
LI CHANG SU sudah berada di dapur sejak satu jam lalu. Untungnya rebung yang ada di ruang artefak sudah dia rebus lama sebelumnya sehingga hanya tinggal memasak. Dia pandai melakukan apa saja termasuk memasak. Tapi dalam beberapa hal, dia juga tidak terlalu bisa.
Menggunakan kemampuan mata dewanya, dia memindai tubuh pria itu untuk memastikan tidak ada yang salah dengan kesehatannya. Cuaca di luar cukup panas dan memasuki dapur jelas lebih panas lagi. Terutama harus berurusan dengan api.
Untungnya Li Chang Su menggunakan kompor mitanol modern sehingga tidak terlalu merepotkan. Hanya saja agak lama dalam proses memasak.
"Su'er ..." Mu Xianzhai mengabaikan pertanyaan istrinya dan menghampiri lalu menyerahkan bungkusan di tangannya.
"Apa ini?"
"Manisan buah yang kamu suka," jawabnya.
"Apakah ini bujukan?" tanyanya curiga.
Mu Xianzhai terbatuk ringan. Dia tahu apa yang gadis itu maksud. Pasti tentang masalah tadi pagi bukan? Dia bisa melihat ada tanda merah samar di leher gadis itu, tertutupi oleh obat yang bisa menyesuaikan dengan warna kulit.
Sekilas, dia merasa tertekan. Namun jujur saja Mu Xianzhai tak bisa menahan diri pagi tadi. Istrinya sangat menggoda.
"Yah, tidak apa-apa. Raja akan memperhatikannya lain waktu," katanya seraya menggunakan kedipan permintaan maaf. Meski sebenarnya dia memakai topeng.
Li Chang Su mendengus dan tak lupa mengaduk tumis rebung yang masih berada di atas wajan. "Sekarang tahu bahwa kamu adalah raja perang?" cibirnya.
"Su'er, maafkan aku kali ini, ya?" Dia memeluk gadis itu dari belakang dan tak berniat untuk mengganggunya memasak.
"Lepaskan. Tubuhku bau masakan. Ini tidak nyaman."
"Tidak apa-apa. Su'er selalu wangi," goda pria itu.
"Nakal!"
Li Chang Su tidak terlalu menganggap serius masalah pagi tadi dan secara alami memerah. Dia baru tahu jika Mu Xianzhai memiliki rambut putih keperakan yang begitu menggoda. Dia khawatir jika semua pria di dunia ini tak bisa memandangi ketampanannya.
__ADS_1
Pada akhirnya, Mu Xianzhai menempel di belakang istrinya dan memperhatikan dari awal hingga akhir. Masakan istrinya selalu enak dan mengalahkan koki kekaisaran sekalipun. Para koki di istananya sendiri ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Air liur mereka hampir saja keluar. Aroma enak dari dapur membuat perut mereka lapar.
Sayangnya sang raja tidak membiarkan mereka mencicipi makanan Li Chang Su, hanya bisa mengerang diam-diam. Setelah semua hidangan diletakkan di atas meja, keduanya makan seperti biasa. Li Chang Su menghindari olahan rebung dan Mu Xianzhai juga menghindari bawang daun yang membuatnya alergi.
Makan siang begitu harmonis dan Mu Xianzhai menceritakan apa yang terjadi di istana pagi ini. Perbaikan bangunan akan segera dilakukan dan sumbangan dari kekaisaran juga tidak luput. Li Chang Su juga menyumbangkan beberapa makanan pokok secara diam-diam agar tidak ada yang tahu bahwa dirinya memiliki ruang artefak.
"Setelah beberapa hari, kita akan pergi ke barak militer," kata Mu Xianzhai seraya mengambil tumis rebungnya.
"Apakah harus begitu cepat?" Li Chang Su terlihat ragu ketika Mu Xianzhai membahas ini lagi.
"Ya. Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," jawabnya menghilangkan kekhawatiran gadis itu.
"Oke." Li Chang Su mengangguk dan memakan supnya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu Minggu kemudian ....
Xuxu dan Xuyao tidak rela untuk tinggal namun mereka juga harus menjaga Istana Raja Perang dan memastikan keamanannya. Meski ada beberapa penjaga gelap kepercayaan Mu Xianzhai, beberapa masalah kadang lepas dari mata pengawasan mereka.
Pensiunan kaisar dan ibu suri sudah diberi tahu. Adapun Kaisar Mu tidak mempermasalahkan ini dan membiarkan mereka pergi dengan damai. Lagi pula, kemenangan di masa depan untuk melawan para binatang mutasi ada di tangan keduanya.
Mu Yishu dan istrinya juga mengucapkan beberapa patah kata melalui surat.
Ketika siang tiba, kereta yang membawaLi Chang Su dan rombongannya pergi meninggalkan ibu kota, menuju perbatasan kota. Tidak ada masalah sepanjang perjalanan dan semuanya baik-baik saja.
Mereka menghabiskan dua hari di perjalanan karena tidak didesak oleh apapun. Selama itu juga, keduanya tidur di kereta. Mu Xianzhai akan memeluk gadis itu setiap kali malam datang lalu tertidur nyenyak.
Saat malam hari tiba, Mu Xianzhai tahu jika besok pagi kemungkinan besar bisa sampai di perbatasan barak militer lebih awal dan meminta semua orang untuk beristirahat. Lagi pula kuda-kuda juga butuh makan dan tidur yang cukup agar bisa membawa mereka dengan aman.
"Cuaca di hutan ternyata cukup dingin," kata Lict seraya memeluk tubuhnya sendiri dan duduk di depan api unggun.
__ADS_1
Li Chang Su yang sedang membumbui ayam untuk dipanggang pun mengerutkan kening. "Ada sumber mata air di dekat sini. Tak heran jika udara lebih lembap."
"Pantas! Senior Su, indera penciumanmu masih sangat bagus!" puji Lict penuh semangat.
"Ralat! Indera pendengaran yang aku uji. Terdengar gemericik air di sekitar sini. Bukankah kamu mendengarnya juga?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya.
"..." Aku tidak tahu. Aku bodoh, aku lemah! Jangan tanya aku, pikir Lict tidak berdaya.
Mu Xianzhai memiliki beberapa tugas yang perlu diselesaikan sehingga dia memperhatikan gulungan laporan lebih dulu sebelum akhirnya keluar kereta dan menambahkan kayu bakar.
Ketika ayam berbumbu dipanggang, aroma enak langsung tercium. Lict sudah cukup lapar namun harus menahan diri terlebih dahulu. Suara binatang kecil di malam hari membuat suasana tidak terlalu mencekam. Namun mereka masih waspada dengan kehadiran binatang buas di malam hari.
Pada akhirnya, kelinci putih mutasi—Xue Zi yang meremangkan bulunya karena kedinginan pun langsung menyipitkan mata kemerahannya.
"Ada apa?" Lict melihat ada sesuatu yang tidak normal dengan sikap kelici gemuk itu.
"Aku melihat ada yang putih-putih di sana," jawab kelinci itu pelan. Dia memperhatikan semak-semak tinggi, memang ada bayangan putih yang cukup kontras dengan gelapnya malam.
Lict yang sedikit takut dengan hantu di masa lalu pun kini sedikit merinding. "Apakah ada hantu di dunia kuno ini? Jangan menakutiku!" Dia meraih kedua telinga panjang kelinci itu dan meletakkannya di pangkuan.
Xue Zi kesal dan hendak menggigit jari Lict tapi mendapatkan tatapan dari Li Chang Su, dia enggan mengurungkan niatnya. Lagi pula si cantik benar-benar mempesona, bagaimana mungkin dia menjadi kelinci yang tidak patuh. Lagi pula awalnya dia mengikuti Li Chang Su tapi kini menjadi objek kecemburuan Mu Xianzhai.
Ini tidak adil baginya!
Ketiganya melihat ke arah semak-semak. Mu Xianzhai tidak mau repot. Dia tidak percaya ada hantu di dunia ini jika bukan orang lain yang membuat hantu sendiri.
Mu Xianzhai segera memanggil penjaga gelapnya untuk memeriksa semak-semak.
"Pergi dan cari tahu hantu apa yang sembunyi di sana," perintahnya tanpa ekspresi di balik topengnya.
"..." Raja, kami tidak yakin, pikir mereka juga sebenarnya tak cukup berani.
__ADS_1