Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Lapisan Array Kedua


__ADS_3

AWALNYA mereka berjalan melawan udara dingin dengan lancar. Sampai Xue Zi bertanya sesuatu, mereka tidak menghentikan langkah, namun semakin mempercepat. Lict ingin mengutuk kelinci putih mutasi di lengannya. Tentu saja mereka tahu ada sesuatu tapi tidak mungkin menjadi usil sekarang.


Mereka mempercepat langkah karena ada sesuatu yang mengejar mereka di belakang. Yang pasti bukan hal yang baik jika menoleh ke belakang. Lagi-lagi, Lict banjir keringat dingin. Hantu tidak akan muncul di pagi hari namun saat ini kepanikannya melebihi harapan.


Di saat mereka berjalan cukup cepat, Lict mengerang dalam hatinya dan buru-buru berkata, “Ya, kenapa aku tidak bertemu hantu saja daripada mereka yang begitu buas? Aku lebih rela menjadi seorang dukun!” gumamnya.


Li Chang Su mendengus. “Jika kamu berani menjadi dukun, kamu akan menjadi orang pertama yang aku kebiri."


“...” Aku hanya mengatakannya dengan santai, pikir laki-laki itu.


Lict tidak berani mengacau lagi saat ini. Semakin mereka mempercepat langkah, suara gemersik di belakang juga mengikuti. Pada akhirnya, Li Chang Su mengeluarkan dua boneka tulang yang telah disiapkannya sejak awal.


Untungnya dua boneka tulang itu telah diberi mantra kehidupan. Saat dikeluarkan dari ruang artefak gelang naga perak, dua boneka tulang berwujud anak remaja itu langsung berlari kencang ke arah yang berlawanan dengan Li Chang Su.


Karena cuaca dingin di lingkungan array pelindung kedua, Li Chang Su terpaksa memakai jubah berbulu hangat.


"Cepat lari!" Li Chang Su segera mempercepat langkahnya dan mulai berlari.


Mu Xianzhai hanya patuh di belakangnya.


Adapun Lict dan Mu Hongzhi yang penasaran, kali ini tak berani melihat ke belakang. Hanya beberapa saat setelah boneka tulang dilepaskan, ledakan yang cukup kuat terdengar—menimbulkan embusan angin bercampur asap gelap.


Suara raungan dan geraman menyakiti terdengar.


"Apa itu?!" Lict tidak tahan lagi dan menoleh ke belakang.


Lalu kakinya hampir kemas di tempat. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ada banyak rubah kecil ekor tiga di mana-mana, semuanya berwarna hitam dan juga terlihat garang. Mata merah segerombolan rubah hitam ekor tiga itu menatap Li Chang Su dan ketiganya dengan niat membunuh yang kuat.


"Ahh! Rubah! Itu rubah ... ekor tiga? Apakah binatang mutasi juga?" Lict yang telah melihat kawanan binatang buas itu pun kini memiliki kecepatan lari yang lebih baik daripada Mu Hongzhi.


"...??!!" Mu Hongzhi yang baru saja berada di depannya kini tercengang dengan kecepatan lari laki-laki itu.

__ADS_1


Sepertinya dia ingat ketika Lict tidak berani menyeberangi jembatan gantung usang waktu itu. Karena dikejar beruang hitam mutasi, Lict justru bisa lari dan menghindari papan pijakan lapuk dengan lancar.


Mungkin bukan hanya sekadar naluri melainkan ada yang terjepit di otaknya?


Jika Lict sendiri menyadari bahwa dirinya diejek memiliki kesalahan otak, pasti akan bertarung dengan Mu Hongzhi di tempat.


Li Chang Su juga melihatnya. Kini beberapa pasang mata merah mulai bermunculan di balik pepohonan dan juga rumput ilalang. Dua ledakan boneka tulang berturut-turut di belakang membuat para rubah hitam ekor tiga menjerit kesakitan. Serangan mereka juga menjadi lebih agresif.


"Itu rubah roh, salah satu binatang spiritual zaman kultivator yang telah punah," kata Mu Xianzhai seolah-olah menjawab apa yang dipertanyakan oleh Lict.


"Ru-rubah roh? Apakah ada yang seperti itu? Bukankah itu binatang mutasi?" Lict tidak percaya.


"Array pelindung lapisan kedua ini jelas mampu menciptakan ilusi binatang buas dalam bentuk apapun. Percuma melawan dan membunuh mereka, tak akan ada habisnya." Mu Xianzhai memberi pengertian.


Untuk kali ini, mereka hanya bisa berlari sampai menemukan perbatasan array pelindung lapisan ketiga atau yang terakhir. Jika berlama-lama di sini, mereka hanya akan ditekan oleh rubah hitam ekor tiga. Meski makhluk-makhluk itu hanyalah bayangan, tapi serangannya nyata, melukai fisik dan membunuh.


Belum lagi berlari di tanah miring, napas mereka akan tersengal-sengal. Satu-satunya orang yang masih bugar saat ini hanyalah Mu Xianzhai. Li Chang Su sendiri tidak berada dalam kondisi yang baik. Ditambah kehamilannya, dia juga mulai lelah.


"Oh, aku tahu." Mu Hongzhi tiba-tiba saja meraih Lict dan membawanya di pundak seperti karung beras.


"...???!!!" Lict yang merasa kepalanya pusing pun mengutuk di tempat. Perutnya mual.


Belum sempat Lict memprotes, Mu Hongzhi sudah melompat ke dahan pohon yang kokoh, mengikuti jejak Mu Xianzhai. Kali ini bukan hanya pusing yang dirasakan oleh Lict tapi mual. Di mana ini? Siapa di sana? Apa yang dia lakukan? Lict yang linglung mengira jika kepala dan kakinya berpindah tempat.


Ini buruk.


"Tuan muda ini, bisakah kamu menurunkanku? Aku pusing setengah mati!" Dia menggertakkan gigi.


Mu Hongzhi tidak tergerak. "Kamu tidak memiliki dasar ilmu peringan tubuh, jangan membuat masalah. Sebentar lagi kita sampai di array pelindung ketiga."


"..." Kenapa dia seperti sedang dibujuk oleh seorang pacar?

__ADS_1


Lict merasa gila. Dia masih memegang kelinci putih mutasi yang berayun di kedua tangannya. Kelinci putih itu sedikit ketakutan, khawatir terlepas dari tangan laki-laki itu jadi dia segera memeluk lengannya seperti koala.


Jika Mu Hongzhi adalah wanita, dia akan malu dipermalukan seperti ini. Dia berharap jika Mu Hongzhi adalah pria normal. Jika pria itu seperti Ye Tianli yang pernah memotong lengannya (BL/yaoi), dia bersumpah untuk memiliki kepala botak dan  menjadi biksu.


Gerombolan rubah hitam ekor tiga semakin menggila, mengejar mereka dan beberapa kali mencoba melompat ke pohon. Mu Xianzhai membopong Li Chang Su dan tangannya tidak bebas. Tapi Mu Hongzhi masih memiliki satu tangan yang bebas sehingga dia menggunakan pedangnya untuk menghalau binatang roh itu.


Angin dingin bertiup. Beberapa permukaan dahan pohon sedikit licin. Li Chang Su yang terbungkus jubah tidak merasa kedinginan. Dia juga menghuni energi spiritual di tubuhnya untuk menghangatkan diri.


Untuk membantu Mu Hongzhi, gadis itu mengeluarkan beberapa granat dari ruang artefak naga perak. Bahkan meminta He Ze membantunya melemparkan granat ke sisi lain.


Dar!


Dar!


Dar!


Ledakan granat memekakkan telinga, tanah di sekitar sedikit bergetar dan asap mengepul ke udara. Raungan sakit para rubah hitam ekor tiga terus berdatangan lalu menghilang dan tergantikan dengan makhluk yang baru.


Benar-benar tidak ada habisnya. Sama seperti yang dikatakan Mu Xianzhai. Mereka hanya bayangan tapi memiliki serangan nyata.


Setidaknya, beberapa granat dilemparkan dan membuat para rubah hitam ekor tiga itu melambat.


Untungnya, mereka sudah sampai di depan array pelindung lapisan ketiga. Mu Xianzhai mendarat, diikuti oleh Mu Hongzhi yang kini menurunkan Lict.


Lict merasa jika kepalanya penuh dengan darah, pusing dan mual. Adapun Xue Zi yang setengah mabuk akibat berayun di udara, hanya bisa terkapar di tanah dingin.


"Jangan lakukan itu lagi. Aku tidak sanggup menahan pukulan berikutnya," keluh Lict.


Mu Hongzhi mencibir lagi. "Jangan khawatir, tidak ada waktu berikutnya."


"Jangan bicara sekarang, cepat sentuh array dan masuk. Mereka mulai mengejar!" Suara He Ze membangunkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2