
DUA NAGA yang bertarung di langit menimbulkan banyak efek ke sekitar pegunungan dewa. Karena ada array pelindung dewa, efeknya tidak pecah ke mana-mana.
Yin Long dan Hei Long hanya bisa bertarung di ruang terbatas dan sesekali membentur array. Angin kencang berhembus. Jubah Li Chang Su berkibar cepat dan dia langsung dipeluk Mu Xianzhai menuju sisi yang lebih aman.
"Su'er ..." Mu Xianzhai memeluknya.
"Aku di sini." Gadis itu bersandar di pelukannya.
"..." He Ze yang berada di dekat mereka merasa sedang makan hidangan hambar.
"Ini bukan waktunya untuk menunjukkan kasih sayang. Biarkan gadis itu pergi ke puncak ketiga pegunungan dewa. Ada sesuatu yang harus dia lakukan di sana," jelasnya.
Hei Long tidak akan kalah begitu saja. Karena sebelumnya dia disegel, tentu saja totem penyegel di sana masih berguna.
Hanya Li Chang Su yang mampu mengaktifkan totem penyegelan itu. Ini bukan segel totem biasa, melainkan semacam pengisapan energi spiritual ke lubang jiwa tanpa dasar.
Jika sebelumnya Mu Xianzhai mampu membuka segel totem naga perak, maka Li Chang Su mampu membuka lubang spiritual pengisap jiwa di yang ditanam pada totem penyegel Hei Long.
"Aku akan pergi." Li Chang Su tentu saja tidak akan melewatkan hal ini.
"Aku melindungimu." Mu Xianzhai tidak akan meninggalkannya sendiri.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Li Chang Su saat melihat jika tupai putih itu hanya duduk di atas batu kecil dan mengeluarkan sepiring kacang mete goreng.
"Aku?" He Ze memegang kacang mete goreng dan berpikir sebentar. "Tentu saja aku akan tetap di sini dan menunggu waktunya tiba."
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku adalah roh penjaga artefak gelang naga perak. Sebagai penjaga, aku memiliki tugas untuk membantu naga perak nanti. Jangan pedulikan aku, pergi cepat. Jarak dari sini menuju pu cak pegunungan ketiga yang hancur itu tidak pendek," jelas He Ze.
Li Chang Su ragu sejenak. Dia selalu merasa jika He Ze terlalu jauh untuk disentuh olehnya saat ini. Seperti akan menghilang kapan saja.
__ADS_1
Melihat gadis itu menunjukkan ekspresi sedih, sepertinya He Ze tahu apa yang sedang dipikirkannya dan mulai marah.
"Apakah kamu berpikir aku akan mati?"
"Tidak!" Li Chang Su segera menyangkal. "Jaga dirimu." Setelah itu dia pergi, khawatir tupai putih itu akan menanyainya lebih lanjut.
Mu Xianzhai tidak mengatakan apa-apa dan mengikuti istrinya.
"..." He Ze yang sedang makan kacang mete goreng merasa kesal.
Siapa yang akan mati? Selama naga perak masih hidup, dia juga akan baik-baik saja. Kaisar pertama Mu bukan satu-satunya orang yang membuatnya ada di dunia ini, tapi jauh di zaman kultivator ... He Ze sudah lama ada.
Lupakan saja, manusia zaman sekarang sangat merepotkan dan terlalu banyak memberontak.
He Ze duduk dan makan kembali. "Heh, ini membuatku kesal setengah mati. Kapan naga perak itu membutuhkanku?" gumamnya.
"Masih ada Mu Xianzhai yang harus menyelesaikan pertarungan nanti. Apa gunanya kamu? Bukankah hanya penyuntik energi spiritual?"
Tiba-tiba saja Wen Lao muncul entah dari mana dan mencibir pada tupai putih itu.
"Jangan muncul seperti hantu! Memangnya kenapa jika itu hanya penyuntik energi spiritual? Aku masih berguna!" He Ze sangat kesal sekarang dan rasa kacang mete goreng yang gurih sedikit gambar.
"Aku hanya memberi tahumu, bukan hal lain." Wen Lao terbatuk malu saat memikirkan penjaga artefak gelang naga perak yang pemarah ini. "Nah, apakah menurutmu pria itu mampu mengakhiri naga hitam nanti?" tanyanya serius.
"Tentu saja!" He Ze percaya diri. "Sudah ratusan tahun sejak masa kaisar pertama berjaya, Mu Xianzhai adalah raja perang paling kuat pada masa itu. Istrinya juga gadis yang sangat baik, benar-benar sepasang kekasih yang dibuat surga. Dulu kaisar pertama Mu menyegel dua naga spiritual itu setelah raja perang gugur dalam pertempuran itu. Kini sepasang suami dan istri telah bereinkarnasi dan tentu saja akan memenangkan pertempuran," jelas He Ze panjang lebar.
Wen Lao mengerutkan kening. "Bagaimana keduanya bisa bereinkarnasi, tahukah kamu?"
"Tentu saja aku tahu," jawab He Ze merasa aneh dengan pertanyaan pria tua itu. "Bukankah kamu penduduk istana langit? Apa yang kamu lakukan di pegunungan dewa, Mu Xianzhai serta Li Chang Su bereinkarnasi di masa ini, harusnya juga tahu bukan?" Dia bertanya dengan aneh.
"Yah ... Rahasia langit."
__ADS_1
"..." Rahasia langit pantatku! Ejek He Ze dalam hatinya.
He Ze tidak berkata-kata lagi dan makan kacang mete goreng dengan tenang. Alasan kenapa Mu Xianzhai dan Li Chang Su bisa bereinkarnasi lagi ... tentu saja karena permintaan kaisar pertama Mu pada para dewa di salah satu kuil paling sakral di ibu kota.
Kuil itu sudah tidak ada lagi sekarang, berubah menjadi bangunan lain. Lagi pula sudah ratusan tahun ....
He Ze tidak memikirkan hal ini lagi. Semuanya hanya masa lalu dan kini pasangan itu bersama lagi dalam takdir. Kali ini, He Ze tahu jika keduanya tidak hanya akan menang, namun juga hidup dengan baik.
Hah ... Kaisar pertama Mu telah banyak berkorban untuk membuat masa depan pasangan itu hidup dengan aman. Ini bisa dianggap sebagai rasa permintaan maaf dan terima kasih dari kaisar pertama Mu.
Belum lagi, kaisar pertama Mu merupakan orang dari zaman modern, sama seperti Li Chang Su yang lahir di sana.
Kaisar pertama Mu ingin Li Chang Su membawa perubahan pada zaman feodal saat ini. Lalu mengubah sistem pendidikan pria dan wanita menjadi setara serta mendirikan akademi wanita.
Dengan begitu, pria tidak akan selalu memandang rendah wanita dan kehormatannya selalu terjaga.
He Ze menghela napas, menahan udara dingin dan kepingan salju yang turun terlihat cukup cantik hari ini. Sayangnya, awan gelap dan petir di langit membuat semuanya tidak menyenangkan mata.
"Apa yang kamu makan? Apakah itu enak? Jangan menyembunyikan hal-hal baik dari pria tua ini! Berikan padaku!" Wen Lao akhirnya menyadari dari mana aroma harum itu berasal.
Ternyata sepiring kacang mete goreng!
"..." He Ze menatap Wen Lao dengan waspada dan memegang piring kecil dengan erat.
Apakah pria tua itu berubah menjadi bandit gunung hari ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mu Hongzhi dan Lict bertarung melawan binatang spiritual tingkat tinggi. Awalnya mereka mengira jika hewan itu sebesar binatang mutasi tapi kenyataannya di luar perkiraan mereka.
Lict ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Dia menatap binatang spiritual tingkat tinggi tak jauh darinya, jelas ini setinggi kuda putih mutasi, badannya besar, bulunya terlihat bersih dan mahal, serta napasnya memancarkan aura penekanan yang kuat.
__ADS_1
Akhirnya Lict hanya bisa menggertakkan gigi dan bersembunyi di balik tubuh pria jangkung yang mengikutinya. Siapa lagi jika bukan Bell berwujud manusia.
"Kenapa kamu tidak mengatakan lebih awal jika mereka begitu gagah perkasa?" tanya Lict terlihat menyedihkan.