangkan. Tidak heran, beberapa jenderal yang mengenalnya dengan baik akan berkata jika pemikirannya akan berubah setelah jatuh cinta. Karena itu, kali ini dia harus menjaga Li Chang Su dengan baik.


Gadis itu sudah mencicipi beberapa hidangan. "Ini enak."


"Kalau Su'er menyukainya, maka makanlah yang banyak."


"Tentu saja. Tapi di mana Mu Hongzhi?"


Mu Xianzhai yang memegang sumpit pun terdiam sebentar. Mengingat apa yang tadi dikatakan oleh salah satu juru masak.


"Dia sedang berada di tenda para binatang mutasi raja itu berada. Menenangkan mereka yang bertengkar." Dia mengerutkan kening di balik topengnya.


"Para raja binatang mutasi itu belum pergi?" Li Chang Su merasa heran.


Awalnya dia berpikir jika mereka akan pergi dulu ke hutan dan Mu Xianzhai mencarinya. Tanpa diduga, sebenarnya berada di salah satu tenda. Mengubah ukuran menjadi normal seperti Xue Zi. Pantas saja kelinci mutasi itu tidak kembali lagi. Ternyata ada bersama mereka.


"Bagaimana mereka bisa pergi tanpa izin Raja ini?" Pria itu terlihat begitu percaya diri.


Para binatang mutasi itu tidak akan pergi tanpa kehendaknya. Dan dia percaya mereka tidak akan melanggar perintah. Begitu pula dengan singa jantan mutasi yang telah berada di tingkat suci.


Li Chang Su curiga. Apa yang membuat para binatang mutasi raja itu begitu enggan pergi? Padahal, sebagai binatang mutasi yang sombong, mereka akan pergi dan tidak peduli. Tapi ini tidak. Seakan-akan jika Mu Xianzhai itu benar-benar kaisar mereka yang paling kuat.


"Kamu sangat sombong? Katakan, bagaimana mereka tidak berani pergi?"


"Itu karena aku memiliki aura pembunuh yang kuat. Su'er harus tahu, bahwa baik dari golongan manusia ataupun binatang mutasi, yang paling kuatlah yang akan dihormati." Pria itu menjelaskan dengan santai sambil menyendok sup ayam.


"Kupikir itu karena kamu memiliki darah keturunan para naga," kata Li Chang Su bergumam seraya menunduk kepala, menatap ikan goreng yang telah diberi bumbu pedas. Dan sup ayam, sama sekali tidak memiliki aroma bawang daun. Karena Mu Xianzhai alergi bawang daun.


Ketika Mu Xianzhai mendengarkan apa yang Li Chang Su katakan, tanpa sadar, tangannya yang memegang sendok gemetar.

__ADS_1


__ADS_2