Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menemui Kaisar Mu Untuk Pertama Kali


__ADS_3

LI CHANG SU memikirkan ini dan menyiapkan hal-hal kecil. Ledakan racun di masa lalu pasti tidak kecil. Para binatang mutasi ini mungkin tidak bisa bersih sepenuhnya. Tapi setidaknya, dia bisa mencegah perkembangan biakan para binatang mutasi.


Maka dari itu, dia telah merencanakan banyak hal sebelum pergi. Hanya saja, Mu Xianzhai ingin dia menemui kaisar terlebih dahulu untuk memastikan statusnya. Awalnya Li Chang Su enggan tidak menginginkan ini. Tapi demi wajahnya, dia bisa pergi diam-diam.


"Haruskah aku benar-benar pergi?" Tanyanya.


"Temui lah dulu," Mu Xianzhai agak memaksa. Sifat tidak ingin dibantahnya telah mencuat lagi.


"Kakak Ipar, kaisar sangat baik. Jangan khawatir. Dengan sepupu, kaisar tidak akan macam-macam," Mu Hongzhi juga membujuk.


"Kalian bersekongkol!" Gadis itu cemberut, tapi tdiak menolaknya.


Lagi pula, dia telah berjanji untuk menikah dengan pria ini nanti. Tapi dia butuh waktu. Sekarang, dia ingin tahu sampai mana keinginan pria itu untuk menikahinya. Ketika badai salju reda, semua orang mulai memberanikan diri untuk keluar. Li Chang Su sudah memakai jubah bertudung nya lagi dan memeluk kelinci.


Ketiganya pergi menuruni bukit untuk melihat situasi kota. Dan banyak orang-orang kehilangan rumah. Badai salju dua hari dua malam ini sangat mengerikan. Belum lagi petir yang menyambar berulang kali, membuat banyak bangunan terbakar hangus.


Li Chang Su sangat menyayangkan hal ini. Dia berhenti sebentar dan menarik lengan baju Mu Xianzhai yang ada di depannya. Melihat Mu Hongzhi ada cukup jauh di depan, dia memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu secara pelan.


Pria itu menoleh padanya dengan kebingungan, "Apa yang diinginkan Su'er?" Tanyanya.


"Xuxu dan Xuyao masih ada di ruang artefak. Aku membuat mereka tetap tidur saat ini. Harus mengeluarkan mereka dulu," bisiknya.


"Kalau begitu kita kembali ke istana dulu untuk mengeluarkan mereka," pria itu tidak keberatan.


"Istana yang mana?"


"Tentu saja Istana Raja Perang."


"...."


Li Chang memeluk kelinci mutasi itu dan mengelus bulu lembutnya. Mu Hongzhi diberi alasan untuk berkeliling dan memastikan jika binatang mutasi yang menerobos benteng perbatasan telah pergi. Sementara dia akan kembali ke Istana Raja Perang terlebih dahulu untuk berkemas.

__ADS_1


Mu Hongzhi berpikir jika itu untuk mempersiapkan semua barang-barang perjalanan nanti. Jadi dia dengan cepat mengangguk. Semakin cepat mengurus hal-hal, maka mereka bisa berangkat dengan tenang.


Lalu Mu Xianzhai membopong gadis itu dan menggunakan ilmu seni bela dirinya untuk sampai ke istana lebih cepat. Gadis itu tidak menolak, hanya memeluk kelinci. Ketika tiba di Istana Raja Perang, para pelayan yang awalnya bersembunyi kini menunjukkan diri, menyambutnya dengan antusias.


"Salam Raja Xian ...," Para pelayan yang hadir segera berlutut dan memberi sikap hormat pada pria itu.


"Bebas."


Mu Xianzhai tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan mereka saat ini. Hanya meminta mereka kembali. Setelah itu, dia membawa Li Chang Su ke salah satu tempat tinggal pelayan. Ketika memastikan tidak ada orang lain, Li Chang Su mengeluarkan Xuxu dan Xuyao yang kini ada dalam pengaruh obat tidur.


Keduanya di tempatnya di sofa. Setelah itu meminta pelayan lain untuk berkata pada keduanya nanti, bahwa dia ada bersama Mu Xianzhai.


Kekaisaran tengah sibuk saat ini. Setelah badai salju berakhir, kaisar menghela napas panjang dan duduk di takhta dengan wajah lelah. Mendengarkan laporan para menteri yang ada, kaisar merasa jika Negara Bingshui akan mengalami krisis ekonomi lagi. Dia hanya melambaikan tangan dan pegi ke ruang belajar untuk memikirkan semua saran mereka.


Ketika Mu Xianzhai datang diam-diam ke ruang belajar dan membawa gadis itu, Kaisar Mu terkejut. Dia tidak melihat dengan jelas wajah gadis berjubah ini. Hanya mengira jika putranya yang sembrono sedang membawa seseorang untuk menyelematkan Negara Bingshui.


"Anak ketiga, mengapa membawa seorang ahli ramal?" Tanyanya dengan mengerutkan kening.


"....," Li Chang Su terkejut sesaaat. Peramal?


"Ayah Kaisar, ini bukan beramal. Tapi takdir gelang naga perak."


"Apa??!" Kaisar Mu mengalami kejutan dini dan mengelus janggutnya, menatap gadis berjubah itu, "turunkan tudungmu."


Mendengar perintah kaisar, gadis itu menurunkan tudungnya. Kaisar Mu memperhatikan kecantikan kecil yang dikatakan sebagai takdir gelang naga perak. Dia memperhatikan sedikit jika gelang itu terpasang di pergelangan tangan kirinya. Dan kecurigaan kaisar menghilang.


Dia meminta Mu Xianzhai untuk menunggu di luar. Ada sesuatu yang ingin dikatakan pada gadis ini. Mu Xianzhai tidak membantah. Walau di dalam hatinya dia khawatir kaisar akan memperlakukan Li Chang Su dengan buruk, dia sempat ragu untuk meninggalkan tempat itu. Namun Li Chang Su sendiri mendorongnya pergi.


Kaisar Mu mendengus melihat putranya yang berpura-pura itu, "Jangan menguping kami," katanya seperti memperingati.


"Putranya tidak memiliki hobi itu," sudut mata pria itu berkedut di balik topengnya.

__ADS_1


"Dinding memiliki telinga. Pintu itu juga layak?" Kaisar Mu menggodanya sedikit. Ingin tahu respon apa yang akan diberikan putra kesayangannya ini.


"Putranya tidak berani."


Melihat Mu Xianzhai benar-benar menjauh dari ruang kekaisaran, Kaisar Mu akhirnya menghela napas lega. Lalu memperhatikan gadis yang diperkirakan telah cukup untuk usia pernikahan ini. Sorot mata gadis itu tidak lemah seperti yang lain. Ada ketegasan dan pengalaman yang dalam dari tatapannya.


Kaisar Mu mengira jika gadis ini sebenarnya tidak takut padanya. Sebagai seorang kaisar, sudah sewajarnya orang lain takut melakukan kesalahan tak sengaja di depannya dan diberi hukuman.


Tak berapa lama, Kaisar Mu mendengus dan duduk. Ada secangkir teha hangat di atas meja, dia mengambilnya lalu bicara dengan nada tidak senang, "Tidak memberi hormat kepada kaisar. Apakah ini contoh keluargamu?"


"Gadis kecil ini bukan rakyatmu. Dan menjadi yatim piatu sejak kecil," jawab Li Chang Su tanpa keberatan dengan nada bicara kaisar yang terbilang akan membuat tidak nyaman pihak lain.


Saat jawaban ini keluar, Kaisar Mu hampir tersedak teh yang sedang diminumnya. Jawabannya bukan hanya tidak terduga, tapi cukup memprihatinkan. Gadis ini seorang yatim piatu. Tapi mungkin dibesarkan oleh sebuah keluarga hingga mampu memiliki tatapan yang begitu dalam seperti itu.


Tapi di sisi lain, dia bukan rakyat Negara Bingshui. Kaisar Mu semakin penasaran dan bertanya lagi, "Dari mana asalmu?"


Li Chang Su terdiam sebentar sambil memperhatikan interior ruang belajar Kaisar. Banyak buku di rak kayu. Ada beberapa vas bunga dan juga harta yang cukup untuk membeli sebuah rumah yang luas. Tapi Li Chang Su mengira jika ini semua tidak terlalu berarti baginya. Barang kuno tidak cantik.


"Itu negara yang jauh."


Dia hanya berkata jika negaranya tidak ada di benua ini. Setelah gelang naga perak terpasang, dia dikirim ke sini. Li Chang Su tidak ingin terlalu berbohong pada kaisar. Ia menceritakan sedikit tentang kehidupan di negara asalnya, seorang prajurit wanita.


Tapi di mana kaisar percaya?


Gadis ini kini hanya berusia lima belas tahun. Barak militer tidak mengijinkan seorang gadis menjadi prajurit tanpa alasan. Tapi harusnya selalu ada di kamar kerja halaman belakang. Namun Li Chang Su adalah anak yatim piatu. Dia tidak diajari untuk ini.


Kaisar Mu ingin mengujinya sedikit tentang beberapa pemahaman barak militer serta hal-hal lain yang bisa dianggap sebagai basa-basi. Jika Mu Xianzhai ada di sini, dia akan mengira sedang membuang-buang waktu. Lalu mungkin juga akan menyeret Li Chang Su kembali.


Hanya saja kaisar Mu dilahirkan untuk terkejut setengah mati. Gadis itu, bukan hanya tahu militer, tapi juga berbagai pengetahuan lainnya. Seperti seorang sarjana. Jadi jika Li Chang Su tahu pikirannya, mungkin akan memunatah seteguk darah mudanya.


Sarjana apa?

__ADS_1


Dia telah belajar banyak di kehidupan sebelumnya. IQ nya terbilang melebihi orang biasa. Hal apa yang tidak bisa dia pelajari hanya dengan satu atau dua dengan membaca buku?


"Apakah Kaisar Mu puas dengan interogasi ini?" Tanya gadis itu langsung mengelus bulu halus kelinci mutasi di pelukannya. Kelinci itu sangat patuh.


__ADS_2