Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mendiskusikan Rencana Selanjutnya


__ADS_3

MENDENGAR nama 'Wen Lao' yang asing bagi keduanya, Mu Xianzhai juga merasa kusut. Li Chang Su juga tidak akan tahu, tapi yang pasti surat tersebut datang dari pegunungan dewa. Ye Tianli masih sedikit tahu tentang pegunungan itu karena mendengar dari beberapa orang jika pegunungan dewa adalah tempat sakral. Sementara Ye Shi sendiri kurang paham.


"Siapa yang tinggal di pegunungan dewa? Mungkinkah itu seorang biksu?" tanya Ye Shi.


"..." Biksu mana yang akan tinggal di tempat tak berpenghuni seperti itu? Pikiran Ye Tianli semakin berantakan.


"Tentang Bell dan Orange ini aku sudah tahu karena pernah bertemu mereka sebelumnya ketika menyusulmu di hutan es bersama elang gunung mutasi. Tapi ... Tentang Wen Lao ini aku tidak tahu. Mungkin pensiunan kaisar tahu?" Ye Shi hanya menebak.


"Tampaknya hanya bisa bertanya pada kakek." Mu Xianzhai mengangguk.


"Lalu, apa isi surat itu?" Ye Tianli mengerutkan kening dan menyesap tehnya yang disajikan oleh pelayan.


"Hanya sebuah peringatan jika jiwa Hei Long yang terkurung di pegunungan dewa itu masih bisa mengendalikan pikiran para binatang mutasi golongan kegelapan tingkat rendah. Dengan kata lain, para binatang mutasi kegelapan akan menyerang perbatasan lagi dan lagi sesuai dengan perintahnya," tutur Mu Xianzhai langsung menggulung surat itu kembali.


"Dua kucing mutasi itu, apakah berasal dari pegunungan dewa?"


Mu Xianzhai mengangguk tanpa menyembunyikannya. Kucing putih milik pangeran pertama telah menjelaskan segalanya. Jadi dia tidak ragu lagi.


"Lalu bagaimana situasi di barak militer saat ini, tahukah kalian?"


"Cukup bagus. Tapi jika benteng berulang kali diserang secara beruntun, mungkin tidak akan bertahan lama." Ye Shi mengangguk.


Karena pembicaraan ini serius, Mu Xianzhai mengesampingkan pikirannya tentang Li Chang Su di kamar. Dia membahas tentang rencana jangka panjang dan pencegah yang harus diambil. Seketika, Ye Shi sebagai ketua pembunuh bayaran kini harus membiarkan para anak buahnya menyamar menjadi penjaga gelap dan diam-diam mengawasi perbatasan.


Negara Bingshui cukup luas dan merupakan negara yang makmur. Belum lagi ada Mu Xianzhai yang menjadi raja perang, ditakuti oleh para musuh hingga enggan menyatakan perang untuk merebut wilayah mereka. Karenanya, kaisar selalu tenang dan bosan saat mendengar jika Mu Xianzhai memenangkan pertempuran. Tak heran, sebagai pewaris gelang naga perak sejati, Mu Xianzhai memiliki kemampuan ini.

__ADS_1


Mereka menduga jika Wen Lao adalah penjaga pegunungan dewa dan memiliki peran penting. Mu Xianzhai tidak berani mengabaikannya dan meminta penjaga gelap untuk mengantarkan informasi ke istana kekaisaran. Biarkan Kaisar Mu yang memutuskan rencana dan Mu Xianzhai ingin ayahnya sibuk akhir-akhir ini.


"Sebaiknya kamu memberi pelajaran pada Istana Putra Mahkota. Tampaknya Rongyu menganggur, biarkan dia sibuk," kata Mu Xianzhai tiba-tiba setelah mereka sibuk membahas rencana.


Ye Tianli mencibir, "Bukankah Rongyu adalah kekasih masa kecilmu?"


"Itu hanya teman masa kecil. Istriku lebih penting," katanya.


"Heh, kamu benar-benar tidak bisa menghargai kecantikan." Ye Tianli yang selalu memakai pakaian serba merah pun menatap Mu Xianzhai dengan sentuhan menggoda. Walaupun begitu, dia masih sedikit masam di hatinya.


Gadis secerdas Li Chang Su benar-benar ditakdirkan untuk bersanding dengan orang kuat. Dia hanya bisa menonton mereka menumpahkan banyak cinta di mana-mana. Terlebih lagi, Ye Shi cukup tergila-gila untuk menjadi murid Li Chang Su. Benar saja, Ye Shi kini memikirkan gadis itu.


"Biarkan aku menjadi muridnya. Aku ingin bisa sekuat dia." Ye Shi menggosok ujung hidungnya dengan malu.


Namun wajah Mu Xianzhai menggelap saat memikirkan itu. "Mimpi apa kamu semalam? Ingin menjadi murid istriku? Pergilah ke barak militer dan bergabung dengan sepuluh prajurit khusus yang dilatihnya, baru kamu bisa belajar," cibirnya.


"Tentu saja. Kamu juga melihat mereka begitu kuat saat melawan binatang mutasi di luar perbatasan. Masih ingat?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alis di balik topeng peraknya.


Ye Shi mengerutkan kening dan berpikir. Sepertinya itu memang benar. "Kamu akan membiarkanku menjadi murid istrimu jika bergabung dengan mereka?"


"Tentu saja." Mu Xianzhai tersenyum lebih dalam.


"Baiklah. Aku akan pergi bersama kalian saat ke barak militer nanti." Pria itu telah memutuskan.


"..." Ye Tianli berduka untuk saudara angkatnya itu. Sungguh terlalu polos. Tidakkah Ye Shi dapat melihat bahwa Mu Xianzhai sengaja untuk bermain dengannya?

__ADS_1


Setelah mengakhiri pembahasan, hari tanpa sadar sudah larut malam. Mu Xianzhai meminta pelayan mengantar tamu keluar dan dia pergi ke halaman utama di mana Li Chang Su berada saat ini. Gadis itu sedang menyusun rencana jangka panjang untuk latihan dan juga menyelesaikan permasalahan yang ada. Setidaknya hanya untuk berjaga-jaga.


Dia tidak ingin ikut campur dalam urusan istana apalagi tentang takhta. Mu Xianzhai sudah memberi tahu ini dan memintanya untuk tidak khawatir. Oleh karena itu, Li Chang Su hanya akan membantu jika benar-benar mendesak. Setidaknya, dia ingin Mu Peizhi memenangkan takhta dan tak ada kekhawatiran di masa mendatang.


Ketika Li Chang Su menerima berita jikalau Mu Xianzhai kembali, tanpa sadar melirik jam dinding yang sengaja dia pasang di kamar. Ini sudah pukul sepuluh malam. Tampaknya pembahasan ketiganya cukup serius.


Pria itu kembali dan menyerahkan gulungan surat pada Li Chang Su. "Ini dikirim dari pegunungan dewa," katanya.


"Apakah Bell dan Orange?" Li Chang Su jadi teringat dua kucing mutasi dewa itu.


"Tidak. Seseorang bernama Wei Lao menulis surat ini. Namun orang yang mengantar suratnya sudah meninggal akibat diserang binatang mutasi kegelapan." Mu Xianzhai sedikit kedinginan saat mengatakan ini dan duduk di samping istrinya.


"Oh ..." Li Chang Su membuka surat dan membacanya. Tampaknya masalah di pegunungan dewa tidak terlalu mendesak. Setidaknya butuh tiga tahun untuk membuatnya menjadi lebih kuat. "Apa rencana suamiku?" tanyanya agak manja.


"Kita akan pergi ke tempat di mana gerbang pintu baja berada lain waktu. Tentu saja setelah naga perak memulihkan tubuhnya."


"Ini ide bagus. Hei Long bukan lawan yang mudah. Karena dia adalah makhluk legenda dari zaman ke zaman, tentu saja kekuatannya di luar nalar orang-orang masa ini. Sekarang hanya jiwa tanpa raga, tapi masih saja kuat. Ini menandakan jika aku tak bisa melawannya begitu saja," jelas Li Chang Su serius. Matanya sedikit menyipit saat menggulung surat itu kembali dan memasukkannya ke ruang artefak.


Mu Xianzhai tentu saja tidak ingin ada kecelakaan tentang istrinya dan segera memeluk gadis itu. "Ada Raja, jangan khawatir."


"Xian ... Seberapa kuatnya kamu?" tanya gadis itu.


Mu Xianzhai mengulum senyum misterius. "Lebih dari apa yang Su'er tahu," jawabnya.


Tiba-tiba saja pria itu membopong Li Chang Su dan membawanya ke ranjang. Melepas topeng peraknya, tatapan Mu Xianzhai sedikit lebih panas dari sebelumnya. Gadis itu sedikit kebingungan untuk sementara waktu dan seketika wajahnya memerah.

__ADS_1


"Xian ..." Dia tidak tahu harus berkata apa.


Pria itu menunduk dan mencium bibir Li Chang Su untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya melepaskan tautan bibir. "Kita lanjutkan adegan tadi yang tertunda. Apakah Su'er merindukan Suami?" bisiknya.


__ADS_2