Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mereka Akhirnya Kembali


__ADS_3

LI CHANG SU menukarkan sambal Ye Shi dengan miliknya sehingga Ye Tianli selamat dri rasa pedas yang kuat biasa akan membakar mulut. Oleh karena itu, Ye Tianli akan memperhatikan hal-hal lain kali, terutama tentang keusilan Mu Peizhi. Pangeran kedua itu hanya akan menjadi bencana baginya jika menyangkut makanan pedas atau sesuatu yang tidak enak di mulutnya.


Gadis itu makan ayam bakar dengan sambal ekstra pedas, tidak memedulikan tatapan aneh mereka. Terutama Ye Shi. Gadis itu masih suka makan makanan pedas! Mungkin hanya Mu Xianzhai yang tidak makan sambal pedas asam manis saat ini. Dia memiliki masalah kulit. Ketika makan makanan terlalu pedas, ruam akan muncul di tubuhnya. Terutama leher dan wajah, punggung tangan dan beberapa bagian tubuh lainnya.


Jadi saat ini, Mu Xianzhai hanya makan ayam bakar tanpa sambal. Selama mereka makan, suasana begitu hangat. Seperti makan di restoran. Berkumpul dengan orang-orang dengan identitas tidak bisa, Li Chang Su merasa jika malam ini begitu istimewa. Bahkan jika dia keracunan sebelumnya, itu tidak masalah.


Saat tengah makan, Mu Hongzhi datang dengan memeluk kelinci putih mutasi. Serta sosok pria berjubah putih bersih dan rambut panjang seputih salju juga berjalan tenang. Tentu saja itu He Ze. Mereka sudah tahu wujud asli tupai putih itu ketika berada di barak militer.


"Kalian akhirnya kembali. Bagaimana keadaan di sana?" tanya Li Chang Su.


He Ze tampaknya agak pucat dan kelelahan hingga segera duduk di samping Li Chang Su, bersandar di bahunya. Mu Xianzhai yang dimakan api cemburu ingin menendangnya jauh, seperti orang yang alergi bulu. Tapi Li Chang Su segera memberinya tatapan peringatan dan tidak mempermasalahkannya.


Meski Mu Xianzhai enggan, dia harus mengakui jika He Ze hanyalah binatang roh artefak yang menjelma menjadi manusia. Adapun Mu Hongzhi yang duduk tak jauh dari keberadaan Ye Shi, juga mengeluhkan sesuatu.


"Kami melawan seekor binatang mutasi kegelapan tingkat ilahi dan beberapa binatang mutasi tingkat suci. Sungguh melelahkan." Mu Hongzhi segera memberikan laporan pada mereka.


"Berapa banyak penjaga yang terluka?" Mu Xianzhai memberikan potongan daging ayam panggang ke mangkuk Li Chang Su.


"Tidak banyak. Ada kuda putih mutasi dan juga Xue Zi, sehingga bisa ditekan. Aku sendiri di terowongan membantu He Ze."


Xue Zi yang berada di pelukan Mu Hongzhi pun segera mengambil potongan ikan bakar dari piring Ye Shi sehingga mendapatkan pelototan. Tapi kelinci putih itu tidak peduli. Dia hanya berkata untuk tidak menjadi manusia yang pelit. Sehingga mau tidak mau, Ye Shi segera mengeluarkan sebuah wortel dari tas kecilnya.

__ADS_1


Entah kenapa, sejak dia tahu tentang kelinci putih mutasi yang satu ini, Ye Shi sering membawa wortel. Setidaknya untuk menyuap kelinci itu atau memberinya makan tanpa sengaja. Sekarang melihat sepotong ikan bakar dimakan kelinci, dia merasa aneh.


"Apakah tidak masalah bagimu untuk makan daging?" tanyanya takut jika kelinci ini keracunan.


"Aku ini binatang mutasi bukan kelinci biasa. Bahkan aku bisa makan orang. Percayakah kamu?" Kelinci putih mutasi itu benar-benar menghabiskan sepotong ikan bakar dan segera makan wortel.


"..." Makan orang? Pikiran Ye Shi sedikit curiga. Apakah orang-orang yang hilang juga dimakan kelinci ini?


Jika Xue Zi tahu apa yang dipikirkan Ye Shi, mungkin akan meledakkan kemarahan. Binatang putih berbulu yang satu ini tidak pernah makan orang, hanya makan wortel! Jika tidak, dia tak perlu jauh-jauh datang ke negara ini untuk mencari wortel alih-alih menemukan manusia dan memakannya.


Mengabaikan kelinci putih itu yang berdebat dengan Ye Shi, sisanya hanya membicarakan tentang kejadian di terowongan. Terutama He Ze yang berkata jika masih ada di antara binatang mutasi kegelapan tingkat ilahi yang bersembunyi. Jika seperti ini, maka jiwa Hei Long yang berada di pegunungan dewa sulit untuk diatur.


Mereka juga membicarakan tentang dua kucing tingkat dewa yang kini berada di sana.


Sementara itu, di pegunungan dewa malam ini ....


Dua ekor kucing bersin dan menggigil. Dengan selimut menghangatkan tubuh, kedua hewan itu terlihat basah dan jelek. Bell yang memiliki anting lonceng kecil pada telinganya itu yang paling parah. Sudah kedinginan, sakit kepala serta kelaparan. Adapun Orange sendiri lebih mendingan.


Seorang pria tua berjubah putih duduk di seberang keduanya, segera mengelus janggut dengan enggan. Lalu membiarkan api unggun menyala lebih besar. Di sebuah gua besar, udara dingin tidak terlalu kental. Karena di sekililing mereka hanyalah salju pegunungan, tentu tidak tahu bagaimana rasanya musim semi di bawah sana.


Dua kucing itu kedinginan setelah jatuh ke sungai es yang ada tak jauh di kaki pegunungan. Mereka juga menekan beberapa binatang mutasi golongan kegelapan yang dikendalikan oleh jiwa Hei Long yang terkurung.

__ADS_1


"Pak Tua Wen, jika kita membiarkan Hei Long terus seperti ini, apalah gunanya mengurung dia di array?" tanya Orange lalu segera menjilati susu hangat di mangkuk yang telah disediakan.


Wen Lao sang penjaga pegunungan dewa itu pun mendengus. Jubah putihnya selalu rapi dan bersih, seperti seorang pria tua yang enggan menyentuh lumpur. Seraya memanggang beberapa ikan, ia menggosok hidungnya yang sedikit dingin.


"Jika dia lepas lagi, bencana lain akan datang. Tunggu beberapa tahun lagi, takdir akan tiba pada waktunya." Pria tua itu tak berdaya. Melihat kedua kucing yang menghangatkan diri, ia sedikit lega. "Lain kali, jangan melewati tepian sungai di kaki pegunungan. Walaupun di bawah sana musim semi, kita hidup di pegunungan es yang dingin. Jangankan bunga, daun saja tidak tumbuh," katanya seraya melihat melirik ke luar gua.


Ada sebuah pohon gundul yang hanya menyisakan batang, dahan dan ranting yang diselimuti salju. Sungguh malang.


"..." Bell dan Orange juga sedikit kasihan dengan pepohonan yang hidup di pegunungan ini. Bisakah mereka menebangnya saja untuk dijadikan kayu bakar?


"Kira-kira, surat yang kamu berikan ... apakah sampai ke tangan gadis itu?" Bell sedikit khawatir.


"Menurut jejak aura yang kutinggalkan sedikit di surat, seharusnya sudah dibaca oleh gadis itu. Jangan khawatir, setidaknya aku telah memberi mereka peringatan untuk berhati-hati. Selebihnya lagi itu terserah mereka." Wen Lao menggelengkan kepalanya. Ketika ikan bakar audah matang, dia memindahkannya ke daun lebar yang bersih.


Segera, dua kucing itu berubah menjadi manusia dengan rambut basah dan pakaian yang lembap. Meski masih kedinginan keduanya lebih antusias dengan ikan bakar.


Jika seseorang yang memiliki aura lebih tinggi datang ke pegunungan dewa ini, pasti akan melihat sebuah dinding aura yang membentang cukup tinggi di langit. Berwarna seperti permukaan gelembung sabun yang diketahui oleh Li Chang Su. Itulah aura atau dinding aura yang dibangun untuk melindungi pegunungan dewa. Terutama dari jiwa Hei Long yang terkurung.


Bell dan Orange makam ikan bakar yang harum untuk mengisi perut mereka. Malam semakin larut, tapi mereka tidak bisa tidur. Terutama saat mendengar suara Hei Long yang sesekali berteriak di langit. Tentu saja, array yang mengurung Hei Long beda lagi.


"Apakah array yang mengurung makhluk itu bisa bertahan lama?" tanya Bell curiga.

__ADS_1


...****************...


CATATAN AUTHOR: Akhir-akhir ini Author jarang up dikarenakan baca novel terjemahan. Jika Author punya novel terjemahan yang bagus dengan MC over power atau karakter tidak mudah ditindas (reinkarnasi, rebirth atau transmigrasi), pasti akan diposting di FB. Author juga tidak buka FB lagi selama beberapa hari terakhir. Tapi beberapa novel terjemahan sudah siap untuk direkomendasikan di sana.


__ADS_2