Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Berbicara Untuk Klarifikasi


__ADS_3

SEMENTARA ITU, Li Chang Su yang awalnya merasa ada seseorang yang memanggil namanya dengan intim pun membuka matanya sedikit. Walau hanya terdengar sedikit, dia bisa memastikan jika itu Mu Xianzhai. Kemudian dia berbaring menyamping, mempertahankan selimutnya agar menutupi tubuh.


Dia harus pulih dari demam hingga bisa mengurus banyak hal. Terutama, dia khawatir jika Mu Hongzhi mendatangi Ye Tianli dan menuduhnya mencelakai pria berpakaian merah itu.


Setelah satu jam, Li Chang Su terbangun dengan kepala yang sedikit pusing. Tapi tubuhnya merasa lebih ringan dan segar. Demamnya turun. Tapi pakaiannya basah oleh keringat. Di saat yang bersamaan, dia mencium aroma sup ayam yang enak. Pria itu, apakah memasak lagi?


Turun dari ranjang tanpa alas kaki, dia mengunjungi dapur. Sosok jangkung tengah mencicipi sup, sangat elegan. Belum lagi Mu Xianzhai yang tanpa topeng, benar-benar terlihat lebih alami. Dia dengan cepat menundukkan kepalanya. Semakin dia melihat, bukankah itu akan mengerikan.


Hatinya sudah mati oleh ketampanan pria. Dia juga tidak berniat untuk jatuh cinta. Namun kenapa setiap kali melihat pria ini, pikirannya menjadi agak gila. Seolah-olah mengatakan, datang dan peluk dia. Jangan lepaskan! Apakah ini karena efek takdir gelang naga perak?


Mu Xianzhai mengalihkan pandangan ke pintu. Gadis itu rupanya sudah bangun. Melihatnya tanpa memakai alas kaki, wajahnya menggelap. Tuhan tahu betapa putih dan rampingnya kaki itu, kecil dan lembut. Menginjak lantai putih yang bersih, semakin menambah godaannya.


Dia menyimpan sendok sayur dan menghampiri Li Chang Su. Tanpa diduga, segera membopongnya tanpa berkata-kata.


"Mu Xianzhai, apa yang kamu lakukan?! Turunkan aku!" Gadis itu menggeliat sedikit, menolak. Namun cengkeraman tangan pria itu di tubuhnya lebih kuat.


Mu Xianzhai membopong dia ke kamar, mendudukkannya di tepian ranjang. Sebelum Li Chang Su berbicara, dia menyela lebih dulu, "Tunggu di sini sebentar."


Lalu dia berjalan ke sisi rak sepatu. Merasakan gadis itu akan bangkit dan pergi, dia berkata lagi, "Jangan macam-macam. Tetap di sana."


"....," Kenapa tiba-tiba Li Chang Su ingin patuh?


Pria itu rupanya membawa sandal rumah berbulu lembut. Meletakkannya di dekat kaki gadis itu, memintanya untuk memakai sandal ini ketika berjalan di lantai. Jangan membuat kakinya dingin. Untuk sementara waktu, Li Chang Su tertegun. Pria ini mengantarnya kembali hanya untuk memberinya sandal rumah berbulu?


Di saat pria itu kembali ke dapur untuk mengurus masakannya, Li Chang Su masih belum pulih dari keterkejutan. Dia hanya melihat He Ze yang sedang tertawa di halaman. Ada buku komik di depannya. Sebuah komik komedi yang lucu. Sepertinya tupai putih itu mendapatkan buku dari rak pribadinya.


Sayangnya, suara tawa tupai itu membuat Li Chang Su memiliki tiga garis hitam di kepala. Sungguh jelek. Rasanya dia sedang ditertawakan oleh hantu. Dia segera pergi ke halaman dan menendang tupai putih itu ke kolam air terjun. Nah, suara tawa yang mengerikan itu akhirnya terendam.


Dan entah bagaimana, hal ini tanpa sengaja dilihat oleh Mu Xianzhai yang baru saja hendak memanggilnya untuk makan. Gadis itu menendang leluhur seperti bola. Tidakkah tupai itu akan marah?


Sayang sekali, Mu Xianzhai mungkin akan patah hati kali ini. Dia melihat tupai putih itu menyembul dari kolam air terjun sambil memaki tidak jelas. Menyalahkan pelaku pelecehan. Li Chang Su mencibir. Saat tupai putih itu meraih batu untuk naik ke darat, dia menendangnya lagi.

__ADS_1


"Demi dewa! Demi leluhur keluarga! Kamu sungguh takdir yang kejam! Leluhur ini sungguh teraniaya!" He Ze berteriak imut-imut padanya. Semua bulunya basah, seperti tikus yang malang.


"Cih! Leluhur apa itu? Hanya seekor tupai yang berisik. Suara tawa yang jelek. Telingaku sakit. Minumlah air kolam itu hingga suaramu enak didengar!"


Li Chang Su meraih komik dan memandang tupai putih itu dengan kejam.


"Kamu tidak berbakti. Leluhur ini sangat manis dan menggemaskan. Ribuan orang ingin memelihara leluhur ini! Kamu jangan iri!" Akhirnya He Ze mampu keluar dari air dan mengibaskan tubuhnya agar tetes air di bulu itu lebih sedikit.


Tanpa diduga, Li Chang Su tertawa mengejek, "Ribuan orang? Hei, apakah tidak salah? Apakah aku tidak salah menebak jika mereka ingin memeliharamu untuk dijadikan kerajinan bulu tupai putih?"


"...," He Ze memikirkannya lagi saat ini.


"Bukankah aku sudah berkata untuk tidak berisik! Lain kali, jika kamu mengganggu kenyamanan ku, lihatlah bagaimana aku akan menguliti bulu putih mu!" Li Chang Su mengancam, lalu kembali ke dalam untuk menyimpan komik.


Di sisi lain, Mu Xianzhai yang tidak sengaja mendengar dan melihatnya pun diam seperti baru saja mendapatkan ilham. Leluhur ternyata takut pada Li Chang Su. Itu bagus. Di masa depan, jika dia membutuhkan sesuatu, andalkan saja istri kecilnya yang luar biasa ini. Nah, dengan begitu, He Ze tidak akan berani menyinggungnya.


Saat Li Chang Su kembali, Mu Xianzhai tersenyum lembut, "Aku baru saja membuatkanmu sup. Makan?" Tanyanya.


"Oke," Li Chang Su tidak menolak. Dia lapar, tentu saja. Tapi hanya makan bubur yang cukup mengganjal perutnya. Sekarang setelah demamnya turun, dia ingin makan sesuatu yang lain.


Di ruang makan, hanya ada dua orang itu yang saling diam. Li Chang Su bukan pemalu yang sesungguhnya, jadi dia berbicara lebih dulu tentang kondisi pria itu selama satu tahun ini. Belum lagi ilmu tenaga dalamnya yang telah diperbaiki secara paksa, membuat Mu Xianzhai harus memanggil tabib khusus untuk mencegah kerusakan internal.


Sayangnya, malam itu dia ceroboh dan terluka parah. Jika bukan Li Chang Su yang datang dan memberinya perawatan, mungkin hidupnya benar-benar dalam bahaya besar.


"Bagaimana bisa kamu menjadikan Rongyu sebagai selir?" Tanya Li Chang Su santai.


"Ini hanya transaksi, bukan selir. Di luar, masyarakat tahunya hanya selir, di istana kekaisaran, dia hanya alat transaksi," Mu Xianzhai buru-buru menjelaskannya dengan baik, "aku sudah tahu jika putra mahkota masih menginginkan Rongyu untuk kestabilan posisinya. Di sisi lain, pangeran kedua diam-diam membuat rencana untuk merebut gelar putra mahkota ini."


Mu Xianzhai membutuhkan Rongyu untuk alat transaksi. Selama ini, dia berpura-pura menjadikan wanita itu selir, menempatkannya di sisi lain istana raja perang yang jauh. Keselamatannya memang harus diperhatikan. Bagaimanapun juga, istana raja perang bukan tempat yang cocok untuk pembunuhan.


Rongyu sudah lama ingin melarikan diri dari istananya. Tapi kemungkinan besar, Jenderal Rong membujuk putri tertuanya ini untuk bertahan hingga kesepakatan dibuat. Setelah hukuman gelang naga perak berakhir, Mu Xianzhai fokus pada pengasahan ilmu tenaga dalamnya.

__ADS_1


Dan sekarang, dia bisa tenang karena gelang itu telah terpasang kembali di pergelangan tangan kiri Li Chang Su. Hatinya puas. Melihat gadis itu yang hanya bergumam sedikit, Mu Xianzhai ingin menggodanya.


"Apakah Su'er cemburu?" Tanyanya.


"Siapa yang cemburu?! Tidakkah kamu tahu jika hidupku hanya untuk pria yang mencintai satu wanita?"


Dia mencibir.


"Aku tidak pernah menganggapnya sebagai selir. Atau melakukan sesuatu yang diluar akal sehatku. Di istana, dia telah tersiksa selama setahun terakhir. Aku yakin jika Jenderal Rong dan putra mahkota tidak sabar untuk bernegosiasi."


"Apa yang kamu inginkan darinya?"


"Kebebasan militer di perbatasan. Selama ini putra mahkota telah diam-diam mendirikan banyak tempat usaha yang ilegal. Serta mengirim banyak wanita ke barak militer dengan penculikan para bandit. Belum lagi, memiliki perselisihan dengan pangeran kedua."


"Bukankah kaisar seharusnya tahu?"


Tahu?


Mu Xianzhai tiba-tiba cemberut diam-diam, "Bagaimana jika kaisar tahu? Hanya perlu untuk berpura-pura tidak tahu. Putra mahkota adalah anak permaisuri. Seorang anak dari permaisuri memiliki hak istimewa. Tanpa kejahatan serius di depan mata, hukuman tidak bisa langsung diberikan. Karena itu, yang mampu berhadapan dengan putra mahkota hanyalah pangeran kedua."


Pangeran kedua ini jarang dibicarakan di ibukota. Tidak tahu seperti apa kehidupan aslinya. Tapi pangeran kedua terkenal dengan kemalasannya di hari kerja. Kaisar Mu tidak berdaya dengan putranya ini dan menganggapnya sebagai anak yang baru belajar berbisnis.


Namun Mu Xianzhai tahu seperti apa pangeran kedua. Dia juga mengenal Ye Tianli secara rahasia. Bukan hanya itu, Ye Tianli ini adalah pendukungnya. Li Chang Su cukup terkejut ketika mendengar ini. Ye Tianli mengenal pangeran kedua. Ternyata pria berpakaian serba merah itu tidak biasa.


"Jadi Su'er, jangan dekat-dekat dengannya terlalu sering," pria itu memberi kode. Artinya, jangan dekat dengan pria lain selain dirinya ini.


Li Chang Su mengerutkan keningnya, tidak terlalu peduli. Lagi pula Ye Tianli cukup baik untuk diajak berteman. Dia menundukkan kepalanya setelah menyelesaikan makan sup.


"Tidakkah kamu ingin bertanya padaku tentang satu tahun ini ...?" Tanyanya tiba-tiba.


"Apa yang harus ditanyakan? Semuanya adalah keputusan calon istriku. Aku hanya perlu menunggu di tepian dan menangkapnya. Bahkan jika harus menunggu beberapa tahun lagi," Mu Xianzhai menjawab dengan tenang, sangat pasrah. Dan semua perkataannya itu bukanlah omong kosong.

__ADS_1


Mendengar hal ini, Li Chang Su merasa jika otaknya kosong.


"...."


__ADS_2