
LI CHANG SU tidak tahu sejak kapan melamun dan membayangkan para aktor film romantis. Hingga tanpa sadar jika Mu Xianzhai telah selesai membersihkan diri dan keluar dengan jubah mandi. Rambutnya tidak basah karena tidak keramas. Namun beberapa tetesan air masih terlihat di wajahnya.
Pria itu tersenyum dengan sentuhan menggoda. Trik merayu istri, pasti akan tergoda dengan sosoknya. Namun Li Chang Su hanya mendengus dan berbalik, memunggunginya. Dia tahu jika pria itu pasti sudah menyembuhkan diri hingga begitu bersemangat malam ini.
"....," Mu Xianzhai merasa ini masih kurang menggoda. Atau mungkin istrinya tidak tertarik sama sekali. Ini cukup sulit.
Tapi siapa dia? Seorang raja perang yang telah melihat banyak trik dan menbuat trik, bercampur darah dan keringat di medan perang. Jika Li Chang Su masih belum tergoda, berarti caranya terlalu konyol?
Dia berjalan menghampiri gadis itu. Dia tidak tahu jika saat ini, Li Chang Su memiliki perasaan gugup. Langkah kaki itu mungkin tidak terlalu jelas, tapi ia sudah tahu kalau Mu Xianzhai menghampirinya.
Aroma sabun cair yang dipakai Mu Xianzhai menguar dan tercium oleh Li Chang Su. Wajahnya sedikit memerah. Ketika pria itu mengambil posisi untuk berbaring di sampingnya, gadis itu sudah tidak sabar lagi.
"Jangan tidur dengan jubah mandi," katanya.
"Ada apa dengan Su'er? Sakit?" Mu Xianzhai tidak peduli dan merasa jika istrinya ini sedikit aneh. Setelah telapak tangannya menyentuh dahi istrinya, cukup panas.
Li Chang Su sedikit gemetar saat merasakan telapak tangannya yang sejuk. Dia tidak sakit! Pria itu yang sakit! Dengan cepat menepis tangannya dan berkata bahwa dirinya baik-baik saja.
Bagaimana situasi ini berkembang?
"Su'er ....," Mu Xianzhai memeluknya untuk memberikan rasa sejuk. Musim dingin ini, arang di dalam anglo mungkin terlalu banyak. Sehingga suhu ruangan naik sedikit. Namun Mu Xianzhai sama sekali tidak merasakan panas yang berlebihan memenuhi ruangan. Kecuali ....
Mungkinkah Su'er nya terlalu malu?
Melihat bahwa gadis ini telah memakainya pakaian longgar, hatinya bergetar. Gadis sialan ini berani merayunya secara langsung dan tidak langsung. Leher jenjangnya pun putih terlihat menggoda. Tanpa sadar, Mu Xianzhai merasakan tenggorokannya kering. Dia memeluk gadis itu dan mencoba untuk menghirup aroma tubuhnya dengan rakus.
"Apakah kamu masih ingat apa yang terjadi ketika di tenda waktu itu?" Tanyanya mencoba mencari topik.
"Yang mana?"
"Ketika terkena obat musim semi secara tidak langsung."
Li Chang Su juga mengingatnya. Jadi bagaimana dengan itu? Dia tidak mau membayangkan malam itu, saat dirinya dan Mu Xianzhai terkena obat musim semi dan ....
Itu memalukan untuk dibayangkan.
__ADS_1
"Jadi apa?" Li Chang Su ingin tahu apa yang diinginkan pria ini sebenarnya. Masih berpikir untuk mencari keuntungan?
"Tidak bisakah kita melakukannya secara sadar?"
"Tidak. Tidurlah!" Dia dengan cepat menolak. Tapi tiba-tiba saja pria itu menariknya hingga berada di bawahnya.
Li Chang Su tertegun dengan perubahan ini. Menatap pria di atasnya, ada sedikit perasaan linglung. Wajahnya masih sedikit memerah, mencoba untuk menekan rasa malunya. Dengan jubah mandi longgar, dia bisa melihat sebagian dada bidang pria itu. Pikirannya agak berantakan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanyanya dengan memberanikan diri.
"Su'er ... Malam ini kamu tidak akan lepas dariku lagi," nada bicara pria itu dipaksakan, tidak ingin dilanggar.
Li Chang Su mencibir, ekor rubah pria ini mulai terlihat, "Kenapa kamu tidak bilang jika menginginkannya sejak tadi? Apa gunanya merayuku?"
Pria itu tidak langsung menjawabnya. Li Chang Su ini memang sulit untuk ditaklukkan. Memang tidak ada pria yang masuk ke matanya sejak di zaman modern. Kadang, dia memiliki rasa bangga karena merupakan pria pertama yang bisa menyentuhnya. Tapi, dia juga selalu memiliki perasaan krisis jika gadis ini tidak akan pernah memandangnya.
Karena itu, dia mencoba untuk merayunya, menunjukkan tubuhnya dan berpikir jika Li Chang Su akan tergoda. Selama ini, dia selalu memikat banyak gadis, tapi tidak ada satupun dari mereka yang menarik perhatiannya. Itu karena dia berpikir hanya istri yang ditakdirkan oleh gelang naga perak yang bisa menikmati kemuliaan ini.
Namun dia tidak menyangka akan memiliki istri yang mirip dengan landak. Selalu sulit didekati. Tidak tahu juga apakah dia harus menangis atau tertawa, kadang kejadian di camp militer waktu itu membuatnya takut. Dia tidak mau menyakiti gadis ini bahkan jika itu dalam keadaan terhipnotis sesuatu.
"Tidak malam ini! Kamu lepaskan aku!" Gerakan Li Chang Su benar-benar terblokir dengan mudah olehnya. Sial! Pria ini tidak mudah untuk dilawan.
Dengan cepat, dia memikirkan ide dan ingin bermaksud untuk menendang tubuh bawahnya. Kemudian gunakan seni bela dirinya untuk lepas dari cengkraman pria itu. Awalnya dia sangat optimis dan berniat untuk melompat dari tempat tidur. Tapi .... Mu Xianzhai mengetahui segalanya.
Pria itu terkekeh dan menarik tubuhnya dengan mudah. Mencubit pinggangnya dan menekan tubuhnya dengan aura yang sedikit tajam. Li Chang Su merasa merinding. Tangannya digenggam di atas kepala dengan sedikit kekuatan.
"Kamu—" dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Saat tubuhnya tidak bisa bergerak bebas, pria itu sudah tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Su'er ... Kamu ingin bermain di tempat tidur denganku, itu mudah. Bukankah menyenangkan untuk bermain sebentar sebelum menyempurnakan malam pernikahan?" Pria itu berbisik lembut di telinganya, menyemprotkan napas hangat yang sedikit menggoda.
"Sialan! Coba saja kalau bisa!" Gadis itu menatapnya dengan tajam, tidak menyerah untuk melarikan diri.
Melihat tekadnya, Mu Xianzhai mungkin memikirkan hal lain dan melepaskan cengkeramannya. Lalu membiarkan gadis itu bergerak. Li Chang Su segera bangkit dan berniat untuk melarikan diri lebih cepat sebelum Mu Xianzhai memiliki cara lain untuk membodohinya.
Namun ....
__ADS_1
Dia baru saja menginjak lantai dan Mu Xianzhai sudah menarik tali gaun tidurnya. Saat merasa angin dingin di pundaknya, Li Chang Su tahu jika gaunnya menjadi lebih longgar. Hingga dia harus menahan pakaian agar tidak jatuh.
"Mu Xianzhai ... Kamu berani!" Teriaknya sedikit kesat. Detik berikutnya, dia sudah jatuh lagi ke ranjang dan kali ini pria itu mencium bibirnya.
Untuk sementara, Li Chang Su merasa otaknya kosong lagi. Ciuman di bibirnya membuat dia sedikit linglung dan berantakan. Mu Xianzhai sama sekali tidak memiliki niat untuk melepaskannya. Setelah ciuman itu cukup, Mu Xianzhai menatapnya dengan panas.
Kini jari jemarinya berkeliaran di sekitar leher dan pundaknya yang sedikit terbuka akibat gaun tidurnya yang lebih longgar.
"Su'er .... Jangan lupa, kamu sudah menyetujuinya untuk menyempurnakan pernikahan kita. Tadi aku sibuk. Tapi sekarang, kita memiliki waktu luang. Tak akan ada yang mengganggu kita lagi malam ini ...," Kata-kata pria itu dibenarkan. Membuat Li Chang Su sedikit gemetar ketika merasa sentuhan di pundaknya.
"Aku ....," Pada akhirnya Li Chang Su tidak memiliki kata-kata untuk membantahnya.
"Jadilah baik, aku akan bersikap lembut malam ini," bisik Mu Xianzhai seperti telah mendapatkan persetujuan.
Pria itu mengupas pakaian Li Chang Su sedikit lambat. Seolah-olah sedang menikmati pemandangan yang indah. Wajah gadis itu memerah dan kadang ada sedikit penolakan. Dengan gelang naga perak yang sering memiliki reaksi, lagi-lagi Li Chang Su sepertinya disihir.
Untuk kali pertama dalam hidupnya, dia merasa malu. Tubuhnya sedikit gemetar lagi ketika Mu Xianzhai menyentuh bagian tubuhnya yang lain. Sensasi dingin dari telapak tangan Mu Xianzhai membuat tubuh hangatnya bereaksi. Tidak tahu berapa lama pria itu mengagumi tubuhnya, perasaan yang tidak diharapkan itu datang.
Setelah Mu Xianzhai melepaskan jubah mandinya, sosok sempurna itu terlihat. Dibandingkan dengan kelinci yang malu, serigala abu-abu di depan begitu antusias. Li Chang Su berteriak saat pria itu berani menyentuh tubuh sensitifnya.
Mu Xianzhai mungkin tidak sabar malam ini. Tapi dia tidak ingin menyakitinya hingga memberikan pengalaman terburuk untuk pertama kali. Jadi dia tidak langsung menjarah, namun memberinya beberapa rangsangan.
"Su'er ... Aku mencintaimu, apakah kamu percaya?" Bisiknya dengan napas yang mulai berantakan.
Gadis itu tidak menjawab, tapi agak linglung.
"Jadilah gadis yang baik. Aku benar-benar akan lembut. Su'er .... Aku mencintaimu. Berharap jika kamu akan mencintaiku juga di masa depan ...," Mu Xianzhai dipenuhi dengan keinginan kali ini dan mulai memperlakukannya dengan hati-hati.
Sedangkan Li Chang Su sudah bingung harus berkata apa. Saat merasakan benda asing mulai memasuki tubuhnya, lagi-lagi menegang. Mu Xianzhai memintanya untuk rileks. Tapi dia tidak bisa. Sakit. Ada rasa sakit di bawah sana hingga dia tidak bisa menahan diri untuk meremas seprai.
"Su'er ... Yah, tahanlah sebentar ... Tidak lama lagi ... Itu tidak akan sakit," Mu Xianzhai juga gugup dengan ini. Khawatir membuatnya terlalu menyakitkan.
...****************...
DI LUAR TOPIK: Siapkan tiket untuk traveling ....
__ADS_1